Republik Maluku Selatan
Latar
Belakang
Kesimpulan Tujuan
Upaya Tokoh
Pemerintah
Jalannya
Konflik
LATAR BELAKANG
Pernyataan oleh Urbanus Pupella
• Yang isinya Tak ingin masuk dalam federasi dan ingin
bergabung dengan Republik Indonesia.
Provokasi oleh Dr. Christian Soumokil (Jaksa Agung RIS yang
anti-RI)
• Dilakukan kepada pasukan-pasukan baret merah & hijau dari
Ambon, yang dibiarkan oleh Kolonel Schotborgh (Komandan
tentara Belanda di Makassar).
Konflik Pro-Kontra Republik
• Pada 19 Februari, terjadi perkelahian antara anggota PIM
yang pro-Republik dengan anti-Republik (didukung oleh
pasukan khusus asal Ambon yang sudah terkena provokasi
oleh Soumokil).
TUJUAN
Melepaskan
diri dari
NKRI
RMS
(Republik
Maluku
Mendirikan
Selatan)
negara
sendiri
TOKOH
Dukungan : Pasukan
KNIL yang merasa
Pendiri : Dr. tak pasti kejelasan
Christian statusnya setelah
Soumokil KMB.
Pimpinan pertama
dalam Pimpinan kedua :
pengasingan di Frans
Belanda : Prof. Tutuhatunewa
Johan Manusama
JALANNYA PEMBERONTAKAN
Nyaris Proklamasi
Dilakukan oleh bekas prajurit KNIL & pro-Belanda Misi damai pemerintah pusat diketuai Dr. J.
(Soumokil, Ir. J. A. Manusama, J. H. Manahutu) Leimena gagal Penumpasan lewat kekuatan
pada 25 April 1950. senjata oleh pasukan Kolonel A. E. Kawilarang.
Menguasai Perairan
Pemusatan kekuatan di Seram & Ambon, juga Pada 14 Juli 1950, pasukan ekspedisi APRIS/TNI
penguasaan atas perairan laut Maluku Tengah mulai menumpas pos-pos penting RMS
blokade & penghancuran kapal-kapal pemerintah. Dituntaskan pada November 1950.
Pengungsian ke Belanda
Pemipin RMS mengasingkan diri ke Belanda diikuti oleh sekitar 12.500 orang Maluku Selatan (termasuk
tentara KNIL beserta keluarganya), yang saat itu diyakini hanya untuk sementara saja. Mereka lalu
membentuk pemerintah pengasingan di Belanda.
Pemerintah Pengasingan
Untuk menunjukkan eksistensinya, beberapa pemuda Maluku mengibarkan bendera RMS di hadapan
Presiden SBY pada hari keluarga Nasional di Ambon pada 29 Juni 2007. Pada 24 April 2008, John
Watilette, perdana menteri pemerintahan RMS di pengasingan Belanda merayakan peringatan 58 tahun
proklamasi kemerdekaan RMS, seperti yang dimuat pada harian Algemeen Dagblad.
UPAYA PEMERINTAH
Blokade Laut Operasi
Secara (memaksa
agar bersedia Militer
Damai
berunding) (GOM IV)
Mengirim Dr. J. Leimena, Ir.
Putuhena, Pellaupessy & Dr. Pada 18 Mei – 14 Juli 1950, Terdiri dari 3 pasukan (pasukan I
Rehatta ke Ambon dengan korvet semua perairan Maluku diawasi didaratkan di Hitu, pasukan II di
Hang Tuah pada 27 April 1950. & kapal pemberontak Tulehu, pasukan III di Ambon),
dihancurkan. dipimpin Letkol Slamet Riyadi.
Pada 1 Mei 1950, sebuh
higginboot mendatangi Hang
Tuah di Syahbandar Ambon Operasi berlangsung lama –
sebagai pengantar surat berisi Pendaratan di Pulau Buru, Seram, dilakukan mulai September &
penolakan. Tanimbar, Kei & Aru. baru Oktober APRI bisa
menguasai Hitu.
Leimena dkk akan memberi surat
balasan, tapi higginboot telah Pada 4 November 1950, benteng
diperintahkan untuk segera Gagal memaksa Soumokil untuk Nieuw Victoria direbut APRI. Sisa
kembali (tidak boleh menunggu). bersedia berunding. angkatan perang RMS lari ke
gunung/pulau di sekitar Ambon.
NASIB TOKOH RMS
Tertangkap Tidak
Tertangkap
Pada 1952, Sebagian
pimpinan angkatan Sisa-sisa angkatan
perang RMS perang RMS melarikan
tertangkap & diri ke gunung/pulau di
menyerah. sekitar Ambon & tak
diketahui
Dr. Soumokil sempat keberadaannya.
melarikan diri ke Pulau
Seram. Namun, berhasil Prof. J. Masusama dkk
tertangkap pada 2 Desember melarikan diri &
1962 & dijatuhi hukuman membentuk
mati oleh pengadilan militer pemerinahan
pada 12 April 1966 di pengasingan di Belanda.
Kepulauan Seribu, Jakarta.