ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI KGSP
PERHITUNGAN
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL DAN
VOLUME SATUAN
PERENCANAAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
PEKERJAAN
KOMPETENSI DASAR
3.2 Menganalisis volume pekerjaan pada pelaksanaan
konstruksi bangunan gedung.
4.2 Menghitung volume pekerjaan pada pelaksanaan
konstruksi bangunan gedung
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan Pembelajaran
1. Melalui menggali informasi dan diskusi peserta didik dapat mengklasifikasikan
pekerjaan konstruksi sesuai dengan urutan pelaksanaan dengan cermat dan
jujur.
2. Melalui menggali informasi dan diskusi peserta didik dapat menguraikan rumus
perhitungan volume pekerjaan konstruksi dengan cermat dan jujur.
3. Melalui penugasan peserta didik dapat membuat daftar tabel rumus
perhitungan volume pekerjaan konstruksi dengan teliti dan bertanggung jawab.
4. Melalui penugasan peserta didik dapat menghitung volume pekerjaan
konstruksi dengan teliti dan bertanggung jawab.
VOLUME PEKERJAAN
penghitungan seberapa banyak ruang yang bisa ditempati
Volume
dalam suatu objek.
sesuatu yang dilakukan oleh manusia untuk tujuan
Pekerjaan
tertentu yang dilakukan dengan cara yang baik dan benar.
Volume pekerjaan adalah jumlah banyaknya volume dalam satuan pekerjaan.
Misalnya:
1. volume pekerjaan pondasi batu kali = 20 m3 Pekerjaan tanah dan pondasi,
2. volume pekerjaan tanah galian = 43 m3 tetapi satuan yang berbeda-beda
JENIS-JENIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
Secara berurutan satuan pekerjaan konstruksi adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan Persiapan
a) Pembersihan dan perataan permukaan lahan.
b) Pemasangan pagar pengaman
c) Pemasangan bouwplank
2. Pekerjaan Tanah dan Pondasi
a) Pekerjaan galian tanah pondasi
b) Pekerjaan urug pasir (bawah pondasi dan di bawah lantai)
c) Pekerjaan pasangan batu kosong
d) Pekerjaan pasangan batu kali
e) Pekerjaan urug tanah kembali (bawah pondasi dan di bawah lantai)
JENIS-JENIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
3. Pekerjaan Beton Bertulang 6. Pekerjaan Kusen dan Daun (Pintu & Jendela
a. Sloof 7. Pekerjaan alaat gantung kusen (engsel, Grendel,
b. Kolom hak angin, sloot pintu, angkur)
c. Balok maupun Ring Balok 8. Pekerjaan Plafon/Langit-langit
d. Balok teras 9. Pekerjaan Lantai
e. Plat lantai, dll 10. Pekerjaan Instalasi Listrik
4. Pekerjaan Dinding 11. Pekerjaan Pengecatan
a. Pasangan Bata/Batako/bata ringan 12. Pekerjaan Air kotor & Air Bersih
b. Plesteran 13. Pekerjaan Alat gantung & kaca
c. Acian 14. Pekerjaan Taman & Fasilitas Luar Bangunan
5. Pekerjaan Atap dan Rangka Atap
a. Pekerjaan penutup atap
b. Pekerjaan Rangka atap
PRINSIP
Pada Tiap pekerjaan terdiri dari bermacam spesifikasi.
Perhitungan volume pekerjaan harus dibedakan berdasarkan
spesifikasi pekerjaan.
Misalnya, pekerjaan Lantai.
Spesifikasi yang digunakan antara lain:
1. Keramik ruang tamu : 30 cm x 30 cm
2. Keramik kamar mandi : 15 cm x 15 cm
3. Keramik teras : 25 cm x 25 cm
RUMUS-RUMUS MATEMATIS
Secara matematis dalam perhitungan volume
pekerjaan menggunakan rumus bangun ruang.
Misalnya :
Panjang x lebar digunakan untuk
menghitung volume pekerjaan
pembersihan dan perataan permukaan
lahan.
