SISTEM PERSAMAAN
NIRLANJAR
KELOMPOK 5 :
1. DANIEL PRADIPTA MANULLANG
2. RAHEL SURYANI GULTOM
3. YOHANA LESTARI
1
Rumusan Masalah
Persoalan: Temukan nilai x yang memenuhi
persamaan
f(x) = 0,
yaitu nilai x = s sedemikian sehingga f(s) = 0.
Nilai x = s disebut akar persamaan f(x) = 0.
2
Metode Pencarian Akar
[Link] tertutup (bracketing method)
mencari akar di dalam selang [a, b];
Selang [a, b] sudah dipastikan berisi minimal satu buah
akar,
karena itu metode jenis ini selalu berhasil menemukan
akar.;
Dengan kata lain, lelarannya selalu konvergen (menuju)
ke akar,
karena itu metode tertutup kadang-kadang dinamakan
juga metode konvergen.
3
. Metode terbuka
2
tidak memerlukan selang [a, b] yang mengandung
akar
mencari akar melalui suatu lelaran yang dimulai dari
sebuah tebakan (guest) awal,
pada setiap lelaran kita menghitung hampiran akar
yang baru.
Mungkin saja hampiran akar yang baru mendekati
akar sejati (konvergen), atau mungkin juga
menjauhinya (divergen).
Karena itu, metode terbuka tidak selalu berhasil
menemukan akar, kadang-kadang konvergen,
kadangkala ia divergen
4
Metode Tertutup
Diperlukan selang [a, b] yang mengandung minimal
satu buah akar.
Syarat cukup keberadaan akar: Jika f(a) f(b) < 0 dan f(x)
menerus di dalam selang [a, b], maka paling sedikit
terdapat satu buah akar persamaan f(x) = 0 di dalam
selang [a, b].
Dengan kata lain: selang [a, b] harus berbeda tanda
pada nilai-nilai fungsinya supaya terdapat minimal 1
buah akar.
5
y = f(x)
akar
b x
Syarat cukup keberadaan akar
6
Kondisi yang mungkin terjadi:
1. f(a)f(b) < 0, maka terdapat akar sebanyak bilangan ganjil
a b
b x a x
2. f(a)f(b) > 0, maka terdapat akar sebanyak bilangan genap
(termasuk tidak ada akar)
a b a b x
7
Cara menentukan selang yang cukup kecil dan
mengandung akar:
1. Membuat grafik fungsi di bidang X-Y, lalu melihat
di mana perpotongannya dengan sumbu-X.
2. Membuat tabel yang memuat nilai-nilai fungsi
pada pada titik-titik absis yang berjarak tetap (h).
Nilai h dibuat cukup kecil.
(lihat contoh berikut)
8
Metode Terturtup ada 2:
1. Metode Bagi Dua
2. Metode Regula Falsi
9
Metode Bagidua (bisection
method) [a, b]
bagi dua di x = c
[a, c] [c, b]
f(a)f(c) < 0?
ya tidak
selang baru: [a, b][a, c] selang baru: [a, b][c, b]
10
Proses pembagian selang [a, b] dengan metode bagidua
y = f(x)
a c0 c1
c2 b x
11
Kasus yang Mungkin Terjadi pada Penggunaan Metode Bagidua
1. Jumlah akar lebih dari satu
Bila dalam selang [a, b] terdapat lebih dari satu akar (banyaknya
akar ganjil), hanya satu buah akar yang dapat ditemukan.
Cara mengatasinya: gunakan selang [a,b] yang cukup kecil yang
memuat hanya satu buah akar.
2. Akar ganda.
Metode bagidua tidak berhasil menemukan akar ganda. Hal ini
disebabkan karena tidak terdapat perbedaan tanda di ujung-ujung
selang yang baru
y = f(x)
Contoh: f(x) = (x - 3)2 = (x - 3)(x - 3), mempunyai dua
akar yang sama, yaitu x = 3. akar ganda
x
12
3. Singularitas.
Pada titik singular, nilai fungsinya tidak terdefinisi. Bila selang
[a, b] mengandung titik singular, lelaran metode bagidua tidak
pernah berhenti. Penyebabnya, metode bagidua menganggap
titik singular sebagai akar karena lelaran cenderung
konvergen. Yang sebenarnya, titik singular bukanlah akar,
melainkan akar semu
y
Cara mengatasinya: periksa nilaif(b) - f(a).
