Metode & Teknik Operasi
Excavator
Metode & Teknik Operasi Excavator
Melakukan Traveling (Backhoe)
Dalam setiap melakukan Travelling, setiap Operator Alat Muat khususnya
Excavator akan selalu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
~ Posisi Front Idler selalu berada didepan yang fungsinya
sebagaiperedam getaran bilamana membentur benda/material yang keras.
~ Tidak melakukan pemindahan posisi unit dgn cara melakukan menekan
Bucket (di Jack) sebab ini akan menyebabkan kerusakan pada bagian
Boom, Arm dan Attachment lainnya serta jalan menjadi rusak.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Melakukan Traveling (Backhoe)
~ Usahakan selalu istirahat selama
± 15 menit setiap menempuh
jarak 1 km atau melakukan
perjalanan selama 45 menit yang
mana tujuannya untuk menjaga
keausan pada bagian
undercarriage dan terjadinya
panas yang berlebihan pada
Travel Motor.
~ Keadaan lokasi seperti : Kabel-
kabel yang melintang dijalan.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Loading Dengan Excavator (Backhoe)
Teknik Loading dapat dibagi 2 system yaitu :
1. System Level/Top Loading :
~ Loading Time tinggi.
~ Operator tidak dapat melihat dasar Vessel DT dan tidak bisa mengontrol atau melihat
muatan.
~ Keamanan dan keselamatan terhadap alat loading kurang karena pada saat DT mundur
kemungkinan akan membentur alat loading.
~ Sudut swing sangat besar yaitu lebih besar dari 90°.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Loading Dengan Excavator (Backhoe)
2. System Level/Bench Loading :
~ Loading Time kecil/rendah.
~ Operator dapat melihat dasar Vessel dan dapat mengontrol atau melihat muatan.
~ Keamanan dan keselamatan terhadap alat loading terjamin karena pada saat DT
mundur tidak akan membentur alat loading karena posisi DT berada dibawah alat
loading.
~ Sudut swing dapat lebih kecil dari 90°.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Loading Dengan System Level/Top Loading
~ Posisi Track selalu tegak lurus
terhadap lereng searah dengan
pergeseran atau kemajuan lokasi kerja
~ Posisi front idler berada didepan,
bilamana terjadi keretakan tanah
(longsor) unit cepat digerakkan mundur &
berfungsi sebagai peredam pada saat
pengambilan material.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Loading Dengan System Level/Top Loading
~ Ketinggian bucket pada saat
membuang material ke dalam vessel
DT ± 0.50 meter dan berada
ditengah-tengah vessel.
~ Berilah tanda pengaman atau tanggul
agar DT pd saat mundur menuju ke
tempat loading point lebih aman.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Loading Dengan System Low Level/Bench
Loading
Tinggi alat muat terhadap dump truck minimal
sejajar dengan vessl dump truck
Letak atau posisi track tegak lurus dengan DT,
agar unit tidak terlalu sering bergeser atau
bergerak ganti posisi.
Jarak antara bagian depan dengan pinggir tebing
sekitar ± 1.5 meter dan sejajar dengan lokasi
kerja.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Loading Dengan System Low Level/Bench
Loading
Sudut pengambilan material terhadap posisi DT lebih kecil dari 45° yang
tujuannya agar cycle time kecil dan produksi besar.
Posisi front idler selalu berada didepan.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Posisi Excavator Yang Terlalu Tinggi Terhadap
Dump Truck
~ Unit bisa terjungkal atau terbalik pada
saat melakukan
swing.
~ Jangkauan pendek sehingga landasan
DT tidak dapat di-
rapikan dan muatan tidak bisa sampai
kebagian depan bak
Dump Truck.
~ Unit dapat terbalik dikarenakan tanah
yg menjadi kedudukan
alat longsor dan unit tidak dengan
cepat berpindah posisi.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Parkir Setelah Selesai Operasi
Tujuan : Agar dapat mendeteksi kondisi alat sedini
mungkin dan persiapan untuk operasi esok
harinya.
Kemungkinan-kemungkinan yang
akan terjadi antara lain :
Metode & Teknik Operasi Excavator
Parkir Setelah Selesai Operasi
Kelongsoran.
Kebanjiran.
Tertimpa pohon roboh.
Pencurian.
Sulit dijangkau untuk pengisian BBM dan
crew maintenance.
