TS 3141
MATERI :
VOLUME PEKERJAAN
Dr. Antono Damayanto, Ir., MMBAT
antono@[Link]
DASAR PERHITUNGAN VOLUME
• Perhitungan volume dilakukan atas dasar gambar
detail dari bestek yang tersedia, termasuk
perubahan dan tambahan yang diberikan pada
saat pemberian penjelasan atau aanwijzing
sebelum pelelangan.
CONTOH GAMBAR
• Kelengkapan gambar detail sangat diperlukan, sebagai contoh pada bangunan
gedung, akan mencakup gambar-gambar:
– Gambar situasi (skala 1 : 200 atau 1 : 500): rencana tapak bangunan, halaman, jalan,
saluran pembuang, garis batas tanah dan garis sempadan.
– Gambar denah (skala 1 : 100): merupakan gambar tampang/potongan mendatar
setinggi ± 1,00 m di atas lantai, sehingga pintu dan jendela tampak jelas (garis
penuh) sedangkan jendela atas/penerangan tampak sebagai garis terputus-putus;
adanya kolom dan tembok, serta elevasi atau peil dan tanah dan lantai; untuk
rencana pondasi biasa dibuat denah tersendiri.
– Gambar potongan/penampang (skala 1 : 100): terdiri dari potongan memanjang dan
melintang sesuai dengan keperluan; letak dan kedudukan konstruksi dijelaskan
dengan elevasi/peil dari kedudukan lantai (+ 0), di atas lantai + (plus) dan di bawah
lantai - (minus)
– Gambar rencana atap (skala 1 : 100): menjelaskan konstruksi atap lengkap dengan
kuda-kuda, nok, gording, usuk, talang dan sebagainya; semua lengkap dengan
ukuran-ukuran; kadang-kadang dilengkapi juga dengan rencana plafon. Gambar
konstruksi detail (skala 1 : 50): merupakan gambar penjelasan yang mencakup
antara lain konstruksi beton (penulangan), konstruksi kayu, konstruksi baja, semua
lengkap dengan ukuran-ukuranya; termasuk juga gambar sanitair, instalasi listrik
saluran air pembuang, dan lain-lain.
Contoh Gambar
Contoh Gambar
Contoh Gambar
Istilah
• a. Dimensi beton... ukuran komponen struktur beton. Misalnya.. balok, dimensinya adalah tinggi
balok, lebar balok, panjang balok. Kalo kolom: tinggi kolom, lebar kolom, panjang kolom.
• b. Kulit beton... atau selimut beton. Di lapangan biasa disebut tahu beton, atau decking (concrete
decking). Itu adalah jarak dari tepi luar penampang beton ke sisi tulangan paling luar.
• c. Begel... atau sengkang, ties, stirrups, tulangan geser, dll. Begel adalah tulangan melingkar yang
mengikat tulangan utama pada balok maupun kolom. Fungsinya: untuk memegang tulangan utama,
dan sebagai tulangan geser (menahan gaya dalam geser)
• d. Tulangan pokok... sama dengan tulangan utama atau tulangan memanjang. Tulangan utama
adalah tulangan yang memanjang searah dengan panjang balok atau kolom.
• e. Tulangan tumpuan... adalah tulangan pokok atau tulangan utama yang posisinya berada di sekitar
area tumpuan. Biasanya yang menggunakan istilah ini hanya untuk balok (dan juga pelat). Kolom
tidak mengenal tulangan tumpuan. Kalo kolom biasanya istilahnya tulangan ujung atas atau bawah.
• f. Tulangan lapangan... adalah tulangan pokok atau tulangan utama yang posisinya berada di tengah
bentang.
• g. Tulangan ekstra... adalah tulangan tambahan yang ditambahkan pada tulangan tumpuan atau
tulangan lapangan. Biasanya tulangan ekstra ini tidak dipasang di sepanjang balok, tapi hanya di
sekitar area yang membutuhkan.
