Presentasi Kasus
PNEUMOPERITONEUM
Pembimbing: dr. Diah Utami Anggraini, Sp. Rad
Disusun oleh:
Wafika Andira G4A018017
Nabilah Ramadhini H G4A018020
Rizkia Nauvalina G4A018022
Kemal M. Ghazali G4A018029
STATUS PASIEN
IDENTITAS PASIEN
NAMA : Ny. Tukinem
USIA : 72 Tahun
NO. RM : 02102087
JENIS KELAMIN : PEREMPUAN
ANAMNESIS
Pasien datang ke IGD tanggal 17/06/2019 rujukan dari RS Graha amanah dengan keluhan perut membesar
sejak pagi hari. Pasien mengaku tidak bisa BAB sejak kemarin malam. Pasien memiliki riwayat penyakit
hemorroid 2 tahun yang lalu, dan telah dioperasi di RSUD Cilacap pada tahun 2018. keluhan mual
disangkal, keluhan muntah disangkal.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tanda vital
Tekanan darah : 167/100 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Respirasi : 26 x/menit (reguler)
Suhu : 36 oC
STATUS GENERALIS
Kepala : Mesocephal
Mata : Simetris, konjungtiva anemis (-/-),
sklera ikterik (-/-), refleks cahaya (+/+), pupil bulat
isokor, diameter 3mm/3mm
THT : discharge (-), deviasi septum (-), napas cuping
hidung (-/-)
Mulut : bibir sianosis (-)
Leher : kaku kuduk (-) Perbesaran KGB (-)
Thorax :
Dinding dada simetris, ketinggalan gerak (-/-), retraksi (-)
Pulmo : Suara dasar vesikuler (+/+), ronkhi basah halus
(-/-),ronkhi basah kasar (-/-) dan wheezing (-/-)
Cor : S1> S2, murmur (-), gallop (-)
STATUS LOKALIS
Abdomen
Tampak cembung, distensi (+), bising usus (+) menurun, hipertimpani pada seluruh lapang
abdomen (+)
Pemeriksaan ekstremitas
Superior : edema (-/-), akral hangat (+/+) CRT (+/+) < 2 detik
Inferior : edema (-/-), akral hangat (+/+) CRT (+/+) < 2 detik
FOTO POLOS THORAX POSISI AP
Pada pemeriksaan foto thorax posisi AP
tampak:
1). gambaran radiolusen bentuk arkuata
subphrenikus (Cupola sign)
2). Apeks jantung tampak bergeser kearah
laterocaudal.
FOTO POLOS POSISI AP SUPINE
Pada pemeriksaan foto polos abdomen
posisi AP supine tampak:
1). gambaran radiolusen antara
intraluminal dan extraluminal yang
dipisahkan oleh dinding colon (Rigler’s
sign).
2). Colon tampak bergeser ke arah sentral
tubuh.
FOTO POLOS POSISI LLD
Pada pemeriksaan foto polos
abdomen posisi LLD tampak:
1). gambaran Radiolusen (Free Air)
luas pada cavum abdomen.
INTERPRETASI
PEMERIKSAAN X-FOTO THORAK AP
Cor : Apeks jantung bergeser ke laterocaudal
Pulmo : Corakan vaskuler tampak merapat
Tak tampak infiltrat pada kedua lapang paru
Hemidiafragma kanan setinggi costae 7 posterior
Sinus kostofrenikus kanan kiri lancip
Tampak gambaran free air pada cavum abdomen yang tervisualisasi yang membentuk
gambaran cupola sign
KESAN : Cor tak membesar, Pulmo dalam batas normal
Gambaran pneumoperitoneum
INTERPRETASI
PEMERIKSAAN X-FOTO POLOS ABDOMEN 2 POSISI (AP – LLD)
Udara usus tak meningkat
Tak tampak distensi maupun dilatasi loop-loop usus
Tampak fekal material
Tampak Rigler’s sign
Tampak free air luas pada cavum abdomen
KESAN :
Gambaran pneumoperitoneum
ANATOMI
Gambar 1. Usus halus dari Gambar 3. Gambaran
pylorus sampai valvula normal foto polos dari
ileocaecalis mengisi
abdomen terutama
bagian tengah dan
bawah rongga abdomen. bagian intestinum
Gambar 2. Usus halus Gambar 4. Pemeriksaan follow
dengan tiga bagian : through usus halus normal PA
duodenum, jejunum, 30 menit menunjukan : A.
dan ileum dengan Duodenum, B. Ligamentum of
mesenterium sebagai treitz, C. Jejunum, D. Ileum, E.
selaput penggantung Area katup ileocecal
organ dalam abdomen
DEFINISI
Terdapat udara atau gas pada rongga abdomen (peritoneal).
