Peran Perum BULOG pada
Tatakelola Pangan Nasional
Dr Edi Santosa
Anggota Komite Tata Kelola
Dewan Pengawas Perum BULOG
Disampaikan pada Stadium General
MK Kapita Selekta Pertanian IPB
Bogor, 4 Oktober 2017
Mengapa Tata Kelola Pangan perlu ?
Stabilitas Politik
Fungsi Pangan
Menghidupi bagi lebih 255 juta
penduduk
Stabilitas Sumber pendapatan > 25 juta
keluarga Stabilitas
Sosial
Ekonomi
Bahan baku industri
Penggerak perekonomian
Penghasil devisa ekspor
Alat mencapai kesejahteraan
Stabilitas Hankam
NILAI PASAR PANGAN, BESAR
Komoditas Konsumsi Harga (Rp/kg) Nilai
Juta ton/thn Rp Triliun
Beras 40,00 7.300 292,00
Kedelai 2,65 8.450 22,39
Gula-GKP 2,96 9.700 28,71
Gula-GKR 2,74 8.000 21,92
Jagung 20,70 3.500 72,45
Daging sapi 0,57 110.000 62,70
500,17
Maka, Banyak yang ingin
mengambil keuntungan
3
KONSEP NERACA PANGAN
KONSUMSI
SWASEMBADA:
PROD=KONS
SWASEMBADA Impor
ON TREND:
DEFISIT 10%
SURPLUS: PROD
Gap
> KONS Ekspor (senjang)
DEFISIT: Swasembada
PRODUKSI <
KONSUMSI Ekspor
Impor
PRODUKSI
Apa 5 penyebab
ketimpangan
neraca pangan ?
[Link]
1: Harmoni antar lembaga masih perlu diperbaiki
pelaksanaan, pembinaan, Rehabilitasi jaringan irigasi primer
pengawasan dan pengawalan, dan sekunder
anggaran APBD
• Laporan program
KEMEN.
produksi (perluasan
PUPR
PEMDA lahan, budidaya,
pascapanen, dan
BPS konsumsi)
Penyediaan benih • Metodologi Statistik
unggul padi, jagung
dan kedelai PT SHS, PT
PERTANI,
PENANGKAR
KEMEN
KEMENTERIAN PERIN
PERTANIAN
PUPUK
INDONESIA Revitalisasi
HOLDING penggilingan padi,
COMPANY penguatan industri
Penyediaan pupuk (PIHC)
pakan, industri gula
KEMENDAG
Penyerapan produksi KOPTI • Penetapan harga dan
kedelai untuk tahu dan
kelancaran distribusi beras
tempe BULOG jagung dan kedelai
• Pengaturan importasi sapi
bakalan dan daging
Penyediaan beras dalam negeri
Program dan data
6
2: Ketepatan penyediaan sarana produksi
IRIGASI
3 jt ha x 0.3 IP x 5.1
ton/ha
= 4.5 jt GKG
PUPUK BENIH/BIBIT
Terlambat 1-2 minggu = Benih bersertifikat diserap 20%
hilang 0.5 ton/ha x 6 jt ha = 1 ton/ha x 6 jt ha(80%)
= 3 jt ton GKG KEHILANGAN = 6 jt ton GKG
PELUANG
PRODUKSI
20 Juta Ton
GKG
PENYULUHAN ALSINTAN
Kurang Penyuluh Kehilangan pra panen dan
= 30 % x 70.000 Desa = 21 panen
Ribu = 3,5 jt ton GKG
Kehilangan 3 jt ton GKG 7
3: Permasalahan lahan belum tuntas
TEKNIS G (genetik) + E (Lingkungan)
PRODUKSI = LA (areal) X P (provitas)
1. Luas lahan baku
2. Intensitas pertanaman (IP)
3. Konversi lahan
4. Pembukaan lahan baru
4: Produktivitas rata-rata masih rendah
TEKNIS
Bibit Unggul
PROVITAS= G (genetik) + E (Lingkungan)
1. Edafik (tanah)
2. Klimatik (CH, angin)
Percobaan : 6-10 ton GKP/ha
3. Biotik (hama, penyakit)
Petani : 5-6 ton GKP /ha 4. Irigasi
5. Teknologi
6. Skill SDM
5: Ada disparitas harga DN-LN mendorong rente
Komoditas Posisi 2016 Harga DN Disparitas 2017
Sep 2017 (beda harga
(Rp/kg) Rp/kg)
Beras Impor 250 ribu ton 10,000 4,000
Gula 50 % impor 11,000 6,000
Jagung 10% impor 3,500 1,000
Kedele 65% impor 8,600 3,600
Daging sapi 30% impor 110,000 60,000
Garam 50% impor 500 350
10
bagaimana langkah
pemerintah mengatasi
masalah tersebut ?