Setelah selesai Operasi atau
kerja parkirlah unit pada
tempat yang datar dan aman
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Parkir
Topik :Cara parkir alat, Excavator Back Hoe.
Tujuan :Agar mempermudah pemeriksaan dikemudian hari
atau awal shift berikutnya
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Parkir
PARKIR YANG BENAR
Posisikan bucket rata dengan tanah.
Jauhkan dari pohon-pohon, ranting-ranting
yang kering.
Beri jarak 1 x lebar unit.
Usahakan semua road hydraulic masuk.
Periksa bila ada kebocoran-kebocoran
yang timbul selama
operasi.
Laporkan pada atasan bila ada kelainan.
Bersihkan kotoran yang melekat pd bagian
undercarriage,
khususnya di Top Roller.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Alat Yang Kurang Tepat
Bila memarkir alat kurang tepat
seperti dalam gambar diatas akan
berakibat.
Semua jenis cairan tidak terdeteksi dengan
sempurna.
Keamanan unit sangat kurang.
Gigi bucket terbebani oleh boom.
Road Hydraulic akan terbebani karena track
sebagian masih menggantung.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Travelling (Power Shovel) Yang Benar
Dalam melakukan travelling maka, setiap Operator
Excavator
(Power Shovel) akan selalu memperhatikan
langkah-langkah seperti dibawah ini :
Ketinggian Bucket dari atas permukaan tanah
± 100 cm atau setinggi
track.
Posisi Front Idler didepan yang fungsinya
sebagai peredam getaran
bilamana terbentur benda/material yang
keras.
Posisi arm tegak lurus terhadap Boom.
Setiap menempuh jarak 1 km dianjurkan
beristirahat ± 15 menit atau
dapat juga komponen undercarriage selalu
disiram.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Travelling (Power Shovel) Yang Benar
Keuntungan Yang Didapat
Beban bucket dan arm tidak tertumpu
pada satu titik atau Cylinder
Hydraulic dan pandangan lebih leluasa.
Keausan Undercarriage berkurang.
Motor Travel tidak mudah overheat.
Ingat
Excavator bukan untuk berjalan, gunakanlah Mobil
Trailer bilamana jarak yang ditempuh cukup jauh
Metode & Teknik Operasi Excavator
Power Shovel
Topik : Teknik Digging.
Tujuan : Produktivitas lebih baik.
Akibat Digging dari bawah (Digging yang
Salah) :
Memaksakan unit akan menjadi kestabilan kurang.
Cycle time tinggi (gerakannya lebih lambat).
Berbahaya karena material dapat longsor.
Sewaktu pengambilan (scoping) Hydraulic Bucket
lambat karena menerima beban diatasnya.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Digging Power Shovel Yang Benar
Penggalian harus dimulai dari atas (1), agar
mudah
pengambilannya setelah itu 2 dan 3
dengan posisi
bucket lurus, searah dengan material.
Setelah bagian 1, 2, dan 3 terambil, Shovel
mundur
± 2 meter untuk mengambil material yang
paling
bawah (4).
Tujuannya
Tidak memaksakan unit
Cycle Time lebih cepat
Kemungkinan longsor kecil
Pekerjaan lebih rapih
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Loading Dengan Excavator
(Power Shovel)
Teknik Loading dengan menggunakan Power Shovel
dapat dibagi menjadi 3 system yaitu :
1. Cab Side Loading
Posisi HD berada disebelah Kiri Excavator.
2. Blind Side Loading
Posisi HD berada disebelah Kanan Excavator.
3. Double Side Loading
Posisi HD berada disebelah Kanan dan Kiri
Excavator.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Loading Dengan System Cab Side
(HD Disebelah Kiri Alat Loading)
System ini yang paling effektif dan banyak
dipergunakan karena :
~ Pandangan operator bebas pada saat
melakukan loading sebab arah swing ke kiri.
~ Keamanan dan keselamatan alat lebih
terjamin.
~ Loading Time kecil/rendah.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Loading Dengan System Cab Side
(HD Disebelah Kiri Alat Loading)
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan :
Posisi track menghadap ke arah tebing/ke
arah material yang akan diambil.
Posisi HD/Dump Truck sejajar dengan
track Excavator Power Shovel.
