PERAN PROTOTYPE
DALAM DUNIA USAHA
BARANG DAN JASA
By Fitri Nurani, [Link]
Prototype adalah contoh yang mewakili sebuah model
suatu produk. Prototype berfungsi sebagai alat uji suatu
konsep atau proses suatu produk sebelum produk kreatif
tersebut dibuat dan diperbanyak dan kirim pada
konsumen, yaitu sedang membuat bangunan. Kata
“Prototype” berasal dari bahasa Yunani yang berarti
“Bentuk primitive”. Kata tersebut merupakan bentuk
netral dari kata Yunani yang berarti “asli, primitif”.
CONTOH MODEL/PRODUK ALAT UJI KONSEP/PROSES ALAT EVALUASI DESAIN
RANCANGAN TAHAP PEMBUATAN
PROTOTYPE DALAM PRODUK KREATIF
a. Tahap mengumpulkan ide
Tahap mengumpulkan ide biasanya dilakukan dengan
teknik brainstorming, yaitu teknik melakukan diskusi dan
diambil kesimpulan terbaik untuk menetapkan sebuah
konsep dan motif produk kreatif yang kita inginkan dan
akan disukai pembeli, khususnya yang sedang akan
membuat bangunan.
RANCANGAN TAHAP PEMBUATAN
PROTOTYPE DALAM PRODUK KREATIF
b. Tahap Perumusan Aspek-Aspek Fisik dalam Usaha
Produk Kreatif Bangunan
Tahap perumusan aspek-aspek fisik, seperti bahan yang
dipakai pemilihan tempat dalam mencetak , aspek cuaca
untuk mengeringkan cetakan dan lain sebagainya.
RANCANGAN TAHAP PEMBUATAN
PROTOTYPE DALAM PRODUK KREATIF
Konsep desain ini berawal dari suatu pengumpulan gagasan
dalam proses brainstorming. Dalam proses ini, semua ide
desain ditampung dan harus dilengkapi dengan rumusan
persyaratan keinginan konsumen, derajat kelayakan badan
usaha, dan spesifikasi produk kreatif yang diinginkan oleh
konsumen.
PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE
PRODUK KREATIF
a. Menentukan kebutuhan akan produk yang akan dibuat
b. Melakukan Perancangan-perancangan Desain
1) Mengenali Pasar Sasaran Dari Produk Tersebut dan Juga
Selera Pasar
2) Melakukan eksplorasi terhadap bahan-bahan yang akan
digunakan
c. Menentukan Material Produk
d. Melakukan Evaluasi
PENGERTIAN KEMASAN PRODUK
Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk,
struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen
desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan.
Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim,
mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan
sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec, 2006:33).
Menurut Kotler & Keller (2009:27), pengemasan adalah kegiatan
merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah
produk. Pengemasan adalah aktivitas merancang dan
memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk.
Biasanya fungsi utama dari kemasan adalah untuk menjaga
produk. Namun, sekarang kemasan menjadi faktor yang cukup
FUNGSI KEMASAN PRODUK
SIMAMORA (2007) MENGEMUKAKAN PENGEMASAN MEMPUNYAI DUA FUNGSI YAITU:
[Link] Protektif
Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana
transportasi, dan saluran distribusi yang semua berimbas pada
pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu
harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.
b. Fungsi Promosional
Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan produk.
Namun kemasan juga digunakan sebagai sarana promosional.
Menyangkut promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi
SEDANGKAN MENURUT KOTLER (1999:228), TERDAPAT EMPAT FUNGSI KEMASAN
SEBAGAI SATU ALAT PEMASARAN, YAITU :
a. Self service. Kemasan semakin berfungsi lebih banyak lagi dalam proses
penjualan, dimana kemasan harus menarik, menyebutkan ciriciri produk,
meyakinkan konsumen dan memberi kesan menyeluruh yang mendukung
produk.
b. Consumer offluence. Konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi
kemudahan, penampilan, ketergantungan dan prestise dari kemasan yang
lebih baik.
c. Company and brand image. Perusahaan mengenal baik kekuatan yang
dikandung dari kemasan yang dirancang dengan cermat dalam
mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merek produk.
d. Inovational opportunity. Cara kemasan yang inovatif akan bermanfaat
JENIS JENIS KEMASAN
Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan
pangan (kaleng susu, botol minuman, dll).
b. Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya
melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton
untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buahbuahan yang
dibungkus dan sebagainya.
c. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan
untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier
umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.
JENIS JENIS KEMASAN
Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang
setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus
daun, karton dus, makanan kaleng.
b. Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), kemasan jenis
ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada
agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol
minuman dan botol kecap.
c. Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Kemasan ini biasanya
digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai.
Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol.
JENIS JENIS KEMASAN
Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua
jenis, yaitu:
a. Kemasan siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi
dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik.
Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
b. Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan
tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk
lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil
atau plastik.
LATIHAN
• 1. Apa itu kemasan?
• 2. sebutkan fungsi kemasan menurut Kotler?
• 3. Jelaskan tentang jenis kemasan menurut aturan pakai?
• 4.
ALAT UJI PENYEMPURNAAN
DESAIN USAHA
MENGUJI PERFORMA
BENTUK PERENCANAAN
DESKRIPSI SEBUAH PRODUK
KEPERCAYAAN KONSUMEN
MENGUMPULKAN IDE
PERUMUSAN ASPEK FISIK
PENDESAINAN BENTUK
PENUNJANG