Kriteria Investasi Khusus
Oleh : Ni Putu Nita Anggreni (1707511126)
Christover Harry Siagian (1707511134)
CONTENT
• Kriteria Investasi Unit DRC dan ERP
• Ciri – ciri umum dan contoh Penerapan
Kriteria
• Hubungan antara Unit DRC dan ERP
Kriteria Investasi
Unit DRC dan ERP
Kriteria Investasi
Unit DRC dan ERP
Domestic Resource Cost of Effective Rate of Protection
Earning or Saving a Unit of (tingkat proteksi efektif) atau
Foreign Exchange (DRC) ERP
Kriteria unit DRC serta ERP bertitik tolak pada
prinsip bahwa efisien tidaknya produksi jenis barang
dan jasa tradeable tergatung pada daya saingnya di
pasaran dunia.
Untuk tujuan analisis efesiensi, pasar dalam
negeri dinilai berdasarkan perbandingan antara
opportunity cost riil dari produksi dalam negeri dengan
border price yang relevan tadi.
Cara penerapan kriteria unit DRC untuk menilai,
misalnya proyek A, adalah dengan menentukan apakah
besarnya biaya sumber – sumber nasional per dollar
yang didapatkan / dihemat melebihi shadow price
devisa.
Jika nilai itu lebih besar daripada shadow price
devisa, proyek A dianggap tidak feasible.
Sebaliknya apabila unit DRC sama dengan atau di
bawah shadow price devisa, berarti dari segi efisiensi,
proyek itu dinilai menguntungkan.
Kriteria pada ERP menjelaskan perlu tidaknya suatu proyek diberi
proteksi efektif terhadap persaingan internasional agar dapat hidup.
Kemudian diperhitungkan pengaruh proteksi terhadap sarana yang digunakan
dalam proses produksi . Tingkat proteksi ini diukur dengan cara serupa, yakni
sebagai proporsi kelebihan harga jual dalam negeri masing-masing sarana
dibandingkan dengan harga menurut border price.
Akhirnya rumus ERP meyesuaikan proteksi yang diberikan pada output dengan
menghilangkan efek proteksi yang dinikmati oleh sarana produksi.
proyek tidak menguntungkan. Berarti proyek feasible, dalam arti
tidak memerlukan proteksi efektif di
atas shadow exchange rat (SER).
Adapun keunggulan utama dalam pemakaian unit DRC dan
ERP adalah titik berat pada penerapan border price dalam menilai
segala jenis barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi,
baik sebagai hasil ataupun sarana produksi.
Pada jenis kriteria lainnya, penggunaan border price tidak
dituntut secara langsung, bahkan sering kali diabaikan dalam
menghitung NPV, IRR, atau Net B/C. Sebaliknya, dalam kriteria unit
DRC dan ERP, border price terkandung dalam definisi secara
eksplisit, sehingga tidak dapat dilupakan.
Ciri – ciri umum dan
contoh Penerapan
Kriteria
Inti dari penggunaan kedua jenis kriteria unit DRC dan ERP
adalah pemisahan efek pemakaian faktor-faktor produksi
nasional dalam proses produksi suatu barang atau jasa, dari
segala jenis unsure lain yang ikut mempengaruhi harga jual
barang atau jasa tersebut terutama sarana impor
maupun kebijaksanaan pemerintah berupa pajak, subsidi, dan
tindakan proteksi lainnya.
CONTOH
Misal:
Impor mobil yang sudah jadi dengan harga sebesar $10.000 dikenakan bea masuk
sebesar 100 persen; maka angka tersebut merupakan tingkat proteksi nominal
yang diberikan kepada produsen mobil dalam negeri. Kemudian demi mendorong
industri nasional, pemerintah menetapkan bea masuk atas suku cadang sebesar
50 persen.
Dengan demikian, industry nasional mendapat kesempatan untuk menjual hasil
perakitannya dalam negeri dengan harga (1,0 + 100 persen) . $10.000 . Rp 1.850 =
37 juta sedangkan harga uang baru dibayar untuk suku cadang hanya (1,0 + 50
persen). $9000. $1.850 = Rp 25 juta saja. Jadi selisih sebesar Rp 37 juta - RP 25
juta = Rp 12 juta per satuan dapat dipergunakan untuk membayar faktor-faktor
produksi nasional – tenaga kerja dan modal – yang ikut dalam proses perakitan
tersebut.
CONTOH
Yang dihitung terlebih dulu adalah jumlah devisa yang
dihemat oleh kegiatan perakitan dalam negeri tersebut, yang
pada contoh diatsa sama ddengan $1.000 baru kemudian
ditinjau nilai sumber – sumber dalam negeri yang dikeluarkan
untuk menghemat jumlah devisa tersebut.
Sehubungan dengan contoh tadi, diasumsikan bahwa
jumlah Rp 12 juta yang tersedia untuk membayar faktor – faktor
produksi nasional betul – betul mencermin kan social
opportunity cost dan faktor – faktor produksi tersebut.
Jika nilai sumber-sumber dalam negeri yang
dikeluarkan pada proses perakitan mobil berjumlah Rp
12 juta, sehingga unit DRC menjadi sebesar Rp 12
juta/$1.000 = Rp 12.000 per dollar.
Hubungan antara Unit DRC dan ERP
Telah dikemukakan bahwa, andaikata laba supernormal
sebesar nol, maka unit DRC dapat dikaitkan dengan
hasil perhitungan ERP berdasarkan rumus unit DRC/r.
Dengan perkataan lain, yang perlu dibuktikan adalah
Thank You, Next