100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
480 tayangan33 halaman

Proses Hematopoiesis dan Sel-Selnya

Dokumen tersebut membahas proses hematopoesis yang meliputi eritopoesis, leukopoesis, dan trombopoesis. Pada eritopoesis dijelaskan tahapan perkembangan sel darah merah mulai dari hemocytoblast hingga menjadi eritrosit dewasa. Leukopoesis membahas tahapan perkembangan sel darah putih termasuk basofil, eosinophil, neutrofil, monosit, dan limfosit. Terakhir, trombopoesis menjelaskan tah

Diunggah oleh

Rizky Mwa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
480 tayangan33 halaman

Proses Hematopoiesis dan Sel-Selnya

Dokumen tersebut membahas proses hematopoesis yang meliputi eritopoesis, leukopoesis, dan trombopoesis. Pada eritopoesis dijelaskan tahapan perkembangan sel darah merah mulai dari hemocytoblast hingga menjadi eritrosit dewasa. Leukopoesis membahas tahapan perkembangan sel darah putih termasuk basofil, eosinophil, neutrofil, monosit, dan limfosit. Terakhir, trombopoesis menjelaskan tah

Diunggah oleh

Rizky Mwa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

H E M AT O P O I E S I S

AINA IHZA MILLENIA/318002


[Link]
A. Hemocytoblast
memiliki ciri-ciri :
 Diameter 10-14 µm
 Intinya relative tak berdiferensiasi dan mengandung satu atau dua anak inti.
B. Proeritroblast
Memiliki ciri-ciri sel sebagai berikut :
a. Bentuknya Ireguler
b. Ukurannya 2-3 x eritrosit (12 - 21 u)
c. Sel termuda dalam sel eritrosit
d. Berinti bulat atau oval, menempati 85 – 90 % bagian sel.
e. Warnanya tidak teratur, tampak agregasi kromatin, dikelilingi oleh “halo”
yang tipis yang kadang sulit dilihat.
f. Anak inti dan kromatin yang halus. sitoplasma biru tua, dengan inti di
tengah dan nukleoli, serta kromatin yang sedikit menggumpal.
B. Eritoblas Basophilik
Memiliki ciri-ciri sel sebagai berikut :
a. Bentuknya Irreguler
b. Ukurannya sedikit lebih kecil dari rubliblast ( 12 – 18 u)
c. Berinti besar dengan benang kromatin tampak jelas dengan warna
gelap, sering tersusun seperti terali sepeda.
d. Sitoplasmanya menempati 60 – 70 % bagian sel, lebih banyak tetapi
lebih kurang basophilik daripada rubriblast.
C. Eritroblast Poliokromatik
Memiliki ciri-ciri sel seperti berikut :
a. Bentuknya Irreguler.
b. Ukurannya mencapai 2x eritrosit ( 7 – 14 u ).
c. Berinti besar dengan benang kromatin padat berwarna gelap dan sering
tersusun seperti terali sepeda, kadang ada nucleoli.
d. Sitoplasma menempati 60 – 70 % bagian sel, lebih banyak dari
sitoplasma pronormoblast namun lebih kurang basofilik.
D. Metarubrisit / Normoblast Ortokromatik / Eritroblast Ortokromatik
Memiliki ciri-ciri sel sebagai berikut :
a. Bentuknya regular.
b. Ukurannya sedikit lebih besar dari eritrosit (7 – 10 u).
c. Intinya pknotik, kadang terletak eksentrik.
d. Sitoplasma menempati 50 – 80 % bagian sel.
E. Normoblast
 Lebih kecil dari eritobas polikromatofil
 Mengandung inti yang lebih kecil yang terwarnai basophil padat
 Intinya secara bertahap menjadi piknotik
F. Retikulosit
Memiliki ciri-ciri sel sebagai berikut :
a. Sel Darah Merah (SDM) yang masih muda tidak berinti berasal dari
proses pematangan normoblas di sumsum tulang.
b. Setelah dilepaskan dari sumsum tulang sel normal akan beredar sebagai
retikulosit selama 1-2 hari.. Retikulosit akan masuk ke sirkulasi darah tepi
dan bertahan kurang lebih selama 24 jam sebelum akhirnya mengalami
pematangan menjadi eritrosit. F.
G. Eritrosit
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Berwarna merah muda seluruhnya.
b. Bentuknya adalah cakram bikonkaf tak berinti.
c. Tak mempunyai mitokondria,ribosom dan tidak dapat bergerak
[Link]
A.
1. Myloid Steam Cell
Ciri-ciri:
 Merupakan sel induk
 Ukuran besar
 Belum memiliki bentuk dan sifat yang spesifik
2. Myloblast