Penyebab paling umum dari pneumoperitoneum adalah perforasi saluran
pencernaan (> 90%). Perforasi dari lambung atau duodenum yang
disebabkan oleh ulkus peptikus.
GAMBARAN KLINIS
Gambaran klinis pasien dengan pneumoperitoneum tergantung pada penyebabnya.
Penyebab yang tidak berbahaya dapat memberikan gambaran yang asimptomatis, atau
nyeri perut yang hilang timbul. Sedangkan yang disebabkan oleh perforasi organ
berongga abdomen tergantung pada perkembangan peritonitis. Gejala dan tanda pada
berbagai penyebab perforasi dapat berupa tanda peritoneal seperti kaku dan tegang
pada abdomen, hilangnya bising usus, nyeri epigastrik yang hebat sampai syok.
GAMBARAN RADIOLOGI
PNEUMOPERITONEUM
1. Anterior Subhepatic Space Free Air
Liver sign 1
Terlihat pada posisi supinasi
Linear Shape
2. Doges Cap Sign
Liver Sign 2
Bentuk triangular
Sudut lateral bawah yang tajam
Bentuk konkaf pada lateral
Morrison’s pouch (rongga antara ginjal kanan dan hepar)
3. Air Anterior To Ventral Surface Of Liver
Liver Sign 3
Udara pada ventrikel hepar dengan ‘geographical shape’
4. Decubitus abdomen sign
Left lateral decubitus
Terdapat udara bebas diantara dinding
abdomen dengan liver (panah putih)
Terdapat cairan bebas di peritoneum (panah
hitam
5. Rigler’s sign
Supinasi
Dinding usus berada diantara gas
intraluminal dan ekstraluminal, sehigga kedua
sisi dinding usus dapat dilihat
6. Falciform Ligament Sign
Supinasi
Ligamen falciformis sign terlihat jelas karena
adanya free air yang mengelilinginya
7. The Football Sign
Gambaran radiolusen bentuk oval
menggambarkan pneumoperitoneum masif
yang menyebabkan distensi kavum peritoneum
8. Continuous Diaphragm Sign
Hemidiafragma kanan dan kiri terlihat jelas
disebabkan adanya free air sehingga menjadi
satu struktur yang continue
9. Double Bubble Sign
Kumpulan dua garis yang tumpang tindih,
terdiri dari :
1). Gas bebas subdiafragma
2). Gas normal pada fundus gaster
10. Cupola Sign
Gambaran radiolusen bentuk arkuata batas
atasnya tegas, batas bawah tidak tegas, pada
subphrenic space median
11. Lesser Sac Gas
Gambaran udara yang terdapat pada
lesser sac (omentum minus) yang
terletak pada posterior gaster.
12. Triangle Sign
Gambaran gas bebas berbentuk segitiga kecil
yang berada diantara usus besar dan flank
(pinggang)
13. Abscess Gas
Gambaran multipel lusen dibawah
diafragma, terlokalisir, berbentuk
bulat dengan tepi ireguler, dan tidak
berada dalam struktur loop usus.
14. Pneumoretroperitoneum
Gambaran udara bebas pada ruang
retroperitoneal
Tampak udara bebas disekitar lateral
ginjal kanan
TATALAKSANA DAN PROGNOSIS
Prinsip tatalaksana dan prognosis tergantung dari penyebab utamanya.
Dalam beberapa kasus, pengobatan konservatif adalah program yang
paling masuk akal, dengan dokter menunggu dan melihat pendekatan untuk
melihat apakah tubuh pasien mampu menghilangkan gas sendiri.
Jika pneumoperitoneum adalah komplikasi dari infeksi, maka operasi
untuk memperbaiki masalah ini diperlukan secepat mungkin. Perforasi dan
infeksi dengan cepat dapat menyebabkan kematian dengan segera.
TERIMAKASIH
Abdomen
PEMERIKSAAN RO TRAKTUS DIGESTIVUS
A. PEMERIKSAAN TANPA KONTRAS
B. PEMERIKSAAN DENGAN KONTRAS
Interpretasi
• Fat spaces/fat lines : radiolusen
preperitoneal & psoas
paracolic space
• Distribusi udara : Normal pd gaster – colon – rectum.
