02 Vessel & Tangki
2.1. Pendahuluan
Alat pemroses adalah alat yang digunakan pada suatu
rangkaian proses dalam suatu pabrik, untuk
menghasilkan suatu produk atau bahan jadi dari bahan
baku.
Rangkaian proses terdiri dari : tahap penyiapan bahan
baku, reaksi, pemisahan/pemurnian.
Kebanyakan alat proses berupa tangki baik bertekanan
dalam atau bertekanan luar
Berdasarkan tekanannya
1. Bejana bertekanan dalam (internal pressure)
2. Bejana bertekanan luar/vakum (external pressure)
Atmospheric tanks: These tanks are the most common. Although they are
called atmospheric, they are usually operated at internal pressure slightly
above atmospheric pressure. The fire codes define an atmospheric tank
as operating from atmospheric up to 3.5 kN/m2 (0.0345 atm)above
atmospheric pressure.
Low-pressure tanks: Within the context of tanks, low pressure means that
tanks are designed for a pressure higher than atmospheric tanks. This also
means that these tanks are relatively high-pressure tanks. Tanks of this
type are designed to operate from atmospheric pressure up to about 100
kN/m2 (1.1 atm).
Pressure vessels (high-pressure tanks): Since high-pressure tanks are really
pressure vessels, the term high-pressure tank is not frequently used; instead
they are called only vessels.
Berdasarkan tebal dinding
1. Berdinding tipis
A pressure vessel is assumed to be a thin walled pressure
vessel when the thickness of the vessel is less than 1/20 of its
radius.
2. Berdinding tebal
Berdasarkan peletakannya
1. Tangki Horisontal
2. Tangki vertikal
Berdasarkan tinggi
1. Tangki pendek
2. Tangki tinggi
Stress pada dinding bejana
Axial stress
Circumferensial stress
2.2. Vessel & Tangki Pendek
2.2.1. Kode desain tangki 2.2.4. Desain tebal bejana bertekanan luar
2.2.2. Desain dimensi tangki a. Faktor yang mempengaruhi tebal
a. Desain diameter tangki b. Penguat keliling
b. Desain tinggi tangki 2.2.5. Penyangga tipe leg and lug
2.2.3. Desain tangki bertekanan a. Desain Leg
a. Desain tebal bagian silinder b. Desain Lug
- gaya dan stress pada bagian silinder
- faktor pengelasan
- faktor korosi
- pengembangan pers. desain tebal bg silinder
b. Desain tebal bagian tutup
- tutup berbentuk piring
- tutup berbentuk corong
c. Desain nozzle dan penguatnya
- lubang pemasukan & pengeluaran ( nozzle)
- manhole dan handhole
Bagian tangki yang didesain umumnya adalah :
Diameter tangki
Tinggi bagian silinder
Tinggi tutup bawah
Tinggi tutup atas
Tebal silinder
Tebal tutup bawah
Tebal tutup atas
Dimensi tersebut harus disesuaikan dengan kondisi proses dan
dimensinya harus disesuaikan dengan standar atau kode tertentu.
2.2.1. Kode Desain Tangki
Dalam desain tangki, ada beberapa kode yang dapat digunakan.
Kode tersebut sangat menentukan persamaan dan ukuran yang
digunakan dalam desain tersebut. Selain itu, kode tersebut
memberikan petunjuk keselamatan (safety).
Beberapa kode yang biasa digunakan
a. BS 1500 and 515, kode yang dikeluarkan Inggris (British Standard)
b. IS 2825 – 1979, kode yang dikeluarkan India (Indian standard)
c. ASME section VIII, kode AS (American Society Mechanical
Engineering)
d. API, kode AS (American Petroleum Institute)
Pemakaian kode beragam, antara lain
a. ASME code welding qualification utk boiler
b. ASA Code utk pipa bertekanan
c. API Code utk pengelasan tangki penyimpan minyak bumi
Pemakaian kode dapat dilihat pada
a. Dimensi Flanged and dished head – ASME Code
Standard Straight Flange – ASME Code
b. Properties dari Cabon Steel – API Standart
Spesifikasi low Alloy Steel – API Standart
Dimensi tangki – API Standard
2.2.2. Desain dimensi tangki
a. Desain Diameter tangki
Pada umumnya tangki dipakai untuk keperluan proses kimia, sehingga
untuk mendesain diameter dan tinggi bagian silinder didasarkan pada
jumlah volume liquid yang menempati tangki. Waktu tinggal di dalam
bejana juga menentukan jumlah liquid yang akan berada di dalam
bejana, yang dihitung dengan persamaan :
V=Qxθ
V = volume tangki, m3
Q = debit m3/jam
θ = waktu tinggal, jam
Volume total tangki dapat dihitung disesuaikan dengan proses atau
fungsi tangki, apakah sebagai penampung, pengaduk,
pemanas/pendingin, atau kontaktor gas liquid.
