0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
454 tayangan37 halaman

Pengertian dan Dampak ROTD dalam Farmasi

Dokumen tersebut membahas tentang farmakologi klinik, reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD), penggolongan ROTD, dan gejala-gejala yang dapat ditimbulkan oleh ROTD seperti gangguan sistem pencernaan, sistem saraf pusat, dan sistem kardiovaskuler.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
454 tayangan37 halaman

Pengertian dan Dampak ROTD dalam Farmasi

Dokumen tersebut membahas tentang farmakologi klinik, reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD), penggolongan ROTD, dan gejala-gejala yang dapat ditimbulkan oleh ROTD seperti gangguan sistem pencernaan, sistem saraf pusat, dan sistem kardiovaskuler.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FARMASI KLINIK

Ambar Yunita Nugraheni, [Link]., Apt


PENDAHULUAN
 ROTD  mempengaruhi morbiditas dan mortalitas
 Pasien yg menggunakan obat resep pertama kali dan
mengalami reaksi ESO  41%
 DEFINISI ROTD
 “respon terhadap suatu obat yg berbahaya dan tdk diharapkan
serta terjadi pada dosis lazim yang digunakan oleh manusia untuk
tujuan profilaksis, diagnosis maupun terapi”
 ROTD  terjadi pada dosis normal BUKAN karena overdose atau
toksisitas, maupun penyalahgunaan obat
EPIDEMIOLO
GI
 Rata-rata 5% pasien yg MRS adalah karena ROTD
 Pasien yg dirawat RS  10-20% diantaranya mengalami ROTD
selama menjalani perawatan
 50% pasien akan lebih lama tinggal di RS
ROTD
 Obat yang tidak aman bagi pasien
 Efek yang tidak diinginkan (efek samping)
 Reaksi alergi
 Interaksi obat
PENGGOLONGA ROT
N D TIPE A
(Augmented)
TIPE B
(Bizzare)

• Reaksi yg muncul scr berlebihan, dmn • Merupakan reaksi yg aneh dan tdk
reaksi ini terkait dgn dosis obat yg terkait sama sekali dgn dosis
diminum • Tidak berhubungan dgn farmakologi
• Merupakan reaksi farmakologis yg obat pd umumnya TETAPI berkaitan
normal tetapi meningkat dgn sistem metabolisme obat dan
• Kejadiannya sering namun tidak sistem imun tubuh
menimbulkan efek serius • Jarang terjadi TETAPI sering kali
• Reaksi faramakologis primer dan menimbulkan efek yg lbh serius dan
memamtikan
sekunder
• Primer: beta bloker  bradikardi • Sulit diramalkan dan hanya terjadi pd
individu yg rentan
• Sekunder: antidepresan trisiklik 
mulut kering • Contoh:
• syok anafilaksis  antibiotik
• Anemia aplastis  kloramfenikol
• Informasi dpt didapatkan dr kegiatan
“farmacovigilance”
CIR REAKSIROTD
I
TIPE B
TIPE A
Unpredictable
Dapat diramalkan (dari
Tergantung dosis
farmakologinya) Jarang tergantung dosis

