0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
489 tayangan38 halaman

Pelatihan Analisis Sistem Pengukuran MSA

Dokumen tersebut membahas tentang pelatihan MSA (Measurement System Analysis) yang bertujuan untuk memahami konsep, aturan, dan jenis variasi sistem pengukuran serta meningkatkan kemampuan sistem pengukuran. Pokok bahasan meliputi definisi MSA, jenis variasi pada sistem pengukuran, implementasi MSA, formulir MSA, perbaikan kondisi MSA, dan jadwal proyek MSA.

Diunggah oleh

evan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
489 tayangan38 halaman

Pelatihan Analisis Sistem Pengukuran MSA

Dokumen tersebut membahas tentang pelatihan MSA (Measurement System Analysis) yang bertujuan untuk memahami konsep, aturan, dan jenis variasi sistem pengukuran serta meningkatkan kemampuan sistem pengukuran. Pokok bahasan meliputi definisi MSA, jenis variasi pada sistem pengukuran, implementasi MSA, formulir MSA, perbaikan kondisi MSA, dan jadwal proyek MSA.

Diunggah oleh

evan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MSA

(Measurement System
Analysis)
TUJUAN TRAINING
• Memahami konsep dan aturan MSA
• Memahami jenis variasi pada sistim
pengukuran
• Memahami kesalahan sistim pengukuran
• Meningkatkan kemampuan sistim
pengukuran.
• Memahami analisa pola grafik (dengan
program Excell )
POKOK BAHASAN
• Definisi MSA
• Jenis Variasi pada sistim pengukuran
• Implementasi MSA
• Formulir MSA
• Perbaikan kondisi MSA sekarang ( studi kasus )
• Schedule Project MSA
DEFINISI
• Gage:
“Alat yang digunakan untuk mendapatkan
pengukuran,sering digunakan untuk
menunjuk secara detil alat yang digunakan di
lapangan, termasuk go / no go gages
(MSA ,3rd Edition, Manual Book)
DEFINISI
• Pengukuran:
“ Pemberian suatu nilai tertentu
kepada suatu benda dimana nilai
tersebut digunakan untuk
menyatakan suatu
( MSA ,3rd Edition, Manual Book)
DEFINISI
• Sistim Pengukuran:
Kumpulan dari operasi prosedur gages operasi,
prosedur, gages, dan peralatan lain,software ,
orang, lingkungan diasumsikan menunjuk dan
sejumlah nomor karakteristik yang diukur, penilaian
atau tetap untuk karakteristik fitur yang sedang
diukur, proses lengkap yang digunakan untuk
mendapatkan hasil pengukuran.
(MSA, 3rd Edition, Manuial Book)
DEFINISI
• Sistim Pengukuran Yang Ideal adalah :
“ HANYA SELALU MENGHASILKAN
PENGUKURAN YANG BENAR SETIAP KALI
PENGUKURAN DILAKUKAN”
( MSA, 3rd Edition, Manual Book,
halaman 12 )
KALIBRASI & MSA
• KALIBRASI :
Mempelajari keakuratan alat ukur (fokus pada alat ukur )
• MSA:
Mempelajari variasi pada sistim pengukuran. Variasi dari
pengukuran yang bisa diakibatkan oleh :
– Standard, S
– Workpiece (part), W
– Instrument (alat ukur), I
– Person ( manusia)/ Prosedur metode) dan P
– Environment (Lingkungan) E

( MSA ,3rd Edition, Manual Book, halaman 14 )


PROSES ANALISA
PENGARUH KEPUTUSAN PRODUK

PART OK dikatakan
NG

PART NG
Dikatakan OK
KESALAHAN PENGUKURAN
• Kesalahan pengukuran disebabkan karena 2
faktor , yaitu : Accuracy & Precision
• Accuracy ( ketelitian) : Perbedaan antara
pengukuran dan angka aktual part yang
diukur
• Precision (ketepatan) : Variasi pada saat
mengukur part yang sama berulang kali
dengan menggunakan alat yang sama
KESALAHAN PENGUKURAN
KESALAHAN PENGUKURAN
• Kesalahan pengukuran bisa disebabkan oleh
KESALAHAN LOKASI & KESALAHAN
LEBAR/SEBARAN
• Kesalahan lokasi ada 3 kategori : BIAS,
STABILITY & LINIEARITY
• Kesalahan lebar/sebaran ada 2 kategori:
Repeatability dan Reproducibility
KESALAHAN LOKASI
• 1. BIAS:
Perbedaan antara
pengukuran rata-
rata dan harga
referensi.
• Harga referensi
ditentukan dari
beberapa
pengukuran dengan
menggunakan alat
ukur yang lebih
tinggi
BIAS
• Pengukuran 1: Misalkan 5 buah pengukuran
yang berulang dilakukan dengan
menggunakan alat ukur
Calipper, yaitu : 5.0; 3.5; 6.3; 5.4; 4.8
BIAS
• Pengukuran 2 : Kemudian dilakukan 5 buah
pengukuran lagi dengan menggunakan alat ukur
Micrometer :
3.1; 4.1; 4.0; 4.8; 5.0

