0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
259 tayangan21 halaman

Strategi Evaluasi Program Modifikasi Perilaku

Dokumen tersebut membahas tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program modifikasi perilaku. Terdapat beberapa tahapan program modifikasi perilaku yaitu tahap awal, penentuan baseline, tahap perlakuan, dan tahap follow-up. Dokumen ini juga menjelaskan berbagai desain penelitian untuk mengevaluasi program modifikasi perilaku seperti reversal-replication design, multiple-baseline design, dan alternating-treatment design.

Diunggah oleh

Yusuf Yahya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
259 tayangan21 halaman

Strategi Evaluasi Program Modifikasi Perilaku

Dokumen tersebut membahas tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program modifikasi perilaku. Terdapat beberapa tahapan program modifikasi perilaku yaitu tahap awal, penentuan baseline, tahap perlakuan, dan tahap follow-up. Dokumen ini juga menjelaskan berbagai desain penelitian untuk mengevaluasi program modifikasi perilaku seperti reversal-replication design, multiple-baseline design, dan alternating-treatment design.

Diunggah oleh

Yusuf Yahya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Merencanakan,

Mengaplikasikan,
Mengevaluasi
Program Modifikasi Perilaku
Pertemuan 9
Lita Patricia Lunanta, M. Psi
Kemampuan akhir yang diharapkan
• Mahasiswa mampu melakukan maintenance
dan evaluasi terhadap program modifikasi
yang dirancangkan.

• Mahasiswa dapat melakukan pengawasan


terhadap data yang diambil serta dapat
melakukan observasi lanjutan yang
dibutuhkan.
Tahapan program
• Tahap awal
– Memperjelas masalah dan menentukan siapa
yang akan menangani
• Penentuan baseline
– Menentukan kondisi awal dari perilaku yang
bermasalah
• Tahap perlakuan
– Menerapkan program modifikasi
• Tahap follow-up
– Memastikan program yang diterapkan dapat terus
dipertahankan hasilnya.
• Screening phase
• Assessment phase
• Treatment phase
• Follow-up phase
Kadang proses treatment harus diuji apakah
benar memberikan pengaruh terhadap
perilaku dan bukan hanya suatu KEBETULAN
Reversal-replication design
Multiple-baseline design
Changing-criterion design
Alternating-treatment (multielement) design
• Reversal-Replication Design
– Baseline, treatment, reversal to baseline,
replication of treatment
– Cara ini tidak selalu dapat diterapkan
– Ada pertimbangan, berapa lama baseline
dilakukan dan berapa banyak replikasi yang
dilibatkan
• Multiple-Baseline Design
– Multiple-baseline-across-situation design
data diukur pada beberapa perilaku yang
dilakukan oleh satu orang
– Multiple-baseline-across-people design
data diukur pada beberapa orang yang diberikan
treatment yang sama
• Changing-criterion design
– Memperkenalkan beberapa perubahan secara
berturut-turut dalam kriteria perilaku yang
diberikan treatment
– Kriteria/syarat yang diberikan dapat terus berubah
atau meningkat untuk melihat apakah memang
perubahannya terus terjadi dengan program
treatment yang ada
• Alternating treatment design
– Membandingkan pengaruh antara treatment yang
berbeda
– Dapat diterapkan pada jenis perilaku yang
berbeda pada seseorang (topografi berbeda)
Data Analysis
• Analisis data menjadi lebih terpercaya apabila
– Lebih banyak replikasi atau pengulangan dilakukan
– Lebih sedikit overlap data antara baseline dan
treatment
– Lebih cepat observasi dilakukan
– Lebih besar pengaruh treatment
– Lebih detail prosedur treatment
– Lebih reliabel proses pengukuran
– Lebih konsisten hasil penemuan dengan data dan
teori
Functional assessment
• Apakah kejadian yang terjadi sebelum perilaku
(antecedent)
• Apakah konsekuensi yang terjadi setelah
perilaku