Jarak HD/Dump Truck dengan alat Power
Shovel ± 4 m sampai dengan 5 m.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Operator Melakukan Loading Dengan
System Cab Side Loading Kurang Tepat
Bila penerapan Loading dengan System Cab Side
Loading yang kurang tepat, tetap dilakukan maka
akan mengakibatkan :
Terlalu banyak memainkan Steering
bilamana posisi Track tidak sejajar dengan
tebing dan vessel (bak) HD.
Rod Cylinder akan terbentur dengan ujung
vessel (bak) padasaat melakukan swing
terutama pada waktu bekerja malam hari
bilamana jarak antara track dengan ujung
vessel terlalu dekat.
Akan terjadi pembebanan yang berlebihan
bilamana track bergerak mundur pada saat
mengambil material.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Loading Dengan System
Blind Side Loading
System ini hanya digunakan pada saat tempat Loading
Point sebelah kiri sedang dirapikan yang tujuannya agar
tetap berproduksi, baik alat muat (Excavator) maupun
Dump Truck.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
~ Pandangan operator terhalang pada saat melakukan
loading sebab arah swing ke kanan.
~Keamanan dan keselamatan alat kurang terjamin dan
perlu ekstra hati-hati.
~Loading Time tinggi.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Loading Dengan System Blind Side
Yang Kurang Tepat
Terjadi benturan antara Rod Cylinder
dengan Vessel Dump Truck.
Operator akan cepat lelah
dikarenakan bekerja tidak begitu
bebas dan merasa was-was.
Produksi akan rendah.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Methode Double Side Loading
Double Side Loading adalah sistem loading, dimana posisi HD/
Dump Truck berada disebelah kiri dan kanan.
Spooting time truck minimal.
Tugas operator hanya untuk memuat.
Dibutuhkan konsentrasi yang tinggi bagi operator.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Methode Double Side Loading
Perlu diperhatikan :
Usahakan alat bantu untuk merapikan front loading (Dozer
Wheel).
Jangan membiarkan merapikan front loading dengan Power
Shovel.
Stamina operator akan terkuras.
positioning
assistance
Metode & Teknik Operasi Excavator
Methode Double Side Loading
Dilakukan Tidak Tepat
DOUBLE SIDE LOADING
Dilakukan kurang sempurna akanberakibat : X
Terjadi benturan pada saat melakukan swing.
Tempat loading point tidak rapi.
Jangkauan terbatas dan hasil pekerjaan tidak
rapi.
Tempat loading point khususnya yang berada
disebelah kanan Excavator tidak leluasa dan
sangat berbahaya.
Keselamatan kerja kurang terjamin.
Produksi rendah dan operator harus extra
hati-hati.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Teknik Melakukan Parkir
Dilakukan Dengan Benar
Teknik Loading Boulder dilakukan tidak tepat akan berakibat :
Parkir alat pada lokasi yang rata, aman dan kuat.
Luruskan body bagian atas dengan posisi track
(searah).
Tempatkan Bucket diatas permukaan tanah
dengan posisi boom dan arm tegak lurus.
Kunci semua perlengkapan kerja dan pintu
ruangan operator.
Bila parkir didekat jurang atau tebing maka parkir
jangan terlalu dekat, berilah jarak ± 1 x panjang
unit.
Tujuan melakukan parkir dengan benar adalah :
Untuk mempermudah pengecheckan pada saat
akan beroperasi.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
1. MATERIAL BLASTING (OB) BAGUS
Metode Loading : Single Bench
Loading dengan metode Single
bench loading adalah teknik
yang paling direkomendasikan
untuk mencapai produktivitas
yang ideal (PC2000 = 800
bcm/jam),
Karena dengan metode ini posisi dump truck dapat terlihat dengan
jelas dan pengisian dapat diatur, serta bucket dapat menjangkau
sampai ke dasar landasan sehingga landasan/posisi dump truck
dapat dibersihkan. Selain itu, power digging maximum pada unit juga
dapat mencapai titik yang optimal.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
Cycle Time
merupakan waktu
yang diperlukan
sebuah loader untuk
memindahkan
material ke dalam
vessel dumptruck
dalam sekali muat.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
1. MATERIAL BLASTING (OB) BAGUS
Metode Loading : Single Bench
Untuk mencapai Cycle Time maksimum di angka 28 detik, maka ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait MTO :
1. Pada saat melakukan
Excavating operator harus
mengupayakan supaya power
digging maksimal, dengan sudut
penggalian 30° Arm IN dan 45 °
Arm Out