• Kalsifikasi : iga, kel limfe, aorta, phlebolith,
pankreas, myoma, prostat.
• Organ-organ intra abdomen : Liver,lien,ginjal.
• Kelainan-kelainan patologis
11/3/2019
FOTO ABDOMEN NORMAL
Preperitoneal fat line kanan kiri baik
Psoas line kanan kiri dan kontur kedua ginjal superposisi
udara usus
Jumlah dan distribusi udara usus normal
Tidak tampak distensi maupun dilatasi loop usus
Tidak ditemukan adanya gambaran coiled spring dan herring
bone
Pada LLD tidak ditemukan air fluid level
Tidak ditemukan free air
Gas in stomach
Gas in a few
loops of small
bowel
Gas in rectum
or sigmoid
Normal Gas Pattern
GASTER
SMALL BOWEL
LARGE BOWEL
LIVER
PSOAS EDGE
KIDNEY
SPLEEN
VU
BONE
BONE
CLASSIC SIGN IN GASTROINTESTINAL
RADIOLGY
COMB SIGN
Crohn disease
TARGET SIGN
COILED SPRING SIGN
ARROW HEAD
THUMBPRINT
COBBLESTONES
BOWLER HAT
COLLAR BUTTON
LEAD PIPE SIGN
Calcification
• Staghorn calculus
Staghorn calculus
Right kidney
• Nephrocalcinosis
Nephrocalcinosis
• Ureteric calculus
ureter
• Bladder stones
• Vascular calcification
• Abdominal aortic aneurysm (AAA)
• Chronic pancreatitis
• Adrenal calcification
Right adrenal Left adrenal
Right kidney
Left kidney
• Appendicolith
Ascites
Hepatomegaly
Splenomegaly
Inflammatory Bowel Disease
• Ulcerative colitis
Collar button ulcers (panah) memberi kesan keluar melewati garis mukosa (kepala panah)
Thumbprinting
Lead pipe
Pemeriksaan barium enema kontras ganda pada pasien kolitis ulseratif.
Terlihat gambaran total kolitis dan pseudopoliposis luas
• Crohn’s disease
Cobblestone appearance
Aphthoid ulcers
String sign
KASUS AKUT ABDOMEN PADA DEWASA
Ileus Obstruktif dan Paralitik
Appendicitis
Perforasi GIT
Volvulus Sigmoid
ILEUS
ILEUS
ILEUS
OBSTRUKST
FUNGSIONAL
(MEKANIK)
Ileus Obstruksi
Ileus Lokal
Letak Tinggi
(Sentinel Loop)
(SBO)
Ileus Ileus Obstruksi
Generalisata Letak Rendah
(Paralitik) (LBO)
Ileus Fungsional
Ileus Lokal (Sentinel Loop)
• Sebab: iritasi lokal (peradangan usus)
menyebabkan kehilangan fungsi
peristaltik dan berdilatasi
• Radiologi:
terdapat loop usus yang persisten
berdilatasi
Air fluid level terdapat pada ileus
lokal
Gambaran udara normal ada pada
rectum / colon sigmoid
Ileus Fungsional
Ileus Generalisata (Paralitik)
• Sebab: terjadi setelah pembedahan
abdomen / pelvis, inflamasi,
peritonitis,oklusi vaskuler, hipokalemi
• Radiologi:
Udara tampak pada seluruh usus
(usus halus & colon)
Air fluid level berbentuk
memanjang
Gambaran udara normal ada pada
rectum / colon sigmoid
Ileus Fungsional
Ileus Generalisata (Paralitik)
Ileus Obstruksi
Prinsip:
Dilatasi pada proximal obstruksi
Kolaps pada distal obstruksi
Lokasi:
Letak tinggi : Small bowel
Letak rendah: Large bowel
Ileus Obstruksi
Small Bowel Obstruction (Letak Large Bowel Obstruction
Tinggi) (Letak Rendah)
• Letak di sentral, dilatasi • Letak di perifer, dilatasi
usus halus usus besar
• Air fluid level pendek • Air fluid level lebih banyak
pendek
• Gas di rectum tampak
• Tampak gambaran step
ladder pattern • Haustra menebal
• Tampak gambaran herring
bone appearance
• Tampak gambaran string of
coins
Ileus Obstruksi
Small Bowel Obstruction
• Tampak adanya dilatasi
sistema usus halus di sentral
• Gambaran valvula
coniventes (panah)
• Adanya perselubungan yang
dicurigai suatu adhesi
(sebab ileus)
Ileus Obstruksi
Large Bowel Obstruction
• Letak di perifer, dilatasi usus
besar
• Air fluid level lebih banyak
• Gas di rectum tampak
• Haustra menebal
Intususepsi
• Keadaan segmen usus prolaps
kedalam lumen usus
• Radiologi:
Khas: coiled spring appaerance
Intususepsi
Contoh Ekpertise BNO
YTH TS TELAH KAMI LAKUKAN PEMERIKSAAN BNO AP / LLD
KLINIS: ABDOMINAL PAIN
HASIL:
• Pre peritoneal fat line kanan-kiri tampak tegas.