• h. Ring balk... atau ring beam, atau balok ring, atau balok keliling... adalah balok beton yang
dipasang di atas dinding bata dan di sekeliling kolom utama. Fungsinya: menahan dinding bata,
mengikat bagian atas kolom, dan sebagai tumpuan struktur atap.
Istilah
• i. Sloof atau tie beam, atau grade beam, adalah balok yang posisinya berada di
bawah dinding bata, atau menghubungkan bagian bawah kolom, atau pondasi.
Fungsinya: menahan beban dinding bata, mengikat kolom, mengikat pondasi,
mencegah perbedaan penurunan yang besar, kadang bersama-sama dengan lantai
menahan beban di atas lantai (bila sistemnya suspended).
• j. Kolom praktis adalah bukan kolom utama. :D Kolom praktis tidak termasuk kolom
struktural, tidak didesain untuk menahan beban vertikal (seperti kolom utama).
Fungsinya hanya sebagai pengaku/pengikat dinding bata agar dinding bata tidak
terlalu "langsing" atau fleksibel. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat mengikat
kusen pintu atau jendela.
• k. Balok lantai adalah balok yang posisinya ada di bawah lantai, biasanya dicor
monolit (menyatu) dengan pelat lantai. Fungsinya untuk meneruskan beban dari
pelat lantai menuju ke kolom.
• l. Overstek atau tulangan penyambung. Overstek itu adalah tulangan yang sengaja
dilebihkan (menonjol) dari bidang stop-cor (pemberhentian cor untuk sementara),
fungsinya untuk mengikat bagian beton pada tahap pengecoran berikutnya.
• m. Plat adalah salah satu komponen struktur yang mempunyai ukuran tebal (h)
relatif jauh lebih kecil dibandingkan dengan panjang dan lebarnya.
• n. Kolom adalah komponen struktur yang menahan beban vertikal, meneruskan
beban dari pelat dan balok menuju ke pondasi. Kolom pada umumnya posisinya
lurus vertikal, tapi ada juga kolom yang sedikit miring tapi tidak lebih dari 10
derajat (atau 1:6). Kalo lebih miring dari itu, sudah berperilaku seperti bracing.
Perhitungan Volume Beton
Volume beton dalam m3
Vol = P x L x T
[Link]
Perhitungan Besi Tulangan
Berat baja per m3 diperlukan saat melaksanakan
perhitungan volume besi atau menghitung struktur
bangunan guna mencari nilai beban yang harus ditahan
oleh sebuah struktur baja, menurut standar nasional
indonesia berat baja per m3 adalah 7850 kg/m3 ,
namun berat tersebut tentunya hanya sebuah rata-rata
berat yang didapatkan dari hasil uji laboratorium dalam
penelitian berat baja per m3, sedangkan dalam kondisi
nyata tentunya masing -masing baja mempunyai berat
yang berbeda-beda dipengaruhi oleh bahan baja itu
sendiri seperti kandungan logam tertentu, kepadatan
baja, kualitas baja yang menyebabkan perbedaan pada
berat baja
• Bila kita perlu besi diameter 8 dengan panjang 22 meter, lalu berapa
kg besi diamater 8 yang harus dibeli?
[Link]
*UKURAN* *BERAT* *UKURAN* `*BERAT*
TABEL BESI* *(mm)* *(Kg)* *(mm)* *(Kg)*
6 0.222 6p 0.22
*BESI BETON POLOS &
ULIR* 8 0.395 8p 0.4
9 0.500 9p 0.5
10 0.617 10p 0.62
12 0.888 12p 0.89
13 1.040 13p 1.04
16 1.578 16p 1.57
16 1.578 16p 1.58
19 2.223 19p 2.23
22 2.985 22p 2.98
25 3.853 25p 3.85
28 4.830 28p 4.83
29 5.185 29p 5.19
32 6.313 32p 6.31
36 7.990 36p 7.99
Perhitungan Besi Tulangan
Bila kita perlu besi diameter 8 dengan panjang 22 meter, lalu
berapa kg besi diamater 8 yang harus dibeli?
