Peran, Fungsi, dan Tugas
Laboratorium Tuberkulosis
Kelompok 8 Reguler A
1. Prabowo Dwi Wahyudi (P1337434117026)
2. Rizky Fajar Maa’dina (P1337434117029)
3. Rafida Nur Amalina Auni (P1337434117043)
4. Intan Nur Azizah (P1337434117044)
5. Riska Nur Khasanah (P1337434117045)
Pendahuluan
Laboratorium TB tersebar luas dan berada di setiap wilayah, mulai dari
tingkat Kecamatan, Kab/Kota, Provinsi, dan Nasional, yang berfungsi
sebagai laboratorium pelayanan kesehatan dasar, rujukan maupun
laboratorium pendidikan/penelitian. Setiap laboratorium yang
memberikan pelayanan pemeriksaan TB mulai dari yang paling
sederhana, yaitu pemeriksaan apusan secara mikroskopis sampai
dengan pemeriksaan paling mutakhir seperti PCR, harus mengikuti
acuan/standar. Untuk menjamin pelaksanaan pemeriksaan yang sesuai
standar, maka diperlukan jejaring laboratorium TB.
1. Pusat Fiksasi Sediaan TB di tingkat sarana pelayanan kesehatan setara PS
Laboratorium dengan kemampuan hanya pembuatan sediaan apusan dahak dan fiksasi, misalnya:
Lab TB Puskesmas Satelit (PS), Lab di Lapas dan Rutan.
a) Fungsi : Melakukan pengambilan dahak, pembuatan sediaan dahak sampai fiksasi sediaan
dahak untuk pemeriksaan TB.
b) Peran : Memastikan semua tersangka pasien dan pasien TB dalam pengobatan diperiksa
dahaknya sampai mendapatkan hasil pembacaan.
c) Tugas : Mengambil dahak tersangka pasien TB, membuat sediaan dan fiksasi sediaan dahak
pasien untuk keperluan diagnosis, dan untuk keperluan follow up pemeriksaan dahak dan
merujuknya ke PRM.
d) Tanggung jawab : Memastikan semua kegiatan laboratorium TB berjalan sesuai prosedur tetap,
termasuk mutu kegiatan dan kelangsungan sarana yang diperlukan.
2. Pusat mikroskopis TB di tingkat sarana pelayanan kesehatan
Laboratorium dengan kemampuan deteksi Basil Tahan Asam (BTA),
dengan pewarnaan Ziehl Neelsen dan pembacaan skala IUATLD),
misalnya: Puskesmas Rujukan Mikroskopis (PRM), Puskesmas Pelaksana
Mandiri (PPM), Rumah Sakit, BP4, RSP dll.
a) Fungsi : Laboratorium rujukan dan atau pelaksana pemeriksaan
mikroskopis dahak untuk TB.
b) Peran : Memastikan semua tersangka pasien dan pasien TB dalam
pengobatan diperiksa dahaknya sampai diperoleh hasil.
c) Tugas
• PPM: Mengambil dahak tersangka pasien TB untuk keperluan diagnosis dan
follow up, sampai diperoleh hasil.
• PRM: Menerima rujukan pemeriksaan sediaan dahak dari PS. Mengambil dahak
tersangka pasien TB yang berasal dari PRM setempat untuk keperluan diagnosis
dan follow up, sampai diperoleh hasil.
d) Tanggung jawab
Memastikan semua kegiatan laboratorium TB berjalan sesuai prosedur tetap,
termasuk mutu kegiatan dan kelangsungan sarana yang diperlukan.
3. Laboratorium Rujukan Cross check (uji silang)
Laboratorium dengan kemampuan melaksanakan pemeriksaan mikroskopis
BTA seperti pada laboratorium sarana pelayanan kesehatan ditambah
dengan kemampuan melakukan uji silang mikroskopis dari laboratorium
sarana pelayanan kesehatan binaan yaitu: laboratorium kesehatan daerah,
laboratorium di salah satu Rumah Sakit, BP4 ataupun Rumah Sakit Paru
(RSP), dll.
a) Fungsi
Laboratorium yang melakukan uji silang dari sarana pelayanan kesehatan
setara PPM dan PRM dalam sistem jejaring laboratorium TB setempat. •
Melakukan pembinaan laboratorium sesuai jejaring
b) Peran : Laboratorium mikroskopis TB, Laboratorium rujukan uji silang
sesuai jejaring laboratorium TB setempat.
c) Tugas :
• Melaksanakan kegiatan laboratorium mikroskopis TB.
• Melaksanakan uji silang mikroskopis TB sesuai jejaring.
• Melaksanakan pembinaan laboratorium TB, termasuk EQAS sesuai
jejaring.
• Mengikuti kegiatan EQAS yang diselenggarakan laboratorium rujukan
TB provinsi sesuai jejaring.
d) Tanggung jawab
• Memastikan semua kegiatan laboratorium TB berjalan sesuai
prosedur tetap, termasuk mutu kegiatan dan kelangsungan sarana yang
diperlukan.
• Memastikan kegiatan uji silang dilaksanakan sesuai program
pengendalian TB.
• Memastikan pembinaan laboratorium TB dalam jejaring dilaksanakan
sesuai program.