Jika f(b) - f(a)konvergen ke nol, akar yang
dicari pasti akar sejati,
titik singular
tetapi jika f(b) - f(a) divergen, akar yang dicari
b
merupakan titik singular (akar semu).
a x
13
Metode Regula-Falsi
Kelemahan metode bagidua: kecepatan
konvergensinya sangat lambat.
Kecepatan konvergensi dapat ditingkatkan bila nilai
f(a) dan f(b) juga turut diperhitungkan.
Logikanya, bila f(a) lebih dekat ke nol daripada f(b)
tentu akar lebih dekat ke x = a daripada ke x = b.
Metode yang memanfaatkan nilai f(a) dan f(b) ini
adalah metode regula-falsi (bahasa Latin) atau
metode posisi palsu. (false position method)
14
Gambar Metode Regula-falsi
y
B
y = f(x)
a C
c b x
gradien garis AB = gradien garis BC
f b f a f (b) 0 f b b a
cb
ba bc f b f a
15
Metode Terbuka
Yang ingin dicari adalah x yang memenuhi f(x) = 0
Bentuk umum persamaan lelaran metode terbuka:
xr+1 = g(xr) ; r = 0, 1, 2, 3, …
Terkalah sebuah nilai awal x0, lalu hitung
x1 , x2 , x3, ...
yang mudah-mudahan konvergen ke akar sejati s sedemikian sehingga
f(s) 0 dan s f(s)
Kondisi berhenti lelaran dinyatakan bila
xr+1 - xr<
16
Yang termasuk ke dalam metode terbuka:
1. Metode lelaran titik-tetap (fixed-point iteration)
2. Metode Newton-Raphson
3. Metode secant
17
Metode Lelaran Titik-Tetap
Metode ini kadang-kadang dinamakan juga metode lelaran sederhana, metode langsung, atau
metode sulih beruntun.
Susunlah persamaan f(x) = 0 menjadi bentuk x = g(x). Lalu, bentuklah menjadi prosedur lelaran
xr+1 = g(xr) ; r = 0, 1, 2, 3, …
Terkalah sebuah nilai awal x0, lalu hitung x1 , x2 , x3, ...
yang mudah-mudahan konvergen ke akar sejati.
Kondisi berhenti lelaran dinyatakan bila
x r 1 x r
x r 1
xr+1 – xr< atau
18
Metode Newton-Raphson
Metode Newton-Raphsonlah yang paling terkenal dan
paling banyak dipakai dalam terapan sains dan rekayasa.
Metode ini paling disukai karena konvergensinya paling
cepat diantara metode lainnya.
Ada dua pendekatan dalam menurunkan rumus metode
Newton-Raphson, yaitu:
(i) penurunan rumus Newton-Raphson secara geometri,
(ii) penurunan rumus Newton-Raphson dengan bantuan
deret Taylor.
19
(a) Penurunan rumus Newton-Raphson secara geometri
y = g(x)
Garis singgung kurva di xi
dengan gradien = f '(xi)
f x r
x r 1 xr
f ' x r
xi+1 xi x
Gradien garis singgung di xr adalah
y f x r 0 f x r f x r
m f ' x r f ' x r x r 1 xr
x x r x r 1 x r x r 1 f ' x r
, f '(xr) 0
20
(b) Penurunan rumus Newton-Raphson dengan bantuan deret
Taylor
Uraikan f(xr+1) di sekitar xr ke dalam deret Taylor:
xr 1 xr 2
f x r 1 f x r xr 1 xr f ' xr f " t , x r t xr 1
2
yang bila dipotong sampai suku orde-2 saja menjadi
f(xr+1) f(xr) + (xr+1 - xr)f '(xr)
dan karena persoalan mencari akar, maka f(xr+1) = 0, sehingga
0 = f(xr) + (xr+1 - xr) f '(xr)
atau f x r
x r 1 xr , f '(xr) 0
f ' x r
21
Kondisi berhenti lelaran Newton-Raphson adalah bila
xr+1 - xr<
atau bila menggunakan galat relatif hampiran
x r 1 x r
x r 1
dengan dan adalah toleransi galat yang diinginkan.
22