100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
1K tayangan42 halaman

Pengelolaan Lingkungan Pertambangan

Dokumen tersebut membahas tentang pengelolaan lingkungan di pertambangan, termasuk dampak aktivitas pertambangan terhadap lingkungan, pengelolaan air asam tambang, dan pengujian pH untuk memastikan kualitas air memenuhi baku mutu lingkungan."

Diunggah oleh

Aditya Roni SN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
1K tayangan42 halaman

Pengelolaan Lingkungan Pertambangan

Dokumen tersebut membahas tentang pengelolaan lingkungan di pertambangan, termasuk dampak aktivitas pertambangan terhadap lingkungan, pengelolaan air asam tambang, dan pengujian pH untuk memastikan kualitas air memenuhi baku mutu lingkungan."

Diunggah oleh

Aditya Roni SN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.

BASIC ENVIRONMENTAL

Pengelolaan Lingkungan, Mineral dan Batubara


BASIC ENVIRONMENTAL :
TUJUAN PELATIHAN

Setelah pelatihan ini peserta diharapkan mampu :

 Mengetahui dampak dari aktifitas pertambanganterhadap


lingkungan

 Memahami bagaimana pengelolaan lingkungan di


pertambangan

 Mampu mengimplementasikan pengelolaan lingkungan


dengan baik

 Melakukan pemantauan terhadap lingkungan secara kontinyu

 Memahami konsekwensi jika tidak dipatuhinya peraturan


lingkungan
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGANTAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Mengapa Kita Perlu Mengelola Lingkungan Hidup…?

 Kewajiban
Moral
 Kepatuhan
pada Peraturan
Perundangan
 Kewajiban
Sosial
Perusahaan
BASIC ENVIRONMENTAL :
DEFINISI

• Lingkungan
Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan
makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang
mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain (Sumber
UU No. 32 tahun 2009)

• Aspek Lingkungan
Bagian dari kegiatan perusahaan yang dapat berinteraksi
dengan lingkungan. Contoh : Limbah cair, emisi udara,
limbah B3, dll
BASIC ENVIRONMENTAL :
DEFINISI

• Dampak Lingkungan
Perubahan pada lingkungan baik yang menguntungkan maupun
merugikan secara keseluruhan atau sebagian akibat dari aktivitas
perusahaan. Contoh : Pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran
tanah, dll

• Pencemaran
Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau
komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia
sampai kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya
BASIC ENVIRONMENTAL :
DASAR HUKUM PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Peraturan Tentang Mengatur :

Undang-Undang no. 32 Perlindungan dan


Tahun 2009 Pengelolaan Lingkungan • Tugas dan Tanggung
Hidup Jawab
– Perusahaan
Kepmen 555K/26/[Link]/1995 Keselamatan Kerja – Karyawan
Pertambangan
– Institusi

Undang-undang No. 4 tahun Pertambangan Mineral dan


• Syarat-syarat
2009 Batu bara Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Peraturan dan Persyaratan
lain yang terkait
• Mengatur sanksi hukum
jika terjadi pelanggaran
BASIC ENVIRONMENTAL :
RESIKO JIKA TIDAK DITAATINYA PERATURAN LINGKUNGAN

Sanksi - Sanksi :
1. Teguran tertulis dari pemerintah
2. Paksaan dari pemerintah (penghentian sementara
seluruh
produksi, penutupan saluran buangan air limbah/emisi
dll
3. Pembekuan lingkungan / Pencabutan izin lingkungan
4. Hukum Pidana dan hukum Perdata Lingkungan Hidup
(penjara
paling singkat 3 tahun dan denda min 3 Milyar)
5. Membayar ganti rugi kepada orang yang dirugikan
UU No 32 Tahun 2009
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
• BAB XII Pengawasan dan Sanksi Administratif
Berdasarkan Pasal 76, Menteri, gubernur, atau bupati/walikota dapat menerapkan sanksi
administratif kepada penanggung jawab usaha jika dalam pengawasan ditemukan
pelanggaran terhadap izin lingkungan. Sanksi administratif terdiri atas:
a. Teguran tertulis
b. Paksaan pemerintah
c. Pembekuan izin lingkungan
d. Pencabutan izin lingkungan
Berdasarkan Pasal 80, Paksaan pemerintah dapat berupa :
a. Penghentian sementara kegiatan produksi;
b. Pemindahan sarana produksi;
c. Penutupan saluran pembuangan air limbah atau emisi;
d. Pembongkaran;
e. Penyitaan terhadap barang atau alay yang berpotensi menimbulkan pelanggaran;
f. Penghentian sementara atau seluruh kegiatam;
g. Atau tindakan lain yang bertujuan untuk menghentikan pelanggaran dan tindakan
memulihkan fungsi lingkungan hidup.
BASIC ENVIRONMENTAL :
DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS TAMBANG