4. Laboratorium Rujukan Provinsi
Laboratorium dengan kemampuan melakukan pemeriksaan seperti
laboratorium uji silang mikroskopis ditambah dengan kemampuan
pelayanan pemeriksaan isolasi, identifikasi, uji kepekaan M. tb dari
spesimen dahak. Selain itu laboratorium ini juga melakukan uji silang
hasil pemeriksaan mikroskopis Lab rujukan uji silang (butir 3) dan
melakukan uji silang ke II jika terdapat kesenjangan antara hasil
pemeriksaan mikroskopis Lab sarana pelayanan kesehatan (butir 2) dan
laboratorium rujukan uji silang (butir 3).
a) Fungsi : sebagai laboratorium rujukan TB tingkat provinsi.
b) Peran
• Laboratorium uji silang mikroskopis untuk Lab rujukan uji silang
• Laboratorium yang melakukan uji silang kedua apabila terdapat
ketidaksesuaian penilaian uji silang oleh lab rujukan uji silang dalam
jejaringnya (2nd controller)
• Laboratorium yang melakukan pemeriksaan mikroskopis, Isolasi,
identifikasi dan tes kepekaan M. TB dari dahak.
• Pembina laboratorium TB sesuai jejaring.
c) Tugas
• Melakukan uji silang terhadap laboratorium sesuai jejaring.
• Melaksanakan pemeriksaan mikroskopis, isolasi, identifikasi kuman
dan uji kepekaan (DST).
• Menyelenggarakan pembinaan Lab. TB berjenjang (EQAS dan
pelatihan) bagi laboratorium TB sesuai jejaring.
• Mengikuti kegiatan EQAS Laboratorium TB yang diselenggarakan oleh
laboratorium rujukan TB regional.
• Menyelenggarakan pelatihan bagi petugas laboratorium sarana
pelayanan kesehatan dan laboratorium rujukan uji silang.
d) Tanggung jawab
• Menentukan hasil akhir uji silang jika terjadi ketidaksepahaman hasil
antara lab rujukan uji silang dan lab mikroskopis TB sarana pelayanan
kesehatan.
• Memastikan semua kegiatan sebagai laboratorium rujukan TB tingkat
provinsi berjalan sesuai prosedur tetap, termasuk mutu kegiatan dan
kelangsungan sarana yang diperlukan.
• Memastikan laboratorium TB uji silang yang menjadi tanggung
jawabnya melaksanakan tanggung jawab mereka dengan baik dan
benar.
5. Laboratorium Rujukan Regional
Laboratorium yang melakukan pemeriksaan kultur, identifikasi dan Drug Sensitivity
Test (DST) [Link] dan mycobacterium other than tuberculosis (MOTT) dari dahak dan
bahan lain dan menjadi laboratorium rujukan untuk kultur dan DST [Link] bagi
laboratorium rujukan tingkat provinsi.
a) Fungsi: sebagai laboratorium rujukan TB regional.
b) Peran
• Laboratorium rujukan yang melakukan pemeriksaan isolasi, identifikasi dan DST
[Link] dan MOTT dari dahak dan bahan lain.
• Laboratorium rujukan untuk isolasi, identifikasi dan DST M. TB bagi laboratorium
rujukan tingkat provinsi.
• Laboratorium Pembina untuk kegiatan isolasi, identifikasi dan DST [Link] di
laboratorium provinsi.
c) Tugas
• Laboratorium rujukan regional secara rutin mengirim tes uji
profisiensi kepada laboratorium rujukan provinsi.
• Melaksanakan pemeriksaan isolasi, identifikasi kuman dan uji
resistensi (DST) [Link] dan MOTT bagi yang memerlukan.
• Melaksanakan penelitian dan pengembangan metode diagnostik TB
• Menyelenggarakan pelatihan berjenjang bagi petugas laboratorium.
• Menyelenggarakan pembinaan (EQAS dan pelatihan) Lab. rujukan
provinsi.
• Mengikuti kegiatan EQAS Laboratorium TB, yang diselenggarakan oleh
laboratorium rujukan TB tingkat nasional.
d) Tanggung jawab
• Memastikan semua kegiatan laboratorium rujukan TB tingkat regional
berjalan sesuai Penanggulangan TB.
• Memastikan laboratorium TB tingkat provinsi dalam jejaring
melaksanakan kegiatan sesuai penanggulangan TB.
6. Laboratorium Rujukan Nasional
Laboratorium ini melakukan pemeriksaan dan penelitian biomolekuler
dan mampu melakukan pemeriksaan non konvensional lainnya, serta
melakukan uji silang ke dua untuk pemeriksaan biakan. Mutu
laboratorium rujukan nasional akan ditera oleh laboratorium rujukan
supra nasional yang ditunjuk.
Saat ini laboratorium supra nasional bagi laboratorium nasional
Indonesia adalah laboratorium TB di Adelaide, Australia.
a) Fungsi: Pusat rujukan pemeriksaan TB tingkat nasional.
b) Peran: Laboratorium rujukan TB tingkat nasional
c) Tugas
• Melaksanakan pemeriksaan isolasi, identifikasi dan uji kepekaan
(DST).
• Melaksanakan penilitian dan pengembangan pemeriksaan
laboratorium M. tuberculosis.
• Melaksankan pembinaan laboratorium TB (pelatihan dan EQAS) bagi
laboratorium rujukan provinsi dan regional
• Mengikuti kegiatan EQAS Laboratorium TB yang diselenggarakan
laboratorium rujukan TB tingkat supra nasional.
d) Tanggung jawab
• Memastikan semua kegiatan laboratorium rujukan TB tingkat nasional
berjalan sesuai penanggulangan TB.
• Memastikan pembinaan laboratorium TB tingkat provinsi dan
regional berjalan sesuai dengan penanggulangan TB.