0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan30 halaman

Tatalaksana Hematemesis Melena Sirosis

Dokumen tersebut membahas tentang hematemesis dan melena akibat sirosis hati. Secara ringkas: 1. Hematemesis dan melena adalah gejala perdarahan saluran cerna atas akibat sirosis hati 2. Patofisiologinya terjadi karena peningkatan tekanan vena porta yang menyebabkan pecahnya varises 3. Terapi farmakologi meliputi vasopresin, vitamin K, dan somatostatin untuk menghentikan perdarahan

Diunggah oleh

Abcd Efg
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan30 halaman

Tatalaksana Hematemesis Melena Sirosis

Dokumen tersebut membahas tentang hematemesis dan melena akibat sirosis hati. Secara ringkas: 1. Hematemesis dan melena adalah gejala perdarahan saluran cerna atas akibat sirosis hati 2. Patofisiologinya terjadi karena peningkatan tekanan vena porta yang menyebabkan pecahnya varises 3. Terapi farmakologi meliputi vasopresin, vitamin K, dan somatostatin untuk menghentikan perdarahan

Diunggah oleh

Abcd Efg
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HEMATEMESIS MELENA

AKIBAT SIROSIS HATI

KELOMPOK 6
ANGGOTA :
1. ZIKRA MAHMUDA
2. RIFKA NAURA
3. RAHMI NASUTION
4. NURUL PERTIWI
5. SALSABILLANISA
Parameter Terapi
Kasus
Pemyakit Farmakologi

Pemeriksaan Patofisiologi Terapi Non


labor penyakit Farmakologi

Obat yang Asuhan


Diagnosanya
digunakan Kefarmasian
KASUS

Pasien laki-laki (os) usia 41 tahun memiliki riwayat sakit


kuning ± 10 tahun yang lalu dan pernah dirawat dengan
diagnosis dokter yaitu sirosis hati pada tahun 2014. Pasien
kemudian datang ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek
(RSAM) dengan keluhan nyeri perut sejak + 3 bulan yang lalu,
nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk, awalnya nyeri
dirasakan pada perut sebelah kanan, saat ini nyeri dirasakan
sudah sampai seluruh bagian perut, nyeri dirasakan semakin
bertambah berat sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit
(SMRS), nyeri dirasakan paling berat ketika malam hari.
Keluhan Pasien
- perut kembung dan merasa perut semakin membesar
dirasakan seperti berisi cairan,
- mual dan muntah terutama sehabis makan, muntah
berisi makanan dengan volume + 1/2 gelas air
mineral sebanyak + 3 kali dalam sehari.
- Pasien juga mengeluhkan buang air besar (BAB) berwarna
hitam sejak 1 minggu SMRS sebanyak + 5 kali konsistensi
cair, terdapat ampas makanan, volume + 1/2 gelas air mineral,
buang air kecil (BAK) seperti teh.
- 5 hari SMRS. Os mengaku badan selalu terasa lemas
ketika bangun dari tidur sejak perut mulai
membesar dan bertambah nyeri, sehingga
mengalami penurunan nafsu makan
- Riwayat sebelumnya, pasien pernah dirawat + 6
bulan yang lalu dengan keluhan nyeri perut
sebelah kanan dan didiagnosis sakit kuning.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil:


- Hb: 5,8 gr/dl, blirubis total: 4,8 mg/dl,
- Bilirubin direk: 3,4 mg/dl
- Bilirubin indirek: 1,4 mg/dl,
- SGOT: 71/uL, SGPT: 27/uL,
- Albumin: 1,2 g/dl,
- Globulin : 3,7 g/dl,
- HbsAg positif.
DIAGNOSA

 Memiliki riwayat sakit kuning ± 10 tahun yang lalu dan


pernah dirawat dengan diagnosis dokter yaitu sirosis hati.
 Riwayat sebelumnya, pasien pernah dirawat + 6 bulan
yang lalu dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan dan
didiagnosis sakit kuning.
Diagnosa Keterangan
konjungtiva anemis +/+
sklera ikterik +/+
ginekomastia (+)
abdomen Cembung,kencang,meng
kilat
pelebaran vena kolateral (+)
nyeri tekan (+)
asites (+)
hepar, dan lien sulit diraba
BU (+) meningkat (14
x/menit)
eritem palmaris (+)
SARANA DIAGNOSTIK

