Problem Solving Cycle
Problem solving cycle merupakan proses yang terdiri
dari langkah – langkah berkesinambungan
Meliputi analisa situasi, perumusan masalah secara
spesifik, penentuan prioritas masalah, penentuan
tujuan, memilih alternatif terbaik, menguraikan
alternatif terbaik menjadi rencana operasional dan
melaksanakan rencana kegiatan
Tahap-tahap dalam Problem Solving Cycle
Analisis
Situasi Identifikasi
Evaluasi Masalah
Pengawasan & Prioritas
Pengendalian Masalah
Problem
Solving
Tujuan
Pemantauan Cycle
Alternatif
Pelaksanaan &
Pemecahan
Penggerakkan
Rencana Masalah
Operasional
Ringkasan:
Analisis Situasi
Rencana Pemb.
Kependudukan
Daerah
Kebijakan kes.
nasional
Renstra Kes.
Daerah
Surveilans Pemahaman thd
Identifikasi
Situasi & Trend
Susenas
Data daerah Kesehatan Masalah
Suatu Daerah
Laporan RSUD
Kesehatan
Lap Puskesmas
Lap Swasta
Penelitian
Sektor lain
Tujuan analisa situasi
Memahami masalah kesehatan secara jelas
dan spesifik
Mempermudah penentuan prioritas masalah
Mempermudah penentuan alternative
pemecahan masalah
Aspek telaah analisis keadaan dan masalah
Analisis tentang masalah kesehatan
Analisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
masalah kesehatan tersebut
HL Blum telah mengembangkan suatu kerangka
konsep tentang hubungan antar faktor-faktor yang
mempengaruhi derajat kesehatan
Konsep HL Blum
genetika
Lingkungan Status Pelayanan
kesehatan kesehatan
Perilaku
Identifikasi Masalah
Masalah adanya kesenjangan (gap) antara yang
diharapkan dan realitas Kesenjangan.
Contoh Tabel
Daftar Masalah
No Daftar Masalah
Penentuan prioritas masalah
Penentuan prioritas masalah kesehatan
adalah suatu proses yang dilakukan oleh
sekelompok orang dengan menggunakan
metode tertentu untuk menentukan urutan
masalah dari yang paling penting sampai
yang kurang penting
Penentuan prioritas masalah
Penentuan prioritas masalah dapat
menggunakan metode delbeg, metode hanlon,
metode delphi, metode USG, metode
pembobotan dan metode dengan rumus
Langkahnya :
Menetapkan kriteria
Memberikan bobot masalah
Menentukan skoring setiap masalah
Menetapkan pembobotan
Kriteria yang sudah ditetapkan dikaji
sehingga validitas kriteria
Masing –masing anggota memberi bobot
pada kriteria (mis 1 – 5)
Bobot 5 - 1 : sangat penting – tidak penting
Kriteria memilih Prioritas Masalah:
Makin penting (Importancy) (I) masalah tersebut, makin diprioritaskan
penyelesaiannya. Ukuran pentingnya masalah banyak macamnya.
Beberapa di antaranya yang terpenting adalah:
- Besarnya masalah (prevalence) P
- Akibat yang ditimbulkan oleh masalah (severity) S
- Kenaikan besarnya masalah (rate of increase) RI
- Derajat keinginan masyarakat yang tidak terpenuhi (degree of unmeet
need) DU
- Keuntungan sosial karena selesainya masalah (social benefit) SB
- Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah (public concern) PB
- Suasana politik (political climate) PC
Kelayakan Teknologi (T)
Makin layak teknologi yang tersedia dan yang dapat dipakai
untuk mengatasi masalah (tecnical feasibility), makin
diprioritaskan masalah tersebut. Kelayakan teknologi yang
dimaksudkan di sini adalah menunjuk pada pengasaan ilmu dan
teknologi yang sesuai.
Sumber Daya yang tersedia (R)
Makin tersedia sumber daya yang dapat dipakai untuk
mengatasi masalah (resources availability) makin
diprioritaskan masalah tersebut. Sumber daya yang
dimaksudkan disini adalah yang menunjuk pada tenaga
(man), dan dana (money) dan sarana (material).