[Link]
POLITIK PANGAN
• Amanat UUD 1945
”... untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa
...”
• UU 18/2012 tetang Pangan :
• Pemenuhan pangan adalah hak-hak dasar.
• Pangan : Pemerintah mewujudkan ketersediaan
pangan yang tepat, akses pangan yang mudah
serta harga stabil sehingga ketahanan pangan
tinggi.
ketahanan pangan yang kuat untuk keberlangsungan
hidup setiap individu.
12
KERANGKA POLITIK PANGAN
Kedaulatan
Pangan
Masyarakat dan
perseorangan
Ketahanan yang sehat, aktif,
Pangan dan produktif,
secara
berkelanjutan
Kemandirian
Pangan
Keamanan
Pangan
PILAR KETAHANAN PANGAN
Produksi DN
Semua orang,
dimanapun dapat Neraca pangan
menjangkau pangan setiap saat harus
sesuai kebutuhan balance
Aksesibilitas Ketersediaan
Tepat Harga Impor
Tepat Tempat
Tepat Waktu
Tepat kualitas
Tepat Jumlah Distribusi
Sarana dan prasarana
Kelembagaan
Barang diangkut secara
efektif, efisien dan handal
Mengapa Stabilitas Harga Pangan Penting ?
1. Geografi Indonesia:
kepulauan RAWAN SPEKULASI
2. Stabilitas produksi
rendah/variasi musim
3. Integrasi data lemah
Akibat spekulasi
4. Disparitas harga DN/LN
tinggi Merugikan konsumen
Merugikan produsen
5. Struktur pasar yang Ekonomi biaya tinggi
monopolistik Mendorong inflasi
6. Tataniaga yang panjang Menciptakan kekacauan
dan tidak efisien
[Link] 15
BAGAIMANA MENEKAN SPEKULASI ?
1. Intervensi BULOG
2. Menata Tataniaga
EKONOMI
TIDAK BISA YANG
DIBERANTAS 100% ADIL
Stabilisasi harga produsen
Stabilisasi harga konsumen
Menekan inflasi
[Link] 16
SEJARAH STABILISASI HARGA PANGAN
• DEPOT OEMUM LOGISTIK (DOLOG)/BADAN URUSAN LOGISTIK
1967 (BULOG) menyediakan pangan untuk memperkuat Ketahanan Nasional
• Mendukung pembangunan pangan multi-komoditas
1978
• Kabulog dirangkap oleh Meneg Urusan Pangan. Bulog sbg koordinator
1993 pembangunan pangan & peningkatan mutu gizi
• (sejak Krismon) : Tugas Bulog berubah seiring dengan komitmen dg IMF
1997/98 tertuang dalam Letter of Intent (LoI)
• (era Reformasi) : perubahan lingkungan dan tuntutan publik Bulog
1998 hanya mengelola beras
• BULOG berubah dari LPND menjadi Perusahaan Umum (PERUM)
2003
17
Dasar Hukum BULOG
UU Pangan nomor 18 tahun 2012 Pasal 128 : “……Presiden
memberikan penugasan khusus kepada BUMN bidang Pangan
untuk melaksanakan produksi, Pengadaan, penyimpanan, dan/atau
distribusi Pangan Pokok dan Pangan lainnya yang ditetapkan oleh
Pemerintah”
PP nomor 13 tahun 2016 : “maksud didirikannya Perusahaan
(Perum BULOG) adalah
(a) untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu
dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak; dan
(b) melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam
pengamanan harga pangan pokok, pengelolaan cadangan pangan
Pemerintah dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat
tertentu, khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya
yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka ketahanan pangan”.