L = 12 m x 6 m
= 72 m2
PEKERJAAN PERSIAPAN
Membersihkan dan Panjang x lebar
Meratakan Lahan L = 10 m x 6 m
= 60 m2
Jumlah setiap sisi
Memasang Pagar Titik Sudut Pondasi
Satuan yang digunakan
Pengaman Jika pagar2 pengaman proyek
adalah m
Digambarkan terlebihbangunan
dahulu,
dipasang di sekeliling
berapa
K = (2 xtitik
10 yang
m) + akan dipasang
(2 x 6m)
Memasang = 32 m atau dengan rumus
bouwplank
Bouwplank V = (Pyang
Satuan + 2) digunakan
x 2 + (L + 2)adalah
x2 m
Satuan yang digunakan adalah m
PEKERJAAN PONDASI
Jenis-jenis pondasi :
1. Pondasi batu kali
2. Pondasi Telapak/ footplate
3. Pondasi tiang pancang
4. Pondasi Rakit
5. Pondasi Sumuran
6. dll
PEKERJAAN PONDASI
Rumus yang digunakan:
V = Luas Penampang x Panjang total
pondasi
= (JSS/2 x t) x Panjang total pondasi
Untuk menghitung volume pondasi
dibutuhkan gambar detail pondasi dan
Denah rencana pondasi
ELEMEN YANG HARUS DIHITUNG
1. Galian Tanah
2. Urugan Tanah
3. Urugan Pasir
4. Pasangan Batu Kosong
5. Pasangan Batu Kali
CONTOH PERHITUNGAN
Pasangan Pondasi Batu Kali
Diketahui dimensi batu kali seperti gambar
disamping dan Panjang total pondasi 15
m. Maka;
V = Luas Penampang x Panjang total
pondasi
= [(0,6+0,3)/2 x 0,6] x 15
= 4,05 m3
PEKERJAAN BETON BERTULANG
KOLOM BALOK SLOOF PLAT LANTAI
• Rumus:
V = (px l x t) x jumlah titik
• Contoh:
V Kolom = (p x l x t) x n
= (0,15 x 0,15 x 3,05) x 4
= 0,28 m3
PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA
Pada pekerjaan dinding, satuan yang dipakai adalah m2
Volume pekerjaan dinding pasangan bata :
= Luas dinding – luas bukaan (pintu, jendela, roster, dll)
= (Panjang total x t) – Σ (p x l)
PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA
Untuk dinding
Terdapat 2 jenistrasram,
dinding:
Tinggi
1. minimal
Trasram 20 cm
(Kedap Air)dibawah
permukaan
Campuran tanah
1 Pcdan
: 2 Ps20atau
cm diatas
1 Pc : 3 Ps
permukaan
2. Pasangantanah.
bata biasa
Untuk kamar mandi
Campuran 1 Pc : 3setinggi
Ps, 1 Pc1,5
: 4m
Ps, dll.
Dinding Pas. Bata
Dinding Trasram
PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA
Tinggi pasangan bata untuk ruangan
kamar tidur tersebut adalah 3,5
meter.
= Luas dinding – luas bukaan (pintu,
jendela, roster, dll)
= (10,4 x 3,5) – [(0,92 x 3,5) + (2 x 0,77 x
3,5)]
= 36,4 – 8,61
= 27.79 m2
PEKERJAAN PLESTERAN
Pekerjaan plesteran dapat dihitung dengan rumus
= Volume pekerjaan dinding x 2
(satuan m2)
Untuk plesteran sudut menggunakan satuan m, dengan menjumlahkan
Panjang list sudut pada bingkai kusen (pintu jendela), pertemuan dinding,
sudut kolom, sudut balok).
Biasanya menggunakan campuran 1 PC : 4 P, 1 PC : 5 P, 1 PC : 6 P.
TUGAS K.D 2 (Pertemuan 1)
1. Hitunglah Volume Pekerjaan
a) Persiapan
b) Pondasi
c) Beton Bertulang
d) Pasangan Dinding Bata
ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI KGSP
PERHITUNGAN
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL DAN
VOLUME SATUAN
PERENCANAAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
PEKERJAAN
PEKERJAAN ATAP DAN RANGKA ATAP
1. Penutup atap (genteng)
L= (p x l) [m2]
2. Kerpus
Panjang kerpus (m)
3. Usuk dan reng
= Luas pekerjaan atap
4. Talang
Panjang talang (m)
5. Lisplank
Panjang lisplank x lebar kayu (m 2)
PEKERJAAN ATAP DAN RANGKA ATAP
6. Nok
7. Gording
8. Murplat
9. Jurai
10. Kuda-kuda
Rumus yang digunakan adalah:
V = Panjang total x luas penampang [m3]
CONTOH PERHITUNGAN
1. Penutup atap (genteng)
L = p x l = 5,4 m x 6,15 m
= 33,21 m 2
Misalnya pada gambar disamping,
Pada kasus tertentu, bidang atap
merupakan campuran dari berbagai
Tahap pertama adalah membagi bidang atap menjadi beberapa bidang.
Lalu tiap bidangnya dihitung luasnya dan dijumlahkan.
ruang bangun, misalnya campuran
persegi panjang dan segitiga,
campuran persegi Panjang dan jajar
genjang.
CONTOH PERHITUNGAN KUDA KUDA
Sederhanakan sebuah kuda kuda
menjadi bangun ruang segitiga
biasa lalu hitung Panjang total
menggunakan rumus sin, cos,
atau tan.