0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan19 halaman

Memahami Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor

CSMS adalah sistem manajemen keselamatan kontraktor yang mencakup proses seleksi, evaluasi, dan pengawasan kontraktor mulai dari tahap prakualifikasi hingga evaluasi setelah pekerjaan selesai guna memastikan keselamatan kerja dan memenuhi standar K3 perusahaan.

Diunggah oleh

agus sriyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan19 halaman

Memahami Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor

CSMS adalah sistem manajemen keselamatan kontraktor yang mencakup proses seleksi, evaluasi, dan pengawasan kontraktor mulai dari tahap prakualifikasi hingga evaluasi setelah pekerjaan selesai guna memastikan keselamatan kerja dan memenuhi standar K3 perusahaan.

Diunggah oleh

agus sriyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CSMS

(Contractor Safety Management System)


Apa Itu CSMS...??
• CSMS adalah suatu sistim manajemen untuk
mengelola kontraktor yang bekerja di
lingkungan perusahaan

• Pengelolaan dilakukan secara komprehensif /


menyeluruh:

Tahap awal seleksi  Evaluasi Akhir


Latar Belakang
• Kontraktor merupakan unsur penting dalam
perusahaan sebagai mitra yang membantu
kegiatan operasi perusahaan

Jenisnya:
– Kontraktor Konstruksi
– Kontraktor Jasa
– Kontraktor Operasi
Latar Belakang (lanjutan)

• Kontraktor rawan terhadap kecelakaan


dalam menjalankan kegiatannya, dimana
faktor penyebabnya:
– Tenaga Kontraktor bersifat sementara
– Umumnya pekerja kasar dan pendidikan lebih
rendah
– Tingkat disiplin dalam bekerja kurang
– Pemahaman tentang peraturan K3 perusahaan
rendah
– Terlibat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan
sehingga lebih banyak terpapar bahaya
Latar Belakang (lanjutan)

• Kecelakaan yang menimpa kontraktor tinggi


• Kelalaian yang dilakukan kontraktor dapat
menimbulkan bahaya bagi operasi
perusahaan dan berakibat kecelakaan
perusahaan
• Kecelakaan yang menimpa kontraktor juga
berpengaruh terhadap kinerja dan citra
perusahaan
• Perusahaan menerapkan CSMS karena
pemenuhan Obligasi
Tujuan
• Untuk meyakinkan bahwa kontraktor yang
bekerja di lingkungan perusahaan telah
memenuhi standar dan kriteria K3 yang
ditetapkan perusahaan
• Sebagai alat untuk menjaga dan
meningkatkan kinerja keselamatan di
lingkungan kontraktor
• Untuk mencegah dan menghindarkan
kerugian yang timbul akibat aktivitas kerja
kontraktor
Dasar Penerapan
• Undang-undang No.1 Tahun 1970
– Perusahaan bertanggung jawab menjamin keselamatan
setiap orang yang berada ditempat kerjanya (termasuk
kontraktor dan pihak lainnya yang berada di tempat
kerja)

• Undang-undang Perlindungan Konsumen


– Perusahaan wajib melindungi keselamatan konsumen
sebagai akibat kegiatan perusahaan

• ISO 45001; ISO 14001; ISO 9001


Tahapan CSMS
CSMS terdiri dari 6 langkah yang terbagi 2 tahapan, sebagai
berikut:

Tahap Administrasi
– Risk Assessment / Penilaian Resiko
– Pra Kualifikasi
– Seleksi

Tahap Implementasi
– Pre-Job Activity
– Pelaksanaan Pekerjaan
– Evaluasi
Tahapan CSMS
Administratif Implementasi

Risk Assessment

Pra Kualifikasi

Seleksi

Pre Job Activity

Job in progress

Evaluasi

Proses Kontrak
1. Risk Assessment
• Bertujuan untuk mengetahui tingkat resiko
suatu pekerjaan yang akan diserahkan kepada
kontraktor

• Untuk menyesuaikan potensi bahaya dengan


kemampuan kontraktor menjalankan
pekerjaan dengan aman

• Sebagai dasar menentukan kriteria kontraktor


yang sesuai untuk melaksanakan pekerjaan
Pertimbangan Resiko Yang Dinilai
• Sifat pekerjaan
• Lokasi kerja
• Potensi bahaya di tempat kerja
• Potensi / kualifikasi kontraktor
• Pekerjaan simultan
• Lamanya pekerjaan
• Pengalaman dan keahlian kontraktor
• Dst.
Contoh Pertimbangan Resiko
2. Pra Kualifikasi
• Untuk melakukan seleksi awal kontraktor yang
memenuhi persyaratan K3 untuk melakukan
pekerjaan

• Mengevaluasi atas dasar daftar isian yang


diserahkan oleh kontraktor tentang
persyaratan administratif, pengalaman dalam
K3, organisasi K3, personil K3 yang dimiliki,
record K3 di proyek sebelumnya, Manual K3
yang dimiliki, serta sertifikat atau referensi
yang pernah diperoleh.
3. Seleksi
• Menentukan kontraktor yang akan
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan proses
penunjukan, tender atau pelelangan yang
berlaku

• Hasil Pra Kualifikasi untuk aspek K3 sebagai


salah satu unsur menentukan pemenang
4. Pre Job Activities
• Dilaksanakan setelah pemenang / pelaksana
pekerjaan ditetapkan

• Dilaksanakan kegiatan awal sebagai persiapan


sebelum pekerjaan dijalankan meliputi antara lain :
– Pertemuan pendahuluan membahas rencana kerja
– Menentukan strategi pelaksanaan pekerjaan
– Menentukan persyaratan perijinan yang diperlukan
– Menentukan persyaratan tenaga kerja yang diperlukan
– Menentukan sistim pengawasan dan pelaporan selama
pekerjaan berlangsung
5. Pelaksanaan Pekerjaan
• Program K3 diimplementasikan pada saat
kegiatan kerja berlangsung

• Kontraktor melakukan upaya pencegahan


kecelakaan dalam setiap langkah kegiatannya
sesuai dengan sifat dan jenis bahaya yang ada

• Program K3 yang dijalankan disesuaikan


dengan skala pekerjaan, tingkat resiko dan
jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan
6. Evaluasi
• Hasil CSMS harus dievaluasi secara berkala,
khususnya setelah suatu pekerjaan kontrak
selesai
• Hasil evaluasi digunakan untuk menilai kinerja
kontraktor
• Sebagai masukan untuk meningkatkan
program CSMS dalam perusahaan
• Dibentuk tim evaluasi yang melibatkan semua
unsur terkait dalam perusahaan

Anda mungkin juga menyukai