18
KEKUATAN JARINGAN PERUM BULOG
Keterangan Nasional
Divisi Regional (provinsi) 26 Kantor
Subdivre/Kansilog (kabupaten) 130 Kantor
Gudang 1.575 Unit
Kapasitas Gudang 3,9 Juta Ton
Penggilingan modern besar 132 Unit
Jangkauan Distribusi (desa) 58.226
19
BAGAIMANA
BULOG BEKERJA ?
[Link]
KOMODITAS YANG DITUGASKAN
BERAS Sesuai penugasan
GULA
KEDELAI
dari pemerintah.
JAGUNG Yang menugaskan
DAGING SAPI adalah
DAGING KERBAU Kementerian
MINYAK GORENG
TELUR AYAM
(pusat) dan
GANDUM Daerah)
[Link]
Lingkup tugas Perum BULOG untuk Ketahanan Pangan
(PP 13/2016 & Inpres 5/2015)
Melaksanakan kebijakan pembelian Gabah/
Beras DN dengan ketentuan HPP
• Melalui pengadaan gabah beras DN Mendukung pilar
• Menjaga harga di tingkat petani KETERSEDIAAN
• Menjaga kecukupan stok (I)
Menyediakan dan menyalurkan beras
bersubsidi bagi kelompok masyarakat
berpendapatan rendah Mendukung pilar
KETERJANGKAUAN
Melalui program RASTRA (II)
-> Bantuan pangan non tunai (BPNT)
Menyediakan dan menyalurkan beras
untuk menjaga stabilitas harga beras, Mendukung pilar
menanggulangi keadaan darurat, bencana, STABILITAS
dan rawan pangan (III)
Melalui pengelolaan CBP
22
ALUR OPERASIONAL BULOG
PERAWATAN STOK
PERSEDIAAN/
PENYIMPANAN Kualitas
Terpelihara
PENGADAAN DN
PETANI
• HPP Aman SISTEM
BERBASIS IT PEMERATAAN STOK
• Standar Beras
Bermutu
DISTRIBUSI RASTRA Stok operasional
BULOG dan CBP
Merata mendukung
• Tanpa Keluhan ketahanan stok
• Harga Konsumen
Terkendali
RTS
23
Rantai Pasok Beras BULOG
GUDANG
PETANI RMU
GABAH
PEDAGANG GUDANG
ECERAN
BERAS BERAS
KONSUMEN BULOG
1. PENGADAAN DN: Menumbuhkan Semangat Petani Padi
A. Jaminan Pasar
• Menyerap surplus selama panen
• (5 – 9% dari produksi/th)
• Menyerap 1,5 – 3,6 juta ton str beras/th.
B. Jaminan Harga
Mampu mengangkat harga di pasar produsen sepanjang panen
(HPP)
C. Multiplier Effect
Mendorong pembangunan
pedesaan melalui peningkatan
pendapatan dan perluasan
lapangan kerja.
25
HARGA GABAH DAN BERAS VS HPP 2010-2014
November 2013 November 2014
Rp8.683/kg Rp.9.221/kg
(31,56% diatas (39,71% diatas HPP)
HPP)
November 2014
Rp.4.612/kg
November 2013 (37,67% diatas HPP)
Rp.4.241/kg
(26,61% diatas HPP)
Harga gabah dan beras selalu berada diatas HPP
Selisih harga gabah dan beras dibandingkan dengan HPP tahun 2014 jauh lebih tinggi (37,67% -
39,71%) dari pada tahun 2013 pada periode yang sama (26,61% - 31,56%)
26
2. Lur RASTRA: Memperkuat Pilar Accessibility
RASTRA: Beras sejahtera, bantuan beras kepada
rumah tangga sasaran (RTS)
Program perlindungan sosial untuk RTS dlm bentuk
targeted food subsidy.
Membuka akses ekonomi (harga jual yang
terjangkau) & akses fisik (beras tersedia di titik
distribusi dekat RTS) terhadap pangan.
Melindungi rumah tangga rawan pangan dari
ancaman malnutrition, terutama energi dan protein.
