0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan15 halaman

Pengenalan dan Jenis-jenis Dioda

Dioda adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub dan berfungsi menyearahkan arus. Dioda terdiri dari penggabungan dua semikonduktor yang masing-masing diberi doping berbeda. Pada kondisi tegangan positif, arus dapat mengalir melalui dioda, sedangkan pada kondisi tegangan negatif arus tidak dapat mengalir. Jenis-jenis dioda antara lain LED, photodiode, dan dioda

Diunggah oleh

Santy Sasmita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan15 halaman

Pengenalan dan Jenis-jenis Dioda

Dioda adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub dan berfungsi menyearahkan arus. Dioda terdiri dari penggabungan dua semikonduktor yang masing-masing diberi doping berbeda. Pada kondisi tegangan positif, arus dapat mengalir melalui dioda, sedangkan pada kondisi tegangan negatif arus tidak dapat mengalir. Jenis-jenis dioda antara lain LED, photodiode, dan dioda

Diunggah oleh

Santy Sasmita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dioda

Dioda
• Dioda adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub dan
berfungsi menyearahkan arus. Komponen ini terdiri dari
penggabungan dua semikonduktor yang masing-masing diberi doping
(penambahan material) yang berbeda, dan tambahan material
konduktor untuk mengalirkan listrik.
• Anoda adalah elektroda yang terhubung dengan silikon jenis p
dimana elektron yang terkandung lebih sedikit
• katoda adalah elektroda yang terhubung dengan silikon jenis n
dimana elektron yang terkandung lebih banyak.
• Pertemuan antara silikon n dan silikon p akan membentuk suatu
perbatasan yang disebut P-N Junction.
Keadaan tanpa tegangan
Pada kondisi tidak diberikan tegangan akan terbentuk
suatu perbatasan medan listrik pada daerah P-N
junction. Hal ini terjadi diawali dengan proses difusi,
yaitu bergeraknya muatan elektro dari sisi n ke sisi p.

Elektron-elektron tersebut akan menempati suatu


tempat di sisi p yang disebut dengan holes. Pergerakan
elektron-elektron tersebut akan meninggalkan ion
positif di sisi n, dan holes yang terisi dengan elektron
akan menimbulkan ion negatif di sisi p.

Ion-ion tidak bergerak ini akan membentuk medan


listrik statis yang menjadi penghalang pergerakan
elektron pada dioda.
Kondisi tegangan positif (Forward-bias)

 Pada kondisi ini, bagian anoda disambungkan dengan


terminal positif sumber listrik dan bagian katoda
disambungkan dengan terminal negatif.
 Adanya tegangan eksternal akan mengakibatkan ion-
ion yang menjadi penghalang aliran listrik menjadi
tertarik ke masing-masing kutub.
 Ion-ion negatif akan tertarik ke sisi anoda yang
positif, dan ion-ion positif akan tertarik ke sisi katoda
yang negatif.
 Hilangnya penghalang-penghalang tersebut akan
memungkinkan pergerakan elektron di dalam dioda,
sehingga arus listrik dapat mengalir seperti pada
rangkaian tertutup.
Kondisi tegangan
negatif (Reverse-bias)
 Pada kondisi ini, bagian anoda disambungkan dengan terminal
negatif sumber listrik dan bagian katoda disambungkan dengan
terminal positif.
 Adanya tegangan eksternal akan mengakibatkan ion-ion yang
menjadi penghalang aliran listrik menjadi tertarik ke masing-
masing kutub.
 Pemberian tegangan negatif akan membuat ion-ion negatif
tertarik ke sisi katoda (n-type) yang diberi tegangan positif, dan
ion-ion positif tertarik ke sisi anoda (p-type) yang diberi
tegangan negatif.
 Pergerakan ion-ion tersebut searah dengan medan listrik statis
yang menghalangi pergerakan elektron, sehingga penghalang
tersebut akan semakin tebal oleh ion-ion.
 Akibatnya, listrik tidak dapat mengalir melalui dioda dan
rangkaian diibaratkan menjadi rangkaian terbuka.
Mengukur diode
Jenis-jenis Dioda dan Fungsi Dioda

