0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan20 halaman

Manfaat Problem Solving dalam Pembelajaran

Problem solving merupakan pendekatan pengajaran yang menghadapkan siswa pada permasalahan sebagai konteks belajar untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah. Langkah-langkahnya meliputi menentukan masalah, mengumpulkan informasi, merumuskan solusi, dan mengevaluasi hasil. Metode creative problem solving menekankan pada pengembangan ide kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah.

Diunggah oleh

Sabillah Aladawiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan20 halaman

Manfaat Problem Solving dalam Pembelajaran

Problem solving merupakan pendekatan pengajaran yang menghadapkan siswa pada permasalahan sebagai konteks belajar untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah. Langkah-langkahnya meliputi menentukan masalah, mengumpulkan informasi, merumuskan solusi, dan mengevaluasi hasil. Metode creative problem solving menekankan pada pengembangan ide kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah.

Diunggah oleh

Sabillah Aladawiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROBLEM

SOLVING
Kelompok 5
Rahmiza Monika 1810713025
Diyah Sufi Nastiti 1810713027
Sabillah Al Adawiyah 1810713030
Rucita Padma Pavita 1810713032
Siti Atikah 18107130
Masviona Claudia 18107130
Pokok Bahasan
01 Definisi Problem Solving

02 Manfaat dan Tujuan Problem Solving

03 Langkah Pendekatan Problem Solving

04 Tahapan Problem Solving

05 Mengembangkan Kreativitas Pemecahan


Masalah
Definisi Problem Solving
Problem Solving
Secara bahasa
Problem Solve
“A thing that is difficult to
“to find an answer
deal with or understand”
to problem”
(suatu hal yang sulit untuk
(mencari jawaban
melakukannya atau
suatu masalah)
memahaminya)

Jika dapat diartikan,

“A question to be
answered or solved”

(pertanyaan yang butuh


jawaban atau jalan keluar)
Problem Solving
Mulyasa
Suatu pendekatan pengajaran
Djamarah & Zain
menghadapkan pada peserta didik Suatu cara berpikir
permasalahan sebagai suatu konteks secara ilmiah untuk
bagi siswa untuk belajar tentang cara mencari pemecahan
berpikir kritis dan keterampilan suatu masalah.
permasalahan, serta untuk
Easy to change
colors, photos

memperoleh pengetahuan dan and Text.

konsep esensial dari materi Metode problem solving atau sering


pembelajaran. juga disebut dengan metode pemecahan
masalah merupakan suatu cara mengajar
yang merangsang seseorang untuk
Kesimpulan menganalisa dan melakukan sintesa
dalam kesatuan struktur atau situasi di
mana masalah itu berada, atas inisiatif
sendiri.
Manfaat dan Tujuan
Problem Solving
Manfaat Problem Solving

Mengembangkan Mengembangkan Melalui inkuiri atau Membina


sikap keterampilan kemampuan berpikir, problem solving pengembangan sikap
dalam memecahkan anggapan yang kemampuan berpikir, perasaan (ingin tahu
permasalahan, serta menyatakan bahwa diproses dalam situasi yang lebih jauh) dan cara
dalam mengambil kemampuan berpikir benar-benar dihayati, berpikir objektif-mandiri,
keputusan secara akan lahir bila diminati serta dalam krisis–analisis baik
objektif dan mandiri. pengetahuan makin berbagai macam ragam secara individual
bertambah. altenatif. maupun kelompok.
Tujuan Problem Solving
1 2 3 4
Membuat siswa Kepuasan Siswa belajar
menjadi terampil intelektual akan Potensi bagaimana
menyeleksi informasi timbul dari intelektual melakukan
yang relevan dalam sebagai siswa penemuan dengan
kemudian hadiah intrinsik meningkat. melalui proses
menganalisisnya dan bagi siswa. melakukan
akhirnya meneliti penemuan.
kembali hasilnya.
Langkah Pendekatan
Problem Solving
Langkah-langkah dasar untuk
menyelesaikan masalah secara efektif

