100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
20 tayangan25 halaman

Panduan Terapi Intravena Lengkap

Dokumen tersebut membahas terapi intravena yang meliputi indikasi, tujuan, pemilihan vena untuk akses, metode membantu distensi vena, pelaksanaan pemasangan kateter intravena, perawatan dan pemeliharaan, serta komplikasi dan cara penanganannya.

Diunggah oleh

Sheptian Febriyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
20 tayangan25 halaman

Panduan Terapi Intravena Lengkap

Dokumen tersebut membahas terapi intravena yang meliputi indikasi, tujuan, pemilihan vena untuk akses, metode membantu distensi vena, pelaksanaan pemasangan kateter intravena, perawatan dan pemeliharaan, serta komplikasi dan cara penanganannya.

Diunggah oleh

Sheptian Febriyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI INTRAVENA

KD II

By: Hanik Rohmah Irawati

1
A. Indikasi
- Pasien yg mengalami pengeluaran cairan/
nutrisi berat.
- Pasien syok, intoksikasi berat, pra dan pasca
bedah. Sebelum transfusi darah/ pasien yang
membutuhkan pengobatan tertentu.
B. Tujuan
- Memperbaiki atau mencegah
ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
- Memberikan obat intravena dan nutrisi. 2
• Keuntungan pemberian infus intravena adalah
menghasilkan kerja obat yang cepat dibandingkan cara-
cara pemberian lain dan tidak menyebabkan masalah
terhadap absorbsi obat.
• Kerugiannya yaitu obat yang diberikan sekali lewat
intravena maka obat tidak dapat dikeluarkan dari
sirkulasi seperti dapat dilakukan untuk obat bila
diberikan per oral, misalnya dengan cara dimuntahkan
• Infus tidak perlu pengawet karena volume sediaan besar.
Jika ditambahkan pengawet maka jumlah pengawet yang
dibutuhkan besar sehingga dapat menimbulkan efek
toksis.
3
C. Memilih Akses Vena
1. Vena superficial/ perifer
- Kepala: vena temporalis
- Ekstremitas atas/ lengan: vena metacarpal,
vena sefalika, vena basilica, vena mediana
cubiti.
- Ekstremitas bawah/ tungkai bawah: vena
safena magna/ parfa.
2. Pilih tempat paling distal pada lengan non
dominan
4
3. Lakukan pengguntingan pada area yg banyak
tumbuh bulu/ rambut, jangan mencukurnya.
5
6
4. Hindari area yang terasa nyeri (cedera,
memar) dan terdapat jaringan parut untuk
pungsi vena.
5. Pilih vena yang cukup besar dan lurus
untuk pemasangan kateter vena.
6. Pilih tempat yang tidak mempengaruhi
aktivitas kehidupan sehari-hari
7. Hindari tempat distal pada tempat pungsi
vena sebelumnya dan vena yang sklerotik
(keras).
8. Hindari vena pada ekstremitas dengan 7

gangguan sirkulasi (kasus paralise).


D. Metode untuk membantu distensi vena
1. Mengurut ekstremitas dari distal ke proksimal di bawah
tempat pungsi vena yang dituju.
2. Anjurkan klien menggenggam dan membuka telapak
tangan secara bergantian.
3. Ketuk-ketuk ringan di atas vena yang dituju.
4. Berikan kompres hangat pada daerah yang akan
dilakukan pungsi vena selama beberapa menit.
5. Bila mungkin tempatkan ekstremitas tempat vena yang
dituju pada posisi tergantung.
8
E. Pelaksanaan Terapi intravena
a. Persiapan pasien
- Jelaskan prosedur tindakan yg akan dilakukan dan berikan
penyuluhan jika diperlukan.
- Berikan penjelasan tentang perawatan dan keamanan kateter
IV.
- Untuk anak kecil gunakan tehnik bermain agar tidak ketakutan.

