METODE
GEOMAGNET
DISUSUN OLEH:
FINGKEN STEVANUS SAGAI
Pendahuluan
Secara umum, metode geofisika dibagi menjadi dua kategori, yaitu
metode pasif dan aktif.
Bumi merupakan magnet raksasa yang memiliki kutub utara dan
selatan
Metoda Geomagnet adalah salah satu metoda di geofisika yang
memanfaatkan sifat kemagnetan bumi.
Eksplorasi menggunakan metode magnetik, pada dasarnya terdiri
atas tiga tahap : akuisisi data lapangan, processing, interpretasi.
Teori Dasar
Gaya Magnetik
Jika dua kutub magnet dengan kuat kutub p1 dan p2 terpisah sejauh r, maka
gaya tarik menarik diantara keduanya adalah berbanding lurus dengan p1 dan p2
dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.
𝑚1 𝑚2 μ0 = permeabilitas
𝐹Ԧ = 𝑟Ƹ
𝜇0 𝑟 2
Kuat Medan Magnetik
Kuat medan magnet adalah besarnya medan magnet pada suatu titik dalam
ruang yang timbul sebagai akibat sebuah kutub yang berada sejauh r dari titik
tersebut. 𝐹Ԧ 𝑚 1
𝐻= = 2
𝑟Ƹ
𝑚2 𝜇0 𝑟
Momen Magnetik
Pada kenyataannya, kutub-kutub magnet selalu muncul berpasangan (dipole)
dimana dua kutub berkekuatan +m dan –m dipisahkan oleh jarak l, maka momen
magnetik ini didefinisikan sebagai:
Intensitas Kemagnetan
Intensitas kemagnetan didefinisikan sebagai momen magnet persatuan
volume.
Suseptibilitas Kemagnetan
Suseptibilitas magnet adalah kemampuan suatu material termagnetisasi yang
ditentukan oleh nilai suseptibilitas kemagnetan k pada Persamaan:
𝑰=𝑘𝑯
Faktor yang mempengaruhi nilai suseptibilitas magnet suatu material adalah
litologi batuan dan kandungan mineral batuan.
Kemagnetan Material Bumi
a) Diamagnetik: bahan yang kulit elektronnya lengkap dan terisi oleh elektron
yang berpasangan.
a) Paramagnet adalah bahan yang jumlah elektron pada kulit atomnya tidak
lengkap (sebagian ada elektron yang tidak berpasangan).
a) Ferromagnet adalah bahan yang sifat kemagnetannya dipengaruhi oleh
temperatur, yaitu pada temperatur di atas temperatur Curie akan kehilangan
sifat kemagnetannya.
a) Ferrimagnet adalah bahan yang sifat kemagnetannya seperti ferromagnet
yaitu dipengaruhi oleh temperatur.
Induksi Magnetik
Medan magnet yang terukur oleh magnetometer adalah medan magnet induksi,
termasuk efek magnetisasinya, yang diberikan oleh persamaan:
Potensial Magnetostatik
Tenaga yang diperlukan untuk memindahkan satu satuan kutub magnet dari
titik tak hingga ke suatu titik.
𝑟
𝑨 𝒓 = − න 𝑯 𝒓 𝑑𝑟
∞
Medan Magnetik Bumi
Bumi dapat dipandang sebagai benda magnet besar bersifat dipole dengan
sumbu magnetik tidak berimpit dengan sumbu geografis bumi tapi membentuk
sudut 11,5 derajat dengan sumbu perputaran bumi.
Sumbu-sumbu dipole menembus permukaan bumi pada dua titik dan
perpotongannya disebut kutub geomagnetik, kutub geomagnetik utara terletak
pada 78,5o N, 71o W (daerah barat laut Greenland) dan kutub geomagnetik
selatan terletak pada 78,5o S, 110oE yaitu daerah disekitar antartika (Sharma,
1976).
Besar dan arah medan magnetik bumi dinyatakan dalam deklinasi dan inklinasi.
Kuat medan magnet yang terukur dipermukaan sebagian besar berasal dari
dalam bumi 90% (internal field) sedangkan sisanya medan magnet dari kerak
bumi (merupakan target dalam metode eksplorasi geofisika) serta medan dari
luar bumi (eksternal Filed)
Internal field karena sangat besar sehingga medan ini disebut dengan medan
utama magnet bumi yang dihasilkan oleh aktivitas di dalam inti luar dan inti
dalam bumi. Konsep ini dapat dijelaskan dengan teori dinamo.
Medan utama magnet bumi bervariasi terhadap posisi dan waktu yang
kompleks.
Untuk menyeragamkan harga medan utama magnet bumi di suatu tempat
dibuat standar harga yang dinamakan International Geomagnetics Reference
Fileds (IGRF) yang diperbaharui setiap 5 tahun.