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
1. MATERIAL BLASTING (OB) BAGUS
Metode Loading : Single Bench
2. Sudut bucket saat digging
40° - 60° dari permukaan
material. Digging time ≤ 11
detik.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
1. MATERIAL BLASTING (OB) BAGUS
Metode Loading : Single Bench
3. Penetrasi awal teeth bucket ketika
digging adalah 5 teeth bucket (all
teeth bucket)
4. Sudut swing ≤ 90°
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
1. MATERIAL BLASTING (OB) BAGUS
Metode Loading : Single Bench
5. Posisi Track :
Pada saat loading dengan
working geometri sempit
pastikan posisi track tegak
lurus dengan bibir jurang
galian material / tegak lurus
dengan jenjang kerja /
sejajar dengan posisi dump
truck (front idler di depan)
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
1. MATERIAL BLASTING (OB) BAGUS
Metode Loading : Single Bench
5. Posisi Track :
Pada saat loading dengan working geometri sedang (2,5 - 3 Χ
pangjang track),maka akan lebih efektif menggunakan metode loading
track serong dengan pola pergerakan track saling membentuk huruf V.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
1. MATERIAL BLASTING (OB) BAGUS
Metode Loading : Single Bench
5. Posisi Track :
Pada saat menghadapi working geometri luas ( ˃ 3,5 Χ panjang track ±
≥ 25 meter) maka akan lebih efektif jika menerapkan metode track
sejajar dengan jenjang kerja.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
1. MATERIAL BLASTING (OB) BAGUS
Metode Loading : Single Bench
6. Pada saat melakukan
penggalian urutan
pengambilan material harus
berurutan ( digging squence )
harus diperhatikan untuk
mencapai produktivitas yang
optimal dari atas ke bawah
dan juga dari segi safety.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
1. MATERIAL BLASTING (OB) BAGUS
Metode Loading : Single Bench
7. Faktor pengisian harus
konsisten heaped
(munjung).
8. Passing konsisten 5 passing
per Dump Truck.
9. Arah penggalian mengikuti
pergerakan track.
10. Posisi dumpt truck : tegak
lurus dengan jenjang kerja
(1,5 side loading)
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
1. MATERIAL BLASTING (OB) BAGUS
Metode Loading : Single Bench
Kondisi internal yang mendukung
a) Tinggi Jenjang : 3-4 meter (maksimal tinggi ujung vessel
dump truck)
b) Lebar Jenjang : Minimal 25 meter atau 35 meter saat di
dekat tebing
c) Alat Suport : Sekali waktu perlu support min. D85 untuk
perapian Front.
d) Kondisi Unit : Hydraulic Pump full power, Teeth bucket &
Undercarriage normal.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
2. MATERIAL BLASTING (OB) KERAS
Metode Loading : Single Bench
Loading dengan metode Single bench loading adalah teknik yang paling
direkomendasikan untuk loading pada kondisi material ini, karena dengan
metode ini posisi dump truck dapat terlihat dengan jelas dan pengisian
dapat diatur serta bucket dapat menjangkau sampai ke dasar landasan
sehingga landasan/posisi dump Truck dapat dibersihkan selain itu power
digging maximum pada unit juga dapat mencapai maximal.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
2. MATERIAL BLASTING (OB) KERAS
Metode Loading : Single Bench
Namun kondisi blasting keras akan mengalami perbedaan dengan
blasting biasa, karena ketika digging akan membutuhkan waktu yang
sedikit lebih lama karena factor material yang lebih keras. Untuk dapat
mengoptimalkan ketika mengalami kondisi seperti ini maka ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan terkait dengan metode dan teknik operasi
yang dilakukan oleh operator.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
2. MATERIAL BLASTING (OB) KERAS
Metode Loading : Single Bench
Cycle Time : Maksimum 33 detik
Untuk mencapai Cycle Time maksimum di angka 33 detik, MTO yang ada
hampir sama dengan ketika pada kondisi material blasting. Hanya
beberapa yang membedakan adalah ketika penetrasi awal teeth bucket
ke material, hanya 2-3 teeth bucket yang digunakan untuk penetrasi. Hal
ini dikarenakan untuk meminimalkan digging time. Digging time untuk
material keras = 12-15 detik
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
2. MATERIAL BLASTING (OB) KERAS
Metode Loading : Single Bench
Teeth bucket secara umum untuk material yang diggable diposisikan ke
material 40º dari garis horisontal saat awal digging,namun pada material
