0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan33 halaman

Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan

Dokumen ini membahas tentang sistem rujukan kesehatan yang memungkinkan penyerahan tanggung jawab secara timbal balik antar unit pelayanan kesehatan berdasarkan kemampuan masing-masing. Sistem rujukan dibedakan menjadi rujukan vertikal dan horizontal, serta rujukan internal dan eksternal. Jenis pelayanan kesehatan dan rumah sakit dijelaskan berdasarkan tingkatannya.

Diunggah oleh

ratih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan33 halaman

Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan

Dokumen ini membahas tentang sistem rujukan kesehatan yang memungkinkan penyerahan tanggung jawab secara timbal balik antar unit pelayanan kesehatan berdasarkan kemampuan masing-masing. Sistem rujukan dibedakan menjadi rujukan vertikal dan horizontal, serta rujukan internal dan eksternal. Jenis pelayanan kesehatan dan rumah sakit dijelaskan berdasarkan tingkatannya.

Diunggah oleh

ratih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM RUJUKAN

Drg. Ratih Variani, [Link]


DEFINISI SISTEM RUJUKAN
 Suatu jaringan pelayanan kesehatan yang
memungkinkanterjadinya penyerahan tanggung jawab secara
timbal balik atas masalah yang timbul, baik vertikal (dari unit
yang lebih mampu menangani) maupun horizontal (antar
unit-unit yang setingkat kemampuannya) secara rasional
kepada yang lebih mampu.
SISTEM RUJUKAN VERTIKAL
 Rujukan vertikal dari tingkatan pelayanan yang lebih rendah
ke tingkatan yg lebih tinggi dilakukan apabila:
1. Pasien membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik atau
subspesialistik;
2. Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan
sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan
fasilitas, peralatan dan/atau ketenagaan
SISTEM RUJUKAN VERTIKAL
 Rujukan vertikal dari tingkatan pelayanan yang lebih tinggi ke
tingkatan yg lebih rendah dilakukan apabila:
1. Permasalahan pasien dpt ditangani oleh tingkatan pelayanan yg
lebih rendah sesuai dgn kompetensi dan kewenangannya;
2. Kompetensi dan kewenangan pelayanan tingkat pertama atau
kedua lebih baik dalam menangani pasien tersebut;
3. Pasien memerlukan pelayanan lanjutan yg dpt ditangani oleh
tingkatan pelayanan yg lebih rendah & untuk alasan
kemudahan, efisiensi dan pelayanan jangka panjang; dan/atau
4. Perujuk tdk dpt memberikan pelayanan kesehatan sesuai dgn
kebutuhan pasien karena keterbatasan sarana, prasarana,
peralatan dan/atau ketenagaan
SISTEM RUJUKAN HORIZONTAL
 Rujukan horizontal dilakukan apabila perujuk tidak dapat
memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan
pasien karena keterbatasan fasilitas, peralatan dan/atau
ketenagaan yg sifatnya sementara atau menetap.
MACAM-2 SISTEM RUJUKAN
 Menurut tata hubungan : rujukan internal dan eksternal
 Menurut lingkup pelayanannya : rujukan medik dan rujukan
kesehatan
Menurut tata hubungan
 Rujukan internal
Rujukan horizontal yang terjadi antar unit pelayanan di dalam
institusi tersebut. Misalnya dari jejaring puskesmas
(puskesmas pembantu) ke puskesmas induk
 Rujukan eksternal
Rujukan yang terjadi antar unit-unit dalam jenjang pelayanan
kesehatan, baik horizontal (dari puskesmas rawat jalan
ke puskesmas rawat inap) maupun vertikal (dari puskesmas
ke rumah sakit umum daerah).
Menurut lingkup pelayanan
 Rujukan Medik
rujukan pelayanan yang terutama meliputi upaya penyembuhan
(kuratif) dan upaya pemulihan (rehabilitatif). Misalnya, merujuk
pasien puskesmas dengan penyakit kronis (jantung koroner,
hipertensi, diabetes mellitus) ke rumah sakit umum daerah
 Rujukan Kesehatan
rujukan pelayanan yang umumnya berkaitan dengan upaya
peningkatan promosi kesehatan (promosi) dan pencegahan
(preventif). Contohnya, merujuk pasien dengan masalah gizi ke
klinik konsultasi gizi (pojok gizi puskesmas), atau pasien dengan
masalah kesehatan kerja ke klinik sanitasi puskesmas (pos Unit
Kesehatan Kerja).
Rujukan Medik
 Rujukan penderita/ transfer of patient
Konsultasi penderita untuk keperluan diagnosis, pengobatan,
tindakan operatif dan lain-lain
 Rujukan spesimen/ Transfer of specimen
Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeriksaan
laboratorium yang lebih lengkap.
 Rujukan personal/ transfer of knowledge
Pengiriman tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk
meningkatkan mutu layanan setempat
Rujukan kesehatan
 Rujukan teknologi
 Rujukan sarana
 Rujukan opersional
Manfaat Rujukan
Bentuk pelayanan kesehatan
Pelayanan Kesehatan Tk I
 untuk masyarakat yang sehat dan sakit ringan
 untuk meningkatkan kesehatan masy
/promkes
 bersifat pelayanan kesehatan dasar (basic
health services) atau pelayanan kesehatan
primer atau utama (primary health care).
 Bentuk pelayanan ini di Indonesia adalah
puskesmas, puskesmas pembantu,
puskesmas keliling, dan balkesmas.
Pelayanan kesehatan Tk II
 Pelayanan kesehatan jenis ini diperlukan oleh
kelompok masyarakat yang memerlukan
perawatan nginap, yang sudah tidak dapat
ditangani oleh pelayanan kesehatan primer.
 Bentuk pelayanan ini misalnya rumah sakit tipe C
dan D, dan memerlukan tersedianya tenaga-
tenaga spesialis.
Pelayanan Kesehatan Tk. III
 Pelayanan kesehatan ini diperlukan oleh
kelompok masyarakat atau pasien yang sudah
tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan
sekunder.
 Pelayanan sudah kompleks dan memerlukan
tenaga-tenaga super spesialis. Contoh di
Indonesia : rumah sakit tipe A dan B.
RUMAH SAKIT TIPE A
 Rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran
spesialis dan subspesialis luas oleh pemerintah, rumah sakit ini
telah ditetapkan sebagai tempat pelayanan rujukan tertinggi (top
referral hospital) atau disebut juga rumah sakit pusat.
 Contoh :
1. Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo,
tipe A: Jl. Diponegoro No. 71 Jakarta Pusat
2. Rumah Sakit Umum Dr Soetomo, tipe A: Jl Prof Dr Moestopo
Surabaya
3. RS Jantung Harapan Kita, tipe A: Jl. S Parman Kav 87 Jakbar
4. RSU Fatmawati, tipe B: Jl. RS Fatmawati Cilandak Jaksel
RUMAH SAKIT TIPE B
 rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran
medik spesialis luas dan subspesialis terbatas.
 Rumah sakit tipe B ini direncanakan akan didirikan di setiap
ibukota propinsi (provincial hospital) yang dapat menampung
pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten. Rumah sakit
pendidikan yang tidak termasuk tipe A juga diklasifikasikan sebagai
rumah sakit tipe B.
 Contoh :
1. RSU [Link] Kupang
2. RS. Siloam
RUMAH SAKIT TIPE C
 rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran
subspesialis terbatas. Terdapat empat macam pelayanan spesialis
disediakan yakni pelayanan penyakit dalam, pelayanan bedah,
pelayanan kesehatan anak, serta pelayanan kebidanan dan
kandungan.
 Rumah sakit kelas C ini adalah rumah sakit yang didirikan di Kota
atau kabupaten-kapupaten sebagai faskes tingkat 2 yang
menampung rujukan dari faskes tingkat 1 (puskesmas/poliklinik
atau dokter pribadi).
 Contoh :
1. Rumah sakit kota Kupang
2. Rumah sakit Bhayangkara
Rumah sakit tipe D
 Rumah Sakit ini bersifat transisi karena pada suatu saat akan
ditingkatkan menjadi rumah sakit kelas C.
 Pada saat ini kemampuan rumah sakit tipe D hanyalah
memberikan pelayanan kedokteran umum dan kedokteran
gigi. Sama halnya dengan rumah sakit tipe C, rumah sakit tipe
D juga menampung pelayanan yang berasal dari puskesmas
Rujukan Kesehatan Gigi dan Mulut
 Tujuan Umum :
terwujudnya suatu tatanan pelayanan kesehatan gigi
dan mulut yang merata, terjangkau ,bermutu, berdaya
guna dan berhasil guna.
 Tujuan Khusus :
mantapnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut di
setiap jenjang pelayanan kesehatan yang berlaku.
Terwujudnya alur (arus) rujukan medik gigi dan
rujukan kesehatan gigi
Rujukan Upaya Kesh. Gimul
 Sasaran :
sistem upaya rujukan gimul ialah setiap institusi
pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta.
[Link] dgn/ tanpa
R pasien
U
J [Link] Rujukan Spesimen
U Gigi
K
A Rujukan Iptek
N