27
Harga Beras dan Andil Beras Terhadap Inflasi 2005 - 2014
9,700.00 0.7000
8,700.00
Pendistribusian 0.5000
7,700.00
Raskin tepat Beras Medium
Andil Beras
0.3000
g 6,700.00
K
waktu dapat /
p
R
5,700.00
0.1000 %
menekan harga 4,700.00
(0.1000)
pangan agar 3,700.00
(0.3000)
tidak melonjak 2,700.00 n r i l p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n
aJ a e u
M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N
(0.5000)
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
tinggi
Penyaluran RASKIN 2005 - 2014
602,700
Penyaluran 502,700
beras kepada 402,700
RTS sering n 302,700
o
T
tidak tepat 202,700
waktu karena 102,700
faktor kebijakan 2,700 n r i l p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p n ra ie lu p p
aJ a e u
M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o aJ
N M M
J eS o
N
di daerah. 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
28
3. Penyebaran stok beras perum bulog melalui
movement nasional
NAD
Sumut
Sulut
Riau
Sumbar Kalbar
Kaltim Sulteng
Jambi Kalteng
Papua
Bengkulu Sumsel Kalsel Sultra Maluku
DKI Sulsel
Jateng Jatim
Yogya
NTB
NTT
Pergerakan beras pada Movenas setiap tahunnya mencapai 800 rb – 1,2 juta
ton.
29
4. MENGELOLA CBP: Memperkuat Pilar Stabilitas, stok tersebar
dan terjangkau
• Cadangan beras pemerintah (CBP) :
• penanganan tanggap darurat akibat bencana
• penanganan kerawanan pangan pasca
bencana
• Stabilisasi harga melalui pelaksanaan
operasi pasar (OP).
• Kerjasama internasional bantuan sosial
• Kebutuhan lain di luar keperluan terkait
dengan bantuan sosial sesuai dengan
kepentingan Pemerintah
• Tersebar di seluruh gudang BULOG
seluruh Indonesia.
30 30
5. Melakukan Stabilisasi Harga
JARINGAN Pengadaan
PETANI/PETERNAK PENYERAPAN HASIL
PRODUSEN DALAM NEGERI
Penggilingan/ Industri
Pengolahan CBP = 1,5 – 2
juta ton
PENGAMANAN HARGA PRODUSEN STOK PANGAN
NASIONAL
Informasi Harga dan Pasar
STABILISASI HARGA KONSUMEN
Ekspor Impor
apabila apabila
lebih; kurang;
Pedagang Eceran/Koperasi
KONSUMEN / Pedagang Grosir Operasi Pasar
RTS
LUAR NEGERI
Pemerintah Daerah
Bantuan/Subsidi
Rumah Pangan Kita
31
STABILISASI HARGA GULA
DISTRIBUTOR
PG BUMN GKP (D1 – D4)
K
O
N
S
Tebu U
M
BULOG E
Petani BUMN GKP (CGP) N
GKP
IMPOR
DISTRIBUTOR
MAMIN
GKP
Ket : PABRIK
: Operasional BULOG RAFINASI
: Operasional umum
Catatan :
CGP = 250 ribu ton
Impor GKP konsumsi hanya oleh BULOG 32
STABILISASI HARGA DAGING SAPI
PASAR KHUSUS
Peternak Lokal
Feedloter
Pedagang
Distributor Pasar
Konsumen
Impor
Sapi
RPH
Impor
BULOG
Daging Sapi
Ket :
: Operasional BULOG
: Operasional umum
33
STABILISASI HARGA KEDELAI
Kedelai LN
Importir
HBP
Kedelai • Poktan BULOG
DN • Gapoktan
(Petani) • Kop. Tani Kopti
DN Pengrajin
• Mitra Kerja
Industri
LN
Masa Panen DN (Dikeluarkan oleh Kementan)
Ket. :
Standar Mutu Mengacu Permendag : Kedelai DN
: Kedelai LN
• CKP = 250 ribu ton
• Importir hanya mendapatkan quota impor proprosional dengan pembelian
kedelai DN ke BULOG
34
34
Bersama Mewujudkan Kedaulatan Pangan