9
b. Persiapan alat dan bahan
1. Standart infus 8. Betadin solution (k/p)
2. Infus set 9. Kasa steril/ transparan
dressing
3. Cairan sesuai
program 10. Bengkok
11. Sarung tangan on
4. Kateter IV (ukuran steril
sesuai kebutuhan).
12. Plester
5. Pengalas
13. Lidi kapas steril (k/P)
6. Torniket 14. Korentang
7. Kapas alkohol 70% 15. Papan lengan dan 10
elastis verban bila
diperlukan.
11
• Hijau : 18 G
• Pink : 20 G
• Biru : 22 G
• Kuning : 24 G

VASOFIX

ABOCATH 12
Langkah-langkah
Persiapan set infus:
1. Cuci tangan
2. Siapkan cairan yang akan diberikan dan tempatkan di standart infus.
3. Buka set infus (pertahankan sterilitasnya).
4. Tempatkan klem rol ± 10 cm di bawah ruang drip dalam keadaan off
(terkunci)
5. Lepaskan penutup lubang penghubung selang dengan botol

13
6. Tusukkan set infus ke dalam botol/ kantung. Untuk
kantung: lepaskan penutup protector tempat insersi jarum
selang dan tusukkan jarum selang ke dalam lubang kantung.
Untuk botol: bersihkan dahulu stopper dengan antiseptic
kemudian tusukkan jarum ke dalam karet stopper botol.
7. Isi ruang drip dengan cara menekan ruang drip tersebut hingga
terisi cairan ± ½ bagian.
8. Lepaskan penutup adapter jarum dan buka klem rol untuk
mengalirkan cairan dari ruang drip ke selang. Kembalikan klem
rol ke posisi off setelah selang terisi dan tutup kembali adapter
jarum.
9. Yakinkan selang bebas dari udara dan gelembung udara. Untuk
menghilangkan gelembung udara ketuk-ketuk selang infus
menuju ruang drip
14
Pelaksanaan insersi kateter IV
1. Cuci tangan
2. Dekatkan peralatan dan set infus
3. Identifikasi akses vena untuk pemasangan
kateter IV
4. Letakkan pengalas di bawah tempat akan
dilakukan insersi.
5. Pakai sarung tangan
6. Pasang torniket 10-12 cm di atas tempat yang
akan dilakukan insersi (untuk pembendungan).
7. Palpasi vena dengan menekan dan merasakan 15

rasa halus dan menonjol.


8. Desinfeksi tempat insersi dengan alkohol 70%/ povidon
iodine (betadin) dengan gerakan melingkar dari tengah
keluar.
9. Biarkan tempat tersebut mengering (jangan ditiup).
10. Lakukan insersi vena dengan cara letakkan ibu jari
tangan kiri diatas vena dan regangkan kulitnya (untuk
menstabilkan vena), posisi jarum mengarah ke atas dan
tusukkan dengan cepat.
11. Lihat aliran darah melalui ruang kateter , hal ini
menandakan bahwa jarum sudah masuk vena.
Turunkan jarum sampai hampir raat dengan kulit.
Masukkan kembali kateter sampai ± ½ bagian ,
kemudian tarik jarum keluar sambil meneruskan
memasukkan kateter ke dalam vena. 16
12. Lepaskan torniket
13. Siapkan slang infus, buka penutup adapter
(pertahankan sterilitasnya).
14. Tekan dengan lembut bagian atas vena (± 3 cm di atas
tempat insersi) dengan telunjuk tangan kiri, tarik jarum
keluar dan dengan cepat sambungkan slang infus
dengan kateter IV. Jangan menyentuh bagian insersi.
15. Sambil terus mempertahankan posisi kateter, buka
klem rol sampai tengah bagian.
16. Lakukan fiksasi.
17. Pasang kasa steril/ transparan dressing di atas tempat
insersi.

