MANAJEMEN
KEPERAWATAN
Kelompok 1
KELOMPOK 1
1. Amalia Widya (S17055) 14. Diki Prabowo Putro (S17068)
2. Andini Aisyah Putri (S17056) 15. Dilla Maria Septiana (S17069)
3. Anggi Wulandhari (S17057) 16. Dwi Sahar Romadhon (S17070)
4. Anjas Gilang Saputra (S17058) 17. Eka Purwaning Tyas (S17071)
5. Anna Irwanti (S17059) 18. Fajar Susilowati (S17072)
6. Annisa Budi Pratiwi (S17060) 19. Gitami Surya Love .F (S17074)
7. Arindha Ardhanariswari (S17061) 20. Gusnanda Aris Adi .P (S17075)
8. Aulia Haniffiah (S17062) 21. Ika Septiana Afifah (S17076)
9. Ayuni Risnawati (S17063) 22. Intan Putri Hidayati (S17077)
10. Dewi Indah Sari (S17064) 23. Ismiatul Faizah (S17078)
11. Dewi Novitasari (S17065) 24. Julia Anggraini Putri (S17079)
[Link] Listyana (S17066) 25. Khomariyah Kholifatul.S (S17080)
13. Dian Tri Novita Sari (S17067) 26. Krisdiana Sabtada R (S17081)
Perencanaan merupakan langkah awal sebelum kegiatan
dilaksanakan yang meliputi kegiatan merumuskan tujuan
puskesmas sampai dengan menetapkan alternatif
PENGERTIAN kegiatan. Tanpa ada perencanaan puskesmas, tidak akan
ada kejelasan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh staf
untuk mencapai tujuan puskesmas. (Alamsyah, 2011).
Perencanaan dalam keperawatan merupakan upaya dalam meningkatkan
profesionalisme pelayanan keperawatan sehingga mutu pelayanan
keperawatan dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Dengan melihat
pentingnya fungsi perencanaan, dibutuhkan perencanaan yang baik dan
professional. Perencanaan yang baik harus berdasarkan sasaran, bersifat
sederhana, mempunyai standar, fleksibel, seimbang, dan menggunakan
sumber-sumber yang tersedia terlebih dahulu secara efektif dan efisien.
(Asmuji, 2014).
Misi
Filosofi
Tujuan Umum
Hierarki melebar pada
tingkatan lebih bawah yang
Tujuan Khusus
menggambarkan banyaknya
jumlah komponen perencanaan. Kebijakan
Selain itu, komponen
perencanaan pada hierarki teratas Prosedur
lebih umum dibandingkan
dibawahnya yang lebih spesifik. Aturan
4. Hal tersebut membantu dalam
koping dengan situasi krisis
Douglas menyusun hal 5. Hal tersebut efektif dalam hal
berikut sebagai alasan untuk biaya
perencanaan: 6. Hal tersebut berdasarkan
1. Hal tersebut menimbulkan berdasarkan masa lalu dan akan
keberhasilan dalam mencapai datang, sehingga membantu
sasaran dan tujuan menurunkan elemen perubahan
2. Hal tersebut bermakna pada 7. Hal tersebut dapat digunakan
pekerjaan untuk menemukan kebutuhan untuk
3. Hal tersebut memberikan berubah.
penggunaan efektif dari personal 8. Hal tersebut diperlukan untuk
dan fasilitas yang tersedia kontrol efektif.
1. Membantu proses manajemen dalam
menyesuaikan diri terhadap perubahan perubahan
lingkungan
2. Memungkinkan manajer mamahami
keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
3. Membantu penetapan tanggung jawab lebih
tepat.
4. Memberikan cara pemberian perintah yang
tepat untuk pelaksanaan.
5. Memudahkan koordinasi.
6. Membuat tujuan lebih khusus, lebih terperinci
dan lebih mudah dipahami.
7. Meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.
8. Menghemat waktu dan dana.
1. Factual atau realistis
Perencanaan yang baik perlu persyaratan factual atau
realistis. Hal ini berarti perencanaan harus sesuai dengan
fakta dan wajar untuk dicapai dalam kondisi tertentu yang Syarat
dihadapi keperawatan.
2. Logis atau rasional Perencanaan
Perencanaan juga harus memenuhi syarat logis atau rasional.
Hal ini berarti perencanaan keperawatan harus bisa masuk
akal sehingga dapat dijalankan
3. Fleksibel
Perencanaan yang baik bukan berarti kaku dan kurang
fleksibel. Perencanaan yang baik justru perencanaan yang
dapat disesuaikan dengan kondisi dimasa datang, sekalipun
tidak berarti perencanaan dapat diubah seenaknya.
4. Komitmen
Perencanaan yang baik harus melahirkan komitmen bagi
seluruh anggota dalam organisasi untuk berupaya mencapai
tujuan organisasi.
5. Komprehensif
Perencanaan yang baik juga memenuhi syarat komprehensif,
artinya menyeluruh dan mengakomodasi aspek-aspek secara
langsung maupun tidak langsung dalam organisasi.
1. Input
Input dalam proses manajemen keperawatan antara lain
berupa informasi, personel, peralatan dan fasilitas.
Proses pada umumnya merupakan kelompok manajer
dan tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai
keperawatan pelaksana yang mempunyai tugas dan
wewenang untuk melakukan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam
pelaksanaan pelayanan keperawatan.
2. Output
Elemen lain dalam pendekatan sistem adalah output atau
keluaran yang umumnya dilihat dan hasil atau kualitas
pemberian asuhan keperawatan dan pengembangan staf,
serta kegiatan penelitian untuk menindaklanjuti hasil
atau keluaran. Output yang menjadi tolak ukur pada
hasil yang dicapai, misalnya jumlah yang dilayani,
jumlah pasien yang dioperasi, kebersihan ruangan.
3. Control dalam proses manajemen keperawatan dapat dilakukan melalui penyusunan
anggaran yang proporsional, evaluasi penampilan kerja perawat, pembuatan prosedur
yang sesuai standar dan akreditasi.
4. Mekanisme umpan balik
Mekanisme umpan balik dapat dilakukan melalui laporan keuangan, audit
keperawatan, dan survey kendali mutu, serta penampilan kerja perawat.
5. Proses
Proses adalah suatu rangkaian tindakan yang mengarah pada suatu tujuan. Di dalam
proses keperawatan, bagian akhir mungkin berupa sebuah pembebasan dari gejala, eliminasi
resiko, pencegahan komplikasi, argumentasi pengetahuan atau ketrampilan kesehatan dan
kemudahan dari kebebasan maksimal
Keberhasilan suatu asuhan keperawatan kepada klien sangat
Jenis perencanaan tergantung kepada jenis perencanaan yang disusun kepala ruangan diantaranya
yang disusun kepala adalah :
ruang rawat 1. Menunjuk ketua tim yang bertugas didalam ruangan.
2. Mengikuti serah terima pasien di shif sebelumnya.
3. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien : gawat, transisi dan
persiapan pulang bersama ketua tim.
4. Mengidentifikasijumlah perawat yang dibutuhkanberdasarkan
aktivitasdan kebutuhan klien bersama ketua tim, mengatur penugasan
atau penjadwalan.
5. Merencanakan strategis pelaksanaan keperawatan.
6. Mengikuti visite dokter untuk mengetahui kondisi, patofisiologi,
tindakan, medis yang dilakukan, progam pengobatan dan
mendiskusikan dengan dokter.
7. Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan.
8. Membantu dan mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri.
9. Membantu membimbing terhadap peserta didik keperawatan.
[Link] terwujudnya visi, misi keperawatan dan rumah sakit.
(Syahputra, 2014).