yang gembur sudut diharapkan agar lebih kecil karena untuk
membongkar material tidak sukar.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
2. MATERIAL BLASTING (OB) KERAS
Metode Loading : Single Bench
Untuk material yang lebih keras dari normal sudut awal akan lebih besar
namun tidak lebih dari 60º (posisi 1),bucket harus dimajukan seperti
(posisi 2) bucket dapat dimundurkan dengan bebas sehingga batuan
yang diatas teeth akan terangkat dan sudut pemotongan seperti (posisi
3) dimana dimulai dari posisi 2 atau bucket diangkat pelan pelan untuk
mengawali digging yang lebih dalam.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
2. MATERIAL BLASTING (OB) KERAS
Metode Loading : Single Bench
Teeth bucket diposisikan kematerial 30º dari garis horisontal saat awal
digging,sesuaikan sudut arm/stick terhadap bidang tegak jika tidak
memungkinkan diperkenankan > 45º roll out,dengan harapan porsi bucket
dapat terisi [Link] penekanan pada boom ketika menarik arm roll
in,pertahankan sudut teeth bucket terhadap material agar selalu
menghujam kematerial untuk mengurangi digging [Link] kembali
kedalaman penggalian
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL BLASTING (OB)
2. MATERIAL BLASTING (OB) KERAS
Metode Loading : Single Bench
Untuk material yang lebih keras atur posisi dari teeth bucket hanya 2-3 teeth
bucket yang dimasukkan ke material saat kontak pertama dengan permukaan
[Link] tidak mengenyampingkan arah alur dan countur
material,operator diharapkan dapat menyesuaikan kapan harus melakukan
penekanan berlebih.
Untuk point-point lainnya sama dengan Metode & Teknik Operasi pada
material Blasting bagus.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL NON BLASTING
1. MATERIAL NON BLASTING ORIGINAL
Cycle Time : Maksimum 33 detik
Metode Loading : Single Bench
Untuk mencapai Cycle Time maksimum di angka 33 detik, MTO yang ada
hampir sama dengan ketika pada kondisi material blasting. Hanya
beberapa yang membedakan adalah ketika penetrasi awal teeth bucket ke
material, hanya 2-3 teeth bucket yang digunakan untuk penetrasi. Hal ini
dikarenakan untuk meminimalkan digging time. Digging time untuk
material non blast 12-15 detik.
Untuk point-point lainnya sama dengan Metode & Teknik Operasi pada
material Blasting bagus.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL NON BLASTING
2. MATERIAL NON BLASTING RIPPINGAN
Cycle Time : Maksimum 31 detik
Metode Loading : Single Low Loading
Untuk mencapai Cycle Time maksimum di angka 30 detik, maka ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait MTO :
1. Pada saat melakukan
Excavating operator harus
mengupayakan supaya power
digging maksimal, dengan
sudut penggalian 30° Arm IN
dan 45 ° Arm Out.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL NON BLASTING
2. MATERIAL NON BLASTING RIPPINGAN
Cycle Time : Maksimum 31 detik
Metode Loading : Single Low Loading
2. Sudut bucket saat digging 40° - 60° dari permukaan material.
Digging time ≤ 13 detik.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL NON BLASTING
2. MATERIAL NON BLASTING RIPPINGAN
Cycle Time : Maksimum 31 detik
Metode Loading : Single Low Loading
3. Penetrasi awal teeth bucket ketika digging adalah 2 atau 3
bucket.
4. Sudut swing ≤ 90°.
5. Posisi track tegak lurus dengan
jenjang kerja untuk menghindari
unit tertarik pada saat digging
dikarenakan traksi/cengkraman
track pada kedudukan
memungkinkan terjadi sliding,
sehingga untuk langkah antisipasi
maka posisi track diposisikan tegak
lurus dengan jenjang kerja.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL NON BLASTING
2. MATERIAL NON BLASTING RIPPINGAN
Cycle Time : Maksimum 31 detik
Metode Loading : Single Low Loading
6. Pada saat melakukan penggalian
urutan pengambilan material
harus berurutan ( digging squence
) harus diperhatikan untuk
mencapai produktivitas yang
optimal dari atas ke bawah dan
juga dari segi safety.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL NON BLASTING
2. MATERIAL NON BLASTING RIPPINGAN
Cycle Time : Maksimum 31 detik
Metode Loading : Single Low Loading
7. Dikarenakan factor material ripping, sehingga factor pengisian tidak
dimungkinkan untuk heaped. Tapi untuk mengoptimalkan fill factor
bucket maka pengambilan material memanfaatkan jangkauan
excavator, sehingga minimal bucket fill factor bisa stuck (peres).
