PENJELASAN TENTANG SENSOR
YANG MENDUKUNG ALAT
PENYIRAMAN OTOMATIS BERBASIS
IOT
1 A. PRINSIP UMUM KERJA ATAU FUNGSI SENSOR.
B. JENIS-JENIS SENSOR
C. PERFORMA DARI SETIAP SENSOR (DARI DATASHEET)
D. CONTOH APLIKASI
[Link] UMUM KERJA ATAU FUNGSI SENSOR
• Prinsip kerja sensor yaitu, membaca fenomena (aksi ) yang terjadi pada
object yang di kenai sensor dan memunculkan reaksi baru.
• Seperti contoh : sensor light dependent resistor (LDR) ketika ada cahaya,
maka nilai resistansi nya mengecil dan sebaliknya. Sensor proximity (sensor
jarak) bekerja ketika ada objek yang mendekatinya seperti logam dengan
jarak yang sangat dekat 5 mm misalkan. akan ditandai dengan lampu kecil
berwarna merah atau hijau yang ada dibagian atas sensor, sehingga
memudahkan kita dalam memonitor kerja sensor.
• Fungsi sensor secara umum adalah untuk mendeteksi adanya perubahan
lingkungan fisik atau kimia dan dapat digunakan untuk mengkonversi suatu
besaran tertentu menjadi satuan analog sehingga dapat dibaca oleh suatu
rangkaian elektronik.
• Sensor adalah jenis transducer [1] yang digunakan untuk mengubah besaran
mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik.
Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan
pengukuran atau pengendalian.[2]
1. ↲ [Link]
2. ↲ [Link]
1 B. JENIS-JENIS SENSOR
• Ada beberape jenis sensor yang di jelaskan:
a. Sensor Proximity – merupakan sensor atau saklar yang dapat mendeteksi
adanya target jenis logam dengan tanpa adanya kontak fisik. Biasanya sensor
ini tediri dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi
dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan.
[Link] Cahaya – Berfungsi untuk mengubah besaran cahaya menjadi
besaran listrik, Alat ini mempunyai kegunaan yang sangat luas salah satu yang
paling popular adalah pada kamera digital. Beberapa komponen yang
biasanya digunakan dalam rangkaian sensor cahaya adalah Light Dependent
Resistor, Photodiode, dan Photo Transistor
Sensor cahaya terdiri dari 3 kategori yaitu:
1. Fotovoltaic
Berfungsi untuk mengubah sinar matahari menjadi arus listrik DC. Tegangan
yang dihasilkan sebanding dengan intensitas cahaya yang mengenai
permukaan solar cell. Semakin kuat sinar matahari tegangan dan arus listrik Dc
yang dihasilkan semakin besar.
2. Fotoconductiv
Berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi perubahan konduktivitas.
Kebanyakan komponen ini terbuat dari bahan cadmium selenoide atau cadmium
sulfide.
3. Fotolistrik
sensor yang prinsip kerjanya berdasarkan pantulan karena perubahan
posisi/jarak suatu sumber sinar (inframerah atau laser) ataupun target
pemantulnya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima.
c. Sensor Tekanan – sensor ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan
kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar
penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar (transduser) yang
berubah akibat perubahan panjang dan luas penampangnya.
d. Sensor Magnet – alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan
memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya saklar dua
kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya.
e. Sensor Penyandi (Encoder) – digunakan untuk mengubah gerakan linear
atau putaran menjadi sinyal digital, dimana sensor putaran memonitor gerakan
putar dari suatu alat. Sensor ini biasanya terdiri dari 2 lapis jenis penyandi,
yaitu Penyandi rotari tambahan dan Penyandi absolut.
f. Sensor Suhu – komponen yang biasanya digunakan untuk merubah panas
menjadi listrik untuk mempermudah dalam menganalisa besarannya.
g. Sensor Ultrasonik – bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang
suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian
menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar
penginderaannya.
• h. Sensor Kecepatan – merupakan proses kebalikan dari suatu motor, dimana
suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan
suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object.
1 C. PERFORMASI SENSOR (DATASHEET)
1 D. CONTOH APLIKASI
• a. Sensor Proximity aplikasinya sebagai pendeteksi benda atau logam di
industri. Selain itu sensor ini digunakan juga sebagai alat keamanan
lingkungan atau rumah yang diaplikasikan sebagai alarm.
Penghitung jumlah mobil di dalam Parkir suatu Mall atau Perkantoran“.
