0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan38 halaman

Penanganan Trombosis Vena Dalam (DVT)

1. DVT adalah pembentukan bekuan darah pada vena dalam yang diikuti reaksi inflamasi pembuluh darah dan jaringan sekitarnya. 2. Gejala klasik DVT adalah nyeri, edema, dan perubahan warna kulit pada bagian yang terkena. 3. Diagnosa DVT dapat dilakukan dengan pemeriksaan D-dimer, USG Doppler, dan venografi kontras.

Diunggah oleh

Anonymous 5I0wGY
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan38 halaman

Penanganan Trombosis Vena Dalam (DVT)

1. DVT adalah pembentukan bekuan darah pada vena dalam yang diikuti reaksi inflamasi pembuluh darah dan jaringan sekitarnya. 2. Gejala klasik DVT adalah nyeri, edema, dan perubahan warna kulit pada bagian yang terkena. 3. Diagnosa DVT dapat dilakukan dengan pemeriksaan D-dimer, USG Doppler, dan venografi kontras.

Diunggah oleh

Anonymous 5I0wGY
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Referat

Deep Vein Thrombosis

oleh :
Fitri Audiniah 111 2015 2192

Pembimbing :
dr. Fadilla maricar, [Link]-FIHA
• DVT merupakan kelainan kardiovaskular
tersering nomor tiga setelah penyakit koroner
arteri dan stroke

• Kematian dan kecacatan dapat terjadi sebagai


akibat kesalahan diagnosa, kesalahan terapi
dan perdarahan karena penggunaan
antikoagulan yang tidak tepat, oleh karena itu
penegakan diagnosa dan penatalaksanaan yang
tepat sangat diperlukan

*
DEFINISI
*Deep vein thrombosis (DVT) merupakan pembentukan
bekuan darah pada lumen vena dalam (deep vein) yang
diikuti oleh reaksi inflamasi dinding pembuluh darah dan
jaringan perivena

*
* Insiden DVT di Amerika Serikat adalah 159 per 100 ribu atau
sekitar 398 ribu per tahun. Tingkat fatalitas TVD yang
sebagian besar diakibatkan oleh emboli pulmonal sebesar 1%
pada pasien muda hingga 10% pada pasien yang lebih tua.
* DVT merupakan kelainan kardiovaskular tersering nomor tiga
setelah penyakit koroner arteri dan stroke.
* DVT terjadi pada kurang lebih 0,1% orang/tahun. Insidennya
meningkat 30 kali lipat dibanding dekade yang lalu. Insiden
tahunan DVT di Eropa dan Amerika Serikat kurang lebih
50/100.000 populasi/tahun

*
*
*
*
*Nyeri
*Edema
*Perubahan warna kulit (kemerahan/flegmasia alba
dolens/flegmasia cerulea dolens)
*Vena superfisial lebih terlihat
*Kulit hangat
*Homan’s sign
*Moses’ sign
* D-dimer

Pemeriksaan D-dimer <0,5 mg/ml dapat menyingkirkan


diagnosis DVT. Nilai prediktif negatif pemeriksaan D-dimer pada
DVT lebih dari 95%, pemeriksaan ini bersifat sensitif tapi tidak
spesifik, sehingga tidak dapat dipakai sebagai tes tunggal untuk

*
diagnosis DVT
* Venografi Kontras

-Gold standard
-Lebih baik dalam identifikasi
Calf vein thrombosis
-Resiko tinggi flebitis
-Invasif dan nyeri

Iliofemoral(sub occlusive filling defect)


* USG Doppler / USG Duplex

-Noninvasif
-Kurang baik untuk visualisasi vena iliaca dan
Pelvis
-Membutuhkan operator yang terlatih
-Bisa diulang secara serial untuk monitor
Suspek DVT
-Sensitivitas rendah untuk identifikasi
Calf vein thrombi
*
*
• FARMAKOLOGIS
Tujuan pengobatan adalah :
• Mencegah meluasnya trombosis dan
timbulnya emboli paru.
• Mengurangi morbiditas pada serangan akut.
• Mengurangi keluhan post flebitis
• Mengobati hipertensi pulmonal yang terjadi
karena proses trombo emboli.
Heparin

Heparin 5000 ini bolus (80 iu/KgBB),


bolus dilanjutkan dengan drips
konsitnus 1000 – 1400 iu/jam (18
iu/KgBB), drips selanjutnya tergantung
hasil APTT. 6 jam kemudian di periksa
APTT untuk menentukan dosis dengan
target 1,5 – 2,5 kontrol.

Bila APTT 1,5 – 2,5 x kontrol dosis


tetap.
Bila APTT < 1,5 x kontrol dosis
dinaikkan 100 – 150 iu/jam.
Bila APTT > 2,5 x kontrol dosis
diturunkan 100 iu/jam.
* Warfarin

Lama pemberian anti koagulan oral adalah 6 minggu sampai 3 bulan


apabila trombosis vena dalam timbul disebabkan oleh faktor resiko
yang reversible. Sedangkan kalau trombosis vena adalah idiopatik di
anjurkan pemberian anti koagulan oral selama 3-6 bulan, bahkan biasa
lebih lama lagi apabila ditemukan abnormal inherited mileculer.
• Terapi Trombolitik

Indikasi :
-Trombosis luas dengan resiko tinggi terjadinya emboli
paru
-DVT proximal
-Threatened limb viability
-Adanya predisposisi kelainan anatomi
-Kondisi fisiologis baik (usia 18-75thn)
-Harapan hidup >6 bulan
-Onset gejala <14 hari
-Tidak ada kontraindikasi dilakukan trombolisis
*
*
*
*
NONFARMAKOLOGIS

-Trombektomi
Indikasi :
• DVT iliovemoral
• Kontraindikasi
trombolotik atau
gagal dengan
trombolitik maupum
mecanical
trombectomy
• Lesi yang tidak dapat
di akses oleh kateter
• Kontraindikasi
penggunaan
antikoagulan
*
*
*
*
*
* Pulmonary Emboli
* Chronic Venous Insufficiency
* Post Phlebitic Syndrome

*
*

Anda mungkin juga menyukai