Morbiditas tinggi Morbiditas rendah

Mortalitas rendah Mortalitas tinggi

Dapat ditangani dengan pengurangan Dapat ditangani hanya dengan


dosis penghentian pengobatan

Angka kejadian tinggi Angka kejadian rendah


Alphabetic of types of adverse drug
classification effects
Type Type of effect Definition Example
s
A Augmented Adverse effects that are known to occur from Hypoglycemia due to insulin injection
pharmacologi the pharmacology of the drug, and are Bradycardia due to ~ adrenoceptor
c dose- antagonists
effects related. They are seldom fatal and relatively Hemorrhage due to anticoagulants
common
B Bizarre Adverse effects that occur and Anaphylaxis due to penicillin
effects unpredictably Acute hepatic necrosis due to halothane
often have a high rate of morbidity Bone marrow suppression by
and chloramphenicol
mortality. They are uncommon
c Chronic effects Adverse effects that only during Iatrogenic Cushing's syndrome with prednisolone
occur
prolonged treatment and not with Orofacial dyskinesia due to phenothiazine
single tranquilizers
doses Colonic dysfunction due to laxatives
D Delayed effects Adverse effects that occur remote from Second cancers in those treated with alkylating
treatment, either in the children of treated agents
patients, or in patients themselves years for Hodgkin's disease
after Craniofacial malformations in infants whose
treatment mothers
have taken
women whoisotretinoin
took during pregnancy
diethylstilbestrol
Clear-cell carcinoma of the vagina in the daughters
of
E End-of-treatment Adverse effects that occur when a drug Unstable angina after B adrenoceptor antagonists
effects is are suddenly stopped
stopped, especially when it is stopped Adrenocortical insufficiency after
suddenly (so-called withdrawal glucocorticosteroids
effects) such as prednisolone are stopped
Withdrawal seizures when anticonvulsants such as
phenobarbital or phenytoin are stopped

Fig. An alphabetic classification of adverse drug effects.


6.4
Table 17 .1. Some examples of predictable drug reactions

Excessive therapeutic effect


Bone marrow depression Azathioprine
Syncope ACE inhibitors
Heart block Digoxin
Hypoglycaemia Chlorpropamide
Poor wound healing Corticosteroids
Cardiac arrhythmias Thyroxine
Effect at non-target receptor
Micturition difficulty Ami triptyline
Tremor Salbutamol
Renal impairment ACE inhibitors
Diabetes Corticosteroids
Asthma Beta-blockers
Constipation Verapamil
Diarrhoea Misoprostol
Table 17 .2. Some examples of unpredictable drug reactions (with
incidences where known)

Retroperitoneal fibrosis (1/250) Methysergide


Pseudomembranous colitis (1/1000-1/10 000) Clindamycin
Aplastic anaemia (1/6000) Chloramphenicol
Jaundice (1/10 000) Halo thane
Deep venous thrombosis (l/10 000) Combined oral
Myocardial infarction ( 1/10 000) contraceptive
Pulmonary embolism (1/20 000)
Aplastic anaemia (1/10 000-1/20 000) Phenylbutazone
Cholestatic hepatitis (2/100) Chlorpromazine
Myositis Simvastatin
Visual impairment (1/200) Ethambutol
Hepatic damage Amiodarone
Marrow suppression Mianserin
PENYEB UMU ADR
AB S
Antibiotik
s
Antineoplastik
Ruam, diare
Alopecia, muntah
Antikoagulan Perdarahan
Obat kardiovaskular Aritmia. Edema
Obat hipoglikemi Hipoglikemi
Antihipertensi Hipokalemi
NSAID Ulser GI
Obat SSP Halusinasi
ROT yan mempengar SS
D
THT dag Mat
uhi P,
n a
SSP
AGITASI, IRITABILITAS Antihistamin, kafein, teofilin
KEBINGUNAN Levodopa, Cimetidin, Antidepresan trisiklik, tramadol
MENGANTUK Antihistamin (generasi pertama),antikonvulsan,
analgetik narkotik, antidepresan trisiklik, hipnotik
PUSING Allopurinol, antihipertensi, baklofen, PPI, tramadol
SAKIT KEPALA Vasodilator, nifedipin, gliseril trinitrat
SULIT TIDUR Kafein, teofilin, efedrin, nikotin patch, levodopa
GANGGUAN TIDUR Beta bloker, levodopa, nikotin patch
GANGGUAN MULUT
MULUT KERING Antidepresan trisiklik, hiosin, analgetik narkotik
HIPERPLASIA GUSI Fenitoin, antagonis kalsium
Guam mulut Antibiotik, steroid inhalasi
GANGGUAN PENGECAP RASA Metronidazol, kaptopril
GANGGUAN PENGLIHATAN Antidepresan trisiklik, antikonvulsan, digoksin
GANGGUAN PENCIUMAN Nifedipin, diltiazem
GANGGUAN PENDENGARAN Aminoglikosida, furosemid, asprin
SAKIT TENGGOROKAN AINS
BATUK ACEI
ROTD SEBAGAI GEJALA YANG MEMPENGARUHI
PERNAPASAN, KARDIOVASKULER, SISTEM OTOT DAN
KULIT
PERUBAHAN KECEPATAN DETAK JANTUNG
MEMPERLAMBAT JANTUNG Amiodaron, beta bloker, digoksin
MEMPERCEPAT JANTUNG Beta 2 agonis, digoksin, antidepresan trisiklik, teofilin
DETAK JANTUNG TDK TERATUR Terfenadin, amiodaron, digoksin, kuinin

