Penyusunan Tes
Kognitif dan Teknik
Penskorannya
[Link] Hayuwardini
(K3317007)
[Link] Miftahul Jannah
(K3317045)
[Link]
Infographic Style
Tes Lisan di Bentuk Bentuk Uraian
Kelas Pilihan Ganda Non-objektif
Penyusunan Tes Kognitif dan
Teknik Penskorannya
Penyusunan Tes a. Tes Lisan di Kelas
Kognitif dan Pertanyaan lisan dapat digunakan untuk
Teknik mengetahui taraf daya serap peserta didik untuk masalah
yang be rkaitan dengan kognitif. Pertanyaan lisan yang
diajukan ke kelas harus jelas, dan semua peserta didik
Penskorannya harus diberi kesempatan yang sama.
Dalam melakukan pertanyaan di kelas prinsipnya
adalah: mengajukan pertanyaan, memberi waktu untuk
berpikir, kemudian menunjuk peserta untuk menjawab
pertanyaan. Baik benar atau salah jawaban peserta didik,
jawaban tersebut ditawarkan lagi ke kelas untuk
mengaktifkan kelas. Tingkat berpikir untuk pertanyaan
lisan di kelas cenderung rendah, seperti pengetahuan dan
pemahaman.
b. Bentuk Pilihan Ganda
Penyusunan Tes
Pedoman utama dalam pembuatan butir soal bentuk
Kognitif dan
pilihan ganda (Ebel, 1977) adalah :
Teknik 1) Pokok soal harus jelas.
2) Pilihan jawaban homogen dalam arti isi.
Penskorannya 3) Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama.
4) Tidak ada petunjuk jawaban benar.
5) Hindari mengggunakan pilhan jawaban : semua benar
atau semua salah.
6) Pilihan jawaban angka diurutkan.
7) Semua pilihan jawaban logis.
8) Jangan menggunakan negatif ganda.
9) Kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta tes.
10)Bahasa Indonesia yang digunakan baku.
11)Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak.
Penyusunan Tes b. Bentuk Pilihan Ganda
Kognitif dan Bentuk tes ini dikatakan non-objektif karena
Teknik penilaian yang dilakukan cenderung dipengaruhi
subjektivitas dari penilai.
Penskorannya Bentuk tes ini menuntut kemampuan peserta didik
untuk menyampaikan, memilih, menyusun, dan memadu-
kan gagasan atau ide yang telah dimilikinya dengan
menggunakan kata-katanya sendiri.
Keunggulan bentuk tes ini dapat mengukur tingkat
berpikir dari yang rendah sampai yang tinggi, yaitu mulai
dari hapalan sampai dengan evaluasi. Tes bentuk ini
relatif mudah membuatnya.
Namun demikian, sebaiknya hindarkan pertanyaan
Penyusunan Tes
yang mengungkap hafalan seperti dengan pertanyaan
Kognitif dan yang dimulai dengan kata : apa, siapa, di mana.
Teknik Kelemahan bentuk tes ini adalah :
(1) penskoran sering dipengaruhi oleh subjektivitas
Penskorannya penilai,
(2) memerlukan waktu yang lama untuk memeriksa
lembar jawaban,
(3) cakupan materi yang diujikan sangat terbatas
Untuk menghindari kelemahan tersebut cara yang
ditempuh adalah :
1. jawaban tiap soal tidak panjang, sehingga bisa
mencakup materi yang banyak,
2. tidak melihat nama peserta ujian,
3. memeriksa tiap butir secara keseluruhan tanpa
istirahat,dan
4. menyiapkan pedoman penskoran.
Penyusunan Tes
Kognitif dan Langkah membuat tes non obyektif :.
Teknik 1) Menulis soal berdasarkan kisi-kisi pada indikator.
2) Mengedit pertanyaan :
a)Apakah pertanyaan mudah dimengerti?
Penskorannya b)Apakah data yang digunakan benar?
c)Apakah tata letak keseluruhan baik?
d)Apakah pemberian bobot skor sudah
tepat?
e)Apakah kunci jawaban sudah benar?
f) Apakah waktu untuk mengerjakan tes
cukup?
Penyusunan Tes
Kognitif dan Kaidah penulisan soal bentuk uraian non-objektif :
Teknik 1) Gunakan kata-kata: mengapa, uraikan, jelaskan,
bandingkan, tafsirkan, hitunglah, buktikan.
2) Hindari penggunakan pertanyaan: siapa, apa,bila.
Penskorannya 3) Menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
4) Hindari penggunaan kata-kata yang dapat ditafsirkan
ganda.
5) Buat petunjuk mengerjakan soal.
6) Buat kunci jawaban.
7) Buat pedoman penskoran
Thank You