Telaah Ilmiah
STEROID-INDUCED
CATARACT
Fadhila Khairunnisa, [Link]
04084821820040
Pembimbing
dr. H. Alie Solahuddin, SpM(K)
Outline
1. Pendahuluan
2. Tinjauan Pustaka
3. Kesimpulan
2
1.
Pendahuluan
3
Pendahuluan
Katarak adalah setiap kekeruhan pada lensa.
• Penyebab kebutaan terbesar di seluruh dunia.
WHO • Menyebabkan kebutaan pada 18,000,000 orang di seluruh dunia
• Diperkirakan pada tahun 2020 akan mencapai 20,5 jt penderita
(usia > 40 tahun)
FAKTOR
• Penuaan
• Trauma
• Herediter
• Penyakit Sistemik
• Kortikosteroid STEROID INDUCED CATARACT
1960 oleh Black dengan ciri khasnya yaitu katarak posterior subcapsular
(PSC)
Spaeth dan Von Sallrnann 0,2 persen pada dewasa muda dan 0,6 persen
pada lansia. Dikarenakan meluasnya penggunaan kortikosteroid, insidensi
terjadinya PSC juga meningkat.
Penelitian oxfordshire menyebutkan steroid diperkirakan menjadi penyebab
4,7% dari semua kejadian katarak di Oxford
4
2.
Tinjauan
Pustaka
5
Anatomi Lensa Mata
6
‘’
7
Histologi Lensa Mata
1. Kapsul Lensa
Suatu membran basal yang sangat tebal dan
terdiri atas kolagen tipe IV dan glikoprotein
dan bersifat semipremiabel
[Link] Subkapsular
Terdiri atas epitel kuboid yang terdapat pada
permukaan anterior lensa yang akan
memanjang dan berubah di bagian ekuator
sehingga membentuk serat lensa.
3. Serat Lensa
Tersusun memanjang dan tampak sebagai struktur tipis dan
gepeng yang berasal dari sel-sel subkapsular berisikan
sekelompok protein yang disebut kristalin
8
Fisiologi Lensa Mata
▣ Menjaga Keseimbangan Kation Lensa
Lensa manusia normal mengandung sekitar 66% air dan 33%
protein, dan jumlah kadar ini berubah seiring dengan penuaan. Korteks
lensa lebih terhidrasi dari nukleus lensa. Sekitar 5% volume lensa adalah air
yang ditemukan di antara sel serat di ruang ekstraseluler. Dalam lensa,
konsentrasi natrium dan kalium dipertahankan pada masing-masing 20
mM dan 120 mM.
▣ Epitel lensa: situs transportasi aktif
Lensa mempunyai mempunyai kadar ion kalium (K+) dan asam
amino yang lebih tinggi dari sekitar aqueous dan vitreous, kadar ion
natrium (Na+), ion klorida (Cl-), dan air lebih rendah dari lingkungan
sekitarnya. Keseimbangan kation antara bagian dalam dan luar lensa
merupakan hasil dari sifat permeabilitas membran sel lensa dan aktivitas
pompa natrium yang berada dalam membran sel epitel lensa dan antarsel
lensa.
▣ Akomodasi
Akomodasi adalah mekanisme mata merubah fokus dari
penglihatan jauh ke dekat yang dihasilkan dari perubahan bentuk lensa
akibat dari aksi otot siliaris pada serat zonula.
9
10
Steroid Induced
Cataract
11
‘’
adalah kekeruhan pada lensa
akibat penggunaan
obat kotikosteroid baik
sistemik maupun topikal
dalam jangka panjang.
12
Etiologi
Pada pemakaian kortikosteroid sistemik, telah dilaporkan
terjadinya katarak subcapsularis posterior (PSC). Biasanya
membutuhkan waktu bulanan hingga tahunan penggunaan
kortikosteroid sistemik untuk terjadinya katarak. Selain steroid
sistemik, topical juga dilaporkan dapat menyebabkan PSC. Tetapi
dengan jangka waktu yang lebih lama.
