0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan38 halaman

Teknik Sampling dalam Statistika

Dokumen tersebut membahas tentang sampling dan distribusi sampling. Secara singkat, dokumen tersebut menjelaskan konsep populasi dan sampel, alasan penggunaan sampling, teknik-teknik sampling seperti sampel acak, berstrata, klaster dan sistematis, serta konsep distribusi sampling dan rumus-rumus terkait seperti standar error dan distribusi proporsi sampling.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan38 halaman

Teknik Sampling dalam Statistika

Dokumen tersebut membahas tentang sampling dan distribusi sampling. Secara singkat, dokumen tersebut menjelaskan konsep populasi dan sampel, alasan penggunaan sampling, teknik-teknik sampling seperti sampel acak, berstrata, klaster dan sistematis, serta konsep distribusi sampling dan rumus-rumus terkait seperti standar error dan distribusi proporsi sampling.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Statistika

3. SAMPLING DAN DISTRIBUSI SAMPLING

YUITA ARUM SARI, [Link], [Link]

Jurusan Teknik Informatika


Program Studi Teknik Informatika
Disusun oleh : Tim Ajar Mata Kuliah Statistika 2016-2017 FILKOM
Populasi & Sampel
• POPULASI SAMPEL
• Kumpulan dari semua data yang • Sekumpulan data yang diambil
mengidentifikasi suatu fenomena atau diseleksi dari suatu
• Bergantung pada kegunaan dan populasi yg pada dasarnya
relevansi data yang dikumpulkan
adalah bagian dari populasi
Mengapa Sampling?
 Kendala sumber daya
Kendala waktu, dana, dan sumber daya lain yang terbatas.
 Ketepatan
Dengan Pemilihan desain sampel yang baik, penelitian akan
memperoleh data yang akurat dengan tingkat kesalahan yang relatif
rendah.
 Alasan destruktif
Kadang-kadang pengukuran yang dilakukan merupakan pengukuran
destruktif.
Contoh: apabila perusahaan memproduksi ban, dan ban itu harus
diuji seberapa kemampuannya untuk menyimpan udara dengan
meniup setiap ban sampai meletus, maka ban yang meletus tadi
tidak lagi bisa dijual.
Teknik Sampling
Sampel probabilitas
1. Sampel acak  setiap elemen dalam populasi akan
memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.
2. Sampel berstrata  subsampel acak sederhana ditarik
dari setiap strata yang kurang lebih sama dalam
beberapa karakteristik
3. Sampel klaster  dibagi sub-populasi ke dalam klaster,
kemudian setiap elemen didalam klaster dipilih sebagai
anggota sampel
4. Sampel sistematis  anggota sampel diambil
berdasarkan interval waktu atau ruang tertentu
Sampel Acak

[Link]
Sampel Berstrata

[Link]
Sampel Klaster

[Link]
Sampel Sistematis

[Link]
Teknik Sampling
Sampel non-probabilitas
1. Sampel Haphazard  pengambilan sampel dimana
satuan pengamatannya diperoleh secara
sembarangan atau sedapatnya.
2. Sampel Snowball  diambil berdasarkan informasi
dari satuan pengamatan sebelumnya yang sudah
terpilih.
3. Sampel Purposive  Satuan sampling dipilih
berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan
untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki
karakteristik yang dikehendaki.
Sampel Snowball
Sampel Purposive
SAMPLING ERROR
STUDI KASUS
Random Sample of 5
Another Random Sample of 5
5 Smallest Sample
5 Largest Sample
Distribusi sampling rerata
• Jika dari suatu populasi kita ambil sampel berulang kali,
dan dari setiap sampel kita hitung reratanya, akibat
kesalahan sampling, maka kita memperoleh rerata
statistik yang berbeda antara sampel yang satu dan
lainnya. ~ (sampling error)
• Jika semua rerata statistik itu kita himpun, kita peroleh
distribusi statistik rerata atau distribusi sampling rerata.
Jika kemudian dari distribusi sampling rerata itu kita
hitung reratanya, maka rerata itu akan sama atau sangat
mendekati rerata parameternya. ~ (standard error)
PEMBUKTIAN
Data ke Nilai
I 1
II 2 Jumlah Populasi (N) = 5
III 3
Rata-rata Populasi (µ)= 15/5 = 3
IV 4
V 5

Jumlah Sampel (n)= 2


Rata-rata sample data I & IV (x̄) = (1+4)/2 = 2,5
Sampling error = x̄- µ = 2,5-3 = -0,5
Data ke Nilai
I 1 Jumlah Populasi (N) = 5
II 2 Rata-rata Populasi (µ)= 15/5 = 3
III 3 Jumlah Sampel (n)= 2
IV 4
V 5

Banyak cara
pengambilan sampel (Kombinasi)
Distribusi rerata dari 10 sampel

Rata-rata Simpangan baku


distribusi sampling rerata distribusi sampling rerata

30
µ𝑥ҧ = =3 97,5
10 𝜎𝑥ҧ = − 32 = 0,866
10
Data ke Nilai
I 1
Jumlah Populasi (N) = 5
II 2
Rata-rata Populasi (µ)= 15/5 = 3
III 3
IV 4 Jumlah Sampel (n)= 2
V 5

1+2+3+4+5
Rata-rata Populasi  𝜇𝑝 = =3
5

12 +22 +32 +4 2 +52


Simpangan baku Populasi  𝜎𝑝 = − 32 = 1,4142
5
30
Rata-rata distribusi sampling rerata  µ𝑥ҧ = =3
10