G BantuanTeknologi

I
M Rujukan Bantuan Sarana
U [Link]
L
Bantuan Operasional
Indikasi Rujukan Gimul
1. Rujukan Kasus
 Dari posyandu/sekolah/pustu ke
puskesmas, indikasinya : semua
kelainan/kasus/keluhan yang ditemukan pada jaringan
keras dan jaringa lunak didalam rongga mulut
 Dari poli gigi puskesmas ke rumah sakit
yang lebih mampu, indikasinya : semua
kelainan/kasus yang ditemukan tenaga kesehatan gigi
(dokter gigi, perawat gigi) di puskesmas yang memerlukan
tindakan diluar kemampuannya.
Indikasi Rujukan Gimul
2. Rujukan Model (Prostetik / Orthodontik)
Indikasinya : pelayanan kesehatan gigi yang memerlukan
pembuatan prothesa termasuk mahkota dan jembatan,
plat orthodonsi, obturator, feeding plate, inlay, onlay,
uplay.
Indikasi rujukan Gimul
3. Rujukan Spesimen
Indikasinya : semua kelainan/kasus yang ditemukan
tenaga kesehatan gigi (dokter gigi, perawat gigi) di
puskesmas yang memerlukan pemeriksaan penunjang
diagnostik/laboratorium sehubungan dengan kelainan
dalam rongga mulutnya.
Indikasi Rujukan Gimul
4. Rujukan IPTEK
Indikasinya : keadaan dimana dibutuhkan peningkatan
ilmu pengetahuan dan atau ketrampilan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut, agar dapat memberikan
pelayanan yang lebih optimal.

Anda mungkin juga menyukai