SESAK NAPAS (mungkin suatu tanda) :


GAGAL JANTUNG Beta bloker, AINS, antagonis kalsium, obat dgn tinggi Na
MEMBURUKNYAASMA AINS, Beta bloker, tramadol
BRONKOSPASME Inhalasi serbuk kering

RAMBUT RONTOK Antikoagulan, PP, sitostatika


PERTUMBUHAN RAMBUT DI WAJAH Fenitoin
PENYAKIT SENDI Beta bloker, florokuinolon
RASA DINGIN PD ANGGOTA GERAK Beta bloker
NYERI/ KRAM OTOT Beta 2 agonis, ACEI, antikolesterol
Faktor-Faktor Mempengaru
yang ROThi
 POLIFARMASI D
 Peresepan pada lansia yang memiliki multiple patologi
 JENIS KELAMIN
 ROTD lebih sering pada wanita
 Contoh dalam praktekklinik
 Wanita lbh cenderung mengalami ROTD akibat digoksin, kaptopril dan heparin
 Wanita lebih mudah mengalami kelaian sel darah jika menggunakan kloramfenikol
dan fenilbutazon
 KONDISI PENYAKIT YG DIDERITA
 Adanya penyakit lain yg menyertai  mempengaruhi respon obat dan
munculnya ROTD melalui proses farmakokinetik
 Pasien gangguan ginjal dan hepar memiliki resiko ROTD lebih tinggi
 Kehamilan dan menyusui mempengaruhi respon obat
 Pasien HIV dan pasien immunocompromised
 USIA
 Neonatus  prematur resiko tinggi ROTD
 Enzim metabolisme dan distribusi obat masih belum sempurna
 Lansia lebih sering tjd ROTD
 Polipatologi
 Perubahan farmakokinetika tubuh
Obat IT sempit HATI-HATI !
 RAS DAN POLIMORFISA GENETIK
 Faktor genetik  ROTD tipe B
 Orang Amerika (yg berasal dr Afrika) dan orang Mediteranean memiliki
resiko hemolisis lebih tinggi bila menggunakan Dapson, florokuinolon,
primakuin, kuinin, aspirin  krn mengalami defisiensi enzim Glukosa-6-
fosfat-dehidrogenase
KRITERI UNTUK
A
MENGIDENTIFIKA ROT
 WAKTUSI D
Kapan ROTD muncul?  setelah minum atau berselang waktu lama atau setelah

