100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
575 tayangan51 halaman

Prosedur Lifting dan Rigging Aman

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang pelatihan keselamatan kerja konstruksi khususnya untuk pengangkatan (lifting) yang mencakup tujuan pelatihan, definisi lifting, bahaya potensial, jenis-jenis crane mobile, prosedur pengangkatan aman, alat bantu angkat seperti sling, shackle dan chain block serta pedoman penggunaannya."

Diunggah oleh

Nofite
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
575 tayangan51 halaman

Prosedur Lifting dan Rigging Aman

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang pelatihan keselamatan kerja konstruksi khususnya untuk pengangkatan (lifting) yang mencakup tujuan pelatihan, definisi lifting, bahaya potensial, jenis-jenis crane mobile, prosedur pengangkatan aman, alat bantu angkat seperti sling, shackle dan chain block serta pedoman penggunaannya."

Diunggah oleh

Nofite
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TRAINING KESELAMATAN KERJA KONSTRUKSI

- BASIC LIFTING RIGGING -

KRAKATAU STEEL HSM # 2 Project

1
Tujuan
1. Memahami tugas dan tanggung jawab sebagai Crane
Operator and Rigger.
2. Memahami persyaratan pengoperasian lifting
equipment dan alat bantu angkat.
3. Memahami Peraturan & Perundangan yang
berhubungan dengan Operasi rigging and lifting.
4. Mengerti jenis-jenis crane, persyaratan mekanis dan
pengoperasiannya.
5. Mengetahui jenis tali dan sling (wire, synthetic, and
chain slings).
6. Mengerti bentuk lifting gears, inspection and
dokumentasi yang di perlukan.
7. Mampu melakukan identifikasi bahaya dan
menggunakan metode pencegahan yang benar.
Definisi

Lifting = Crane + Rigging


Potensi Bahaya
1. Kondisi alat angkat yang tidak layak pakai.
2. Kondisi tanah (fasilitas bawah tanah, aliran listrik,
drainase, lubang galian dll).
3. Halangan di atas (aliran listrik, bangunan, struktur
permanen dll).
4. Kondisi cuaca (kecepatan angin -> maksimal
25 knot, hujan deras, petir).
5. Pengangkatan dekat gedung dan kerumunan orang.
6. Pemasangan barikade yang kurang benar.
7. Jarak pandang (terhalang gedung, di ketinggian dll).
8. Penerangan kurang memadai.
Potensi Bahaya
Bekerja di dekat power lines
Potensi Bahaya
Bekerja di dekat listrik tegangan tinggi
Jenis Jenis Mobile Crane

Crawler Crane Roughter Crane Truck Crane Telescopic Boom


Lattice Boom

Boom
Truck/TMC
Terminology
Boom Head

Aux Hoist
Telescopic Sections

Main Hoist
Main Boom
Height of Lift

Luffing Rams

Hoist Winch

Slew Ring
Counterweight

Outriggers
Radius
Kecelakaan Pengangkatan

Prosedur tidak dijalankan


Kecelakaan Pengangkatan

Kecerobohan Personel
Pengangkatan Aman
Persiapan pekerjaan :
Alat angkat sudah diinspeksi dan sudah dinyatakan layak
pakai oleh Inspector.
Alat bantu angkat (lifting gear) sudah diinspeksi dan
dinyatakan layak pakai oleh inspector.
Operator Crane dan Rigger berkompeten dan bersertifikasi.
Tersedia work instruction, lifting plan, TRA dan Ijin kerja
yang sudah disetujui dan ditandatangani oleh personil yang
berwenang.
Dilakukan toolbox meeting sebelum bekerja yang dipimpin
oleh Supervisor/Group Leader.
Cek kondisi tanah dan lingkungan sekitar.
Pasang barricade dilokasi kerja.
11
Pengangkatan Aman
Pelaksanaan pekerjaan :
Pastikan sudah diketahui berat beban yang akan diangkat.
Pastikan sudah diketahui lokasi barang/material akan
ditempatkan (erection).
Untuk type RTC, outrigger dipasang dengan benar.
Lakukan dummy lifting jika diperlukan (ragu ragu).
Pengikatan (rigging) dengan benar dan dilakukan oleh
Rigger yang berkompeten dan bersertifikat.
Pasang tag line dengan benar.
Pemberian signal hanya boleh dilakukan oleh Signalman
yang ditunjuk, selain Signalman tidak boleh memberikan aba-
aba kecuali keadaan darurat.
Pastikan area pengangkatan dalam radius pengangkatan
bebas dari pekerja lain. Barikade dipasang dengan benar. 12
Pengangkatan Aman