Jika banyak orang yang mungkin lupa ketika memarkir mobil,mungkin Sensor
Proximity bisa menjadi [Link] ada nya sensor ini,mobil atau motor yang
parkir di suatu perkantoran atau mall dapat terhitung jumlahnya dan
disesuaikan sesuai dengan nomor nya
• [Link] Cahaya aplikasinya sensor ini bisa di gunakan untuk menghidupkan
lampu taman secara otomatis, jika kondisi Ruangan sudah mulai gelap, maka
sensor cahaya LDR akan deteksi, kemudian digunakan untuk mematikan lampu
atau menyalakan lampu.
• Aplikasi rangkaian sensor cahaya ini bisa kita lihat pada Lampu taman,
ketika mulai malam maka lampu akan di hidupkan otomatis, namun ketika
hari terang, lampu padam. Rangkaian ini akan mempermudah kita dalam
mengelola taman.
• c. Sensor Tekanan bisa diaplikasikan untuk melihat tekanan Motor bensin
Pesawat terbang ,Pengukur tekanan ban Pengukur tinggi suatu cairan
ketinggian, pesawat terbang, roket, satelit, balon udara dll
• d. Sensor Magnet Aplikasi Sensor Magnet
Alat yang populer saat ini adalah Maglev (Magnet Letivation), Alat ini
diterapkan pada pintu mobil maupun pintu hotel karena alat ini berfungsi
sebagai sensor maka akan mendeteksi penghantar yang sedang mendekat.
Apakah cocok atau tidak, jika tidak tentu tidak akan membuka pintunya.
• f. Sensor Suhu bisa diaplikasikan untuk mengukur suhu ruangan.
• g. Sensor Ultrasonik
Dalam bidang industri, gelombang ultrasonik digunakan untuk mendeteksi
keretakan pada logam, meratakan campuran besi dan timah, meratakan
campuran susu agar homogen, mensterilkan makanan yang diawetkan dalam
kaleng, dan membersihkan benda benda yang sangat halus
Gelombang ultrasonik juga dimanfaatkan pada alat USG (ultrasonografi)
yang biasa digunakan oleh dokter kandungan.
Dalam bidang pertahanan, gelombang ultrasonik digunakan sebagai radar
atau navigasi, di darat maupun di dalam air
• h. Sensor Kecepatan Aplikasi Sensor Kecepatan : Pengukur kecepatan pada
motor dan Pengukur kecepatan pada mobil.
2 A. Pengertian sensor kelembaban
Suatu alat ukur yang digunakan untuk membantu dalam proses pengukuran
atau pendifinisian yang suatu kelembaban uap air yang terkandung dalam
udara.
Jenis jenis kelembaban:
Kelembaban absolut
bilangan yang menunjukkan berapa gram uap air yang tertampung dalam satu
meter kubik udara
Kelembaban relatif
bilangan yang menunjukkan berapa persen perbandingan antara uap air yang
ada dalam udara saat pengukuran dan jumlah uap air maksimum yang dapat
ditampung oleh udara tersebut.
Jenis sensor kelembaban
• Capacitive Sensors
• Electrical Conductivity Sensors
• Thermal Conductivity Sensors
• Optical Hygrometer
• Oscillating Hygrometer
Capasitif sensor:
Sebuah kapasitor air-filled/terisi-udara dibuat sebagai suatu sensor
kelembaban relative karena uap dalam atmosfer merubah permivitas elektrik udara.
Prinsip kerja:
• Memanfaatkan perubahan kapasitif
• perubahan posisi bahan dielektrik diantara kedua keping
• pergeseran posisi salah satu keping dan luas keping yang berhadapan langsung
• Perubahan jarak antara kedua keping
Contoh sensor
Sensor Relative Humidity HS-15P
• Aplikasi dalam industri
• Sistem Pengendalian Suhu Dan Kelembaban
• Pada Mesin Pengering Kertas
• – Pada prinsipnya cara kerja sensor ini adalah mendeteksi besarnya kelembaban
relatif udara di sekitar sensor tersebut.
• – HS15P yang mendeteksi kelembaban di sekitarnya akan merubah
frekuensi oscilator dan akan mengirimkan data ke mikrokontroler slave. Dari mikro
slave akan dilanjutkan ke mikro master. Selanjutnya mikro akan menganalisa data,
mikro melakukan dengan cara membandingkan antara data yang dikirim dan data
masukan. Apabila dalam membandingkan tersebut diatas kelambaban yang
ditentukan dibawah atau diatas dari data yang dikirim sensor maka alat akan
bekerja untuk menyesuaikan kelembaban menjdi sesuai dengan yang diharapkan.
