INFEKSI SALURAN
KEMIH
Disusun oleh
Dr .ravanno fanizza harahap
Pembimbing
Dr. giselle tambajong
Dr. anton rumambi, dk, [Link]
ANATOMI
DEFINISI DAN EPIDEMIOLOGI
INFEKSI SALURAN KEMIH
DEFINISI INFEKSI SALURAN KEMIH
• Infeksi yang terjadi di
sepanjang saluran kemih
karena keberadaan
mikroorganisme (MO) dalam
urin
EPIDEMIOLOGI INFEKSI SALURAN
KEMIH
Penyebab tersering : Escherichia coli (gram -)
[Link]
DEFINISI INFEKSI SALURAN KEMIH
(KESIMPULAN)
• Infeksi yang terjadi di saluran kemih di
tandai dengan adanya mikroorganisme di
urine.
• Mikroorganisme : bakteri (80%), virus, fungi
• Gejala khas :
• Inflamasi
• Disuria
• stranguria,
• pyuria
ETIOLOGI DAN FAKTOR
PREDISPOSISI ISK
ETIOLOGI INFEKSI SALURAN KEMIH
( ISK )
• Sekitar 67% ISK disebabkan Escherichia coli
• Penyebab lain adalah Klebsiella, Staphylococcus
aureus, dan Pseudomonas sp.
ESCHERICHIA COLI
Escherichia coli, bakteri gram negatif, batang pendek, panjang 2µm,
diameter 0,7µm, lebar 0,4-0,7µm, tidak berspora, dapat bergerak
(flagel peritrikh), anaerob fakultatif.
FAKTOR PREDISPOSISI
• Terdapat beberapa faktor predisposisi terjadinya ISK
kompleks, diantaranya adalah:
Kelainan ginjal :
• Displasia ginjal
• Ginjal dupleks
FAKTOR PREDISPOSISI
Metabolik :
• Imunosupresi
• Gagal ginjal
• Diabetes
Outflow obstruction :
• Struktur uretra
• Batu/tumor
• Kista ginjal
PATOFISIOLOGI ISK
Bakteri masuk
ke traktus
urinarius
Sistem imun host
Sistem imun Sistem imun
tidak adekuat
adekuat
Terinfeksi Dibersihkan
• Uretritis
• Sistitis
• Ureteritis
Tidak
• Pielonefritis
terinfeksi
MEKANISME DEFENSIF
• Saluran dari ureter menuju vesika urinaria memiliki
peran seperti saluran dengan katup mencegah
aliran balik menuju ginjal.
• Urin memiliki sifat anti-mikroba(pH,asam organik).
Aliran urin lewat mikturisi dapat mengeluarkan
bakteri dari saluran kemih
• Perlindungan oleh sistem imun humoral dan cell-
mediated
Kolonisasi
Faktor resiko ISK bakteri
• Perempuan, Usia Lanjut Uretritis
disaluran
• Cedera medula spinalis
kemih
• Obstruksi (batu/ HHP)
• Diabetes melitus
• Imunokompromise
• Pemasangan kateter Ascending
infection
Hematogenous
Bakteri(+) Route Sistitis
lewat darah
Ascending
Route
Ascending
Pielonefritis Ascending Ureteritis infection
infection
DIAGNOSIS ISK
PyeLonephritis
Cystitis
Urethritis
Demam
Kram
Nyeri punggung
Muntah
Penurunan BB
Nyeri suprapubik
Disuria
Frekuensi
Hematuria
Urgensi
PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi • Febris
Auskultasi •-
Palpasi • Nyeri tekan suprapubik
• Nyeri ketok pada daerah
Perkusi kostovertebrae
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Darah perifer lengkap
2. Urinalisis
3. Ureum dan kreatinin
• BAKTERIOLOGIS
1. Urin Mikroskopik
Mikroskopis, pada pemeriksaan mikroskopis dapat
digunakan urin segar. Bakteri dinyatakan positif bila
terjadi peningkatan >103 bakteri/ lapang pandang
2. BIAKAN BAKTERI
Biakan bakteri, pembiakan bakteri sedimen urin
dimaksudkan untuk memastikan diagnosis ISK yaitu
bila ditemukan bakteri dalam jumlah bermakna sesuai
kriteria Catteli.
KRITERIA CATELLI
Kriteria Catteli untuk diagnosis bakteriuria yang bermakna.
• Wanita, simtomatik
≥ 102 organisme koliform/ mL urin plus piuria atau ≥ 105 organisme
patogen / ML urin
atau
Tumbuhnya organisme patogen apapun pada urin yang diambil
dengan cara aspirasi suprapubik
• Laki-laki, simtomatik
≥ 103 organisme patogen/ mL urin
• Pasien asimtomatik
≥ 105 organisme patogen/ mL urin pada 2 sampel urin
berurutan
• Radiologis dan pemeriksaan penunjang lainnya
Dimaksudkan untuk mengetahui adanya batu atau
kelainan anatomis yang merupakan faktor predisposisi
ISK.
- Foto polos abdomen
- Pielografi IV
- Micturating cystogram
PENATALAKSANAAN ISK
The Infectious Disease Society of America
menganjurkan satu dari tiga alternatif terapi
antibiotik IV sebagai terapi awal selama 48-72
jam sebelum diketahui MO sebagai
penyebabnya:
• Fluorokuinolon
• Aminoglikosida
• Sefalosporin
Prinsip manajemen meliputi
• intake cairan yang banyak
• antibiotika yang adekuat dan terapi
simptomatik dengan pilihan antibiotika
seperti
- trimetropim 200 mg.
