0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan29 halaman

Panduan Lengkap Proses Handover Seluler

Handover adalah proses pengalihan kanal trafik secara otomatis pada user equipment yang sedang berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan untuk memastikan kontinuitas layanan ketika user berpindah sel. Ada beberapa jenis handover seperti soft handover, hard handover, dan inter-system handover."

Diunggah oleh

Khodadad Azizi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan29 halaman

Panduan Lengkap Proses Handover Seluler

Handover adalah proses pengalihan kanal trafik secara otomatis pada user equipment yang sedang berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan untuk memastikan kontinuitas layanan ketika user berpindah sel. Ada beberapa jenis handover seperti soft handover, hard handover, dan inter-system handover."

Diunggah oleh

Khodadad Azizi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jenis-jenis dan Parameter

Handover
16 Oktober 2018

2018 Course
- (TT6414703) Sistem Komunikasi Seluler-

Khoirun Ni’amah, S.T., M.T.


Email: irun@[Link]

Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Jl. D.I Panjaitan No 128 Purwokerto, 53147, Jawa Tengah, Indonesia

1
Motivations

2
Outline

• Handover
• Tujuan Handover
• Tahapan Handover
• Permasalahan Handover
• Kategori Handover
• Prosedur Handover GSM, WCDMA dan LTE

3
Handover
 Handover adalah kunci teknologi dari sistem komunikasi
seluler dan memungkinkan percakapan berkelanjutan
 Handover merupakan proses pengalihan kanal trafik
secara otomatis pada user equipment (UE) yang sedang
digunakan untuk berkomunikasi tanpa terjadinya
pemutusan hubungan.
 Pada 3G dan LTE ditentukan oleh RNC/eNodeB, yaitu
dengan mengevaluasi secara permanen pengukuran
yang diambil oleh RNC/eNodeB dan UE.
 Kuat sinyal yang diterima oleh UE dibandingkan dengan
nilai-nilai ambang batas (threshold), jika kuat sinyal di
bawah nilai threshold maka dimulai proses handover
dengan mencari sebuah sel target yang cocok.
4
Tujuan Handover (1/2)

Karakteristik utama dalam komunikasi


seluler: Mobilitas UE
Sebagai komponen utama dari sistem
komunikasi bergerak, sel memiliki area
cakupan terbatas.
Fungsi utama handover adalah
menyediakan layanan berkelanjutan untuk
UE yang bergerak dalam cakupan jaringan

5
Tujuan Handover (2/2)

 As imperceptible to user as possible: Sedapat


mungkin tidak dirasakan oleh pemakai dengan
cara meminimasi waktu handover dengan
menggunakan teknik interpolasi suara
 As successfully as possible: Dengan meminimalisir
error pada saat estimasi kebutuhan handover
 As infrequently as possible: MSC melakukan
sharing pada kanal yang sama pada cell tetangga
dan meminjam kanal lain dari cell tetangga pada
cell sebelumnya.

6
Tahapan Handover
Pengukuran informasi penting yang dibutuhkan
untuk tahap decision. Pengukuran arah DL yang
Tahap
dilakukan oleh MS (Contoh: sebesar Ec/No dan
Measurement CPICH) sel yang sedang melayani dan sel-sel
tetangga.

Kriteria NO
Tahap Decision dari
handover
terpenuhi?

YES

Tahap Proses handover selesai


Execution Pameter relatif diubah berdasarkan jenis
handover-nya. 7
Permasalahan Pada Handover

Faktor penyebab kegagalan handover adalah:


1. Interferensi antar sel yang berdekatan
2. Setting parameter handover yang tidak baik
3. Kerusakan hardware, terutama masalah antena
penerima atau hardware BTS
4. Kualitas hubungan komunikasi pada area cakupan radio
jelek, terutama mengenai RxLevel yang jelek yang
diterima MS
5. Tidak terdeteksinya neighbouring cell relation
6. Jarak MS terhadap sel asal dan sel tujuan yang terlalu
jauh yang mengakibatkan MS keluar dari daerah
handover
8
Kategori Handover
 According to the signaling characters:
– Soft handover (softer handover)
– Hard handover
 According to the properties of source cell and target cell
– Intra-frequency handover
– Inter-frequency handover
– Inter-mode handover (FDD <-> TDD)
– Inter-system handover (UMTS <-> GSM/CDMA2000)
 According to the purpose of handover
– Based on Coverage
– Based on Load (Optional)
– Based on mobility of UE (Optional)
– Based on Service (Optional)