Pencemaran : Penggunaan SDA :


 Air Asam Tambang  Konsumsi energi

 Air Limbah Settling Pond  Konsumsi air


 Debu  Perubahan peruntukan
 Asap
dan fungsi lahan

 Kebisingan dan Getaran  Konsumsi sumber


daya lainnya (kertas,
 Limbah hidrokarbon bahan kimia dll)
 Limbah domestik padat
dan cair
 Hilangnya keindahan
alam
BASIC ENVIRONMENTAL :
DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS TAMBANG

KATEGORI KASUS LINGKUNGAN


• Penurunan pada kualitas lingkungan (degradasi
lingkungan)
• Perubahan fungsi lingkungan (hilangnya fungsi
hutan, rusaknya
terumbu karang, ratusan tumbuhan dan hewan
indonesia
terancam punah )
• Lingkungan tidak berfungsi lagi
 Tidak sesuai / melebihi baku mutu lingkungan /

limbah
BASIC ENVIRONMENTAL :
DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS TAMBANG

Contoh dampak penurunan Contoh dampak lingkungan :


Kualitas air limbah / Debu dan kebisingan
pencemaran air
BASIC ENVIRONMENTAL :
AMDAL (ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN)

AMDAL : Kajian atas dampak besar dan penting untuk pengambilan


keputusan suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan
tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan

Analisis AMDAL meliputi berbagai macam faktor seperti Fisik, Kimia,


Sosial Ekonomi, Biologi dan sosial budaya yang dilakukan secara
menyeluruh

Regulasi terkait AMDAL :


Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 Mengenai Analisis AMDAL
PerMenLH No. 11 tahun 2006 mengenai Kegiatan Wajib AMDAL
Dan Lain-lain...
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

1. PENGELOLAAN
OPERASIONAL 2. PRINSIP PENGELOLAAN LIMBAH

Pengelolaan limbah
Air Asam Tambang
Pengelolaan Hidrokarbon
Reklamasi dan Revegetasi
Pemantauan Lingkungan Pemisahan Pengolahan Pembuangan
Cleaner Production
Pelaporan Insiden
Lingkungan
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

AIR ASAM TAMBANG


Leachate/rembesan/drainage yang telah dipengaruhi oleh
oksidasi alamiah mineral sulfida yang terkandung dalam batuan
yang terpapar (exposed) selama penambangan

Oxygen
Water
H20
Pyrite
Bacteria
Sulfuric
Acid
Images: USGS, DeAtley Design - modified
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG


PEMISAHAN MATERIAL PAF (POTENTIAL ACID FOARMING) DAN NAF (NON ACID
FOARMING)
• Melalui upaya segregasi dapat dipisahkan antara material PAF dan NAF
• Metode yang umum diterapkan dalam penimbunan overburden adalah encapsulation dan
layering atau (Menempatkan material PAF dan NAF untuk menghindari pembentukan AAT)
PEMBUATAN KOLAM PENGENDAP DIBANGUN UNTUK MEMASTIKAN
KUALITAS AIR YANG KELUAR DARI DAERAH PENAMBANGAN

PENAMBAHAN BAHAN KIMIA (KAOLIN/BATU KAPUR) UNTUK


MENETRALKAN AIR SEHINGGA MEMENUHI BAKU MUTU LINGKUNGAN
SEBELUM DI BUANG KE SUNGAI

Standar PH Air yang diijinkan adalah 6 - 9


Derajat Keasaman (pH)
pH atau derajat keasaman digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau basa yang
dimiliki oleh suatu zat, larutan, atau benda.
pH < 6 bersifat asam
pH 6 - 9 bersifat netral
pH > 9 bersifat basa