• Udara usus tampak (+) prominent, tak tampak gambaran distensi systema usus.
• Tak tampak distensi pada usus halus dan sistema colon, air fluid level, coil spring maupun
herring bone
• Tak tampak udara bebas intraabdominal ekstraluminer
• Tak tampak penebalan dinding usus halus
• Renal out line dextra et sinistra tampak samar
• Psoas line tampak jelas simetris.
• Tak tampak opasitas di proyeksi tractus urinarius
• Tak tampak discontinuitas pada tulang yang tervisualisasi
Kesan :
Tak tampak gambaran obstruksi maupun udara bebas ekstra luminer
Tak tampak batu opaque di proyeksi tractus urinarius
Tak tampak kelainan pada tulang yang tervisualisasi
Contoh Ekpertise BNO
YTH TS TELAH KAMI LAKUKAN PEMERIKSAAN BNO AP / LLD
KLINIS: ABDOMINAL PAIN
HASIL:
• Pre peritoneal fat line kanan-kiri tampak tegas.
• Udara usus tampak (+) prominent, tampak gambaran distensi systema usus.
• Tampak gambaran air fluid level pendek pendek disertai dengan gambaran
coilled spring dan herring bone apearance (+)
• Renal out line dextra et sinistra tampak samar
• Psoas line tampak jelas simetris.
• Tak tampak opasitas di proyeksi tractus urinarius
• Tak tampak discontinuitas pada tulang yang tervisualisasi
Kesan :
Small bowel obstruction
Tak tampak batu opaque di proyeksi tractus urinarius
Tak tampak kelainan pada tulang yang tervisualisasi
Contoh Ekpertise BNO
YTH TS TELAH KAMI LAKUKAN PEMERIKSAAN BNO AP / LLD
KLINIS: ABDOMINAL PAIN
HASIL:
• Pre peritoneal fat line kanan-kiri tampak tegas.
• Udara usus tampak (+) prominent di bagian distal, tak tampak gambaran udara
usus pada cavum pelvis ( area colorectal )
• Tampak gambaran air fluid level panjang panjang, coiled spring maupun herring
bone
• Tak tampak penebalan dinding usus halus
• Renal out line dextra et sinistra tampak samar
• Psoas line tampak jelas simetris.
• Tak tampak opasitas di proyeksi tractus urinarius
• Tak tampak discontinuitas pada tulang yang tervisualisasi
Kesan :
Large bowel obstruction
Tak tampak batu opaque di proyeksi tractus urinarius
Tak tampak kelainan pada tulang yang tervisualisasi
Appendicitis Akut
Appendicolith – Gambaran
spesifik pada kasus appendicitis,
namun hanya ditemukan pada
10% pasien
Appendicitis Akut
Perforasi GIT
• Tanda Perforasi: Nyeri hebat
abdomen, mual muntah,
hematemesis. Jika sudah peritonitis
nyeri seluruh kuadran abdomen
• Radiologi:
Khas pada foto PA Erect:
gambaran semilunar shadow
Volvulus Sigmoid
• Radiologi:
Pada foto polos abdomen: ada
lekukan usus besar yang
memanjang dari pelvis.
Khas pada volvulus sekum dan
sigmoid: COFFEE BEAN SIGN
Volvulus Sigmoid
TRAUMA
TRAUMA TUMPUL
• Pembesaran / pembengkakan organ padat
• Terdapat asites, darah, cairan bilous dan oedema
TRAUMA TAJAM
• Kerusakan parenchym organ padat
• Perforasi
TRAKTUS URINARI
ANATOMI GINJAL
Letak retroperitoneal ([Link].12
– L.3)
Panjang ± 11 cm
Kanan lbh rendah dari kiri
Terdiri dari korteks di sebelah
luar , dan medulla di sebelah
dalam
Medulla terdiri dari 8-10 piramid ; dasar pada batas kortikomeduler, apeks pada
papilla renalis yang kemudian menjadi kaliks minor, kaliks mayor, pelvis renalis
dan ureter
Unit fungsional ginjal merupakan nefron dengan jumlah sekitar ± 1,3 juta ;
terdiri dari korpuskel dan tubulus renalis
URETER
• Retroperitoneal
• ± 25 cm, peristaltis + gravity
• Penyempitan :
- Pelvicoureteric junction
- Crossing iliac artery
- Vesicoureteric junction
Viscera pelvis berongga yang tersusun oleh: otot polos, lamina
propia, sub mukosa & mukosa.