Jawaban terhadap pertanyaan ini penting untuk


merancang program yang efektif
Functional assessment procedures
• Interview dan kuesioner
• Observasi
Beberapa penyebab terjadinya perilaku
bermasalah
• Adanya sosial positive reinforcement
• Adanya internal self-stimulatory positive
reinforcement
• Adanya external sensory positive reinforcement
• Adanya social negative reinforcement
• Adanya internal sensory negative reinforcement
• Adanya external sensory negative reinforcement
• Perilaku bersifat elicited
Tahapan program
• Tahap awal
– Memperjelas masalah dan menentukan siapa
yang akan menangani
• Penentuan baseline
– Menentukan kondisi awal dari perilaku yang
bermasalah
• Tahap perlakuan
– Menerapkan program modifikasi
• Tahap follow-up
– Memastikan program yang diterapkan dapat terus
dipertahankan hasilnya.
Apa memang harus dimodifikasi?
• Apa penanganan masalah memang untuk keuntungan
klien?
• Dapatkah masalah dan tujuan dibuat menjadi spesifik?
(dapat dihitung, diukur waktunya, dll)
• Apakah masalahnya penting untuk klien?
• Apakah penyelesaian lain sudah tidak memungkinkan? (dr
kedokteran, dll)
• Apakah masalahnya memungkinkan untuk diatasi?
• Jika tujuan tercapai, apakah mudah untuk digeneralisasi?
• Adakah orang dekat yang bisa membantu?
• Apa ada orang yang bisa mengganggu?
• Apakah anda mampu melaksanakan program itu?
Memilih prosedur assessment
• Definisikan gangguan secara operasional, lengkap dengan
baseline-nya
• Pilih prosedur yang tepat untuk mengukur baseline
– Memonitor perilaku yang bermasalh
– Mengidentifikasi stimulus yang mengontrol
– Mengidentifikasi konsekuensi yang membuat perilaku bertahan
– Mengindentifikasi perilaku alternatif yang tepat
• Mendesign prosedur untuk merekam perilaku
• Memastikan bahwa observer memiliki kemampuan untuk
mengobservasi perilaku target
• Menganalisis data baseline untuk memilih strategi
intervensi yang tepat
• Putuskan kapan tahap baseline selesai dan dilanjutkan
dengan tahap intervensi
Strategi untuk design & implementasi program
• Definisikan tujuan, identifikasi perilaku target,
tujuan yang hendak dicapai, dan stimulus
control
• Identifikasi individu yang dapat menolong
mengendalikan stimulus dan reinforcement
• Pertimbangkan bagaimana memperkuat
stimulus control
• Jika hendak mengembangkan perilaku baru,
tentukan metode yang hendak digunakan
Strategi untuk design & implementasi program (2)
• Jika strategi yang diterapkan melibatkan
stimulus control baru, pastikan pemilihan
stimulus controlnya tepat
• Jika hendak mengurangi perilaku,
pertimbangkan strategi yang digunakan
• Buat sistem reinforcement yang detail
• Setting situasi dengan spesifik
• Gambarkan rencana anda menggeneralisasi
perilaku yang diperbaiki
Strategi untuk design & implementasi program (3)
• Jelaskan proses pengukuran harian dan grafik
• Kumpulkan materi yang dibutuhkan
• Buatlah panduan peraturan dan tanggung jawab
untuk semua yang terlibat dalam program
• Tentukan tanggal untuk review dan siapa yang
terlibat
• Perkirakan pengeluaran/dana yang dibutuhkan
• Buat kontrak, tanda tangan
• Mulai program
Evaluasi Program
• Memonitor data untuk melihat apakah ada
perubahan pada perilaku
• Diskusikan hasil yang didapatkan dengan
pihak yang terkait dan apakah mereka puas
dengan perubahan yang ada
• Konsultasi dengan ahli lain untuk “second
opinion” akan keberhasilan program
• Lakukan perubahan pada program bila
dianggap perlu
Evaluasi Program (2)
• Putuskan program maintenance apa yang
hendak diterapkan sampai tujuan yang
diinginkan tercapai
• Jika target sudah tercapai, buat pengaturan
untuk observasi follow up
• Hitung usaha/pengeluaran yang diperlukan
(cost-effective analysis)
• Jika memungkinkan lakukan analisis terhadap
program yang sudah dikerjakan dan
komunikasikan prosedur serta hasilnya kepada
orang lain.

Anda mungkin juga menyukai