 Endoskopi gastrointestinal
 Radiografi dengan barium
 Radionuklid
 Angiografi
OBAT YANG DIGUNAKAN
(PADA KASUS)

. Terapi
simptom
. Furosem
id 2x40
. Omeprazole
tab 2x20 mg
atik mg

asam Spironola
traneksa kton 2x50
mat mg
3x500
Curcuma
tab 3x1
Vit.K 3X1

Propanolo
l 2x5 mg
PENGERTIAN

Hematemesis adalah muntah darah


warna hematemesis
tergantung pada lamanya hubungan
atau kontak antara darah dengan asam
lambung dan besar kecilnya perdarahan.
Sehingga dapat berwarna seperti kopi
atau kemerah-merahan dan bergumpal-
gumpal
Melena adalah keluarnya tinja yang
lengket dan hitam seperti aspal dan
lengket yang menunjukkan perdarahan
saluran pencernaan bagian atas serta
dicernanya darah pada usus halus.
Warna merah gelap atau hitam berasal
dari konversi Hb menjadi hematin oleh
bakteri setelah 4 jam. Sumber
perdarahannya biasanya juga berasal
dari saluran cerna atas
PATOFISIOLOGI
Penurunan
perfusi
Kematian jaringan, O2
berkurang Melena
sel hepar melewati
usus, darah
Tekanan menjadi
pada vena berwarna
porta gelap
meningkat
Kehilanga
n darah
tiba-tiba

Vena Hematemesis
bersilatasi, Varises nya keluar
menyebabk pecah, melalui
an varises pendarahan kerongkonangn
gastrointesti dalam bentuk
nal masif muntah
CAUSES
PARAMETER PENYAKIT

 Muntah darah (hematemesis)


 Pengeluarkan tinja yang kehitaman (melena)
 Mengeluarkan darah dari rectum
 Denyut nadi yang cepat
 Nafsu makan menurunh
 Jika terjadi perdarahan yang berkepanjangan dapat menyebabkan terjadinya
anemia seperti mudah lelah pucat nyeri dada dan pusing
TERAPI FARMAKOLOGI

 Vasopresin
 Vitamin K
 Somastotatin dan analognya (octreotide)

(Setiati, 2014)
Dapat menghentikan
pendarahan melalui efek
vasokontriksi pembuluh darah
Indikasi: splangnik, menyebabkan aliran Efek samping
darah dan tekanan vena porta insufisiensi coroner mendadak,
perdarahan varises menurun oleh karena itu pemberiannya
esofagus, diabetes insipidus disarankan bersamaan preparat
kranial; nitrat, seperti nitrogliserin

VASOPRESIN
Dosis:
Kontra indikasi:
injeksi subkutan atau
penyakit vaskular
intramuskular 5-20 unit tiap 4
jam

Sediaan yang beredar:


Farpresin, pitresin
Dapat menghentikan
mengatasi gangguan
koagulasi dengan
Indikasi: memproduksi faktor-faktor
pembekuan darah Efek samping
sirosis hepatic perdarahan
Hipotensi, pruritus, dyspnea
varises esofagus

VITAMIN K
Dosis:
Kontra indikasi:
2,5-10 mg PO / IV / IM /
neonatus, bayi, dan hamil SC; dapat ditingkatkan
tua. menjadi 50 mg; dapat
diulangi dalam 12-48 jam
Sediaan yang beredar:
•Fitomenadion (Vitamin K)
•Menadiol Natrium Fosfat
dapat menurunkan aliran darah
splanknik dan lebih selektif
Indikasi: dibandungkan vasopressin Efek samping
Mrngobati akromegali, gangguan saluran cerna: anoreksia,
carcinoid tumor, Pendarahan mual, muntah, spasme perut,
varises esofagus kembung, diare

