PELAPISAN KROM
PADA HANDEL REM
SEPEDA MOTOR
DENGAN VARIASI
WAKTU PENAHANAN
• Hansen Nagaria (1706037730)
• Wahyudi (1706986731)
• Ilman Khairusidqi (1706986605)
• Valen Befri Harefa(1706037743)
ANGGOTA •
•
M. Riefqi Dwi Alviansyah (1706986611)
Hasbyallah Maulana Akhyar (1706037283)
• Richard Ericson Thimotius Kuning (1706986706)
• Ronan (1706037365)
• Fawwaz Taqi Abiyu (1706037636)
ELEKTROPLATING
“ Elektroplating merupakan salah satu proses Surface Treatment
(Perlakuan Permukaan) yaitu proses pelapisan permukaan
suatu logam dengan logam lain. Pada proses elektroplating,
proses pelapisan dilakukan di dalam larutan elektrolit dengan
menggunakan arus listrik searah (DC).
KEUNTUNGAN & KERUGIAN
PLATING DENGAN KROM
KEUNTUN
GAN
• Produk kuat
• Tahan aus
• Tahan korosi
KEKURANGAN
• Adanya micro-crack yang menurunkan
ketahanan korosi pada hasil plating
• Adanya Cr meningkatkan residual stress
yang akan memicu crack propagation
sehingga ketahanan fatiknya menurun
ADDITIVE ANALYSIS
Menutup kekurangan additive mencegah micro-crack
Additive electroplating krom :
22% toluena disulfonat, 8% natrium siklamat, 5% asam nitrilotriasetat,
3% magnesium oksida, 5% strontium sulfat, 2,5% asam borat, 54,5%
air suling.
Efek lain penambahan additive :
Meningkatkan efisiensi arus, kekerasan produk tinggi, produk
mengkilat, tekanan internal pada lapisan Cr rendah
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
AGAR HASILNYA BAIK
1 Kualitas dan persiapan logam dasar
2 Komposisi dan kemurnian larutan elektrolit
3 Temperatur dan rapat arus yang digunakan
4 Siklus pekerjaan dan pengerjaan plating
VERIFIKASI
HASILNYA BAIK
Pengetesan ini dilakukan dengan cara salt spray
chamber. Pengujian dilakukan pada
cabinet/chamber tertutup, di mana air laut (5%
NaCl) diatomisasi lewat spray nozzle menggunakan
udara bertekanan. Hal ini menghasilkan lingkungan
yang korosif dengan adanya kabut air laut sehingga
samplenya terekspos ke lingkungan ini.
VERIFIKASI
HASILNYA BAIK
Sample akan diuji ketahanan korosinya. Selain dengan NaCl
dapat juga digunakan asam asetat (ASS) dan tembaga
klorida + asam asetat (CASS).
MENGAPA SALT
SPRAY CHAMBER?
Salt spray testing popular karena biayanya rendah, cepat,
terstandarisasi dengan baik, dan dapat dilakukan berulang-
ulang
SIFAT-SIFAT
PELAPISAN KROM :
Warna putih kemilau
Reflektivitas tinggi
Resistan kusam/pudar yang baik
Resistan karat sempurna
Tahan gores sempurna
Lapis krom, menyempurnakan ketahanan logam yang sudah
dilapisi nikel terhadap karat dan menambah keindahan logam.
SIFAT-SIFAT
PELAPISAN KROM :
• Bahan dasar : asam kromat
dan asam sulfat sebagai
pemicu arus
• Perbandingan yang umum
digunakan yaitu 100:1
sampai 400:1
Handle motor terbuat dari aluminium, dilapisi
dengan krom yang artinya krom ada di anoda dan
aluminium ada di katoda dgn dialiri arus 3A dan
tegangan 3V. Jika arus listrik dialirkan pada larutan
elektrolit maka
akan terjadi reaksi reduksi dan oksidasi
Reduksi : Cr 6+ + 6e Cr
Oksidasi : Cr Cr 6+
Banyaknya ion-ion yang terurai tergantung dari arus
dan lamanya waktu pencelupan krom.
