0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan22 halaman

Estimasi Sumberdaya Nikel IDW

Dokumen tersebut membahas metode estimasi sumber daya nikel laterit menggunakan metode Inverse Distance Weighting pada suatu perusahaan. Metode ini menggunakan data dari 81 titik boran dan 2623 data kadar nikel untuk memperkirakan kadar pada lokasi yang tidak dibor berdasarkan data sekitarnya, dengan asumsi korelasi antara titik yang ditaksir dan data sekitarnya proporsional terhadap jarak. Hasilnya menunjukkan sumber day

Diunggah oleh

Didan aha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan22 halaman

Estimasi Sumberdaya Nikel IDW

Dokumen tersebut membahas metode estimasi sumber daya nikel laterit menggunakan metode Inverse Distance Weighting pada suatu perusahaan. Metode ini menggunakan data dari 81 titik boran dan 2623 data kadar nikel untuk memperkirakan kadar pada lokasi yang tidak dibor berdasarkan data sekitarnya, dengan asumsi korelasi antara titik yang ditaksir dan data sekitarnya proporsional terhadap jarak. Hasilnya menunjukkan sumber day

Diunggah oleh

Didan aha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode Inverse Distance

Kelompok 3
1. Vingki Fertamoliv : 16137086
[Link] Ramaddandy : 17137002
3. Septian Anugrah : 17137021
4. Aprig Ustianto : 17137079
5. Fadel Muhammad : 17137083
[Link] Arya : 17137091
7. Muhammad Faiz : 17137095
Definisi Inverse Distance
• Inverse Distance adalah salah satu metode interpolasi untuk menaksir suatu
nilai pada lokasi yang tidak tersampel berdasarkan data disekitarnya.
• Metode IDW secara langsung mengimplementasikan asumsi bahwa sesuatu
yang saling berdekatan akan lebih serupa dibandingkan dengan yang saling
beijauhan.
• Pada metode IDW, diasumsikan bahwa tingkat korelasi dan kemiripan
antara titik yang ditaksir dengan data penaksir adalah proporsional
terhadap jarak.
Prinsip penaksiran metode Invers Distance
Prinsip penaksiran metode Invers
Distance adalah dilakukan teknik
pembobotan titik data yang
didasarkan pada :
[Link] grid atau blok yang akan
ditaksir terhadap letak data conto.
2. Kecenderungan penyebaran data
kualitas.
3. Orientasi setiap conto yang
menunjukkan hubungan letak ruang
antar conto.

Pemecahan masalah dalam metode bijih ini dengan metode yang didasari pada jarak sample satu
dengan sample lainnya dalam satu blok.
Rumus Umum Inverse Distance

Faktor pembobotan:
Persamaan pembobotanya:
Rumus umum Invers Distance squared

Persamaan pembobotannya: Faktor pembobotanya:


Rumus Umum Invers Distance Cubed

Persamaan pembobotanya Faktor pembobotanya:


Pengaplikasian Rumus

Perhatikan kasus dibawah ini:


Pada suatu wilayah terdapat mineral nikel. Dilakukanlah kegiatan survey
pengeboran yang mana didapatkan data seperti berikut:
Kasus dari soal di atas
Yang harus diperhatikan pada metode invers distance

1. Memperhitungkan adanya hubungan letak ruang (jarak).


2. Merupakan kombinasi linier atau harga rata-rata tertimbang (weighting average)
dari titik-titik data yang ada di sekitarnya.
3. Pada titik data yang terdekat dengan titik yang ditaksir akan memberikan bobot
yang lebih besar daripada titik data yang lebih jauh.
4. Efek penghalusan (pemerataan) dilakukan dengan faktor pangkat.
5. Pada pangkat yang sangat besar akan menghasilkan pendekatan metode
poligon.
6. Pangkat semakin besar maka bobot (pengaruh) dari titik terdekat semakin besar
pula.
Kelemahan Metode Inverse Distance
1. Tidak ada hubungan antara jarak dan range a pada variogram.
2. Pada deposit irregular dengan range kecil akan diperlakukan sama dengan pada
deposit reguler dengan luas a.
3. Jika titik referensi adalah lubang bor, kemudian faktor pembobotan tak
berhingga, maka metode ini tidak dapat diterapkan.
4. Metode ini didasarkan pada estimasi titik dan tidak bergantung pada ukuran blok.
5. Invers Distance hanya memperhatikan jarak dan belum memperhatikan efek
pengelompokan data.
6. Sehingga data dengan jarak yang sama namun mempunyai pola sebaran yang
berbeda masih akan memberikan hasil yang sama.
7. Metode ini belum memberikan korelasi ruang antara titik data dengan titik data
yang lain.
STUDI KASUS

ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT DENGAN METODE INVERSE


DISTANCE WEIGHTING (IDW) PADA PT. VALE INDONESIA, Tbk.
KECAMATAN NUHA PROVINSI SULAWESI SELATAN
METODE PENELITIAN
Adapun pengolahan data yang dilakukan dalam estimasi sumberdaya yaitu
menggunakan metode Inverse Distance weighting (IDW) dengan bantuan
software surpac 6.3.2. Dalam pengolahan data tersebut, diperlukan data
diantaranya yaitu:

a. Data litologi, yaitu berupa data profil nikel laterit titik bor.
b. Data assay, merupakan data hasil analisa kadar nikel.
c. Data collar, merupakan data koordinat serta elevasi titik bor.
d. Data survey, adalah data total kedalaman titik bor
Pengolahan data manual dengan menggunakan metode IDW dapat dihitung
dengan rumus sebagai berikut:
Data Titik Bor dan Kadar

Data titik bor yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 81 titik dan data
kadar sebanyak 2623 data. Data yang diperlukan yaitu data hasil pemboran
coring, dimana dari hasil pemboran tersebut diperoleh data antara lain: hole id,
kadar (Ni), easting, northing, elevation, depth, dip, Data kadar tersebut
diperoleh setelah data pemboran dianalisis di laboratorium.
Estimasi Sumberdaya Nikel Laterit
a) Database
Pembuatan database berfungsi untuk membuat suatu bentuk sistem database dari data
pemboran (drilling), sekaligus mempermudah dalam mengelola input data, up date data,
proses data, ouput data dan layout-nya untuk mengetahui potensi bahan galian tersebut.
Pembuatan database digunakan untuk mengoreksi pengelompokkan serta kebenaran data
eksplorasi yang akan menghasilkan penyebaran titik bor yang merupakan data dasar dalam
melakukan estimasi sumberdaya.
Estimasi Sumberdaya Nikel Laterit
b) Model blok
Model blok merupakan bentuk atau media untuk menampilkan data-data yang
dihasilkan dari geological database dengan tujuan dapat mengetahui hasil, nilai atau
model yang akan dibuat nantinya untuk menaksir besar sumberdaya dari kadar yang
telah ditentukan sesuai dengan COG dari perusahaan sebagai acuan dalam estimasi
sumberdaya berdasarkan penyebaran titik bor.
Estimasi Sumberdaya dengan Metode IDW
Estimasi sumberdaya pada penelitian ini dilakukan dengan metode IDW dengan
COG yaitu 1,50 % [Link] ini didasarkan pada estimasi titik dan tidak bergantung
pada ukuran blok serta hanya memperhatikan jarak dan belum memperhatikan efek
pengelompokkan data sehingga data dengan jarak yang sama namun mempunyai
pola sebaran yang berbeda masih akan memberikan hasil yang sama.
Dapat dilihat pada gambar 2 bahwa bentuk model blok untuk endapan saprolite.
Pada tampilan gambar terlihat beberapa titik bor berdasarkan hasil analisis kadar
menjelaskan bahwa pada titik-titik bor tersebut belum memenuhi COG.

Gambar 2 Blok
Model Lapisan
Saprolit
Ket: warna Drill Hole Ket. Warna kadar Ni:

= SAP 1.5 – 1.75 2.25 – 2.50

= LIM 1.74 – 2.00 2.50 – 2.75

= BEDROCK 2.00 – 2.25

Gambar 3Blok Model Saprolit COG > 1.5%


Hasil Perhitungan Sumberdaya Metode IDW
Tabel 1 Hasil Estimasi Sumberdaya Nikel
laterit Metode IDW

Ni (%) Volume Tonnes Ni (%)


(m3) (ton)

1.5 - 1.75 786482 1494316 1.60


1.75 -2.0 658096 1250383 1.88
2.0 - 2.25 69769 132561 2.15
2.25 -2.5 62596 118932 2.28
2.5 - 2.75 54761 104047 2.74
Grand
Total 1631704 3100238 1.80
Parameter dalam Estimasi

Adapun parameter-parameter penting yang digunakan dalam estimasi


diantaranya yaitu densitas material. densitas material bijih nikel pada PT. Vale
Indonesi, Tbk adalah sebesar 1.9 ton/m3.
Selain itu untuk mengestimasi bijih,tentunya ada kadar batas penambangan
yang dilakukan sehingga klasifikasi bijih nikel berbeda. COG dari nikel ≥ 1,5%
Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah penulis


lakukan, dapat disimpulkan bahwa pada area

Blok X dengan volume 1.631.704 m3, rata-rata


kadar Ni 1,80% dengan densitas material bijih
nikel pada PT. Vale adalah sebesar
1,9ton/m3diperoleh hasil tonase sumberdaya
terindikasi sebesar 3.100.238 ton dari jumlah
titik bor sebanyak 81 dengan spasi titik bor 100
m dan COG 1,5%.
Anda di Dokrin Oleh Orang Terdekat.

TERIMAKASIH 

Anda mungkin juga menyukai