penghentian obat
 DOSIS
 Apakah dosis terlalu besar?  pasien lansia gangguan eliminasi
 Peningkatan kadar karena obat lain  interaksi obat
 SIFAT PERMASALAHAN
 Reaksi ROTD sama dgn sifat farmakologi obat  ROTD tipe A
 PENGALAMAN
 Laporan ROTD (pustaka)
 PENGHENTIAN / KETERULANGAN
 Jika ROTD terjadi setelah obat dihentikan dan kembali terjasi pada pemakaian obat
berikutnya  penyebab ROTD
Apakah gejalanya terkait dgn TIDAK Mungkin ada hubungan
waktu pemakaian obat? penyebab
YA
Apakah pengobatannya TIDAK Mungkin ada hubungan
dihentikan? penyebab
YA
TIDAK Mungkin ada hubungan
Apakah gejalanya berkurang?
penyebab
YA
Apakah penderita terpapar TIDAK Mungkin ada hubungan
kembali obat tersebut? penyebab
YA
Apakah gejalanya muncul TIDAK Mungkin ada hubungan
kembali penyebab
YA
Sanagat mungkin terdapat
hubungan penyebab
PENCEGAHA DAN
N
PENATALAKSANAA ROT
N
 Kesempatan Dkefarmasian
FARMASIS --> meningkatkan leyanan
thdp pasien
 ROTD berkurang  biaya pengobatan menurun
 Skrining resep
 Memeriksa keabsahan resep
 Peninjauan resep – status penyakit
 Adakah obat yg memerlukan perhatian khusus ?
 Apakah obat sesuai dgn pasien ?
 Masalah klinis  dosis, interaksi
 Diskusi dgn dokter serta pasien
Cara Mencegah
ROTD
 Jangan menggunakan obat bila tdk diindikasikan dgn jelas  pasien
hamil (jika diperlukan)
 Alergi dan idiosinkrasi mrpkn penyebab penting ROTD. Tanyakan
apakah pasien pernah mengalami reaksi sebelumnya
 Tanyakan jika pasien sedang menggunakan obat2 lainnya termasuk
obat swamedikasi  interaksi obat
 Usia dan penyakit hati atau ginjal dpt mempengaruhi metabolisme
dan ekskresi obat  dosis lebih kecil diperlukan. Faktor genetik 
INH
 Resepkan obat sesedikit mungkin dan beri petunjuk yang jelas
 Jika memungkinkan gunakan obat yg sudah dikenal
 Jika timbul ROTD serius  pasien perlu diperingatkan untuk
menghindarinya
PENANGANA ROT
N D
 Pelaporan
 Nama pasien
 No RM
 Obat yang diduga sebagai penyebab ROTD
 Ruangan
 Rincian ROTD yang diduga
 Nama pelapor
 Status pelapor (dokter, farmasis, perawat, dll)
 Kontak pelapor
TATALAKSANA
ADRs
 HENTIKAN PENGOBATAN JIKA:
 Dengan menghentikan dinilai lebih aman
 Kejadian yang tdk dapat ditoleransi
 Ada alternatif pengobatan lain
 Jika dilanjutkan memperburuk kondisi
 LANJUTKAN PENGOBATAN (MODIFIKASI) JIKA:
 Pengobatan tersebut sangat penting
 Tidak alternatif lain
 Jika kejadiannya ringan dan dapat hilang dengan waktu
 BERIKAN PENGOBATAN DENGAN:
 Atropin, dextrose, antihistamin, epinefrin, phenitoin, kortikosteroid,
glukagon, dll yang dapat membantu terapi

 BERIKAN TERAPI SUPORTIF


 Hidrasi, glukokortikoid, kompres dingin/ hangat, analgetik, anti
pruritus
STUD KASU 1
I Bapak PX baru-baru
S ini didiagnosis menderita parkinson. Ia
telah meminum Madopar (Levodopa/ benserazide) 3xsehari
selama 14 hari. ia merasa sangat mual dan muntah sebanyak 3x
selama beberapa hari terakhir. Gejala yang dirasakan bapak PX
sangat mengganggu sehingga ia menanyakan kepada anda
(farmasis) apakah ia boleh menghentikan pengobatannya?

 Perlukah antiemetika ?

 Jika dokter memberikan antiemetika metoklopramid, bagaimana


tanggapan anda sebagai farmasis ?
STUD KASU 2
I Ibu JM sedangSmenderita sesak napas. Riwayat penyakitnya
menunjukkan bahwa beliau menderita asma dengan tingkat
keparahan “sedang” dan baru-baru ini mendapatkan tetes mata
Timolol 0,25% untuk mengobati galukomanya. Obat lainnya
adalah Inhaler Salbutamol 100mcg yang digunakan jika
diperlukan saja

 Menurut anda apakah penyebab timbulnya sesak napas


tersebut?
 Tindakan apa yang anda (farmasis) lakukan?

Anda mungkin juga menyukai