DOUBLE, MULTIPLE, AND
SEQUENTIAL SAMPLING
DOUBLE SAMPLING PLAN
Perencanaan sampling ganda adalah prosedur yang dalam
keadaan tertentu sample kedua diperlukan sebelum lot dapat
diputuskan.
Perencanaan sampling ganda didefinisikan dengan empat
parameter :
1. n1 = ukuran sampel pada sampel pertama
2. c1 = bilangan penerimaan pada sampel pertama
3. n2 = ukuran sampel pada sampel kedua
4. c2 = bilangan penerimaan pada sampel kedua
Double Sampling Plans
• Sampel awal diambil, dan keputusan menerima/menolak lot berdasarkan sampel
pertama tsb. jika banyaknya satuan cacat = kecil/besar.
• Sampel kedua diambil jika dari hasil sampel pertama tidak bisa diambil keputusan.
• Skema operasi :
periksa sampel pertama (n1)
jika banyaknya cacat pada sampel pertama :
c1 c1 tapi c2 c2
periksa sampel kedua (n2)
jika banyaknya cacat pada
sampel pertama dan kedua
lot diterima c2 c2 lot ditolak
Keunggulan sampling ganda
1. Menguranggi pemeriksaan yang dilakukan pada sampling tunggal.
2. Menghasilkan biaya pemeriksaan keseluruhan yang lebih rendah.
Kekurangan sampling ganda
Sampling ganda memiliki 2 kemungkinan kekuranan, yaitu :
1. Kecuali digunakan pengurangan pada sampel kedua, dalam beberapa
keadaan sampling ganda mungkin memerlukan lebih banyak pemeriksaan
daripada yang diperlukan dalam perencanaan sampling tunggal yang
menawarkan perlindungan yang sama.
2. Kecuali sampling ganda digunakan dengan hati-hati, kemungkinan
keunggulan ekonominya mungkin hilang.
Kurva KO (Karakteristik Operasi)
Perencanaan sempling ganda mempunyai kurva KO
tambahan yang menunjukan probabilitas penerimaan
dan penolakan pada sampel pertama.
Kurva KO pada bagi probabilitas penolakan pada
sampel pertama hanyalah kurva KO bagi perencanaan
sampling tunggal n = n1 dan c = c2.
Kurva KO utama dan tambahan bagi perencanaan n1
= 50, c1 = 1, n2 = 100, c2 = 3 ditunjukan dalam
gambar berikut :
Pa menunjukkan probabilitas penerimaan pada sampel gabungan, PIa dan PIIa
masing-masing menyatakan probabilitas penerimaan pada sampel pertama dan
kedua. Maka :
Pia hanyalah peluang kita akan mengamati d1 ≤ c1 = 1 cacat dari sampel
random dengan n1 = 50 benda. Jadi
Dengan p = 0.05, maka :
Untuk memperoleh peluang penerimaan pada sampel kedua, hanya akan
diambil apabila ada 2 atau 3 cacat pada sampel pertama; yakni jika c1 < d1 ≤ c2.
lot diterima pada sampel kedua hanya apabila :
1. d1 = 2 dan d2 = 0 atau 1.
2. d1 = 3 dan d2 = 0
Jadi, peluang penerimaan pada sampel kedua adalah :
Dengan demikian peluang penerimaan kotak yang mempunyai bagian cacat
p=0.05 adalah :
The Average Sample Number/ASN
(rata-rata banyaknya sample)
Rumus umum untuk ASN curve pada double-sampling.
n1 = ukuran sampel pertama
n2 = ukuran sampel kedua
P1 = Peluang hanya akan ada satu sampel
Dimana,
Dalam prakteknya, jika
jumlah dari item cacat
yang diobservasi
dalam sampel yang
digabungkan
> jumlah penerimaan
kedua (c2)
pemeriksaan pada Hal ini mengacu
sampel kedua pada pembatasan
diakhiri dan lot sampel kedua.
ditolak.
Formula kurva ASN double-sampling plan dengan
pembatasan pada sample kedua
LOT
Baik Buruk
Diterima Ditolak pada
pada sampel sampel
pertama pertama
Digunakan dalam single –
ASN untuk double- sampling untuk lot yang
sampling < ukuran kondisinya tidak sangat baik
sampel atau tidak sangat buruk
Jika pembatasan bada sampel kedua dilakukan, kurva rata-rata
jumlah sampel untuk double-sampling selalu berada dibawah
ukuran sampelyang digunakan dalam single-sampling
Rectifying Inspection
(memperbaiki pemeriksaan)
Ketika memperbaiki pemeriksaan dilakukan dengan
sampling ganda, kurva AOQ ditentukan oleh
semua item yang rusak ditemukan,
asumsi baik dalam pengambilan sampel
atau pemeriksaan 100% diganti
dengan yang bagus.
Average Total Inspection
(Kurva rata-rata total pemeriksaan)
dimana,
Peluang dari penerimaan
lot akhir
Peluang penerimaan bergantung pada
tingkatan dari lot atau kualitas proses p
Multiple Sampling Plans
• Lebih dari dua sampel dpt diambil utk keputusan menerima/menolak lot.
• Skema operasi :
periksa sampel pertama (n1)
jika banyaknya cacat pada sampel pertama :
c1 c1 tapi r1 r1
periksa sampel kedua (n2)
jika banyaknya cacat pada
sampel pertama dan kedua
c2 c2 tapi r2 r2
lot diterima A lot ditolak
Multiple Sampling Plans …….
periksa sampel ketiga (n3)
jika total banyaknya cacat pada
sampel pertama, kedua dan ketiga
c3 c3 tapi r3 r3
lot diterima dan seterusnya lot ditolak
Keuntungan multiple-sampling plans
sampel yang dibutuhkan pada setiap tahap
biasanya lebih kecil dibandingkan dalam single
atau double-sampling.
Kelemahan multiple-sampling plans
multiple-sampling lebih kompleks untuk dikelola
atau dilakukan.