Kutub Utara Geografis dan Kutub Selatan
Magnetik
Elemen Medan Magnet Bumi
Medan Magnet Bumi
a) Medan magnet utama
Medan magnet utama dapat didefinisikan sebagai medan rata-rata hasil
pengukuran dalam jangka waktu yang cukup lama mencakup daerah dengan luas
lebih dari 106 km2
a) Medan magnet luar
Pengaruh medan magnet luar berasal dari pengaruh luar bumi
a) Medan magnetik anomali
Medan magnet anomali sering juga disebut medan magnet lokal (crustal
field). Medan magnet ini dihasilkan oleh batuan yang mengandung mineral
bermagnet
Dalam survei dengan metode magnetik yang menjadi target dari pengukuran
adalah variasi medan magnetik yang terukur di permukaan (anomali magnetik).
Secara garis besar anomali medan magnetik disebabkan oleh medan magnetik
remanen dan medan magnetik induksi.
Dalam survei magnetik, efek medan remanen akan diabaikan apabila anomali
medan magnetik kurang dari 25 % medan magnet utama bumi (Telford, 1976),
sehingga dalam pengukuran medan magnet berlaku :
HT H M H L H A
Variasi medan magnet bumi
Sejak tahun 1600 melalui penelitian yang lebih teliti pada data geomagnetik
diperoleh bahwa medan magnet bumi berubah terhadap waktu baik intensitas
maupun arahnya.
Perubahan atau variasi medan magnet bumi dapat terjadi pada waktu relatif
singkat, kadang-kadang variasinya besar dan tidak beraturan.
Variasi medan magnetik secara garis besar dibagi atas: Variasi Harian (diurnal
Variation), Variasi Sekuler dan Badai Magnetik (magnetic strom)
VARIASI HARIAN (DIURNAL VARIATION)
Perubahan medan magnet dalam waktu yang singkat dengan periode harian.
Dominan disebabkan oleh gangguan matahari yang berkaitan dengan berubahnya
besar dan arah sirkulasi arus listrik dalam ionosfera (Milson, 1989).
Radiasi ultraviolet matahari menimbulkan ionosasi pada ionosfer.
Ionisasi dan adanya elektron2 yang terlempar dari matahari menimbulkan fluktuasi arus
sebagai sumber medan magnet.
Sifat variasi ini acak dan periodik, dengan periode rata-rata 10-30 gamma.
VARIASI SEKULER
Perubahan intensitas yang terjadi kecil dan sangat lamban.
Selain terjadi perubahan intensitas medan magnetik bumi juga perubahan posisi
kutub magnetik bumi.
Perubahan posisi kutub magnetik terjadi dalam waktu puluhan atau ratusan
tahun.
Perubahan posisi kutub magnetik bumi ini berpengaruh pada besarnya
intensitas medan magnetik bumi.
BADAI MAGNETIK (MAGNETIC STORM)
Penyebabnya hampir sama dengan variasi harian, yakni aktivitas matahari
terutama pada saat bintik matahari muncul.
Perubahannya sangat cepat acak dan besar, sehingga secara praktis
mengaburkan hasil pengamatan.
Badai magnetik ini berlangsung beberapa jam bahkan sampai beberapa hari.
Besarnya bisa mencapai ratusan sampai ribuan gamma dan menurun kembali ke
keadaan normal secara tidak menentu.
Interaksi antara radiasi matahari dengan lapisan ionosfer
bumi
Badai matahari
Sifat anomali medan magnet
Berdasarkan sifat medan magnet bumi dan sifat kemgnetan bahan pembentuk
batuan, bentuk anomali medan magnet yang ditimbulkan oleh benda
penyebabnya bergantung pada:
Inklinasi medan magnet bumi disekitar benda penyebab.
Geometri dari benda penyebab.
Kecendrungan arah dipole-dipole magnet benda penyebab.
Orientasi arah dipole-dipole magnet benda penyebab terhadap arah medan
magnet bumi
Magnetometer pengukur badai magnetik
MAGNETOMETER FLUKS GATE
PROTON MAGNETOMETER
Pengukuran
geomagnetik
Pengukuran medan magnet dapat dilakukan di darat , laut dan udara.
Teknik pengukukuran berbeda untuk masing-masing tempat sesuai dengan
maksud eksplorasinya.
Pengukuran di darat selang antar titik ukur kecil beberapa meter sampai
beberapa puluh meter dan daerah eksplorasi biasanya terbatas.
Pengukuran di laut maupun di udara selang antar titik ukur lebih besar berkisar
antara 0,25 mil sampai beberapa mil dan daerahnya lebih luas
Pengukuran geomegnetik di darat
Biasanya untuk eksplorasi mineral juga untuk penelitian geologi tinjau.
Selang antar titik ukur rapat (beberapa meter sampai beberapa puluh meter)
Titik amat dan pengamat harus bebas dari gangguan magnetik (listrik,
jembatan,barang dari besi, jam tangan, pisau lipat dll).
pengukuran dapat dilakukan dengan satu atau dua alat.
Penentuan titik pengamatan
Pengukuran dengan
satu alat
Alat digunakan untuk mengukur mengukur variasi medan magnet di titik amat
dan mengukur variasi harian di base station.
Penempatan base station sebaiknya mempertimbangkan sehingga pembacaan
dapat diulang dalam selang waktu maksimal 2 jam.