Proses penyusunan rencana penyelesaian
masalah manajemen
Proses manajemen merupakan proses yang holistic,
melibatkan banyak sisi yang akan saling berinteraksi.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk
membuat perencanaan adalah:
1. Pengumpulan Data
2. Analisis lingkungan
a. Analisis Situasi
Jika keperawatan ingin berhasil, jangan takut untuk
berpikir besar. Oleh karena itu, keperawatan harus
memulai bertindak berdasarkan tujuan. Perawat
sebagai manusia seringkali melewatkan hal-hal
semestinya perawat lakukan dan melakukan hal-hal
yang mestinya perawat lewatkan.
b. Analisis SWOT: Strenght, Weakness, Opportunities, Threats.
Analisis SWOT adalah bentuk analisis situasi dan
kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisis
ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai factor
masukan, yang kemudian di kelompokkan menurut
kontribusinya masing-masing. Analisis tersebut terbagi atas
empat komponen dasar berikut:
1) Srength (S) adalah situasi atau kondisi yang
merupakan kekuatan dari keperawatan pada saat ini.
2) Weakness (W) adalah situasi atau kondisi yang
merupakan kelemahan dari keperawatan atau program
layanan asuhan keperawatan pada saat ini.
3) Opportunity (O) adalah situasi atau kondisi yang
merupakan peluang berkembang bagi layanan
keperawatan di masa depan.
4) Threat (T) adalah ancaman.
c. Analisis TOWS
Terdapat empat strategi yang tampil dari hasil analisis
TOWS tersebut.
Strategi SO digunakan untuk menarik keuntungan dari
peluang yang tersedia dalam lingkungan eksternal. Para d. Analisis Tulang Ikan
manager tidak akan meninggalkan kesempatan untuk Analisis tulang ikan digunakan untuk
mengategorikan berbagai sebab potensial dari
memanfaatkan kekuatannya mengejar peluang yang di
satu masalah atau pokok persoalan dengan cara
maksud. Strategi WO bertujuan memperbaiki kelemahan
yang mudah dimengerti dan rapi.
internal dengan memanfaatkan peluang dari lingkungan
luar. Strategi ST akan di gunakan organisasi untuk
menghindari, setidaknya memperkecil dampak ancaman
yang datang dari luar. Strategi WT adalah taktik
pertahanan yang di arahkan pada usaha memperkecil
kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal.
PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN ASUHAN
KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT DAN PUSKESMAS
YANG SESUAI STANDAR AKREDITASI NASIONAL
DAN INTERNASIONAL
1. Perencanaan dalam manajemen asuhan keperawatan di ruang rawat inap
a. Pengorganisasian
Berdasarkan hasil analisa maka perlu untuk membuat tim kerja dengan pembagian tugas dari
masing-masing personel. Sebagai contoh untuk pengelolaan di ruang rawat inap, maka
diselenggarakan pengorganisasian dengan pembagian peran sebagai berikut :
1) Kepala Ruangan.
2) Perawat Primer.
3) Perawat Asosiet.
b. Rencana Strategi
PerencanaanPada tahap ini organisasi yang sudah terbentuk mulai merencanakan bagaimana rencana strategis
yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan didalam Manajemen Keperawatan. Organisasi mulai menentukan
dan mendiskusikan bentuk dan penerapan praktek keperawatan yang professional, bagaimana format dan
pendokumentasian, mengatur kebutuhan tenaga perawat, mengatur tugas dan wewenang dari masing- masing
perawat di ruangan, jadwal kerja dari masing-masing perawat, bagaimana mensupervisi perawat, bagaimana
system kepemimpinannya, instalasi instalasi yang menunjang idalam proses keperawatan seperti farmasi,
radiologi, laboratorium, gizi (jalur opersional).
c. Pengaturan dan Kegiatan
Pada tahap ini setelah semua rencana strategis disusun maka mulai dilakukan penentuan kegiatan apa saja yang
harus dilakukan dan kapan waktunya. Sebagai contoh dibawah ini akan diberikan rencana kegiataan kelompok
dalam penerapan model asuhan keperawatan professional yang akan dilakukan dalam satu bulan.
c. Persiapan Pendokumentasian
Dalam kegiatan pendokumentasian, hal yang perlu dipersiapkan antara lain bentuk sistim
dokumentasi keperawatan, format pengkajian, format perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasinya.
d. Persiapan Evaluasi
Evaluasi meliputi penentuan teknik evaluasi, pembuatan alat evaluasi dan sekaligus
didalamnya adalah pendokumentasian hasil kegiatannya secara umum.