8. Passing konsisten maksimal 6 passing per dump truck.
9. Arah penggalian mengikuti alur rippingan
10. Posisi dump truck : tegak lurus dengan jenjang kerja (1,5 side
loading)
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL NON BLASTING
2. MATERIAL NON BLASTING RIPPINGAN
Cycle Time : Maksimum 31 detik
Metode Loading : Single Low Loading
Kondisi Eksternal yang mendukung :
Tinggi Jenjang : 1,5 meter (kedalaman penetrasi D375 yang
optimal)
Lebar Jenjang : Minimal 25 meter atau 35 meter saat di dekat
tebing
Alat Suport : Wajib disupport 1xD375 yang dilengkapi shank
ripper
Kondisi Unit : Hydraulic Pump full power, Teeth bucket &
Undercarriage normal.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL LUMPUR CAIR
Metode Loading : Top Loading
Untuk loading di material lumpur cair, metode loading yang
digunakan adalah top loading dikarenakan factor safety pada
base landasan excavator. Pada metode ini cycle time akan
tinggi dikarenakan swing time yang membutuhkan waktu
lebih dari pada metode single bench.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL LUMPUR CAIR
Cycle Time : Maksimum 34 detik
Metode Loading : Top Loading
Cycle yang optimal pada loading di material lumpur cair adalah
maksimal 34 detik, dan digging time maksimal 8 detik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan cycle time di
angka tersebut adalah sbb :
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL LUMPUR CAIR
Cycle Time : Maksimum 34 detik
Metode Loading : Top Loading
1. Pada saat melakukan Excavating operator harus mengupayakan
supaya power digging maksimal, sudut arm 45° menjauhi unit (out)
dan 30° mendekati unit (in).
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL LUMPUR CAIR
Cycle Time : Maksimum 34 detik
Metode Loading : Top Loading
2. Harus dibuatkan tanggul pada vessel dump truck bagian belakang
terlebih dahulu.
3. Sudut bucket saat digging 30° - 40° dari permukaan material. Digging
time ≤ 8 detik
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL LUMPUR CAIR
Cycle Time : Maksimum 34 detik
Metode Loading : Top Loading
4. Penetrasi awal teeth bucket ketika digging adalah all teeth bucket (5)
5. Sudut swing ≤90°
6. Posisi track tegak lurus dengan jenjang kerja dan dibuatkan tanggul
pengaman
7. Pengambilan material (digging sequence) harus berurutan dari
material yang terdekat dari atas
8. Dikarenakan factor material lumpur cair, sehingga factor pengisian
tidak dimungkinkan untuk heaped. Tapi untuk mengoptimalkan fill
factor bucket maka bucket fill factor minimal stuck (peres).
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL LUMPUR CAIR
Cycle Time : Maksimum 34 detik
Metode Loading : Top Loading
9. Passing konsisten
maksimal 6 passing per
dump truck.
10. Arah penggalian searah
dengan aliran
pergerakan lumpur
11. Posisi dumpt truck
Sejajar dengan track
excavator (cab side
loading)
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL LUMPUR SOLID
Metode Loading : Top Loading
Loading pada material lumpur solid sebenarnya sama halnya dengan
pada material lumpur cair. Perbedaan pada cycle time pada lumpur
solid lebih kecil dibandingkan dengan loading pada material lumpur cair.
Hal ini karena material yang tingkat densitynya semakin besar sehingga
menyebabkan waktu ketika swing loaded semakin kecil karena material
tidak tercerai berai di vessel. Beda hal nya dengan lumpur cair yang
harus berhati-hati supaya material tidak tercerai-berai.
Metode & Teknik Operasi Excavator
Metode & Tekni Operasi Perkondisi Material
MATERIAL LUMPUR SOLID
Cycle Time : Maksimum 32 detik
Metode Loading : Top Loading
Cycle time loading pada material lumpur solid maksimal 32 detik,
dengan digging time maksimum 9 detik.
Adapun faktor pengisian harus heaped (munjung), sehingga didapatkan
passing konsisten maksimal 5 bucket.
Untuk point-point lainnya sama dengan Metode & Teknik Operasi pada
material Lumpur cair.