•
Karakteristik sensor HS15P
1. Bekerja pada rating temperatur 0°C sampai dengan 50°C
2. Bekerja pada rating kelembaban 20 % sampai dengan 100 % RH
3. Tegangan kerja adalah tegangan AC 1 Vrms
4. Frekuensi kerja adalah 50 Hz sampai dengan 1 KHz
5. Konsumsi daya adalah 0,3 mW
6. Dengan perubahan temperatur dengan kenaikan 5°C maka kurva
karakteristik Relative Humidity akan bergeser berbanding terbalik
(logarimatik) dengan perubahan impedansi.
• Electrical Conductivity Sensors
• sensor kelembaban konduktivitas adalah disebut dengan “Pope element”,
yang terdiri dari polystyreneyang dilakukan/diperlakukan dengan asam
sulfur untuk memperoleh karakteristik surface-resistivitas yang diinginkan.
• Contoh Sensor
Sensor ABS-300
• Aplikasi dalam industri
Indikator pengering pada mesin cuci
• Prinsip kerja
• >> Terdiri dari film tipis polimer / oksida logam antara dua elektroda konduktif.
>> Permukaan penginderaan / sensor dilapisi dengan logam berpori elektroda
untuk melindunginya kontaminasi. bahan kaca, keramik, atau silikon.
>> Perubahan dalam konstanta dielektrik sensor kelembaban kapasitif hampir
berbanding lurus dengan kelembaban relatif lingkungan sekitarnya
• Karakteristik sensor
• Perubahan kapasitansi 0,2-0,5 pF untuk RH 1%
Kapasitansi antara 100 dan 500 pF sebesar 50% RH pada 25 ° C.
Rentang waktu respon antara 30 hingga 60 s untuk perubahan RH 63%.
• Thermal Conductivity Sensors
Penggunaan konduktivitas thermal dari gas untuk mengukur kelembapan dapat
di ukur oleh sebuah sensor thermistor
contoh sensor
Sensor TCG-3880
• Aplikasi
Vacuum sensor pada industri misalnya untuk mesin pengeringan
• Prinsip kerja
• >> terdiri dari dua ruang masing-masing dengan sebuah sensor identik
konduktivitas termal.
>> Satu ruang yang ditutup dan diisi dengan gas referensi, dan yang lainnya
menerima gas sampel.
>> Perbedaan konduktivitas termal dari sampel gas referensi dan
diterjemahkan ke dalam angka konsentrasi oleh sirkuit mikroprosesor dalam
unit elektronik.
2 B. Pengertian sensor suhu
Suatu alat ukur yang digunakan untuk membantu dalam proses pengukuran
suhunsor suhu adalah alat yang digunakan untuk mengubah besaran panas
menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya. Ada
beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya
dengan cara menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap
arus listrik sesuai dengan suhunya.
• PRINSIP KERJA SENSOR SUHU
prinsip kerja dari sensor suhu ini sendiri adalah melakukan pengukuran
terhadap jumlah energi panas/dingin yang dihasilkan oleh suatu obyek
sehingga memungkinkan kita untuk mengetahui atau mendeteksi gejala
perubahan-perubahan suhu tersebut dalam bentuk output Analog maupun
Digital
Contoh aplikasinya: Termometer ruang digital, mesin pasteurisasi, atau
termometer badan digital.
Jenis-jenis sensor suhu :
• 1. Termostat (Thermostat)
• Thermostat adalah jenis Sensor suhu Kontak (Contact Temperature Sensor)
yang menggunakan prinsip Electro-Mechanical. Thermostat pada dasarnya
terdiri dari dua jenis logam yang berbeda seperti Nikel, Tembaga, Tungsten
atau aluminium. Dua Jenis Logam tersebut kemudian ditempel sehingga
membentuk Bi-Metallic strip. Bi-Metallic Strip tersebut akan bengkok jika
mendapatkan suhu tertentu sehingga bergerak memutuskan atau
menyambungkan sirkuit (ON/OFF).
• Thermostat sering digunakan pada peralatan listrik seperti Oven, Seterika
dan Water Heater.