• Dari contoh pengukuran diatas maka :


Hasil pengukuran 2 LEBIH CENTER TERHADAP
REFERENCE VALUE
KESALAHAN PENGUKURAN
2. STABILITY :
Total variasi dalam
pengukuran yang
didapat dari sistem
pengukuran pada part
yang sama sewaktu
mengukur
karakteristik yang
sama sepanjang satu
periode
KESALAHAN PENGUKURAN
• 3. LINIEARITY :
Perbedaan harga
bias yang terjadi
sepanjang daerah
operasi alat ukur
KESALAHAN PENGUKURAN
• Kesalahan pengukuran bisa disebabkan
oleh KESALAHAN LOKASI & KESALAHAN
LEBAR/SEBARAN
• Kesalahan lokasi ada 3 katagori :
Bias Stability dan Linearity
• Kesalahan lebar/sebaran ada 2 katagori :
Repeatability dan Reproducibility
KONTRIBUSI VASIASI ALAT UKUR TERHADAP TOTAL
VASIASI SISTEM PENGUKURAN
KESALAHAN LOKASI/SEBARAN
• 1. REPEATABILITY:
Variasi dari
pengukuran yang di
dapat dengansatu alat
pengukuran jika
dipergunakan
beberapa kali oleh
satupengamat
sewaktumengukur
karakteristikyang sama
pada part yang sama
KESALAHAN LOKASI/SEBARAN
• 2. REPRODUCIBILITY:
Variasi rata-rata
pengukuran yang dibuat
oleh pengamat yang
berbeda dengan
menggunakan alat ukur
yang sama sewaktu
mengukur karakteristik
yang identik pada part
yang sama.
• GRR ( Gage
Repetability an
Reproducibility) :
Kombinasi
perkiraan sistim
pengukuran
Repeatability dan
Reproducibility
•UKUR 10 PART
•DIUKUR OLEH MINIMAL 3 ORANG
•1 PART DIUKUR 3 X
DEFINISI
• MSA attribute adalah kelas Sistim
Pengukuran, dimana angka hasil pengukuran
adalah salah satu jumlah MSA variabel yang
bisa diperoleh sebuah nomor katagori
terbatas. Berbeda denganrangkaian angka
• Contoh yang paling banyak ditemui adalah
Go/No Go gage dimana hanya ada 2
kemungkinan hasil
DEFINISI
• Beberapa kondisi atribut, adalah tidak layak
untuk mendapatkan part dengan angka
referensi variabel.
• Di beberapa kasus, resiko untuk membuatatau
tidak konsisten dapat dievaluasi dengan
menggunakan:
1 Analisa Uji 1. Hipotesa
2. Teori Deteksi Sinyal
DEFINISI
• Sejak metode itu tidak diukur dengan MSA
variabel, mereka harus menggunakannya
hanya dengan persetujuan customer
• Seleksi dan penggunaan beberapa teknik
harus berdasarkan pada praktik
secarastatistik, pemahaman sumber potensi
variasi yang dapat menyebabkan produk dan
proses pengukuran, dan dampak dari
keputusan tidak benar.
CATATAN
• Petunjuk diatas dibuat dengan kepercayaan
individu tentang apa yang lewat sebagai bisa
diterima
• Keputusan akhir kriteria harus berdasarkan
pada dampak ( contoh: resiko) untuk
mengingatkan proses dan pelanggan akhir.
• Hal ini adalah subyek tentang masalah
keputusan, tak satupun yang statistik.
a. Buatkan MSA Variabel dari proses yang dianggap kritikal dengan
ketentuan :
b. Tentukan Karakteristik yang akan diukur ( panjang, lebar, tinggi , tebal
dll )
c. Ukur 10 part yang mempunyai variasi sepanjang spesifikasinya )
misalkan :Spec : 1 ~ 2 mm, maka hendaknya diambil part / dibuat
dengan spesifikasi diantara 1 ~ 2 mm )
d. Lakukan Pengukuran dengan alat ukur yang disediakan
e. 1 part diukur 3 X oleh setiap operator
f. Pengukuran dilakukan oleh 3 operator
g. Gunakan Form MSA yang disediakan
h. Pengukuran dilakukan secara acak , independen dan obyektif untuk
menghindari operator menghafal nilai pengukuran.
i. Tugas ini dilakukan secara kelompok ( 1 kelompok maksimal 5 orang )
j. Tiap kelompok terdiri dari beberapa departement, agar anggota tim
dapat menambah wawasan proses lainnya ).

Anda mungkin juga menyukai