- ampisilin 3 gram
INDIKASI RAWAT INAP
• Kegagalan mempertahankan hidrasi normal
atau toleransi terhadap antibiotika oral
• Pasien sakit berat atau debilitasi
• Terapi antibiotik oral selama rawat jalan
mengalami kegagalan
• Memerlukan investigasi lanjutan
• Faktor predisposisi untuk ISK dengan komplikasi
• Komorbitidas seperti kehamilan, diabetes
melitus, usia lanjut
PREVENTIF INFEKSI SALURAN KEMIH
• Menjaga dengan baik kebersihan sekitar organ intim dan saluran
kemih.
• Bagi perempuan, membersihkan organ intim dengan sabun
khusus yang memiliki pH balanced (seimbang) sebab
membersihkan dengan air saja tidak cukup bersih.
• Pilih toilet umum dengan toilet jongkok. Sebab toilet jongkok
tidak menyentuh langsung permukaan toilet dan lebih higienis.
Jika terpaksa menggunakan toilet duduk, sebelum
menggunakannya sebaiknya bersihkan dahulu pinggiran atau
dudukan toilet. Toilet-toilet umum yang baik biasanya sudah
menyediakan tisu dan cairan pembersih dudukan toilet.
• Jangan membersihkan organ intim di toilet umum dari air yang
ditampung di bak mandi atau ember. Pakailah shower atau
keran.
• Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap
keringat agar tidak lembab.
KOMPLIKASI DAN
PROGNOSIS ISK
KOMPLIKASI DAN PROGNOSIS ISK
ISK Berulang
Gagal ginjal sepsis / kronik
PROGNOSIS
Pada umumnya baik, kecuali bila tidak ditangani segera
atau higiene tetap buruk. ISK dapat berulang atau kronik
LAPORAN KASUS
• IDENTITAS PASIEN
• Nama : NY. M
• Umur : 36 tahun
• Agama : Kristen
• Alamat : Buha Lk II, Mapanget
Manado
• Suku bangsa : Manado
• Tanggal masuk : 02-04-2019
• No RM : 168725
ANAMNESIS
• Keluhan utama
• Nyeri perut bawah
• Riwayat Penyakit Sekarang :
• Pasien datang ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan nyeri
perut bawah 3 jam SMRS. Nyeri diketahui sudah 3 hari SMRS
dirasakan oleh pasien, keluhan hilang timbul, tetapi 3 jam
SMRS keluhan tidak hilang dan pasien sangat terganggu
dengan keluhan ini dan datang ke Rumah Sakit. Pasien
merasa ada demam dan merasa pusing, ada mual tetapi
tidak sampai muntah, pasien menyangkal nyeri dipengaruhi
posisi. Pasien juga mengeluh nyeri saat kencing dan ada
keluhan kencing sedikit sedikit, tetapi pasien menyangkal
kencing berdarah maupun kencing yang berpasir. Pasien
pernah mengalami keluhan seperti ini 2 bulan yang lalu
namun sudah berobat dan keluhan hilang. BAB tidak ada
keluhan.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU :
• Riwayat penyakit seperti ini : diakui sejak
bulan Februari
• Riwayat hipertensi : disangkal
• Riwayat diabetes melitus : disangkal
• Riwayat penyakit jantung : disangkal
• Riwayat operasi sekitar perut : disangkal
• Riwayat alergi : disangkal
RIWAYAT PRIBADI :
• Riwayat pribadi :
• Kebiasaan minum air putih : sedikit
• Kebiasaan ganti celana : 3 – 4x sehari
• Kebiasaan menahan kencing : diakui
PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum : tampak sakit ringan, composmentis
a. Tanda Vital
1. Tekanan Darah : 130/80
2. Nadi : 84x/menit, reguler, isi dan tegangan
cukup
3. Pernapasan : 20x/menit
4. Suhu : 36,40C, axiler
ABDOMEN
•Inspeksi : ikterik (-), sikatrik (-), caput medusa (-)
•Auskultasi : bising usus (+) normal
•Perkusi : tympani (+), nyeri ketok CVA (-/-)
•Palpasi : nyeri tekan pada perut tengah bawah
(+), distensi (-), defans muskular
• (-), hepar tidak teraba
DIAGNOSIS
• ISK.
• Dispepsia
• Appendisitis Akut
• PLANNING
• Darah rutin
• Urin rutin
• USG abdomen
URIN RUTIN
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan
Urin Rutin
Warna Kuning - -
Kekeruhan Agak keruh - -
Glukosa Negatif Negatif mg/dl
Bilirubin Negatif Negatif mg/dl
Keton Negatif Negatif mg/dl
S.G 1.020 1.000 – 1.030
PH 6.0 5.0 – 8.5
Protein Negatif Negatif mg/dl
Urobilinogen 0.2 0.2 EU/dl
Nitrit Negatif Negatif
Eritrosit +3 Negatif
Leukosit Negatif Negatif
PEMERIKSAAN USG ABDOMEN
• Kesan
• Tidak tampak gambaran appendisitis
antecaecal
• Tidak tampak batu/kista
• Hydronephrosis ringan dextra ec post
renal
TERAPI
• Non farmakologi
• Istirahat
• Minum banyak
• Menjaga higienitas sekitar alat kelamin
• Farmakologi
• Inf RL 20 Tpm
• Inj. Ceftriaxon 2 x 1
• Paracetamol 3 x 1 tab (j/p)
• Inj. Ranitidin 2 x 1amp
• Inj ondansetron 2 x 1amp
TERIMA KASIH