0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
154 tayangan17 halaman

Metode GPR dan Aplikasinya di Lingkungan

Dokumen tersebut membahas metode Ground Penetrating Radar (GPR) dan penerapannya dalam bidang lingkungan. GPR adalah metode survey untuk mendeteksi kondisi di bawah permukaan tanah dengan kedalaman hingga 60 meter menggunakan gelombang elektromagnetik. Dokumen ini menjelaskan prinsip kerja, proses akuisisi data, pengolahan data, dan interpretasi hasil GPR serta beberapa contoh aplikasinya seperti pemetaan pipa bawah tanah

Diunggah oleh

muhammad nasrudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
154 tayangan17 halaman

Metode GPR dan Aplikasinya di Lingkungan

Dokumen tersebut membahas metode Ground Penetrating Radar (GPR) dan penerapannya dalam bidang lingkungan. GPR adalah metode survey untuk mendeteksi kondisi di bawah permukaan tanah dengan kedalaman hingga 60 meter menggunakan gelombang elektromagnetik. Dokumen ini menjelaskan prinsip kerja, proses akuisisi data, pengolahan data, dan interpretasi hasil GPR serta beberapa contoh aplikasinya seperti pemetaan pipa bawah tanah

Diunggah oleh

muhammad nasrudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE GROUND PENETRATING RADAR

(GPR) DAN PENGAPLIKASIANNYA DALAM


BIDANG LINGKUNGAN
Kelompok 5
Rahmat Fadillah Z 1804107010034

Layyina Miska 1804107010036

Cut Rini Puspita E 1804107010042

Putri Diana 1804107010043

M. Nasrudin 1804107010051
Ground Penetrating Radar (GPR)
 Ground Penetrating Radar (GPR) adalah salah satu metode
survey untuk soil, bangunan dan kondisi bawah permukaan
(dalam interval beberapa centimeter hingga kedalaman 60
meter).
 Metode GPR ini menggunakan gelombang EM yang
dipancarkan ke dalam permukaan bumi melalui antena
pemancar (transmitter) dan pantulannya di tangkap oleh
antenna penerima (receiver) untuk memetakan struktur bawah
permukaan bumi
Prinsip dasar GPR

Ground Penetraling Radar (GPR) terdiri


dari control unit, transmitter, receiver,
note book, kabel serat optik dan
tambahan alat lain untuk trigger. Dengan
frekuensi antenna yang bermacam-
macam, seperti ; 25 MHz, 50 MHz, 100
Mhz, 200 MHz, 500 Mhz dan 1000 MHz
Prinsip Kerja
GPR

Transmitter membangkitkan pulsa gelombang elektromagnetik


pada frekuensi tertentu sesuai dengan karakteristik antenna
tersebut (10 Mhz-4Ghz).

Receiver diset untuk melakukan scan yang secara normal


mencapai 32–512 scan/detik.

Setiap hasil scan ditampilkan pada layar monitor sebagai


fungsi waktu two-way time travel time, yaitu waktu tempuh
gelombang elektromagnetik menjalar dari tranmitter – target –
receiver. Tampilan ini disebut dengan radargram .

5
Prinsip Kerja GPR
Prinsip Kerja GPR
Akuisisi Data GPR

Ada tiga cara penggunaan sistem radar, yaitu


:
Radar reflection profiling (antena monostatik ataupun bistatik)

Wide-angle reflection and refraction (WARR) atau common-mid


point (CMP) sounding
Transillumination atau radar tomography.

Pemilihan cara di atas tergantung kepada


tujuan survei.

8
 Radar reflection profiling
 Transillumination atau radar tomography

 Wide agle reflection and refraction (WARR)

common mid point


Processing data GPR

Terkadang terdapat beberapa komponen yang dapat


merusak sinyal yang di perlukan, sinyal-sinyal ini
menyebar secara acak. oleh Karena itu, sinyal
tersebut harus di hilangkan untuk meningkatkan
mutu hasil pencitraan. Sehingga digunakan
beberapa sekuen filtering dalam penerapannya.
Sekuen filtering yang akan
4. Backgrounddigunakan untuk
[Link] correction
pengolahan data GPR Removal
ini antara lain:
[Link]-mean
(dewow) 5. Bandpass
[Link] butterworth
6. F-K filter
Interpretasi
GPR
Pekerjaan akhir dalam penyelidikan geofisika adalah
menerjemahkan data-data sinyal yang telah diperoleh
dari akuisisi untuk kemudian diplot ke dalam suatu
bentuk konfigurasi agar dapat dibaca dan diambil
kesimpulan, pekerjaan ini adalah interpretasi.

11
Beberapa hal yang lazim diperhatikan dalam peginterpretasian adalah :

1. Interpretasi Grafik 2. Analisa Kualitatif

Kecepatan Gelombang dapat diketahui dengan Dengan menggunakan beberapa anlisa, kedalaman
berasumsi pada suatu konstanta dielektrik relative interpretasi sinyal dan juga kedalaman target dapat
yang sesuai dengan nilai material yang diselidiki, dideterminasi tergantung pada cukup tidaknya nilai
dengan cara demikian two-way travel time dapat yang diketahui dari analisa kecepatan juga variasi
diterjemahkan menjadi kedalaman. Dari sini dapat konstanta dielektri relativ mineral yang dilewati.
diketahui nilai sebenarnya dari kecepatan gelombang.

12
Aplikasi GPR
Aplikasi GPR dapat digunakan untuk survey benda-benda yang
terpendam di tempat yang dangkal, tempat yang dalam, dan
pemeriksaan beton. Survey GPR untuk benda-benda yang
terpendam di tempat yang dangkal dapat dilakukan oleh satu
orang dan antena GPR dapat ditarik dengan menggunakan
tangan atau ATV. GPR ini dapat digunakan untuk mencari lokasi
pipa, tank, drum, pencitraan beton, studi arkeologi.
a). Penggunaan GPR di lapangan

(b). Citra dari pipa yang terpendam dalam tanah


rendah.

Survey GPR ini dapat digunakan untuk


mendeteksi kemungkinan adanya sumber air
dibawah tanah, mempelajari lapisan tanah,
kedalaman batuan dasar dan melaksanakan
penelitian arkeologis.

GPR juga dapat digunakan untuk


menentukan keberadaan pipa, kabel listrik,
struktur beton pada dinding, lantai,
terowongan, bendungan, jalan aspal dan
permukaannya.
Contoh Kasus

PEMETAAN KONDISI BAWAH PERMUKAAN DENGAN


METODE GEOFISIKA (STUDI KASUS: BENDUNG
PASARBARU, TANGERANG

Penerapan Metode Ground Penetrating Radar (GPR) pada


bidang lingkungan salah satunya pada Bendung Pintu
Air Sepuluh di Tangerang. Yang mana bertujuan untuk
mengetahui kondisi dan karakteristik di bawah
permukaan tanah. Tidak adanya perbedaan amplitudo
mengindikasikan tidak adanya perbedaan kepadatan,
artinya kondisi bawah permukaan bendung relatif
homogeny.
16
Thank you!
Any questions?

Anda mungkin juga menyukai