0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan27 halaman

STEM

STEM EDUCATION

Diunggah oleh

erna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan27 halaman

STEM

STEM EDUCATION

Diunggah oleh

erna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Karakteristik Pembelajaran STEM

Septian Karyana, [Link]


SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement for Teachers and Education Personnel (QITEP)
in Science
2018
Mengapa STEM itu
PENTING?
Transformasi proses Tantangan teknologi
pendidikan Campos et. All, 2000
Campos et. All, 2000

Peningkatan kemahiran Mengapa Kunci dalam kemajuan dan


pemahaman saintifik STEM penting? inovasi
Watt et. All, 2007
Bao et. All, 2009.

Pengembangan SDM Penting untuk kesejahteraan


Kuenzi, 2008. Sanders, 2009
Pendidikan STEM
• Pendidikan STEM adalah pendekatan dalam
pendidikan di mana Sains, Teknologi, Teknik,
Matematika terintegrasi dengan proses pendidikan
berfokus pada pemecahan masalah dalam
kehidupan sehari-hari yang nyata serta dalam
kehidupan profesional.
Pendidikan STEM
• Pendidikan STEM menunjukkan kepada siswa
bagaimana konsep, prinsip, teknik sains, teknologi,
teknik dan matematika (STEM) digunakan secara
terintegrasi untuk mengembangkan produk, proses,
dan sistem yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia.
STEM 1.0; 2.0; 3.0; 4.0
4.0 Integrasi 4 komponen 
Science, Technology, Engineering, and Math Programs

Integrasi 3 komponen  Science, Technology, and Engineering


3.0 Science, Engineering, and Math; Technology, Engineering, and Math;
Math, Technology, and Science

Integrasi 2 komponen  Sains + Matematika;


2.0 Sains+Enjiniring; Sains+Matematika; Teknologi+Enjiniring;
Teknologi+Matematika; Enjiniring+Matematika

Sains, Teknologi, Enjiniring, dan Matematika dipelajari


1.0 secara terpisah
Komponen yang Perlu Diperhatikan dalam
Pendididkan STEM

Support
Teaching

Komponen
Pendidikan
STEM
Material
Efficacy

(Stohlmann, Moore & Roehrig, 2012)


Dimensi STEM dalam Kerangka Pendidikan STEM NGSS
Dimensi STEM dalam Kerangka Pendidikan STEM NGSS

Knowing + doing + big ideas = performing science & engineering


SCIENTIFIC & ENGINERING PRACTICE
Membuat pertanyaan (sains) dan menemukan masalah (enginering)

Mengembangkan dan menggunakan model

Merencanakan dan melakukan investigasi

Analisis dan Interpretasi data

Menggunakan pola berpikir matematis dan komputasi

Membangun eksplanasi (sains) dan mendesain solusi (enginering)

Terlibat dalam argumen berdasarkan bukti

Mendapatkan, mengevaluasi dan mengkominkasikan informasi


Membuat pertanyaan dan menemukan masalah
Sains memulai dengan pertanyaan tentang fenomena dan
Enjiniring memulai dengan problem, kebutuhan, keinginan
berusaha mengembangkan teori yang dibutuhkan untuk
yang perlu diselesaikan
menjawab pertanyaan

Mengembangkan dan Menggunakan Model


Sains membangun dan mengunakan berbagai macam Enginer menggunakan model dan simulasi untuk
model dan simulasi untuk mengembangkan eksplanasi menganalisis sistem yang ada

Merencanakan dan Melakukan Investigasi


Enginer melakukan investigasi untuk mendapatkan data
Investigasi ilmiah dilakukan di lapanagan atau
penting sebagai penentu kriteria desain dan menguji
laboratorium
desain mereka.
Analisis dan Interpretasi Data
Investigasi ilmiah menghasilkan data yang harus dianalisis Enginer menganalisis data yang dikumpulkan dalam rangka
untuk memperoleh makna pengujian desain dan penyelidikan mereka

Pengunaan Pola berpikir Matematis dan Komputasi


Sains mengunakan matematik dan komputasi sebagai alat Enginering menggunakan representasi matematika dan
dasar untuk merepresentasikan variabel fisik dan komputasi untuk memantapkan hubungan dan prinsip
hubungannya yang secara integral bagian dari desain