• 1. Termostat (Thermostat)
• Thermostat adalah jenis Sensor suhu Kontak (Contact Temperature Sensor)
yang menggunakan prinsip Electro-Mechanical. Thermostat pada dasarnya
terdiri dari dua jenis logam yang berbeda seperti Nikel, Tembaga, Tungsten
atau aluminium. Dua Jenis Logam tersebut kemudian ditempel sehingga
membentuk Bi-Metallic strip. Bi-Metallic Strip tersebut akan bengkok jika
mendapatkan suhu tertentu sehingga bergerak memutuskan atau
menyambungkan sirkuit (ON/OFF).
• Thermostat sering digunakan pada peralatan listrik seperti Oven, Seterika
dan Water Heater.
• Keuntungan dari Thermistor adalah sebagai berikut :
• Memiliki Respon yang cepat atas perubahan suhu.
• Lebih murah dibanding dengan Sensor Suhu jenis RTD (Resistive Temperature
Detector).
• Rentang atau Range nilai resistansi yang luas berkisar dari 2.000 Ohm
hingga 10.000 Ohm.
• Memiliki sensitivitas suhu yang tinggi.
• Thermistor (PTC/NTC) banyak diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika
seperti Voltage Regulator, sensor suhu kulkas, pendeteksi kebakaran, Sensor
suhu pada Otomotif, Sensor suhu pada Komputer, sensor untuk memantau
pengisian ulang Baterai pada ponsel, kamera dan Laptop.
• 3. Resistive Temperature Detector (RTD)
• Resistive Temperature Detector atau disingkat dengan RTD memiliki fungsi
yang sama dengan Thermistor jenis PTC yaitu dapat mengubah energi listrik
menjadi hambatan listrik yang sebanding dengan perubahan suhu. Namun
Resistive Temperature Detector (RTD) lebih presisi dan memiliki keakurasian
yang lebih tinggi jika dibanding dengan Thermistor PTC. Resistive
Temperature Detector pada umumnya terbuat dari bahan Platinum sehingga
disebut juga dengan Platinum Resistance Thermometer (PRT).
• Keuntungan dari Resistive Temperature Detector (RTD)
• Rentang suhu yang luas yaitu dapat beroperasi di suhu -200⁰C hingga
+650⁰C.
• Lebih linier jika dibanding dengan Thermistor dan Thermocouple
• Lebih presisi, akurasi dan stabil
• 4. Thermocouple (Termokopel)
• Thermocouple adalah salah satu jenis sensor suhu yang paling sering
digunakan, hal ini dikarenakan rentang suhu operasional Thermocouple yang
luas yaitu berkisar -200°C hingga lebih dari 2000°C dengan harga yang
relatif rendah. Thermocouple pada dasarnya adalah sensor suhu Thermo-
Electric yang terdiri dari dua persimpangan (junction) logam yang berbeda.
Salah satu Logam di Thermocouple dijaga di suhu yang tetap (konstan) yang
berfungsi sebagai junction referensi sedangkan satunya lagi dikenakan suhu
panas yang akan dideteksi. Dengan adanya perbedaan suhu di dua
persimpangan tersebut, rangkaian akan menghasilkan tegangan listrik
tertentu yang nilainya sebanding dengan suhu sumber panas.
• Keuntungan Thermocouple adalah sebagai berikut :
• Memiliki rentang suhu yang luas
• Tahan terhadap goncangan dan getaran
• Memberikan respon langsung terhadap perubahan suhu
• Selain jenis-jenis Sensor suhu diatas, Sensor Suhu atau Temperature Sensor
juga dapat dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan Hubungan fisik
Sensor suhu dengan Obyek yang akan dirasakan suhunya. Berikut ini adalah
2 jenis utama tersebut.
• Contact Temperature Sensor
• Sensor Suhu jenis contact adalah Sensor suhu yang memerlukan kontak
(hubungan) Fisik dengan objek yang akan dirasakan perubahan suhunya.
Sensor suhu jenis ini dapat digunakan untuk memantau suhu benda padat, cair
maupun gas
• Non-Contact Temperature Sensor
• Sensor Suhu jenis Non-Contact adalah Sensor suhu yang dapat mendeteksi
perubahan suhu dengan menggunakan konveksi dan radiasi sehingga tidak
memerlukan kontak fisik langsung dengan obyek yang akan diukur atau
dideteksi suhunya.
2 C. DATASHEET DARI SENSOR
• Sensor suhu
2 D. APLIKASI DARI SENSOR:
*Sensor kelembaban tanah digunakan untuk mengukur kadar
lembab tanah, dengan mengalirkan listrik dari satu konduktor
menuju konduktor lain
*Sensor suhu digunakan sebagai pengukur temperatur pada objek
yang dideteksi