 Diameter antara 14 dan µm


 Bagian utama ditempati oleh nucleus oval besar yang
terdiri dari kromatin tak teragregasi sangat halus
 Memiliki 3 atau lebih nucleolus
 Sitoplasma memiliki karakter basofilik dan tidak memiliki
butiran
 Mitokondria ada tetapi memiliki ukuran yang agak kecil
3. Imature basofil

Ciri-ciri:
 Mempunyai granula yang kasar dan merata
 Granula menutupi seluruh bagian sel
 Warna belum terlalu tua
 Sel lebih besar dari basofil
4. Basofil

 0.2%-1% sel darah putih adalah basofil, jumlahnya 0-10


permilimeter kubik.
 Berfungsi untuk mensekresi heparin dari koagulasi.
 Ciri-ciri :
 Granula lebih kasar
 Di dalam sitoplasmanya terdapat granula berwarna
biru
 Inti tidak bersegmen
 Nukleus berwarna biru
B.
1. Myloid Steam Cell
Ciri-ciri:
 Merupakan sel induk
 Ukuran besar
 Belum memiliki bentuk dan sifat yang spesifik
2. Myloblast

 Diameter antara 14 dan µm


 Bagian utama ditempati oleh nucleus oval besar yang
terdiri dari kromatin tak teragregasi sangat halus
 Memiliki 3 atau lebih nucleolus
 Sitoplasma memiliki karakter basofilik dan tidak memiliki
butiran
 Mitokondria ada tetapi memiliki ukuran yang agak kecil
3. Immature Eosinfil

 Mempunyai granula berwarna merah padat


 Mempunyai inti berada di tengah
 Belum memiliki lobus/segmen
 Warna belum terlalu tua
 Ukuran lebih besar dari pada Eosinofil
4. Eosinofil
 Ciri-ciri :
 Granula padat dan kasar
 Di dalam sitoplasmanya terdapat granula berwarna merah
 Inti berada di tengah
 Inti terdiri dari 2 lobus
 Hanya menyusun 1%-4% dari sel darah putih atau jumlahnya 150-300
permilimeter kubik darah.
 Berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan mensekresi
histamin dan melindungi tubuh dari alergi.
C. Neutrofil
 Merupakan jenis terbanyak di sel darah putih yaitu 60%-70%. Hampir 3000-
6000 permilimeter kubik darah.
 Berfungsi untuk menghancurkan mikroorganisme dan partikel asing dengan
proses fagositosis dan sebagai sel pertahanan tubuh pertama yang melawan
infeksi.
1. Batang : ciri-cirinya :
 Granula halus
 Granula berwarna ungu
 Inti terdiri dari bagian yang sama, lekukan tidak lebih dari 1/3
bagian
2. Segmen : ciri-cirinya :
 Granula halus
 Granula berwarna ungu
 Inti terdiri dari 3-8 lobus
D.
1. Myloid Steam Cell
Ciri-ciri:
 Merupakan sel induk
 Ukuran besar
 Belum memiliki bentuk dan sifat yang spesifik
2. Immature Monocyte

