ELIXIR
Kelompok 3
1. Abdulloh
2. Andari Zannuba
3. Chica Ciptiyana Wulan Sari
4. Fina Novianti
5. Kirana Wina Khayatun
6. Tri Mutiah Jannah
7. Rizky Nadia P
Farmasi A1 & A2
Eliksir adalah larutan hidroalkohol yang jernih dan
manis dimaksudkan untuk penggunaan vital, dan
biasanya diberi rasa untuk menambah kelezatan.
Eliksir bukan obat yang digunakan sebagai
pembawa tetapi eliksir obat untuk efek terapi dari
senyawa obat yang dikandungnya.
Jenis – Jenis Eliksir
Eliksir Antihistamin
Eliksir Hipnotik Sedatif
Barbiturat
Eliksir Fenobarbital
Eliksir Sekobarbital
Eliksir Digoksin
Kelebihan Elixir
Mudah ditelan dibandingkan dengan tablet atau kapsul
Larutan jernih dan tidak perlu dikocok lagi
Mempunyai bau dan rasa sedap sehingga mudah
diberikan kepada pasien, terutama bayi dan anak-anak
Takaran pemakaian mudah diatur
Sediaan stabil dalam penyimpanan
Kekurangan Elixir
Dibandingkan dengan sirup, eliksir kurang
manis, kurang viscous karena mengandung gula
dengan kadar rendah, sehingga kurang efektif
untuk menutup rasa yang tidak enak. Karena
berupa hidroalkoholik, maka lebih mudah untuk
dibuat menjadi larutan bagi bahan-bahan yang
larut dalam air maupun yang larut dalam
alkohol.
Komponen Sediaan Elixir
Zat aktif ex : Paracetamol,
Bromhexin
Pelarut ex : Alkohol 90%,
Gliserin
Pemanis ex : Sacharum Lactis,
Lactosa
Zat penstabil
Pengawet ex : Asam benzoate beserta
garamnya dan ester phiroksida benzoate
Pembuatan Elixir
1. Mencampur zat padat dengan pelarut atau campuran
pelarut (kosolven) sambil diaduk hingga larut
2. Bahan yang larut dalam air dilarutkan terpisah dengan zat yang
larut dalam pelarut alkohol. Larutan air ditambahkan kedalam
larutan alkohol, agar penurunan kekuatan alkohol dalam larutan
secara gradien mencegah terjadinya pemisahan atau endapan
3. Gliserin, sirup, sorbitol, dan propilenglikol dalam
eliksir memberikan peranan pada kestabilan zat terlarut
dan dapat meningkatkan viskositas
I. R/ Standar
R/ Elexir Paracetamol 100 ml II. Kelengkapan R/
Acetaminophenum 120 mg
M.f Elexir
Glycerolium 25 ml
S 3 dd cth
propilenglikol 500 µl
Pro : Adinda (10 th)
Sirup simpleks 25 mg
Aethanolium 90% 500 µl
Zat Tambahan yang cocok q.s
Aquadestilata ad 5 ml
V. Perhitungan DM
III. Usul
VI. Monografi Kelarutan IV. Ott
- Paracetamol ( FI Ed III ); Larut dalam 70 bagian air, dan dalam 7 bagian
etanol ( 95% )P, dalam 13 bagian aseton P, dalam 40 bagian gliserol P, dan
dalam 19 bagian propilenglikol P, larut dalam larutan alkali hidroksida.
- Sorbitol : Bersifat higroskopis, mudah larut dalam air dan sukar larut
dalam etanol.
- Propilenglikol : Dapat bercampur dengan air dan etanol 95 %
- Glycerol : Dapat campur dengan air dan etanol.
VII. Perhitungan Penimbangan
1. Acetaminophenum 120 mg x 100/5 = 2400 mg
2. Glycerolium 2,5 ml x 100/5 = 50 ml
3. Propilenglikol 500 µl x 100/5 = 10.000µl / 1000µl
= 10 ml
4. Sorbitol Sol 70% 1,25 ml x 100/5 = 25 ml
5. Aethanolium 90% 500 µl x 100/5 = 10.000 µl / 1000 µl
= 10 ml
6. Zat Tambahan yang cocok q.s
7. Aquadestilata ad 5 ml x 100/5 = 100 ml – 97,4 ml
= 2,6 ml
Cara Pembuatan
1. Siapkan alat dan bahan
[Link] timbangan, kalibrasi botol 100 ml
[Link] paracetamol, masukan kedalam erlenmayer
kocok ad larut
4. Masukan glycerolum kedalam erlenmeyer kocok ad
larut
5. Masukan propylenglycolum kedalam erlenmayer
kocok ad larut, masukan kedalam botol.
6. Bilas erlenmayer dengan sisa aquadest masukkan
kedalam botol kocok ad larut
7. Beri etiket putih, label NI
8. Serahkan kepada pasien
R/ Paracetamol elixir 60 ml R/ Standar
Kelengkapan R/
Contin Acetaminophenum 120 mg
Diphenhydramin Hcl 12,5 mg/cth Glycerolium 25 ml
[Link] 1 propilenglikol 500 µl
Pro : kesih 7 th Sirup simpleks 25 mg
Aethanolium 90% 500 µl
V. Perhitungan DM
Zat Tambahan yang cocok
VI. Monografi q.s
- Paracetamol ( FI Ed III ) ; Larut dalam 70 Aquadestilata ad 5 ml
bagian air, dan dalam 7 bagian etanol ( 95% )P, III. Usul
dalam 13 bagian aseton P, dalam 40 bagian IV. Ott
gliserol P, dan dalam 19 bagian propilenglikol
P, larut dalam larutan alkali hidroksida.
- Sorbitol : Bersifat higroskopis, mudah larut
dalam air dan sukar larut dalam etanol.
- Propilenglikol : Dapat bercampur denagn air
dan etanol 95 %
- Glycerol : Dapat campur dengan air dan
etanol.
Perhitungan TM
Dipenhidramin ( 100mg/250mg )
x 100mg / 250mg = 36,84 / 92,10
12,5
% 1x = x 100% = 33,43 %
36,84
4 𝑥 12,5
% 1h = x 100% = 54,28 %
92,10
Perhitungan Bahan
60
- Acetaminophenum x 120mg = 1.440gr
5
60
- Glycerolum x 2,5 ml = 30ml
5
60 6000μl
- Propilenglikol x 500μl = = 6ml
5 1000μl
60
- Sorbitol x 1,25 = 15ml
5
60 6000μl
- Etanol x 500μl = = 6ml
5 1000μl
60
- Diphenhidramin x 12,5 = 15mg
5
60
- [Link] x 5 = 60ml - ( 1,44+30+6+15+6) = 7,56 ml
5
Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Timbang bahan
3. Kalibrasi botol ad 60ml
4. Masukkan paracetamol gerus tambahan 90% gerus
dilumpang hingga homogen, lalu masukkan kedalam botol
5. Masukkan diphenhydramini HCL tambahkan [Link] kocok
higga larut masukkan dalam botol tambahkan gliserol kocok
masukan dalam botol
6. Lalu tambahkan propylenglycol masukan dalam botol
7. Lalu tambahkan sorbitol 70% masukan dalam botol
8. Lalu tambahkan [Link] masukkan dalam botol
9. Tambahkan [Link] batas kalibrasi kocok hingga homogen
10. Lalu beri etiket putih & label
TERIMAKASIH