Black dkk (1960) 17 pasien dengan steroid induced catarct
supkapsular (PSC) bilateral
Kasus katarak tersebut muncul setelah sekitar 1 tahun terapi dan
ditemukan pada 29% penggunaan regimen kortikosteroid
moderate dan 75% pada pengguna regimen steroid dosis tinggi
13
Patogenesis
Gangguan Kegagalan Oksidasi
Metabolik Osmotik Stress oksidatif
Penelitian menunjukkan Terjadi karena adanya menyebabkan
Adenosin Triphospate celah vakuol dan terbentuknya ikatan
(ATP) dan level pembengkakan sel disulfida, pigmentasi,
dinukleotid pada lensa dan perubahan
menurun setelah 24 jam
yang diperkirakan
menjadi penyebab oksidatif untuk
paparan deksametason.
Dan akan menyebabkan adanya hidrasi lensa. menghasilkan
gangguan pada; agregasi protein yang
tidak larut dan
1. Sintesis protein
menghamburkan
2. Transpor ion cahaya
14
Patogenesis
Pembentukan Efek Reseptor Perubahan Sel
Molekul Protein Kortikosteroid Abnormal
Terjadi karena terhadap Growth Perubahan tingkah
beberapa penyakit Faktor laku sel terhadap
seperti diabetes, gagal terbentuknya katarak
Salah satu gambaran
ginjal dan degenerasi. terjadi apabila pada
katarak akibat
Tambahan protein daerah ekuator, FGF
kortikosteroid adalah
pada lensa tidak cukup tinggi
terkumpulnya sel epitel
mempengaruhi untuk menyebabkan
tidak teratur di bawah
kekeruhan pada lensa diferensiasi sel atau
kapsul posterior atau
yang disebabkan terjadi hambatan
disebut subkapsular
pengaruh diferensiasi oleh
posterior.
kortikosteroid sitokin.
terhadap struktur
normal protein.
15
Patofisiologi
Migrasi abnormal dari sel sepitel
lensa
Aktivasi reseptor glukotiroid
pada sel epitel lensa
• Proliferasi sel
• Penurnan apoptosis
• Menghambat diferensiasi sel
Katarak subkapsular posterior
16
Faktor Risiko
▣ Diabetes Mellitus
▣ Trauma
▣ Radiasi Ultraviolet
▣ Obat
Kortikosteroid sistemik dan topical yang diberikan dalam
waktu yang lama dapat menyebabkan katarak.
▣ Nutrisi
Penelitian menunjukkan kekurangan antioksidan (Vitamin
E, vitamin C, carotenoid) dapat memicu terjadinya katarak.
17
18
Manifestasi Klinis
3 karakteristik Steroid-
induced cataract;
1. Riwayat penggunaan
▣ Penurunan tajam steroid
penglihatan 2. Migrasi posterior sel epitel
lensa menyimpang dari
▣ Silau
ekuator lensa ke kutub
▣ Diplopia monokular atau lensa posterior
polipia 3. Lokasi awalnya di daerah
▣ Penglihatan halo pusat terbatas yang
▣ Penurunan sensitivitas terbatas dari daerah
kontras subkapsular posterior
19
Manifestasi Klinis
▣ Katarak yang terjadi akibat penggunaan steroid adalah katarak
jenis subkapsular posterior. Katarak subkapsular posterior
terdapat pada korteks di dekat kapsul posterior bagian sentral.
▣ Gejala umum lain yang dapat ditemui adalah adanya “glare” dan
penurunan penglihatan pada kondisi pencahayaan yang terang.