Sehingga diperoleh data anomali magnetik serta dapat dibuat kurva variasi
harian.
Pengukuran
dengan dua alat
Satu alat diletakkan di base station untuk mengukur variasi harian.
Satu alat lainnya dilakukan untuk melakukan pengukuran di lapangan.
Sehingga diperoleh data anomali magnetik serta dapat dibuat kurva variasi
harian.
Pengukuran geomegnetik di darat
Pada akhir survey tiap hari pembacaan harus dilakukan kembali di titik base
station dengan tujuan mengetahui perbedaan pembacaan.
Pengukuran geomagnetik di darat dilakukan dengan menggunakan
magnetometer jenis medan magnet vertikal dan medan magnet total, adapun
medan magnet horisontal jarang dilakukan
Survey geomagnetik di udara
Biasanya dilakukan dengan tujuan penelitian ilmaih dan geologi tinjau
(rekonesen)
Yang terukur medan magnet total.
Alat memiliki sensitivitas magnetometer besar (1-5 gamma) lebih sensitif
daripada magnetometer darat.
Alat digantung pada pesawat (lintasan dan ketinggian tergantung pada tujuan
survey), data terekam secara otomatis pada kertas rekam
Pencatatan variasi harian diletakkan di darat (untuk mengetahui adanya badai
magnetik)
Survey geomagnetik di udara
Variasi harian tidak didasarkan di darat,
karena variasi harian berbeda untuk
lintasan yang jauh.
Lintasan pengukuran memotong
dilakukan untuk koreksi pembacaan.
Penentuan lokasi dilakukan dengan
pemotretan udara, bantuan radar, signal
radio dll.
Daearh datar tidak ada gangguan
magnetik yang menonjol.
Survey geomagnetik di udara
Keuntungannya adalah luas daerah yang besar serta dilakukan dengan cepat.
Untuk pekerjaan eksplorasi mineral lokasi yang kecil biaya survey lebih besar
tidak ekonomis.
Anomali yang diharapkan pada eksplorasi mineral lebih dangkal.
Survey geomagnetik laut
Biasanya dilakukan bersama dengan survey
geofisika lainnya seperti gaya berat dan seismik.
Proton magnetometer dengan sensor ditarik
dibelakang kapal sejauh 200-400 meter,
terendam sedalam 15-20 meter.
Pencatatn terekam secara otomotis.
Biasanya dilakukan untuk mendapatkan data
geologi bawah laut secara global.
Metode pengukuran
Koreksi data magnetik
Intensitas medan magnet yang terekam di lapangan bukan intensitas magnet
target survey.
Data-data magnetik masih dipengaruhi oleh medan magnet yang berasal dari
bumi (internal fields) maupun medan magnet luar (eksternal fields)
Untuk mendapatkan anomali magnetik target survey, maka data harus
dikoreksi antara lain koreksi variasi harian, koreksi lintang (medan utama
magnet bumi /IGRF), koreksi topografi.
Koreksi variasi harian
Menghilangkan pengaruh medan magnet luar dari data pengukuran.
Jika besar variasi harian terekam pada waktu tertentu lebih kecil dibandingkan
dengan rerata variasi harian untuk satu hari maka variasi harian dikatakan
bernilai negatif. Dikoreksi dengan menjumlahkan data intensitas magnet yang
terekam dengan variasi harian pada saat pengukuran berlangsung.
Jika variasi harian positif maka data intensitas magnet yang terekam dikoreksi
dengan mengurangi dengan variasi harian yang terjadi pada saat pengukuran.
Koreksi lintang / koreksi medan
utama magnet bumi
Data intensitas medan magnet yang terekam dilapangan sebagian besar
merupakan kontribusi dari medan magnet utama bumi
Koreksi ini dilakukan dengan cara mengurangkan data intensitas medan
magnet yang terekam dengan medan magnet utama bumi.
Koreksi topografi / koreksi terrain
Dilakukan untuk menghilangkan pengaruh medan magnet yang ditimbulkan
oleh bukit-bukityang termagnetisasi terhadap harga medan hasil pengamatan.
Belum ada aturan umum dalam koreksi ini.
Jika topografi dianggap tidak termagnetisasi dilakukan koreksi ketinggian dengan
mengacu pada harga gradien vertikal medan magnet bumi;
Di dearah kutub sekitar –0,03 gamma/meter
Di daerah equator sekitar -0,015 gamma/m.
Karena nilainya sangat kecil maka dapat diabaikan (Kearey dan Brooks, 1984)
Setelah dilakukan koreksi diperoleh data anomali medan magnetik.
Interpretasi data anomali magnetik
Hasil pengukuran magnetik berupa profil dan peta kontur magentik.
Harga nilai suseptibilitas harus dilakukan untuk mengkorelasikan dengan data
pengukuran.
Interpretasi yang dilakukan biasa secara kualitatif (analisis kontur, topografi,
serta nilai suseptibilitas) maupun secara kuantitatif (analisis model dengan
sofware MAGPOLY untuk memperoleh model anomali)
BENTUK ANOMALI MAGNETIK
Contoh hasil survey magnetik