13
Pengangkatan Aman
Outrigger

SALAH
Roda tidak boleh menempel/
bertumpu ke tanah

SALAH
Semua Beam harus sepenuhnya
diperpanjang dan permukaan rata

BENAR
Pengaturan yang benar
Roda terangkat di atas tanah, crane
di posisi rata
14
Pengangkatan Aman

Zona keselamatan eksklusi crawler


dan mobile crane dan lainnya harus
setara dengan 110% dari panjang
boom, termasuk panjang jib
(Pengecualian Zone = Boom panjang
+ Jip digunakan x 1.1) 360o yang
mencakup area.

Contoh Safety Exclusion Zone BARIGADE MERAH HITAM


EXCLUSION ZONE
(Kegiatan Rigging / Lifting)

15
Pengangkatan Aman
Selesai pekerjaan :
Pastikan alat angkat (crane) diparkir di tempat yang aman
(crane telescopic boom dalam kondisi tertutup).
Alat bantu angkat (lifting gear) dilepas dan disimpan
ditempat yang kering dan aman.
Lakukan housekeeping di lokasi kerja.

16
Alat Bantu Angkat (Lifting Gear)
Lifting Gear adalah peralatan yang digunakan untuk membantu
melakukan pekerjaan pengangkatan (Lifting dan rigging).

Webbing Sling Wire Sling Shackle

Chain Block Lever Block Spreader Bar


17
Alat Bantu Angkat (Lifting Gear)
1. Webbing Sling
a. Kemampuan mengangkat beban dengan permukaan datar
dan lebar.
b. Mengangkat beban yang halus atau rentan tanpa resiko
rusak.
c. Mengurangi tekanan yang diberikan oleh sling terhadap
beban.
d. Ringan dan fleksibel untuk memberikan kemudahan pada
lokasi sulit.
e. Kelemahannya mudah rusak jika tergores material tajam.

18
Alat Bantu Angkat (Lifting Gear)
1. Webbing Sling

SWL dari webbing sling


didasarkan warna:
• 1 inchi, ungu, SWL 1 ton
• 2 inchi, hijau, SWL 2 ton
• 3 inchi, kuning, SWL 3 ton
• 4 inchi, abu-abu, SWL 4 ton
• 5 inchi, merah, SWL 5 ton
• 6 inchi, coklat, SWL 6 ton
• 8 inchi, biru, SWL 8 ton
• Orang mulai 10, 20 ton, dll
(lihat data dari Manufacture)
HATI-HATI kode warna kadang berbeda 19
dibuat oleh produsen, PERIKSA TAG!
Alat Bantu Angkat (Lifting Gear)
2. Wire Sling (Flexible Steel Wire Rope)
a. Konstruksi lebih kuat, biasanya dipakai untuk beban beban
yang berat.
b. Mengangkat beban yang tidak memerlukan penanganan
khusus, karena wire sling bisa menggores permukaan barang
yang diangkat
c. Susah ditekuk, apalagi benda yang diameternya/dimensinya
kecil.

20
Alat Bantu Angkat (Lifting Gear)
2. Wire Sling (Flexible Steel Wire Rope)
Konstruksi dari FSWR
FSWR terbuat dari :
• Wires
• Strands and
• Core

21
Alat Bantu Angkat (Lifting Gear)
2. Wire Sling

22
Alat Bantu Angkat (Lifting Gear)
3. Shackle
Dua jenis utama shackle/segel yaitu :
[Link] Shackle : digunakan untuk menggabungkan sling eye
dengan hook dalam satu garis lurus (1 sling).