Contoh
Tabel
Teknik Kriteria Matriks Pemilihan Prioritas Masalah
No. Daftar I
Jumlah
Masalah P S RI DU SB PB PC T R IxTxR
Kriteria yang sudah ditetapkan dikaji sehingga validitas kriteria
Masing –masing anggota memberi bobot pada kriteria (mis 1 – 5)
Bobot 5 - 1 : sangat penting – tidak penting
Root Cause Analysis (RCA)
Analisis Akar PenyebabMasalah
Root Cause Analysis
RCA adalah teknik analisis yang bertahap dan terfokus pada
penemuan akar penyebab suatu masalah, dan bukan hanya melihat
gejala-gejala dari suatu masalah.
Tujuan RCA adalah untuk menemukan:
Apa yang sebenarnya telah terjadi ?
Mengapa masalah tersebut bisa terjadi ? Mengapa dan Megapa ?
Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari masalah tersebut
supaya tidak terjadi lagi di masa depan?
Contoh
Contoh
Tabel
Contoh Alrenatif Pemecahan Masalah
No. Masalah Akar Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah
1. Pelayanan Keterbatasan dalam Mengusulkan kepada pemerintah
kesehatan sulit melakukan rekrutmen baik pusat, daerah dan swasta
didapatkan tenaga kesehatan dan untuk dilakukan rekruitmen dan
dengan cepat Penempatan tenaga
penempatan tenaga kesehatan di
oleh masyarakat kesehatan kurang
di wilayah wilayah DTPK
DTPK. Belum efektifnya Mengusulkan kepada dinas
perencanaan kebutuhan kesehatan untuk membuat inovasi
tenaga kesehatan dalam melengkapi tenaga
kesehatan
Belum efektifnya Mengusulkan untuk melakukan
pembagian dan upaya pembinaan,
penempatan tenaga penyelenggaraan, pengembangan
kesehatan
dan pemberdayaan.
Alternatif Pemecahan masalah (Intervensi)
Pemecahan masalah adalah suatu proses terencana yang perlu
dilaksanakan agar memperoleh penyelesaian tertentu dari sebuah
masalah yang mungkin tidak didapat dengan segera (Saad dan
Ghani, 2008 :120).
Memecahkan masalah dengan akal sehat agar keputusannya
baik, maka minimal kita harus memenuhi 3 syarat:
1) Keputusan diambil dalam waktu relatif singkat
2) Keputusan yang diambil dalam waktu yang relatif tepat
3) Keputusan yang diambil harus relevan, artinya keputusan
yang diambil harus ada hubungannya dengan masalah yang
dihadapi.
Dengan metode ilmiah (sistematis) Dikumpulkan
sebanyak mungkin data yang ada hubungannya
dengan masalah yang sedang dihadapi (koleksi
data)
Kemudian data itu diolah, diklasifikasikan
(klasifikasi data) Setelah data itu diolah, kemudian
diadakan analisa data
Selanjutnya dengan interprestasi hasil analisa data
itu, kita mencari alternatif-alternatif pemecahan
masalah Akhirnya kita mengambil kesimpulan /
keputusan alternatif pemecahan masalah yang
relatif paling tepat.
P = Prioritas
M = Magnitude (besarnya masalah yang
dihadapi)
I = Important (pentingnya jalan keluar
Menyelesaikan masalah)
V = Vunerability (ketepatan jalan keluar
untukmasalah)
C = Cost (biaya yang dikeluarkan) dimana
Kriterinya ditetapkan:
Angka l = Sangat tidak efesien
Angka 2 =Tidak efisien P= MxVxI
Angka 3 =Cukup efesien
Angka 4 =Efesien C
Angka 5 =Sangat efisien
Contoh
Plan Of Action
Plan of action atau disebut rencana usulan kegiatan (RUK)
merupakan sebuah proses yang ditempuh untuk mencapai
sasaran kegiatan. Rencana kegiatan dapat memiliki
beberapa bentuk antara lain :
1. Rangkaian sasaran yang lebih spesifik dengan jangka
waktu lebih pendek.
2. Rangkaian kegiatan yang saling terkait akibat dipilihnya
alternatif pemecahan masalah.
3. Rencana kegiatan yang memiliki jangka waktu spesifik,
kebutuhan sumber daya spesifik, dan akuntabilitas untuk
setiap tahapannya.
Tabel
Contoh
Plan Of Action
No. Jenis Tujuan Sasaran Target Lokasi Indikator Waktu Biaya Penanggung
Kegiatan Keberhasilan Jawab
1.
TERIMA KASIH
Semog BERMANFAAT