µ𝑥ҧ = 𝜇𝑝

1+2+3+4+5
Rata-rata Populasi  𝜇𝑝 = =3
5
97,5
Simpangan baku distribusi sampling rerata  𝜎𝑥ҧ = − 32 = 0,866
10
12 +22 +32 +4 2 +52
Simpangan baku Populasi  𝜎𝑝 = − 32 = 1,4142
5

𝜎𝑝 𝑁−𝑛
𝜎𝑥ҧ =
𝑛 𝑁−1
RUMUS Standard Error
(galat baku)
Rata-rata populasi =
rata-rata dist. rerata sampel µ𝑥ҧ = 𝜇𝑝

bila n/N > 5% 𝜎𝑝 𝑁−𝑛


(populasi terbatas) 𝜎𝑥ҧ =
𝑛 𝑁−1

𝜎𝑝
bila n/N ≤ 5% 𝜎𝑥ҧ =
(populasi tdk terbatas) 𝑛

Nilai Baku 𝑥ҧ − µ𝑥ҧ


(distribusi normal baku) 𝑍=
𝜎𝑥ҧ
CONTOH SOAL
• Sebuah pabrik baja memproduksi plat memiliki daya regang rata-rata 500
dan standar deviasi sebesar 20.
Jika dipilih 100 sample random dari 100.000 plat.
Berapakah probabilitas rata-rata sample akan kurang dari 496 ?

Populasi Sampel
𝜇𝑝 = µ𝑥ത = 500 𝑛 = 100
𝜎𝑝 = 20 𝑛
=
100
= 0.001 = 0,1% < 5%
𝑁 = 100.000 𝑁 100.000 𝜎𝑝
populasi tdk terbatas  𝜎𝑥ҧ =
𝑛
Ditanyakan P (𝑥ҧ < 496)
𝑥ҧ − µ𝑥ҧ
𝑍=
𝜎𝑥ҧ
Populasi Sampel
𝜇𝑝 = µ𝑥ത = 500 𝑛 = 100
𝜎𝑝 = 20 𝑛
=
100
= 0.001 = 0,1% < 5%
𝑁 = 100.000 𝑁 100.000 𝜎𝑝
populasi tdk terbatas  𝜎𝑥ҧ =
𝑛
Ditanyakan  P (𝑥ҧ < 496) 20
𝑥ҧ − µ𝑥ҧ 𝜎𝑥ҧ = =2
100
𝑍=
𝜎𝑥ҧ
496 − 500
𝑍= = (−2) Lihat tabel Dist. Kumulatif Standar Normal
2

P 𝑥ҧ < 496 = 0,0228

496 500 X

-2 0 Z
SOAL 1
• Rata-rata umur baterai yang digunakan di produk
remote control adalah 35 jam dan standar deviasi 5,5
jam. Jika diambil 25 sampel baterai. Hitunglah
probabilitas umur baterai lebih dari 36 jam?
𝜎𝑝 𝑥ҧ − µ𝑥ҧ
µ𝑥ҧ = 𝜇𝑝 𝜎𝑥ҧ = 𝑍=
𝑛 𝜎𝑥ҧ
Distribusi sampling PROPORSI
• Distribusi proporsi hampir sama dengan distribusi
rerata. Misal dari sebuah populasi berukuran N yang di
dalamnya terdapat peristiwa A sebanyak X diantara N.
Maka didapat parameter proporsi peristiwa A sebesar p
= X/N.
• Jika dari populasi tersebut diambil sampel
berukuran n yang juga mengandung proporsi X/N
dan sampel diambil berulang, maka kita akan
mempunyai distribusi proporsi.
CONTOH SOAL
• Data nilai MK Statistik Kelas TI-A menunjukkan bahwa 75%
mahasiswa lulus. Jika diambil sampel sejumlah 50 orang secara
acak, berapakah peluang paling sedikit 40 dari 50 mahasiswa
tersebut dinyatakan lulus?
• 75% lulus  Pp = 75% = 0,75
• 40 dari 50 lulus  Ps= 40/50 = 0,8
• n=50
Ditanyakan  P (x ≥ 40)
RUMUS Distribusi sampling
PROPORSI
𝑃𝑝 (1−𝑃𝑝 ) • N = jumlah populasi
𝜎𝑝 = • n = jumlah sampel
𝑛
• µp= Mean/rata-rata Populasi
• σp = Standard deviasi Populasi
𝑃𝑠 − 𝑃𝑝 • Pp = persentase/probabilitas Populasi
𝑍= • Ps = persentase/probabilitas sampel
𝜎𝑝
• Pp = 75% = 0,75
• Ps= 40/50 = 0,8 Menentukan nilai baku
• n=50
𝑃𝑠 − 𝑃𝑝
Menentukan 𝑍=
𝜎𝑝
Standard deviasi Populasi
0,8 − 0,75
𝑍= = 0,82
𝑃𝑝 (1−𝑃𝑝 ) 0,0612
𝜎𝑝 =
𝑛

dari tabel Distribusi Kumulatif


0,75(1−0,75) Normal baku
𝜎𝑝 =
50 Z=0,82  0,7939  79,39%

𝜎𝑝 =0,0612
(2)

(1)
Kurva Normal Baku
Probabilitas mahasiswa lulus

Nilai z  (-∞) (∞)

Luas kurva (-∞) sampai Z=0,82  79,39%

40 mahasiswa
Lulus
Ditanyakan: paling sedikit 40 mahasiswa lulus  Lulus > 40

Luas seluruh kurva  100%


Luas kurva (-∞) sampai Z = 0,82  79,39%

Luas kurva Z > 0,82  100% - 79,39% = 20, 61%


Terima

Yuita Arum Sari, [Link], [Link] 38

Anda mungkin juga menyukai