[Link] Shackle : digunakan untuk dua atau lebih sling eye ke


hook, bow shackle dipilih agar sling eye tidak bertumpuk
tapi bersebelahan.

23
Bolt type Screwpin type Wide Body type
Alat Bantu Angkat (Lifting Gear)
3. Shackle
a. Jangan pernah menggunakan shackle yang tidak ada cap
WLL, atau WLL yang sudah tidak terbaca.
b. Jangan pernah menggunakan shackle dengan keausan
lebih dari 10% baik di crown atau pin-nya.
c. Shackle menggunakan pin yang tepat, bukan mur baut
biasa.
d. Body dan pin bebas dari cacat, retak, beralur dan karat.
e. Jangan pernah memodifikasi, memperbaiki atau
menajamkan shackle dengan welding, pemanasan atau
dibengkokkan.
f. Jangan pernah melakukan perlakuan panas karena akan
mempengaruhi WLL-nya.
g. Pada saat memasang, kencangkan pin finger dengan erat
dan kendurkan kembali pin finger sedikit untuk mencegah 24
terkunci saat tegangan.
Alat Bantu Angkat (Lifting Gear)
4. Chain Blocks
a. JANGAN menggunakan chain block untuk
mengangkat orang
b. JANGAN mengangkat melebihi kapasitas chain
block
c. JANGAN mengoperasikan chain block untuk
operasi horisontal
d. JANGAN menggunakan lebih dari 1 orang untuk
menarik rantai penarik chain blocks.
e. JANGAN meninggalkan chain block dengan
beban yang masih tergantung /tertarik.
f. JANGAN bekerja dibawah beban yang
tergantung/ tertahan .
g. PERIKSA sebelum setiap pemakaian
25
h. Pakai sesuai dengan rate load dari manufactur.
Alat Bantu Angkat (Lifting Gear)
5. Lever Blocks
a. JANGAN menggunakan Lever block untuk
mengangkat.
b. JANGAN menggunakan lebih dari 1 orang untuk
mengoperasikan tuas lever block
c. JANGAN meninggalkan lever block yang masih
tergantung / tertahan sesudah bekerja.
d. Tidak dibenarkan menggunakan rantai sebagai
sling.
e. Lever blockss digunakan hanya untuk operasi
horisontal
f. cek semua aksesori sebelum pemakaian, pastikan
penggunaan sesuai dengan kapasitas dari
manufaktur dan tidak ada cacat pada
26
componennya.
Inspeksi Pesawat Angkat
Semua pesawat angkat (crane) dan alat bantu angkat (lifting
gear) harus diinspeksi oleh Petugas berwenang sebelum
digunakan.

Inspeksi meliputi :
[Link], semua pesawat angkat, alat bantu angkat dan
semua peralatan untuk lifting harus bersertifikat Migas atau PJIT
yang telah ditunjuk oleh Migas.
[Link] Mechanical Integrity, meliputi : body, system
hydrolis, wire rope, boom, kondisi roda, outrigger, drum dll.
[Link] Safety Device, meliputi : Load Indicator, Anti two
block, over load alarm, boom stopper, lampu rotary, alarm
mundur dll.
27
Inspeksi Pesawat Angkat
1. Document
Contoh SKPP Migas Contoh Berita Acara Inspeksi PJIT
(Sertifikat Kelayakan Penggunaan Peralatan) (Perusahaan Jasa Inspeksi Teknis)

28
Inspeksi Pesawat Angkat
2. Mechanical Integrity (system mekanis)
Boom Head

Aux Hoist
Telescopic Sections

Main Hoist
Main Boom

Luffing Rams

Hoist Winch

Slew Ring
Counterweight

Outriggers

29
Inspeksi Pesawat Angkat
3. Safety Device

Anti Two Block

Load Indicator

30
Inspeksi Alat Bantu Angkat
Semua alat bantu angkat (lifting gear) harus diinspeksi oleh
Petugas berwenang sebelum digunakan.