V total = Vruangkosong + Vperalatandalamtangki + Vcairantangki
Volume total juga termasuk volume pada bagian tutup bawah, bagian
silinder, dan bagian tutup atas.
V total = Vtutupatas + Vsilinder + Vtutupbawah Vol tutup atas
Vol silinder
Vol tutup bawah
Contoh perhitungan
Standar dished head
conical
Perhitungan volume bagian bawah (V1)
asumsi V1 = luas alas x (1/3 ) x tinggi
=
Volume bagian silinder (V2)
Volume bagian tutup atas (V3)
diambil d = r, dan h =0,169 d
Volume total tangki
b. Desain tinggi bagian tangki
Tinggi bagian tutup bawah
Tinggi bagian silinder, diambil 1,5 x diameter tangki atau dihitung berdasarkan pada
proses yang berlaku pada tangki tersebut. Untuk kontaktor, diameter tangki dihitung
berdasarkan supervicial velocity.
Tinggi bagian tutup atas
Soal latihan
1. Sebuah tangki digunakan untuk menampung liquid dengan laju
alir 125 ft3/jam dengan waktu tinggal rata-rata 1 jam. Tutup atas
berbentuk standard dished head dan tutup bawah berbentuk
conical dengan sudut 1200. Desainlah dimensi bejana tersebut.
2. Sebuah tangki digunakan untuk menampung liquid 125 ft3,
dengan tutup atas berbentuk standar dished head dan tutup
bawah berbentuk conical dengan sudut 900. Apabila liquida
hanya menempati bagian silinder dan bagian tutup bawah,
sehingga tinggi liquida di bagian silinder dengan diameter
tangki berbanding 6:5, dan ruang kosong diperkirakan 30% dari
volume liquid, desainlah dimensi bejana tersebut.
2.2.3. Desain tangki bertekanan
Jika diameter tangki dan tekanan di dalam tangki diketahui, maka
selanjutnya yang didesain adalah :
Tebal bagian silinder
Tebal tutup atas
Tebal tutup bawah
Selain dipengaruhi tekanan, tebal tangki juga dipengaruhi bahan
konstruksi, faktor penyambungan, dan faktor korosi
a. Desain tebal bagian silinder
Tebal bagian silinder didesain berdasarkan pada gaya
yang ditimbulkan oleh tekanan di dalam bejana.
Dari gaya yang mengenai luasan bagian silinder tersebut
akan menimbulkan stress sehingga atas dasar stress dan
bahan konstruksi bejana dapat didesain tebal bejana
tersebut.
Untuk mengubah tekanan menjadi stress dimensi yang
diperlukan adalah diameter dan tinggi bagian silinder.
Gaya yang timbul dalam bejana akibat
adanya tekanan dapat dibagi menjadi
2 macam :
1. Gaya axial (sejajar sumbu silinder)
2. Gaya circumferensial (tegak lurus
sumbu silinder)
Gaya axial
Gaya circumferencial
Besarnya stress
Faktor pengelasan (E)
Faktor korosi
Apabila tangki dipergunakan untuk menampung bahan kimia
maka dinding tangki akan mengalami korosi disebabkan
adanya kontak dengan bahan kimia tersebut.
Tebal logam yang terkorosi oleh bahan kimia tersebut harus
diperhitungkan dan perlu ditambahkan pada desain awal,
dinamakan faktor korosi (corrotion allowance, C), dan
besarnya tergantung jenis bahan kimia yang akan ditampung
dalam tangki.
Semakin korosif bahan kimia tersebut, semakin besar faktor
korosinya. Biasanya tembahan tebal atau faktor korosi
tersebut adalah 1/16 sampai 2/16 in.
Tangki tipis menurut ASME ditambahkan faktor 0,6 ke dalam
persamaan. Dengan memperhatikan faktor pengelasan dan faktor
korosi, persamaan menjadi
Tebal silinder perlu mengikuti tebal standar :
3/16, 4/16, 5/16, 3/8, 7/16, 1/2, 5/8, 3/4, 7/8, 1, 1 1/8, 1 3/8, 1 1/2,
15/8, 1 3/4, 1 7/8, 2, 2 1/4, 2 1/2, 2 3/4, dan 3 in.
b. Desain tebal bagian tutup
Ada 2 macam tutup, yaitu bentuk piring (dish) dan bentuk corong
(conical).