PEMERIKSAAN RADIOLOGI:
UIV-Urografi intravena / IVP- intraveous pyelography
RPG – retrograde pyelography
APG - antegard pyelography
Cystography
Uretrography
MCU - MictioCysto Uretrography / VCUG- Voiding Cystouretrography
BUS – Bipoler Cystouretrography
Tambahan lain : USG, CT Uro, MRI Uro
FOTO POLOS ABDOMEN
FOTO POLOS
ABDOMEN
PEMERIKSAAN INTRAVENOUS
PYELOGRAFI (BNO- IVP)
• Definisi : pemeriksaan radiologis serial dengan
pemberian kontras water soluble iodine melalui
injeksi IV menilai anatomi dan fungsi ekskresi
traktus urinarius.
Kriteria Gambar
Foto Polos Abdomen
Foto 5 menit post injeksi
Tampak kontras mengisi ginjal kanan dan kiri.
Foto 15 menit post injeksi
Tampak kontras mengisi ginjal, ureter.
Foto 30 menit post injeksi (full blass)
Tampak blass terisi penuh oleh kontras
Foto Post Mixi
Tampak blass yang telah kosong.
INDIKASI
• Batu
• Tumor
• Trauma
• Kelainan bawaan
• Infeksi traktus urinarius
KONTRAINDIKASI
Alergi media kontras
Gagal ginjal (ur/ cr tinggi)
Kehamilan
PERSIAPAN
• Diet rendah serat 24-48 jam sblm pemeriksaan
• Laksansia (peroral & supp) malam sblm pemeriksaan
• Puasa makan ± 8-10 jam
• Kurangi bicara & merokok
• Periksa Lab: ureum dan kreatinin
PROSEDUR
Kosongkan VU
Lakukan foto BNO
Injeksi kontras bolus cepat (Dosis : 0,5-1 cc/ kgBB pada Cr. Normal)
Post injeksi, spooling dengan NaCl fisiologis
Dilakukan foto serial
FASE NEFROGRAM
• 1- 5 menit post injeksi
• Simetris
• Bentuk dan ukura
• Kontur
• Struktur parenkim
FASE PIELOGRAM
Menilai PCS dan ureter
Visualisasi optimal PCS ± 12-15
menit pelebaran? Batu lusen?
Visualisasi optimal ureter ± 15-45
menit pelebaran/ penyempitan?
Batu lusen?
FASE SISTOGRAM
saat vesika urinaria penuh
Penuh pada ± 45-60 menit
Dinilai bentuk, dinding, batu/massa
POST MIKSI
Penilaian kemampuan
pengosongan vesika
urinaria
KELAINAN PADA TRAKTUS
URINARIUS
BATU
Ca oxalate & phosphate, mixed • Batu opak
Ca oxalate, pure • Batu lusen
Ca phosphate, pure
Triple phosphate
(struvite + apatite)
Uric acid
Cystine
BATU OPAK (GINJAL)
BATU STAGHORN
Jenis:
• Triple phosphate
• Uric acid
• Cystine
BATU LUSEN
Uric acid, xanthine, matrix,
pure struvite, indinavir
BATU VESIKAURINARIA
• Penyebab: Stasis obstruksi,
infeksi
• Biasanya tunggal, besar,
berlapis-lapis.
• Kebanyakan batu
vesicaurinaria adalah batu
radioopaq dan dengan mudah
dilihat pada foto polos
abdomen, sedangkan batu
radioluscent dengan foto
polos abdomen tak terlihat.
BATU URETER
• Opak/ lusen
• Lusen filling
defect
• Menyebabkan
Hidronefrosis dan
hidroureter pada
bagian
proksimalnya
HIDRONEFROSIS
Pada IVP ada 4 grade:
(dinilai dari bentuk kaliks minor)
1. Blunting
2. Flattening
3. Clubbing
4. Balooning/ Rounding
4