20
Figure 2. Example of a posterior subcapsular cataract, the type of cataract that often forms from
chronic steroid use. Photographer: James Gilman, CRA, FOPS, Moran Eye Center11
21
Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang
▣ Anamnesis ▣ Pemeriksaan Fisik
a. Penurunan tajam pengelihatan a. Penurunan visus
b. Silau b. Lensa keruh pada
subcapsularis posterior
c. Pengelihatan halo
d. Penurunan sensitivitas kontras
e. Lebih mudah melihat pada
kondisi remang
f. Riwayat penyakit yang berkaitan
dengan sistem imun (SLE, RA)
g. Riwayat penyakit atopik
(dermatitis atopik, asma)
h. Riwayat penggunaan obat
kortikosteroid jangka lama baik
topik maupun sistemik
22
Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Penunjang
1. Slitlamp
Pemeriksaan slitlamp dilakukan
untuk menilai kejernihan lensa dan
bagian lensa mana yang keruh (lokasi
katarak)
1. Shadow Test
Dilakukan untuk menilai
tingkat maturitas dari katarak
tersebut
23
Tatalaksana
▣ Nonfarmakologis
Penurunan dosis atau penghentian pemakaian
obat kortikosteroid
▣ Tindakan Operatif
a. Ekstraksi Katarak Intrakapsular
Suatu tindakan mengangkat seluruh lensa berikut
kapsulnya, jarang dilakukan pada saat ini. Insiden terjadinya
ablatio retina pascaoperasi jauh lebih tinggi dengan tindakan
ini dibandingkan dengan pascabedah ekstrakapsular.
b. Ekstraksi katarak ekstrakapsular
Suatu tindakan mengangkat seluruh lensa dengan
meninggalkan bagian posterior kapsul lensa. Metode ini yang
umum dipilih untuk katarak dewasa atau anak-besar.
24
Komplikasi
Intraoperatif Postoperatif
▣ Ruptur kapsul posterior ▣ CME
atau zonula
▣ Abnormalitas iris
▣ Kehilangan
vitreous/vitrektomi ▣ Edema kornea
anterior atau aspirasi ▣ Kebocoran luka/rupture
▣ Trauma pada iris/badan ▣ Dislokasi IOL, pelepasan
siliaris IOL, atau penggantian
▣ Hilangnya material IOL
nukleus ke vitreous
▣ Endophthalmitis
▣ Perdarahan suprakoroidal
▣ Robeknya retina
▣ Perdarahan retrobulbar
▣ Iritis persisten
25
Prognosis
Operasi katarak kontemporer memiliki tingkat
keberhasilan yang sangat baik, baik meningkatkan
tajam penglihatan maupun meingkatkan fungsi visual
subjektif. Lebih dari 90% mencapai ketajaman visual
sebesar 20/40 atau lebih baik.
Tingkat pencapaian ketajaman pascaoperasi dari
20/40 atau lebih baik untuk semua mata adalah 85%
dan telah dilaporkan tingkat pencapaian 89% pada
mata dengan kondisi komorbid, seperti retinopati
diabetikum, glaukoma, dan degenerasi makula terkait
usia
26
3.
Kesimpulan
27
▣ Steroid-induced cataract disebabkan oleh pemakaian kortikosteroid,
baik topikal maupun sistemik.
▣ Jenis katarak yang bisa terjadi yaitu katarak posterior sub kapsular.
▣ Biasaya pada penggunaan kortikosteroid dalam jangka waktu yang
lama bisa menyebabkan katarak posterior sub kapsular.
▣ Jenis kortikosteroid yang dapat menyebabkan terjadinya katarak yaitu
jenis glukotiroid.
▣ Mekanisme yang mungkin untuk terjadinya steroid-induced cataract
adalah aktivasi reseptor glukokortikoid, penghambatan proliferasi dan
diferensiasi normal sel epitel lensa, dan ikatan langsung steroid dengan
protein lensa
▣ Katarak dapat diterapi dengan penurunan dosis atau penghentian
pemakaian kortikosteroid dan tindakan operatif ekstraksi katarak
intrakapsular (ICCE) dan ekstraksi katarak ekstrakapsular (ECCE).
▣ Keberhasilan operasi katarak sangat baik. Lebih dari 90% mencapai
ketajaman visual sebesar 20/40 atau lebih baik. Tingkat pencapaian
ketajaman pascaoperasi dari 20/40 atau lebih baik untuk semua mata
adalah 85% dan telah dilaporkan tingkat pencapaian 89% pada mata
dengan kondisi komorbid
28
Thanks!
Any questions?
29