Pemilihan tutup tergantung jenis fluida dan kondisi operasi
Untuk liquid dengan viskositas tinggi, maka bentuk tutup sebaiknya
berbentuk conical dan sudut puncaknya disesuaikan dengan
tinggi rendahnya viskositas bahan untuk memudahkan keluarnya
bahan dari tangki
Selain digunakan untuk bahan dengan viskositas rendah, tutup
berbentuk piring digunakan untuk tangki bertekanan tinggi, karena
tekanan yang mengenai satu titik di dalam bejana dapat
dipantulkan lagi sehingga tidak seluruh tekanan terserap oleh
bagian tutup
Dari 2 bentuk tersebut, dapat dibagi lagi menjadi beberapa bentuk
khusus
Tutup bentuk piring
Dimensi Flange dan Dished head
dapat dilihat pada Tabel 5.7
Process Equipment Design,
Brownell & Young
Straight flange untuk bentuk tutup
dished head dan elliptical dapat
dilihat pada Tabel 5.8 & 5.11
Process Equipment Design,
Brownell & Young
Tutup bentuk corong (conical)
bentuk conical
Bentuk toriconical
Soal latihan
3. Sebuah bejana berdiameter dalam 60 in. Tutup bawah bejana berbentuk conical
dengan sudut puncak 60 oC. Bahan bejana SA 387 Grade P dengan allowable
stress sebesar 15000 psi. Pengelasan berupa double welded butt joint dengan
faktor korosi 1/16 in. Desainlah tebal bagian silinder, bagian tutup atas dan bawah
tangki.
4. Sebuah bejana didesain untuk proses operasi sbb
- suhu liquid 500 oF tekanan 40 psig
- liquid dalam volum 70% volum total bejana
- jumlah liquid 9000 lb dengan densitas 75 lb/ft3
- tutup atas berbentuk standar dished head dan tutup bawah berbentuk conical
dengan sudut puncak 120 oC dan tinggi bagian silinder 1,5 x diameter tangki
Bahan tangki SA 240 Grade C type 347, pengelasan berupa double welded butt
joint dengan faktor korosi 1/16 in.
Desainlah dimensi bejana tersebut
c. Desain nozzle dan penguatnya
Lubang pemasukan dan pengeluaran (Nozzle)
Nozzle didesain berdasarkan
sesuai dengan laju alir bahan
masuk dan keluar. Ada 2
cara, yaitu dengan cara grafis
dan cara analitis
Manhole dan handhole
Manhole berfungsi agar operator dapat masuk tangki guna memperbaiki
atau perawatan peralatan di dalam tangki.
Handhole berfungsi agar tangan dapat masuk untuk perbaikan atau
peralatan di dalam tangki.
Seperti nozzle, desain manhole dan handhole tergantung dari tinggi
bejana dengan ukuran standar seperti tabel
2.2.4. Desain tebal tangki bertekanan luar
Pada tangki bertekanan luar dengan panjang bagian silindernya sebesar Ls
tanpa penguat, terdapat panjang kritis apabila tangki ditekan sampai pada
yield point dari tangki tersebut. Dengan demikian pada desain bejana luar p
(tekanan kritis) dan L (tinggi bagian silinder) kritis perlu diperhatikan.
Pada tangki berpenguat (stiffener) atau flange atau sambungan, maka
harga l kritis dihitung sesuai dengan batas-batas sambungan tersebut,
sehingga pada desai bejana bertekanan luar, beberapa hal yang perlu
diperhatikan
a) p kritis yang timbul dalam proses tersebut
b) l kritis yaitu tinggi bagian silinder atau jarak dua penguat
c) r atau crown radius atau tinggi tutup berbentuk conical
Kekuatan bagian silinder sangat tergantung oleh panjang (l kritis).
Tekanan kritis sangat tergantung pada perbandingan tebal (t) dengan
diameter tangki dan modulus elastisitas E.
Penguat keliling (stiffener)
Karena faktor ekonomis, maka tebal bagian silinder pada tekanan luar yang
semula dilakukan penipisan dengan cara penambahan sabuk pengaman hang
diamankan stiffener
Macam stiffener ad beberapa macam, tetapi yang biasa digunakan berbentuk
channel.
a. Jumlah sabuk pengaman
Dasar desain jumlah sabuk pengaman adalah besarnya l kritis dan gaya yang
bekerja pada dinding silinder. Semakin banyak jumlah sabuk pengaman akan
semakin kecil harga l, sehingga akan memperkecil tebal bagian silinder dan ukuran
sabuk pengaman. Akan tetapi jumlah sabuk pengaman akan menambah harga
tangki.
b. Ukuran sabuk pengaman
Dasar desain ukuran sabuk pengaman adalah besarnya gaya dan tekanan
yang bekerja pada dinding silinder dan temperatur operasi di dalam tangki.
2.2.5. Penyangga Leg dan Lug
Leg
Umumnya berjumlah 4
Lug