1 Zat anorganik (krom)
LIMBAH YANG
DIHASILKAN 2 Zat organic (oli, grease,
pembersih)
Sebelum dibuang, limbah diolah terlebih dahulu di
penampungan khusus
TAHAPAN PENGOLAHAN
LIMBAH
PENGHILANGA PENGHILANGA
N ZAT N ZAT
ANORGANIK ORGANIK
TAHAPAN PENGOLAHAN KROM
(ANORGANIK)
• Asam kromat diubah menjadi ion krom valensi tiga yang tidak
mudah larut dalam air, pereduksian menggunakan natrium
metasulfit
• Cr 6+ (asam kromat) yang berwarna kuning diubah menjadi
warna hijau (Cr 3+ ) dengan bantuin NaOH (Soda api)
• Untuk mempercepat pemisahan digunakan larutan tawas
sebagai koagulan
TAHAPAN PENGOLAHAN ZAT
ORGANIK
Pengolahan limbah zat organik memiliki banyak metode
• Adsorpsi pada karbon aktif jika bak terlalu terkontaminasi zat
organik
• Penambahan hidrogen peroksida
• Filtrasi
PARAMETER DALAM
EKSPERIMEN
Dalam penelitian ini ada 3 variasi waktu yaitu 10,
15, dan 20 menit. Untuk mengukur massa krom
yang dielektroplating akan dibandingkan antara
pengkukuran menggunakan Hukum Faraday dan
eksperimental.
Tujuannya selain untuk membandingkan antara 2
metode, hal ini juga untuk mempresisikan hasil dari
penelitian ini
PENENTUAN MASSA KROM YANG
MENEMPEL SECARA TEORITIS
DENGAN HUKUM FARADAY
No T I V Z Ar F m
(gram)
1 10 (600 s) 0.0054
2 15 (900 s) 0.0081
3 3 3 51,9 96500
3 20 (1200 s) 0.011
HASIL EKPERIMEN DARI
ELECTROPLATING MENGGUNAKAN
KROM
Massa Awal/mo Massa Akhir/mt Massa krom/∆m
(gram) (gram)
40,30 40,3051 0,0051
40,29 40,298 0,008
40,31 40,321 0,011
GRAFIK HUBUNGAN GRAFIK ANTARA
ANTARA WAKTU WAKTU PENCELUPAN
PENCELUPAN DENGAN DENGAN TEBAL
MASSA KROM LAPISAN
0.012 35
0.01 30
Penambahan Panjang (µm)
25
Penambahan massa (Δm)
0.008
20
0.006
15
0.004
10
0.002
5
0 0
10 15 20 10 15 20
Waktu Pencelupan (menit) Waktu pencelupan (menit)
KESIMPULAN
“ Waktu berpengaruh pada peningkatan ketebalan
lapisan. Semakin lama waktu yang dipakai saat
pelapisan maka ketebalan lapisan semakin bertambah.
DAFTAR PUSTAKA
Nuryanto. 2013. Studi Pelapisan Krom dengan Proses Elektroplating pada Handel
Rem Motor dengan Variasi Waktu Penahan Celup terhadap Ketebalan
Lapisan. (Tugas Akhir S1-Teknik Mesin) Surakarta. Univesitas
Muhammadiyah Surakarta.
Mustopo, Yogik Dwi. 2011. Pengaruh Waktu Terhadap Ketebalan Adhesivitas
Lapisan pada proses Elektroplating Krom Dekoratif tanpa Lapisan dasar,
dengan Lapisan Dasar Tembaga dan Tembaga – Nikel. (Tugas Akhir S1-Teknik
Mesin) Surakarta. Universitas Sebelas Maret.
Frediani, Lido. 2002. Two-Layer Chrome-Plating Process. 10093 Collegno (Torino)
Penanganan Limbah Chrome Plating. Author.
[Link]
Diakses pada 13 November 2018 pukul 20.09 WIB
TERIMAKASIH
ADA PERTANYAAN?