Dioda dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristik dan


fungsinya. Jenis-jenis dioda dan aplikasinya adalah sebagai berikut.
• PN Junction Diode: Dioda standar yang terdiri dari susunan PN dan
memiliki cara kerja seperti yang dijelaskan sebelumnya. Dioda jenis ini
adalah diode yang umum digunakan di pasaran (disebut juga diode
generik), digunakan terutama sebagai penyearah arus.
• Light Emitting Diode (LED): Saat dialiri arus forward-bias, LED akan
mengeluarkan cahaya. LED saat ini umum digunakan sebagai alat
penerangan dan beberapa jenis digunakan untuk menggantikan lampu
fluorescent.
• Laser Diode: Dioda jenis laser juga menghasilkan cahaya, namun cahaya
yang dihasilkan adalah cahaya koheren. Aplikasi diode laser adalah
perangkat pembaca CD dan DVD dan laser pointer.
• Photodiode: Photodiode dapat menghasilkan energi listrik apabila daerah
PN junction disinari. Umumnya photodiode dioperasikan dalam reverse-
bias, sehingga arus yang kecil akibat cahaya dapat langsung terdeteksi.
Photodiode digunakan untuk mendeteksi cahaya (photodetector).
• Gunn Diode: Gunn Diode adalah jenis diode yang tidak memiliki PN
Junction, melainkan hanya terdiri dari dua elektroda. Dioda jenis ini dapat
digunakan untuk menghasilkan sinyal gelombang mikro.
• BARITT Diode: BARITT (Barrier Injection Transit Time) Diode adalah jenis
diode yang bekerja dengan prinsip emisi termionik. Dioda ini digunakan
untuk memproduksi sinyal gelombang mikro dengan level derau yang
rendah.
• Tunnel Diode: Tunnel Diode adalah dioda yang bekerja memanfaatkan salah satu
fenomena mekanika kuantum yaitu tunneling. Tunnel junction digunakan sebagai
salah satu komponen pada osilator, penguat, atau pencampur sinyal, terutama
karena kecepatannya bereaksi terhadap perubahan tegangan.
• Backward Diode: Backward diode memiliki karakteristik serupa dengan tunnel,
perbedannya terletak pada adanya sisi yang diberi doping lebih rendah dibanding
sisi yang berlawanan. Perbedaan profil doping ini membuat backward diode
memiliki karakteristik tegangan-arus yang serupa pada kondisi reverse dan
forward.
• PIN Diode: Pada dioda PIN, terdapat area semikonduktor intrinsic (tanpa doping)
yang diletakkan antara P dan N junction. Efek dari penambahan area intrinsic
tersebut adalah melebarnya area deplesi yang membatasi pergerakan elektron,
dan hal ini tepat digunakan untuk aplikasi pensinyalan (switching).
• Schottky Diode: Pada Schottky diode diberikan tambahan metal pada cuplikan
permukaan bagian tengah semikonduktor. Karakteristik yang menjadi keunggulan dioda
ini adalah tegangan aktivasi yang rendah dan waktu pemulihan yang singkat. Dioda ini
sangat umum digunakan untuk rangkaian elektronik berfrekuensi tinggi, seperti
perangkat-perangkat radio dan gerbang logika
• Step Recovery Diode: Bagian semikonduktor pada dioda ini memiliki level doping yang
secara gradual menurun dengan titik terendah di junction. Modifikasi ini dapat
mengurangi waktu switching karena muatan yang ada pada daerah junction lebih sedikit.
Aplaikasi dari semikonduktor ini adalah pada alat-alat elektronik frekuensi radio.
• Varactor Diode: Diaplikasikan pada mode reverse biasa dengan lapisan penghalang yang
dapat berubah-ubah sesuai tegangan diberikan. Hal ini membuat dioda ini seolah-olah
merupakan suatu kapasitor.
• Zener diode: Memiliki karakteristik khusus yang mengingkan efek breakdown saat
reverse bias Dioda ini dapat menghasilkan tegangan yang tetap dan umum digunakan
sebagai penghasil tegangan referensi di rangkaian elektronik.
Dioda zener
Prinsip Kerja Dioda Zener

• Pada dasarnya, Dioda Zener akan menyalurkan arus listrik yang


mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan
melampaui batas “Breakdown Voltage” atau Tegangan Tembus Dioda
Zenernya.
• Karakteristik ini berbeda dengan Dioda biasa yang hanya dapat
menyalurkan arus listrik ke satu arah. Tegangan Tembus (Breakdown
Voltage) ini disebut juga dengan Tegangan Zener.

Anda mungkin juga menyukai