4 pendekatan analisis yang digunakan


dalam 4 tipe kondisi umum :

Saat kita perlu mendapatkan


pemahaman yang mendalam
terhadap masalah yang cukup
rumit.
Saat ada sesuatu yang berjalan
tidak semestinya.
Saat kita perlu membuat pilihan.
Modern Portfolio
Designed Saat kita perlu membuat
perubahan.
Dalam memecah proses berpikir menjadi beberapa langkah-
langkah, kita belajar memahami, memperbaiki, dan
meningkatkan pendekatan kita sendiri, mengomunikasikan
pemikiran kita kepada orang lain, melibatkan pihak lain secara
efektif dalam pemecahan masalah, dan meneruskan
kemampuan ini kepada orang lain.

Setiap proses akan menolong kita mengambil


tindakan yang berbeda:
Analisis situasi membantu Analisis persoalan
kita memahami kondisi, membantu kita
untuk kemudian mengidentifikasi
merencanakan jalan keluar mengapa kesalahan
bagi masalah yang rumit terjadi
atau membingungkan
Analisis persoalan
Analisis keputusan potensial membantu
membantu kita memilih kita membuat
suatu keputusan perubahan atau
menerapkan rencana
Langkah Pendekatan Problem Solving

Menentukan Membuat Memeriksa Mencari tema


sebab dari rencana hasil perbaikan
persoalan perbaikan perbaikan yang baru

1 2 3 4 5 6 7 8

Menentukan Menentukan Implementasi Standarisasi


tema perbaikan akar masalah rencana hasil
(improvement) perbaikan perbaikan
Tahapan Problem
Solving
Menformulasikan
Mengerti Mengumpulka / pemecahan Mengevaluasi
Masalahnya n masalah yang hipotesis
Keterangan mungkin
atau Data

Pembuatan
Eksperimen Kesimpulan
Langkah-langkah menurut konsep Dewey yang merupakan berpikir itu menjadi
dasar untuk problem solving adalah sebagai berikut :

Mencari hubungan-hubungan 3 Mencari informasi atau data


4
untuk merumuskan hipotesa dan kemudian data itu
kemudian hipotesa dinilai, diuji diorganisasikan atau
agar dapat ditentukan untuk diklasifikasikan
diterima atau ditolak
2 Masalah itu
diperjelas dan
Penerapan pemecahan dibatasi
5
terhadap masalah yang
dihadapi sekaligus berlaku
sebagai pengujian 1 1 Adanya kesulitan yang
kebenaran pemecahan dirasakan atau kesadaran
tersebut untuk dapat akan adanya masalah
sampai kepada kesimpulan
Mengembangkan Kreativitas
Pemecahan Masalah
Creative Problem  Peserta didik haruslah aktif dan
Solving (CPS) dapat mengembangkan ide-ide
yang kreatif dalam memecahkan
berbagai macam persoalan
biologi.

 Peserta didik diharapkan dapat


lebih tanggap dalam
menyelesaikan persoalan biologi
dan dapat mengaplikasikan
pemikiran yang kreatif dalam
menyelesaikan persoalan biologi.
Sintak proses pembelajaran CPS berdasarkan
kriteria OFPISA model osborn-parnes, sebagai
berikut:

01 Objective finding
• Peserta didik dibagi beberapa kelompok
• Peserta didik mendiskusikan situasi
permasalahan yang diajukan pendidik dan
membrainstorming sejumlah tujuan atau
sasaran yang bisa digunakan untuk kerja
kreatif mereka

02 Fact Finding
Peserta didik membrainstroming semua fakta
yang mungkin berkaitan dengan sasaran
tersebut
03 Problem Finding
Salah satu aspek terpenting dari kreativitas
adalah mendefinisikan kembali perihal
permasalahan agar peserta didik bisa lebih
dekat dengan masalah sehingga
memungkinkannya untuk menemukan solusi
yang lebih jelas.