 Tidak memiliki granula


 Sel paling besar
 Inti masih berbentuk bulat
 Sel berwarna lebih muda dari monocyte
3. Monosit
Stem sel – monoblast – promonocyte –
monocyte
 Proses pembentukan sel ini berada
dalam sumsum tulang.
 Dalam sirkulasi 20-40 jam sel ini
masuk ke jaringan menjadi
makrofag dan menjalankan
fungsinya. Saat menjadi makrofag
hidupnya mampu berbulan-bulan
atau bertahun-tahun.
 Sel ini mampu melakukan
fagositosis, mensekresi
enzim,mengenal pertikel dan
melakukan interaksi dengan
immunogen dan komponen selluler
maupun humoral dari sistem
immune.
 Monosit berperan dalam peradangan, infeksi, menelan, dan mencerna
bahan asing. Berfungsi untuk menghancurkan patogen yang ganas dengan
proses fagositosis.
 Monosit jumlahnya adalah 300-600 permilimeter kubik. 2%-8% sel darah
putih terdiri monosit.
 Ciri-ciri :
o Tidak bergranula
o Inti berbentuk seperti otak atau ginjal.
o Merupakan sel paling besar
E.
[Link] steam cell
Ciri-ciri :
 Sel muda dari limfosit
 Ukuran besar
 Tidak memiliki granula
 Bentuk bulat
2. Limfosit
Stem sel – lymphoblast – prolymphocyte –
lymphocyte
 Proses pembentukan sel ini berada
dalam organ limphoid dan sedikit di
sumsum tulang.
 Lifespan limfosit dari lymph node ke
jaringan lymphe bisa hidup beberapa jam
sedangkan apabila diluar jaringan bisa
hidup 100-300 hari sampai satu tahun.
 Limfosit dibagi menjadi 2 yaitu limfosit B
yang berperan dalam immunitas humoral,
berdifferensiasi menjadi sel plasma
kemudian menghasilkan immunoglobulin
dan limfosit T berperan immunitas selluler
berdifferensiasi menjadi limfosit T
penolong (T4), limfosit penekan (T8), dan
limfosit sitotoksik / T efektor.
 Limfosit berguna sebagai sistem imun untuk melawan virus bakteri dan
mikroorganisme lain, partikel asing. 25%-30% dari sel darah putih adalah
limfosit, itu artinya jumlahnya dalam darah adalah 1500-4000 permilimeter
kubik.
 Berfungsi untuk membangun antibodi dan konstribusi terbesar dalam
pertahanan tubuh.
 Ciri-ciri :
 Tidak bergranula
 Inti hampir memenuhi sel berbentuk bulat dan padat
[Link]
Megakarioblas

 Bentuk: bulat, kadang-kadang oval


 Warna sitoplasma: biru tua, sitoplasma basofilik kuat tanpa granul Bentuk
inti: bulat, oval or slightly tidak teratur
 Tipe kromatin: gelap, homogen Nukleolus: biasanya tak terlihat
Distribusi:
 darah: tidakadasumsum tulang:<0.1%
 Inti mungkin terbagi menjadi dua lobus
Promegakariosit

 Bentuk: oval, kadang-kadang bulat


 Warna sitoplasma: biru dengan bintik merah jambu, kadang-kadang
sitoplasma berisi vakuola besar Granularitas: mulai tampak halus,
granulasi merah jambu
 Bentuk inti: tidak teratur, berlobus
 Tipe kromatin: padat
 Rasio inti/sitoplasma: rendah Nukleolus: tak terlihat Distribusi:
 darah: tidak ada
 sumsum tulang: < 0.5 %
Megakariosit

 Bentuk: oval, kadang-kadang bulat


 Warna sitoplasma: merah jambu Tipe kromatin: padat Nukleolus: tak
terlihat Distribusi:
 darah: tidak ada
 sumsum tulang:
 < 0.5 %
Mikromegakariosit

 Bentuk: oval, kadang-kadang bulat


 Warna sitoplasma: merah jambu Granularitas: halus, merah jambu
Bentuk inti: multilobular, tidak teratur
 Tipe kromatin: padat
 Rasio inti/sitoplasma: sedang Nukleolus: tak terlihat Distribusi:
 darah: normal tidak ada
 sumsum tulang: < 0.5 %
Giant platelet

 Bentuk: bulat atau oval, dengan pinggir tidak rata


 Warna sitoplasma: biru Granularitas: granul ungu halus yang mengisi
bagian tengah trombosit
 Pinggir tipis tanpa granul pada bagian tepi dari sel
 Distribusi: dalam film darah tepi hanya satu giant plateklet
Trombosit
hipogranular

 Bentuk: bulat atau oval, dengan pinggir tidak rata


 Warna sitoplasma: biru Granularitas: granul ungu halus mengisi
bagian tengah trombosit Pinggir tipis tanpa granul pada bagian tepi sel.
Granul yang sedikit atau tidak ada di dalam trombosit merupakan suatu
anomali
 morfologis.
 Inti: tidak ada
Trombosirt normal

 Bentuk: bulat atau oval, dengan pinggir tidak teratur


 Warna sitoplasma: biru
 Granularitas: granul ungu halus mengisi bagian tengah trombosit Pinggir
tipis tasnpa granul pada bagian tepi sel. Granul yang sedikit atau tidak ada
di dalam trombosit merupakan suatu anomalimorfologis.
 Inti: tidak ada
Anisositosis trombosit

Terdapatnya beragam ukuran trombosit dalam darah termasuk trombosit


raksasa

Anda mungkin juga menyukai