0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan13 halaman

Panduan Terapi ECT untuk Pasien Jiwa

ECT (electro convulsive therapy) adalah terapi dengan listrik untuk mengobati gangguan jiwa seperti depresi berat dengan tujuan mengembalikan fungsi mental dan meningkatkan aktivitas sehari-hari pasien secara periodik. Terapi ini dapat menimbulkan efek samping seperti kebingungan, sakit kepala, dan amnesia, namun jarang menyebabkan komplikasi serius.

Diunggah oleh

Hengky Bin Udin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan13 halaman

Panduan Terapi ECT untuk Pasien Jiwa

ECT (electro convulsive therapy) adalah terapi dengan listrik untuk mengobati gangguan jiwa seperti depresi berat dengan tujuan mengembalikan fungsi mental dan meningkatkan aktivitas sehari-hari pasien secara periodik. Terapi ini dapat menimbulkan efek samping seperti kebingungan, sakit kepala, dan amnesia, namun jarang menyebabkan komplikasi serius.

Diunggah oleh

Hengky Bin Udin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ECT

(ELECTRO CONVULSIVE THERAPY )


Apa Itu ECT ?
• ECT adalah suatu tindakan terapi dengan menggunakan aliran listrik.
• ECT digunakan pada pasien – pasien dengan gangguan jiwa sesuai
dengan indikasi tertentu.
• ECT di masyarakat umum sering disebut Terapi Kejang Listrik

Tujuan ECT :
 Mengembalikan fungsi mental pasien
 Meningkatkan ADL pasein secara periodik
Jenis ECT
• ECT Konvensional
Tindakan yang dilakukan tanpa menggunakan obat-obatan anastesi dan
menimbulkan efek kejang pada pasien.
• ECT Premedikasi
Tindakan yang dilakukan dengan memberikan obat-obat anastesi
terlebih dahulu dan menekan terjadinya kejang pada pasien.
Indikasi ECT
• Depresi Berat ( RBD )
• Gangguan Afektif Bipolar (depresi, manik dan
campuran)
• Skizophrenia (afektif dan katatonik)
• Katatonia

Indikasi lain
• Parkinsonisme
• Status epilepticus
• Neuroleptic Malignant syndrome
• Gangguan obsesif-kompulsif
KONTRAINDIKASI
• Tumor Intra Kranial dan Infeksi Susunan Saraf Pusat ( Meningkatkan
Tekanan Intrakranial )
• Kehamilan ( Mengakibatkan Keguguran )
• Gangguan Sistem Muskuloskeletal : Asteoartritis Berat dan Osteoporosis (
Mengakibatkan Fraktuk Tulang )
• Gangguan Kardiovaskuler : Infark Miokardium,Angina,Hipertensi,Aritmia
dan Aneurisma ( Mengakibatkan Henti Jantung )
• Gangguan Sistem Pernafasan : Asma Bronkial ( Memperberat Penyakit )
• Keadaan Umum Lemah
Efek Samping ECT :
• Cardiovaskuler : Stimulasi Parasimpatis ( Bradikardi dan Hipotensi ) dan
Stimulasi Simpatis ( Takikardia,Hipertensi,Aritmia)
• Kebingungan
• Pusing / Sakit Kepala
• Mual, Muntah
• Nyeri Otot
• Rahang Sakit
• Amnesia
• Peningkatan Konsumsi O2
• Peningkatan Tekanan Intrakranial
• Fraktur,Stroke,Serangan Jantung,Kematian ( Tapi Jarang Terjadi 1 : 1000 )
ASUHAN KEPERAWATAN PROSEDUR
ECT

SEBELUM SELAMA SETELAH


TINDAKAN TINDAKAN TINDAKAN
SEBELUM TINDAKAN

• Penkes
• Inform Consent
• Pemeriksaan Keadaan Umum dan TTV
• Laboratorium,Rontgen,CT Scan,EKG,EEG
• Konsul Spesialis Penyakit Dalam (EKG) dan Spesialis Anatesi
• Pasien harus puasa 4-6 jam sebelumnya (makanan padat)
• Pasien harus puasa 2 jam sebelumnya ( air minum)
• Melepas gigi palsu,kaca mata dan perhiasan
• Menganjurkan BAK,mandi dan cuci rambut
• Menggunakan pakaian yang nyaman
• Identifikasi pasien
• Persiapan alat
Persiapan Alat :
• ECT • Oksigen / O2 Transport • Troli Emergency

• Monitor dan Oxymetry • EKG • Restrain dan Selimut

• Defibrilator / DC Shock • Suction • Bite Block


SELAMA TINDAKAN

• Pasien ditidurkan pada bed tindakan dan persiapan pasien


• Perkenalkan pasien pada tim dan perannya masing-masing
• Tim anastesi memasang infus dan melakukan pembiusan
• Pasang Thymapad pada pelipis kiri dan kanan pasien
• Pasang bantalan gigitan ( bite block ) pada mulut pasien
• Pasang fiksasi pada bagian ekstremitas atas dan bawah
• DPJP menjelaskan prosedur dimulai
• Melakukan fiksasi pada daerah rahang selama stimulus diberikan
• Pasang elektroda EKG dan EEG
• Berikan O2
• Pasang monitor dan oksimetry
• Observasi TTV dan pertahankan jalan nafas
SETELAH TINDAKAN

• Lepaskan Thymapad pada pelipis kiri dan kanan


• Lepaskan bantalan gigitan ( bite block )
• Pertahankan O2 100% sampai nafas spontan
• Monitor TTV,saturasi dan observasi selama pemulihan
• Mengorientasikan pasien secara bertahap
• Jika pasien tertidur jangan dibangunkan
• Observasi resiko jatuh
• Lepaskan fiksasi pada bagian ekstremitas
• Observasi TTV,saturasi dan kesadaran pasien penuh
• Pindahkan keruangan tenang dan observasi setiap 15/30 menit
• Berikan makan dan minum bila tidak ada reflek muntah
• Dokumentasikan
Masalah / Diagnosa Keperawatan
• Sebelum ECT :
Ansietas
• Selama ECT :
Bersihan Jalan Nafas
• Setelah ECT :
Resiko Injury
TERIMA KASIH

SELAMAT BEKERJA

Anda mungkin juga menyukai