Inspeksi meliputi :
[Link], semua alat bantu angkat dan semua peralatan
untuk lifting harus bersertifikat Migas atau PJIT yang telah
ditunjuk oleh Migas.
[Link] visual

31
Inspeksi Alat Bantu Angkat
b. Pengecekan visual

a. Wire Sling :
 Dalam 1 rope lay (potanan kawat) terdapat 10 kawat
terputus secara acak.
 Dalam 1 strand (lilitan) terdapat 5 kawat yang putus.
 Berkarat.
 Terpelintir.
 Strand (lilitan) menonjol keluar.
 Bird caging (terpilintir)/kerusakan mekanis.
 Terkena spark pengelasan.

32
Inspeksi Alat Bantu Angkat

Spark Welding

Wire putus

Bird Caging Terpuntir

33
Inspeksi Alat Bantu Angkat
b. Webbing Sling :
 Label SWL telah terhapus atau rusak.
 Ada kerusakan pada lapisan selubung atau pelindung.
 Kerusakan pada jahitan.
 Terkontaminasi bahan kimia.
 Terdapat potongan di sling.
 Tergores.
 Berlubang.
 Terkena panas.
 Terbelit (simpul).

Label SWL Sling

34
Inspeksi Alat Bantu Angkat

Terpotong

Terpotong

Terkikis
Terbakar
35
Inspeksi Alat Bantu Angkat

Terbelit

Terpotong

36
Tali Pengontrol (Tag Line)
Tagline / Tali pengontrol adalah tali untuk membantu
mengendalikan pergerakan dari barang/material yang
diangkat.
PasangTag Line
yang lain disini

37
Tali Pengontrol (Tag Line)
1. Petugas Tag line tidak boleh mengikatkan tali tag line di
tangannya dan harus hati hati hingga tidak menyebabkan
tangan terlilit.
2. Pengikatan simpul mati pada tag line tidak diperbolehkan
(harus dengan cara pengikatan yang mudah di lepas).
• Tag line harus selalu digunakan pada beban yang sedang
di angkat/pindah, kecuali pada saat awal evaluasi.
1. Selalu menggunakan tag line ukuran diameter 16 mm
terbuat dari tali serat alam (missal : manila ropes).
2. 2 tag line harus digunakan untuk pengangkatan benda
panjang seperti pipa/beam untuk pengendalian lebih
aman.
38
Tali Pengontrol (Tag Line)
6. Tag line harus diikatkan pada materialnya dan bukan ke
alat bantu angkatnya (lifting gear).
• Tag line tidak dibutuhkan pada pengangkatan dua crane
atau lebih
• Jangan pernah berada di bawah beban (line of fire) pada
saat mengendalikan tag line.
• Jangan berjalan mundur (membelakangi) saat
mengendalikan tag line.
• Panjang tagline / tali kendali harus dipasang minimal :
kurang lebih 1,5 kali dari tinggi beban/material yang
diangkat.

39
DON’T (Jangan dilakukan)

Lifting Point
tidak Standar Pengikatan
salah

40
DON’T (Jangan dilakukan)

Webbing tidak
layak pakai

41
DON’T (Jangan dilakukan)

Chocker langsung ke
rantai

42
DON’T (Jangan dilakukan)

Lever block tidak


layak pakai

43
DON’T (Jangan dilakukan)

Pengikatan salah Pengikatan salah 44


DON’T (Jangan dilakukan)

Pengikatan salah 45
DON’T (Jangan dilakukan)

Posisi berbahaya
(Line of Fire)
46
DO (Aman Dilakukan)

Pemasangan
yang benar

47
DO (Aman Dilakukan)

Pemasangan
yang benar

48
DO (Aman Dilakukan)

Pengikatan
yang benar

49
DO (Aman Dilakukan)

Dipasang
softener

50
STOP, jika pekerjaan dilakukan membahayakan atau
ada kondisi tidak aman.

51

Anda mungkin juga menyukai