04 Idea Finding

Gagasan-gagasan peserta didik di daftar agar


bisa melihat kemungkinan menjadi solusi atas
situasi permasalahan.
05 Solution Finding
Gagasan-gagasan yang memiliki potensi
terbesar di evaluasi bersama.

06 Acceptance Finding
• Peserta didik mulai mempertimbangkan
isu-isu nyata dengan cara berpikir yang
sudah mulai berubah
• Peserta didik diharapkan sudah memiliki
cara baru untuk menyelesaikan berbagai
masalah secara kreatif.

Common questions

Didukung oleh AI

The problem-solving approach can increase students' intellectual potential by fostering an environment where critical thinking and inquiry are essential. Through engaging with complex problems, students develop the ability to analyze situations, generate innovative solutions, and make informed decisions. This cognitive engagement enhances their analytical skills and curiosity, promoting a deeper understanding and capability to apply knowledge substantively .

The process of creating an 'Improvement Plan' involves identifying the improvement theme, analyzing the root causes and reasons behind issues, and implementing and reviewing the improvement strategies. This systematic approach ensures a structured way to address identified problems, leading to effective solutions that can be standardized and potentially applied to new themes of improvement .

Intellectual curiosity plays a crucial role in the benefits of problem-solving methodologies as it encourages learners to delve deeper into subjects, enhancing their critical and independent thinking. This curiosity drives inquiry-based learning, where students actively explore and investigate, leading to enriched learning experiences and the development of robust problem-solving and decision-making skills .

The CPS model enhances problem-solving skills in biological sciences by encouraging students to actively engage and develop creative solutions. The model's stages—Objective Finding, Fact Finding, Problem Finding, Idea Finding, Solution Finding, and Acceptance Finding—promote structured brainstorming and redefining problems, which help students approach biological issues with inventive strategies, reflecting a deeper understanding and application of creative thinking .

The primary objectives of the problem-solving approach in educational settings include developing students' skills in selecting, analyzing, and reviewing relevant information, enhancing intellectual satisfaction as an intrinsic reward, increasing students' intellectual potential, and teaching students how to make discoveries through the process of discovery itself .

Participating in CPS sessions helps students redefine their approach to problems in biology by encouraging divergent thinking and fostering creativity. Through stages like 'Objective Finding' and 'Idea Finding,' students develop a holistic view of problems, enabling them to redefine and contextualize issues innovatively. This active participation cultivates a mindset ready for adaptive problem-solving and the generation of novel solutions to complex biological challenges .

Standardizing improvement results is essential in a problem-solving framework to ensure that successful solutions are consistently and reliably reproduced. It provides a benchmark for evaluating efficacy, allowing for refinement and adaptation of strategies across different contexts. This standardization facilitates communication and understanding among stakeholders, enhancing collaborative problem-solving efforts .

Problem analysis and decision analysis serve different purposes in the problem-solving process. Problem analysis helps identify why errors occurred, focusing on understanding existing issues. In contrast, decision analysis aids in making choices by evaluating alternatives to reach a decision. While problem analysis looks backward to comprehend failures, decision analysis is future-oriented, planning the best course of action .

The Dewey concept proposes problem-solving stages as follows: recognizing and clarifying the problem, gathering and organizing necessary data, searching for relationships to formulate hypotheses, evaluating and testing these hypotheses, and drawing conclusions. These stages aim to support the learner in systematically addressing problems by validating solutions through practical application .

'Evaluating Hypotheses' is crucial in Dewey's problem-solving process as it tests the validity and practicality of proposed solutions. This step involves critical analysis and scrutiny to determine the feasibility of hypotheses in addressing the problem. By objectively assessing potential solutions, this step ensures that only viable and evidence-supported resolutions are implemented, thereby advancing the learner's critical thinking and decision-making skills .

Anda mungkin juga menyukai