volume besi : V= 0.395 x 22 = 8.69 KG
Dalam batang
jika panjang perbuah 11 m maka besi yang dibutuhkan
adalah:
22/11 = 2 batang
Perhitungan Tulangan Sloop
Perhitungan Tulangan Sloop
Perhitungan Volume Keramik
Volume keramik
Luas ruangan = P x L
Umumnya : 1 dus keramik untuk 1 m2
[Link]
Perhitungan Plafon
Analisa harga satuan pekerjaan plafond dihitung dalam satuan m2,
sedangkan untuk lis plafond dihitung dalam satuan m1.
*contoh perhitungan volume pekerjaan plafond*
suatu kamar tidur berukuran 3 m x 3 m akan dipasang plafond motif
multiplek berukuran 120 x 120 cm, berapakah jumlah multiplek, lis
plafond dan rangka plafond yang harus dibeli atau disediakan?
Perhitungan Plafon
Hitung luasan ruangan yaitu:
L = 3 m x 3 m = 9 m2
*menghitung kebutuhan multriplek sebagai bahan plafond*
1 lembar multriplek dipasaran berukuran 1,2 m x 2,4 m.
sedangkan akan memakai ukuran 1,2 m x 1,2 m. berarti 1 multriplek utuh nantinya
akan kita potong menjadi dua bagian.
luas ruangan = 9 m2
luas 1 motif multiplek ukuran 1,2 m x 1,2 m = 1,44 m2
maka kebutuhan multiplek = 9 m2 : 1,44 m2 = 6.25 buah ukuran 1,2 m x 1,2 m
Jumlah multiplek yang harus dibeli ( ukuran 1,2 m x 2,4 m )
adalah =
6,25 :2 = 3,125 buah dibulatkan 3,5 buah
Saat pengerjaan plafond mungkin terjadi resiko kerusakan, cacat
atau sisa pemotongan plafond tak terpakai, jadi sebagai angka keamanan
kita tambahkan 1 lembar dalam membeli menjadi 3,5 + 1 = 4,5 lembar. dan
jika tidak diperbolehkan membeli multriplek separuh lembar maka kita
membeli sejumlah 4 lembar murtlipek
*Menghitung kebutuhan kayu rangka plafond*
ukuran ruangan 3 m x 3m maka rangka kayu yang menempel pada dinding
adalah sepanjang 3m x4 bh = 12 m1
ukuran 1 motif plafond adalah 1,2 m x 1,2 m, maka kebutuhan kayu rangka
plafond adalah 3 m x 4 bh = 12 m1
kayu rangka penggantung 5 bh x 1 m = 5m
*menghitung kebutuhan lis plafond*
lis plafond kita pasang pada pertemuan antara pinggir plafond dengan
dinding maka lis plafond yang dibutuhkan adalah sepanjang 3 m x 4 bh = 12 m1
*menghitung kebutuhan cat plafond*
kebutuhan cat plafond yaitu
3 m x 3 m = 9 m2 pekerjaan cat plafond
TUGAS 3
• Membuat perhitungan RAB suatu bangunan
konstruksi secara lengkap:
– Gambar-gambar dan spesifikasi
– Jadwal kegiatan
– Jadwal tenaga kerja, alat dan bahan
– Mencari harga dasar
– Membuat harga satuan
– Perhitungan volume tenaga kerja, alat dan bahan
dibuat berdasarkan jadwal (bulan) dan total.
– Perhitungan Biaya per bulan dan Biaya total
Jenis Proyek: Gedung minimal 4 lantai, jalan biasa / tol (min 3 km),
bendung/bendungan, jembatan panjang lebih dari 100 m, dermaga,
bandara, pabrik, dll. (harus dapat persetujuan terlebih dahulu).