SOMASTOTATIN
DAN ANALOGNYA
Dosis:
25-100 mcg IV bolus (dosis bolus
Kontra indikasi: biasa: 50 mcg); diikuti dengan infus IV
Hipersebsitivitas kontinu 25-50 mcg / jam selama 2-5
hari; dapat mengulangi bolus pada
jam pertama jika perdarahan tidak
terkontrol

Sediaan yang beredar:


Octide, Sandostin, Ssandostatin Lar
PENGKAJIAN/EVALUASI AWAL DAN RESULITASI
• Anamnesa dan pemeriksaan fisik dan tanda vital
• Akses vena dengan Selang nasogostrik
• Pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht, Trombosit)
Hemodinamik stabil, tidak
• Pemeriksaan Hemostatis
ada pendarahan aktif

Hemodinamik tidak
Terapi empiris: stabil, pendarahan aktif
Vitamin K 3x1 amp

Hemodinamik stabil, Hemodinamik stabil,


pendarahan berhenti pendarahan menetap
Obat Vasoaktif :
• Somatostatin
• Ocreotide
pendarahan berhenti • Vasopresin + nitrat

Evaluasi Efektif pendarahan berlanjut


(Setiati, 2014)
(sambungan bagan)

pendarahan berlanjut
EVALUASI EFEKTIF
Radiologi berlin Tamponade balon/selang SB
saluran cerna bagian
atas atau rujuk untuk pendarahan pendarahan
endoskopi saluran berhenti berlanjut
cerna bagian atas

Operasi segera
Terapi definitif

(Setiati, 2014)
(keterangan)

• TD >90/60 mmHg
Hemodinamik stabil, • TD rata-rata >70 mmHg
Ditandai dengan • Denyut nadi <100/menit
pendarahan berhenti
• Hb >9 g%
• Tes Tilt (-)

• TD >90/60 mmHg
Hemodinamik stabil, • TD rata-rata <70 mmHg
Ditandai dengan
pendarahan menetap • Denyut nadi .100/menit
• Hb <9 g%
• Tes Tilt (+)

(Setiati, 2014)
TERAPI NONFARMAKOLOGI

Mengurangi stress,

Mengatur pola makan

Diet tinggi protein


Tidak mengkonsumsi obat-obatan
yang berbahaya bagi lambung ( ex
: aspirin), merokok, alkohol atau
zat kimia lain yang dapat merusak
dinding lambung

Sebaiknya meghindari makanan


dengan rasa asam dan pedas.
ASUHAN KEFARMASIAN

Dalam menangani kasus tersebut, ada beberapa tindakan yang


dilakukan sebagai seorang farmasis terhadap pasien, yaitu :

1. Memberikan edukasi mengenai penyebab terjadinya


hematemesis melena

2. Memberikan terapi, baik terapi farmakologi dan non


farmakologi kepada pasien
3. Pada terapi farmakologis, sebagai salah satu tenaga medis yang
memiliki kompetensi di bidang obat, farmasis berhak berdiskusi dengan
dokter ketika obat yang diresepkan oleh dokter kurang tepat, seperi :

Pemilihan obat Obat yang


yang tidak memiliki resiko
sesuai dengan lebih tinggi
penyakit pasien dibanding
manfaatnya
Obat yang
berinteraksi satu
Polifarmasi sama lain sehingga
dapat mengurangi
salah satu efek
obat.
Indikasi obat
4. Selain itu,
farmasis Cara Penggunaan obat
harus
memberikan
informasi Interval pemakaian obat
terkait obat
yang Efek samping yang akan dirasakan
digunakan, pasien setelah mengonsumsi obat
meliputi :
Cara Penyimpanan Obat, dll.

5. Melakukan monitoring atau pengawasan pasien dalam penggunaan obat


agar dapat mencapai efek terapi.
DAFTAR PUSTAKA

Amalina, Hilyati Ajrina dan Rina Kriswiasti. 2015. Perdarahan


Saluran Cerna Bagian Atas karena Sirosis Hepatis. J Medula
[Link] 4. Nomor 2.
Setiati, Siti dkk. 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi
Keenam Jilid II. Jakarta. Interna Publishing

Anda mungkin juga menyukai