0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan15 halaman

Desain dan Analisis Poros Mesin

Poros dan pasak memiliki fungsi untuk mentransmisikan daya dari satu tempat ke tempat lain. Dokumen ini membahas definisi, tipe, dan perancangan poros berdasarkan beban torsi, momen lentur, dan kombinasi keduanya serta mempertimbangkan faktor beban fluktuasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan15 halaman

Desain dan Analisis Poros Mesin

Poros dan pasak memiliki fungsi untuk mentransmisikan daya dari satu tempat ke tempat lain. Dokumen ini membahas definisi, tipe, dan perancangan poros berdasarkan beban torsi, momen lentur, dan kombinasi keduanya serta mempertimbangkan faktor beban fluktuasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

POROS DAN PASAK

• Definisi , fungsi poros


• Tipe dan jenis poros
• Perancangan poros transmisi akibat torsi dan
momen lentur
• Perancangan poros untuk beban gabungan dan
fatik
• Definisi
• Elemen mesin yg berputar digunakan untuk
mentransmisikan daya (tenaga) dari satu tempat
ke tempat yg lain.

• Tipe Poros
• Poros transmisi.
• Poros Mesin.

• Tegangan pada Poros


• Tegangan geser yang disebabkan oleh Torsi
• Tegangan tekuk yang disebabkan olah gaya yang
bekerja pada elemen mesin dan beratnya.
• Kombinasi tegangan akibat puntir dan tekuk.
• Aplikasi pembebanan Fluktuasi.
PERANCANGAN POROS

• Disain poros didasarkan pada dua keadaan:


• kekuatan (strength)
• kekakuan (Rigidity atau Stiffness)

• Secara umum disain poros dapat dibagi atas:


• Tegangan akibat Momen Puntir (torsi).
• Tegangan akibat Momen Tekuk (bending).
• Tegangan akibat kombinasi Puntir dan Tekuk.
• Tegangan akibat Beban Aksial.
PERANC. POROS BERDASAR TORSI
Torsi Pada Poros : d
r 
2
T = torsi/ momen puntir yang bekerja pada poros Kg-cm

J = momen inersia polar poros, cm4 J  .d 4
32
• untuk poros pejal :
J 

32

. do  di
4 4

• untuk poros berongga (hollow shaft):


T 
Untuk poros pejal : 3
f s do
16

  d 
4

T  f s d o 1   i  
3
Untuk poros berongga : 16   d o  
PERANC. BERDASAR TORSI
Torsi dihitung berdasarkan tenaga :

P = daya (tenaga), h.p


Px 4500
T  N = kecepatan putar poros,
2N rpm
T = momen puntir Kg-m.

P = daya (tenaga), Watt


Px60
T  N = kecepatan putar poros,
2N rpm
T = momen puntir N-m.
PERANC. DARI MOMEN TEKUK

Berdasarkan Momen Tekuk pada poros :

Untuk poros pejal : M   3


fb do
32
   di  
4

Untuk poros M f b d o 1    
3

berongga : 32   d o  

M = momen tekuk maksimum yang bekerja


pada poros, dihitung berdasar diagram momen
tekuk pada poros
GABUNGAN TORSI DAN MOMEN

Untuk poros pejal :


 Te  M 2 T 2
Te  fs d 3
16

Me 

fb d 3 Me 
1
2
M  M 2 T 2 
32
Untuk poros berongga :
   di 
4

 f s d o 1    
3
Te d 
16 
  o  
 T = torsi pada poros
M = momen tekuk
  d 
4

Me  f b d o .1   i   maks. pada poros
3

32   d o  
BEBAN FLUKTUASI PADA POROS

Untuk poros dengan beban berfluktuasi, nilai M harus dikalikan


dengan konstanta Km, dan nilai T harus dikalikan dengan Kt.
• Km = kombinasi faktor kejut dan lelah untuk tekuk
• Kt = kombinasi faktor kejut dan lelah untuk torsi

Poros Km Kt
Poros stasioner
kejut perlahan-lahan 1,0 1,0
Kejut tiba-tiba 1,5 – 2,0 1,5 -2,0

Poros berotasi
gaya yang beraksi secara perlahan 1,5 1.0
gaya tiba-tiba dengan daya minor 1,5 -2,0 1.5 – 2.0
gaya tiba-tiba dengan daya mayor 2,0 – 3,0
1.5 – 3.0
Hubungan : torsi, daya, putaran :

Untuk belt drive, besar T :


T = (T1 – T2) R (N.m)
R : jari-jari puli
T1, T2 : tegangan tali
Contoh soal

1. Poros berputar 200 r/min untuk meneruskan daya : 20 kW. Poros dibuat dari mild
steel dengan tegangan geser ijin 42 MPa. Hitung diameter poros.

Jawab :
Diketahui : T= τ d3
n = 200 r/min
P = 20 kW = 20 000 W
τ = 42 MPa

Diameter poros yang digunakan = 50 mm


2. Hitung diameter poros pejal terbuat dari baja untuk menerskan daya 20 kW pada
putaran 200 r/min. Tegangan geser maksimum bahan poros dari baja 360 MPa dan SF
= 8. Hitung pula jika poros berlubang dengan rasio diameter dalam dan luar : 0,5.

Jawab :
P = 20 kW = 20 000 W
n = 200 r/min (i) Diameter poros pejal
τu = 360 MPa
SF = 8

Diameter poros yang digunakan = 50 mm


(ii). Diameter poros berlubang

3 𝟏𝟔 . 𝑻
𝝅. 𝝉 (𝟏 − 𝑲𝟒 )
TUGAS ( Dikumpulkan)
1 .Tentukan diameter poros baja pejal untuk mentransmisikan ( dua digit NIM )kW pada 850 rpm.
Tegangan geser ultimate untuk baja adalah 247 MPa dan factor keamanan 8. Jika poros berongga
ditempatkan pada poros pejal, tentukan diameter dalam dan luar ketika rasio k adalah 0,5

2. Sebuah poros pejal mentransmisikan daya 5 MW pada putaran 750 rpm. Tentukan diameter
poros jika torsi maksimum yang ditransmisikan melebihi torsi rata-rata 20%. Ambil tegangan
geser maksimum yang diijinkan 75 MPa

3. Sebuah poros terbuat dari Mild Steel digunakan untuk meneruskan daya ( Dua digit terakhir NIM anda ) kW
pada putaran 200 r/min. Jika beban momen lentur yang diterima poros sebesar 562,5 x 103 Nmm, tegangan geser
ijin ( Dua digit urutan absen anda ) MPa dan tegangan tarik ijin 56 MPa, berapa diameter poros
yang diperlukan jika beban berupa beban fluktuasi dengan tipe gradually applied loads ?
Dilanjutkan minggu depan
….. Terima kasih ….

Anda mungkin juga menyukai