9
Ilustrasi kontinyuitas layanan

MSC

BSC BSC

CA1 CA2 CB1 CB2 CB 3


CA3

HO HO
HO HO
HO

10
Skenario Handover

11
Tipe Handover

Soft Handover:
Melibatkan inter-cell handover dan termasuk
tipe koneksi make before break.

Softer Handover:
Melibatkan intra-cell handover yang terjadi
antar sector dalam suatu cell site dan
termasuk tipe koneksi make before break

Hard Handover:
Memungkinkan MS untuk berpindah dari
CDMA ke sistem lainya dan termasuk tipe
koneksi break before make
12
Soft Handover (1/3)

Soft handover/intercell
merupakan handover yang RNC
terjadi antar sel dengan
frekuensi pembawa yang
sama, dimana UE memulai
komunikasi dan membentuk
hubungan dengan NodeB
yang baru terlebih dahulu
NodeB 1 NodeB 2
sebelum memutuskan
hubungan dengan eNodeB
asal. Hubungan akan
diputuskan jika proses
penyambungan dengan
eNodeB yang baru telah
bagus untuk menghindari
drop call
13
Soft Handover (2/3)
Make before Break

Soft handoff : Selama proses handover MS terhubung ke dua atau tiga BTS

MSC RNC
Daerah soft handoff
Down-link

MS
eNodeB eNodeB

Untuk mengantisipasi adanya kegagalan Menggunakan Dimungkinkan dapat menerima sinyal yang
HO dalam mendesain jaringan jumlah Rake receiver berbeda, karena di dalam Rake Rec terdapat finger
kanalnya yang disediakan dilebihi 35 % yang masing-masing dapat berfungsi sbg penerima
dari yang diasumsikan sendiri2. Kalau dalam GSM tidak mungkin dipasang
Rake Rec karena Bwnya sempit shg tdk mungkin 14
untuk mengumpulkan signal-signal yang terpecah
Soft Handover (3/3)

BSC MSC

Up-link

BTS BTS

Daerah soft handoff

15
Softer Handover (1/2)

RNC (WFMR)
Softer handover/intersector
yaitu handover yang terjadi
antar sektor dalam satu sel
dengan frekuensi kanal
eNodeB yang sama. Ini
berarti bahwa user NodeB

berpindah dari satu sektor


ke sektor lain pada sel yang
sama.

16
Softer Handover (2/2)
Softer Handover : pengalihan layanan dari satu sektor ke sektor
lain dalam satu sel. Arah down-link sama dengan soft handover
sedang arah up-link proses seleksi terjadi di NodeB.

Sektor B

RNC

NodeB

SektorA Sektor C
17
Hard Handover (1/2)

RNC

Hard handover terjadi antara


sektor atau sel dengan
frekuensi pembawa yang
berbeda. Hard handover
terjadi pada saat frekuensi NodeB 1 NodeB 2
kanal CDMA yang berbeda
atau antara RNC yang
berbeda. Tipe koneksi dari
hard handover “break before
make”

18
Hard Handover (2/2)

WCDMA to WCDMA handover melibatkan dua


carrier ( bisa berbeda operator ) sering disebut D to
D handover.

F1
F1+n

19
Handover pada LTE

Idle Mode: Proses pencarian sel secara


otomatis oleh UE dengan bantuan
beberapa parameter yang ditentukan oleh
jaringan.