Fungsi perencanaan pelayanan dan asuhan keperawatan dilaksanakan oleh kepala
[Link] pelayanan keperawatan dirumah sakit dikelola oleh bidang perawatan
yang terdiri dari tiga tingkatan manajerial, yaitu:
1. Manajemen puncak (kepala bidang keperawatan)
2. Manajemen menengah (kepala unit pelayanan/supervisor)
3. Manajemen bawah (kepala ruang perawatan)
4. Manajemen Asuhan Keperawatan
PROSES MANAJEMEN KEPERAWATAN
1. Pengkajian- pengumpulan data.
Pada tahap ini seseorang manajer dituntut tidak hanya mengumpulkan informasi tentang keadaan
pasien, melainkan juga mengenai institusi (rumah sakit atau puskesmas):’’
2. Perencanaan.
Menyusun suatu perencanaan yang strategis dalam mencapai suatu tujuan organisasi yang telah
ditetapkan.
3. Pelaksanaan.
Manajemen keperawatan yang memerlukan kerja melalui orang lain, maka tahap implementasi
dalam proses manajemen terdiri atas bagaimana manajer memimpin orang lain untuk menjalankan
tindakan yang telah direncanakan.
4. Evaluasi.
Tahap akhir manajerial adalah mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan. Tujuan
evaluasi adalah untuk menilai seberapa jauh staf mampu melaksanakan perannya sesuai dengan
organisasi yang telah ditetapkan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat dan
mendukung dalam pelaksanaan.
CIRI-CIRI PERENCANAAN YANG EFEKTIF
Pada dasarnya rencana itu mempunyai 3 ciri- ciri yaitu:
1. Perencanaan harus mengenai masa depan
2. Perencanaan harus menyangkut suatu tindakan yang akan dilakukan
3. Adanya suatu unsur identifikasi atau penyebab (causation) pribadi atau
organisasi.
Hambatan dalam perencanaan yang efektif
Hambatan perencanaan dapat di kategorikan atas dua kategori, yaitu:
1. Individual- based barriers
2. Organizationl- based Barrier
Handoko merincikan hambatan-hambatan perencanaan yang efektif, yaitu sebagai berikut:
1. Kurang pengetahuan tentang organisasi
2. Kurang pengetahuan tentang lingkungan
3. Ketidakmampuan melakukan peramalan secara efektif
4. Kesulitan perencanaan operasi- operasi yang tidak berulang
Kesimpulan
Perencanaan adalah tahap paling penting dalam fungsi manajemen, tanpa adanya
perencanaan maka fungsi manajemen yang lainnya, seperti pelaksanaan, pengontrolan, dan
pengawasan tidak akan berjalan dengan baik. Sehingga dapat dikatakan perencanaan yang
baik akan memungkinkan tercapainya tujuan dari suatu kegiatan atau aktivitas yang
direncanakan. Adapun tujuan dan manfaat dari perencanaan itu sendiri pada dasarnya ialah
sebagai pedoman, arahan, standar pengawasan, alat untuk berkoordinasi dalam
melaksanakan suatu kegiatan yang direncanakan. Selanjutnya, ruang lingkup dari
perencanaan itu sendiri terdiri dari perencanaan dari dimensi waktu, dimensi spasial,
dimensi tingkatan teknis perencanaan, dan dimensi jenis. Dalam proses perencanaan
terdapat beberapa tahapan yang perlu kita lakukan seperti persiapan perencanaan,
menentukan dan menganalisis masalah, konsep dan desain perencanaan, evaluasi rencana,
merumuskan rencana, implementasi rencana, dan balikan pelaksanaan rencana.
Thank You