17
18
18. Atur kecepatan aliran sesuai program.
19. Lepaskan sarung tangan
20. Tuliskan waktu pemasangan pada kasa atau transparan
dressing.
21. Rapikan alat-alat.
22. Beri tahu klien tentang tindakan yang telah dilakukan.
23. Dokumentasikan: waktu (tanggal, jam), tindakan yang
dilakukan, jenis larutan dan kecepatan aliran, hasil/ respon
klien, alat-alat yang digunakan dan jumlahnya, tanda tangan
dan nama jelas.
24. Cuci tangan.
19
F. Perawatan dan pemeliharaan
1. Akses IV harus diganti setiap 48-72 jam atau sesuai
program dokter.
2. Lakukan perawatan daerah insersi bila balutan kotor
dengan cara:
- Lepaskan balutan lama dan perhatikan daerah insersi
terhadap tanda-tanda infeksi/ infiltrasi.
- Bersihkan daerah insersi dan sekitarnya dengan
alkohol 70%/ betadin dengan gerakan melingkar dari
pusat ke tepi.
- Tutup kembali dengan kasa steril/ transparan dressing.
- Sebelum dan sesudah melakukan tindakan cuci
20
tangan.
G. Komplikasi terapi IV
1. Flebitis
- Pengertian: inflamasi vena.
- Tromboflebitis: inflamasi vena yang berkaitan
dengan pembentukan thrombus.
- Penyebab: Iritasi vena oleh kateter IV, obat-obatan
dan infeksi.
- Tanda dan gejala: bengkak dan teraba hangat, nyeri
tekan, kemerahan.
- Tindakan:
- Stop infus dan lepaskan kateter IV
- Berikan kompres hangat pada area flebitis
- Kaji nadi distal pada area flebitis
- Tinggikan ekstremitas
21
- Laporkan pada dokter.
2. Infiltrasi
- Pengertian: perembesan atau mengalirnya cairan ke dalam jaringan.
- Penyebab: Kateter IV keluar dari vena dengan kebocoran cairan ke
dalam jaringan sekitarnya.
- Tanda dan gejala: bengkak pada daerah insersi dan sekitarnya serta
nyeri tekan.
- Tindakan:
- Hentikan IV line
- Berikan kompres hangat
- Tinggikan ekstremitas
- Laporkan pada dokter

22
3. Emboli udara
- Pengertian: Gelembung udara yang terbawa dalam
aliran darah.
- Penyebab: masuknya udara dalam sistem vaskuler.
- Tanda dan gejala: distress pernapasan, kelemahan, nadi
cepat, TD turun tiba-tiba, kesadaran menurun, henti
jantung.
- Tindakan:
- Jika dicurigai terjadi emboli udara balikkan pasien ke
posisi miring ke kiri agar udara masuk ke atrium
kanan.
- Atur pasien dalam posisi trendelenburg untuk
mencegah
23
masuknya emboli ke otak.
- Laporkan pada dokter.
4. Kelebihan beban sirkulasi
- Pengertian: infus cairan yang berlebihan.
- Penyebab: tetesan infus terlalu cepat.
- Tanda dan gejala: distress pernapasan, henti jantung.
- Tindakan:
- Pantau TTV
- Jika ada gejala edema paru (pernapasan cepat,
takikardi, TD meningkat) atur pasien dalam
posisi fowler.
- Laporkan pada dokter.

24
H. Tehnik Troubleshooting
Pada kejadian dimana infus tidak berfungsi:
1. Periksa adanya tanda-tanda infiltrasi/ flebitis.
2. Periksa selang terhadap tekukan, sumbatan darah atau posisi klien tidak
benar.
3. Periksa semua alat pengontrol aliran (klem rol).
4. Periksa posisi IV kateter.
5. Jika larutan yang diinfuskan adalah darah periksa filter pada set infus.
6. Jika aliran tidak lancar hentikan IV line dan cari akses baru.

25

Anda mungkin juga menyukai