Connected Mode: Transisi antara idle


mode dengan connected mode pada LTE
bergantung pada aktivitas UE dan
mobilitasnya yang dikontrol oleh jaringan
itu sendiri.
20
LTE Handover Principles
Only hard handovers in LTE (no soft handovers)
– Lossless
• Packets are forwarded from the source to the target

– Network-controlled
• Target cell is selected by the network, not by the UE
• Handover control in E-UTRAN (not in packet core)

– UE-assisted
• Measurements are made and reported by the UE to the network

– Late path switch


• Only once the handover is successful, the packet core is involved
21
Tipe-Tipe Handover pada LTE

22
Tiga langkah HO pada LTE

23
Prosedur Handover
Handover Late path
Before handover Radio handover
preparation switching
S-GW + P-GW S-GW + P-GW S-GW + P-GW S-GW + P-GW

MME MME MME MME

Target
eNB
X2

= Data in radio = S1 signalling


= Signalling in radio = X2 signalling
= GTP tunnel
24
Handover Preparation
1. eNB awal akan mengkonfirmasi prosedur
UE measurement dengan mengirimkan
berupa pesan MEASUREMENT UE Source Target MME GW
CONTROL, yang isinya berupa nilai
ambang batas yang akan digunakan untuk
measurement report
2. UE akan mengirimkan MEASUREMENT 1. Measurement control
REPORT ke eNB. Kondisi ini dapat
ditentukan event mana yang akan 2. Measurement report
digunakan dalam melakukan handover.
3. eNB awal akan membuat keputusan 3. HO
handover berdasarkan UE report. decision
4. eNB awal akan mengirimkan HANDOVER 4. HO request
REQUEST pada eNB yang menjadi target
handover 5. Admission
5. Target eNB akan mengoreksi request yang control
masuk dari perintah admission control
6. HO request ack.
6. Target eNB mengirimkan pesan
HANDOVER REQUEST
ACKNOWLEDGE kepada eNB awal. Disini
target eNB akan bersiap untuk menerima
handover. 25
Handover Execution

7. eNB lama akan mengirimkan pesan UE Source Target MME GW


HANDOVER COMMAND pada UE
beserta eNB akan mengirimkan paket
downlink untuk menerima handover.
7. HO command
8. eNB awal mengirimkan informasi status
Forward
kepada target eNB yang packets to
mengindikasikan paket kepada UE. target

9. UE melakukan sinkronisasi akhir pada 8. Status transfer

target eNB yang mengindikasikan paket Buffer


packets
kepada UE. from
[Link] eNB mengirimkan informasi 9. Synchronization
source

terkait alokasi uplink dan time advance


pada UE. 10. UL allocation and timing advance
[Link] mengirimkan HANDOVER CONFIRM
ke target eNB sehingga target eNB bisa 11. Handover confirm

langsung mengirimkan data kepada UE.

26
Handover Completion
12. Target eNB mengirimkan pesan PATH UE Source Target MME GW
SWITCH kepada MME yang
memberitahukan informasi bahwa UE telah
berganti sel.
13. MME mengirimkan pesan USER PLANE 12. Path switch request
UPDATE REQUEST pada S-GW
14.S-GW mengganti downlink data path ke
target eNB.
14.
15.S-GW mengirim pesan USER PLANE Switch
downlink
UPDATE RESPONSE kepada MME path
16. MME mengkonfirmasi pesan PATH
SWITCH ACK 15. User plane
update response
17. Target eNB mengirimkan pesan RELEASE
RESOURCE kepada eNB awal yang isinya 16. Path switch request ack.
menngabarkan bahwa eNB lama dapat 17. Release resources
melepaskan alokasi resource nya.
18. eNB awal bisa melepaskan semua 18.
Release
koneksinya berupa radio plane dan control resources
plane yang berhubungan dengan UE.
27
Prosedur Pengukuran Handover

 eNodeB mengirimkan pengontrolan pengukuran ke UE dengan


memberikan Reporting thresholds
 UE mengidentifikasi ID sel lainnya (Physical Cell ID - PCI -) dari
Synchronization Signal
 UE mengukur sinyal sel lainnya Reference Signals (RS)
 Ketika laporan kondisi threshold dari handover terpenuhi, UE
mengirimkan pengukuran Handover ke eNodeB

28
29

Anda mungkin juga menyukai