Membangun Eksplanasi dan Mendesain Solusi


Tujuan sains adalah untuk membangun teori yang dapat Desain enginering, proses sistematis untuk menyelesaikan
memberikan penejealsan terkait sejumlah ciri tentang masalah enginering berdasarkan pengetahuan ilmiah dan
dunia model dunia fisik
Terlibat dalam Arugmen berdasarkan bukti

Dalam sains, penalaran dan argumen hal yang esensial


Dalam enginering, penalaran dan argumen
untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
merupakan elemen dalam menemukan solusi terbaik
penalaran yang dan untuk menemukan ekplanasi
terhadapa suatu masalah
terbaik tentang fenomena alam

Mendapatkan, mengevaluasi, dan


mengkomunikasikan informasi
Enginering tidak dapat teknologi baru dan
Sains tidak bisa maju jika ilmuwan tidak dapat
peningakatan teknologi mereka jika kelebihan dari
mengkomunikasikan temuan mereka secara jelas dan
desain merke tidak dijelaskan secara jelas dan
persuasif serta belajar dari temuan orang lain
persuasif
Scientific Process
Ask

Evaluate/
Hypothesis
conclusion

Result vs Do the
Hypothesis experiment
Engineering Design Process
Crosscutting Concept

POLA
01
SEBAB &
AKIBAT
02 07 STABILITAS &
PERUBAHAN
SKALA,
PROPORSI, 03 06 STRUKTUR
& KUANTITAS & FUNGSI

SISTEM &
MODEL SISTEM
04 05 ENERGI & MATERI:
ALIRAN, SIKLUS,
& KONSERVASI
Disciplinary Core Ideas
LIFE SCIENCES

PHYSICAL SCIENCES

EARTH & SPACE SCIENCES

ENGINEERING,

TECHNOLOGY, AND APPLICATIONS


OF SCIENCE
Pola Integrasi Pendidikan STEM

s T S
T E M

E M

Silo T, E, M terinkorporasi S, T, E, M terintegrasi


Dalam Sains penuh
Sosial dan Kepribadian
Model Pembelajaran STEM
1) Project-Based Learning (PjBL) (Lucas)
2) PjBL STEM (Laboy-Rush)
3) 5E (Bybee)

22
Project-Based Learning (PjBL)
1 2
3
PENENTUAN MENDESAIN
MENYUSUN
PERTANYAAN PERECANAAN
JADUAL
MENDASAR PROYEK

6
5 4
EVALUASI
MENGUJI HASIL MONITORING
PENGALAMAN

23
Model PjBL STEM
(1) • Tujuan dari tahap pertama untuk membawa siswa ke dalam konteks
masalah dan memberikan inspirasi kepada siswa agar dapat segera mulai
Reflection menyelidiki/investigasi.

(2) • Tahap kedua dapat mengambil bentuk penelitian siswa, guru membimbing
dalam konsep sains, siswa memilih bacaan atau mengumpulkan informasi dari
Research sumber yang relevan.

(3) • Tahap penemuan umumnya menjembatani penelitian dan informasi yang


sudah dikenal dengan langkah-langkah proyek. Siswa mulai menemukan
Discovery proses pembelajaran dan menentukan apa yang masih belum diketahui

(4) • Dalam tahap aplikasi, siswa memodelkan suatu pemecahan masalah, siswa
menguji model yang dirancang, berdasarkan hasil pengujian siswa dapat
Application mengulang ke langkah sebelumnya

(5) • Tahap akhir dalam setiap proyek adalah mempresentasikan model dan solusi
langkah ini untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi
Communic serta kemampuan untuk menerima dan menerapkan umpan balik yang
ation membangun 24
Model 5E
5 E step Design Process step

Engagement Identify problem and constraints

Exploration Research, Ideate, Analyze ideas

Explanation Research, Ideate, Analyze ideas

Elaboration/Extension Build and Communicate

Evaluation Test and refine; Reflect

25
Perbandingan antara EDP dengan
Model Pembelajaran STEM
No. EDP PjBL STEM PjBL 5E
1 Define problem Reflection (1) Menentukan pertanyaan Engage (1)
mendasar (1)
2 Background research Research (2) Mendesain perencanaan Explore (2)
projek (2,3)
3 Plan solution Discovery (3) Menyusun jadwal (3) Explain (3)

4 Make model Application (4,5,6) Monitoring (2,3,4,5) Elaborate (4,5,6)

5 Test model Communication (6,7) Menguji hasil (5) Evaluate (6,7)

6 Reflect & redesign Evaluasi pengalaman (6)

7 Communicate
26

Anda mungkin juga menyukai