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia


Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Standar pH air adalah 6 – 9

Pengujian pH air dapat dilakukan dengan cara :


a) Pengujian menggunakan indikator universal (kertas lakmus)
b) pH meter

Gambar 1. skala pH
Uji pH menggunakan indikator universal
(kertas lakmus)
Terdapat 2 macam kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru dimana masing-
masing keduanya memiliki sifat :
1. Lakmus merah dalam larutan asam akan berwarna merah dan dalam larutan basa akan
berwarna biru
2. Lakmus biru dalam larutan asam akan berwarna merah dan dalam larutan basa akan
berwarna biru
3. Dalam larutan netral keduanya tidak akan mengalami perubahan warna (tetap merah atau
biru)

Siapkan larutan yang akan diuji

Masukkan 1 kertas lakmus merah dan


1 kertas lakmus biru ke dalam larutan
yang akan diuji

Mengamati perubahan warna kertas


lakmus asam basa
Gambar 2. Universal indicator
Uji pH menggunakan pH meter
(berdasarkan SNI 06-6989.11.2004)

Lakukan kalibrasi alat pH-meter dengan


larutan penyangga

Keringkan elektroda dengan kertas tisu


selanjutnya bilas elektroda dengan air Gambar 3. Larutan penyangga
sulung

Bilas elektroda dengan contoh uji Display


skala
pH
Celupkan elektroda ke dalam contoh uji Elektroda
sampai pH meter menunjukkan
pembacaan yang tetap

Catat hasil pembacaan skala atau angka


pada tampilan dari pH meter Larutan uji

Gambar 4. pH meter
TSS dan TDS
Kualitas air mencakup keadaan fisik, kimia, dan biologi yang dapat mempengaruhi ketersediaan air
untuk kehidupan manusia, pertanian, industri, dan pemanfaatan lainnya. Parameter kualitas
umum air diantaranya TSS dan TDS.


TSS
Padatan tersuspensi total (Total •
TDS
Padatan terlarut total (Total
Suspended Soil atau TSS) adalah Dissolved Solid atau TDS) adalah
padatan yang menyebabkan terlarutnya zat padat, baik berupa
kekeruhan air, tidak terlarut dan ion, senyawa, atau koloid di dalam
air.
tidak dapat langsung mengendap,
terdiri dari partikel-partikel yang • TDS adalah bahan-bahan terlarut
(diameter < 10-6 mm) dan koloid
ukuran maupun beratnya lebih kecil (diameter 10-6 – 10-3 mm) yang
dari sedimen, bahan organik tidak tersaring pada kertas saring
tertentum dan sebagainya. berdiameter 0,45 µm.
• Bahan-bahan tersuspensi (diameter • Berdasarkan Keputusan Menteri
> 1 µm) yang tertahan pada Kesehatan No.
saringan millipore dengan diameter 416/MENKES/PER/IX/1990 syarat
pori 0,45 µm. maksimum kandungan TDS dalam
air minum adalah 1000 mg/L dan
• Berdasarkan KepMenLH No. 113 pada air bersih 1500 mg/L
Tahun 2003 standar residu
tersuspensi adalah 400 mg/L
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

PENCEMARAN UDARA
Sumber Penanganan
• Program Pemeliharaan
• Debu
• Penyiraman
• Bising
• Penanaman sabuk / barrier
• Getaran
• Uji emisi
• Asap (alat dan
kendaraan)
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

PENGELOLAAN LIMBAH DASAR HUKUM


B3 Limbah B3 adalah limbah yang
mengandung
– bahan berbahaya dan
atau beracun yang karena
konsentrasinya dan/atau
jumlahnya, baik secara
langsung maupun tidak
langsung dapat :
•merusak dan
•mencemarkan
lingkungan hidup dan
atau
•membahayakan
kesehatan manusia.
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

Prosedur Pengelolaan Limbah B3


• Dipisahkan :
– Terhadap limbah non B3 dikumpulkan
– Berdasarkan sifatnya
• Disimpan pada fasilitas disimpan
khusus penyimpanan limbah
B3
• Diserahkan pada pengumpul dimusn
/ pengolah yang memiliki ijin ahkan?
TPS B3 harus:
• Dimusnahkan
• Dilaporkan kepada KLH •Memenuhi persyaratan teknis BAPEDAL
Note : Masa simpan limbah B3 diserahkan dimusnahkan / KLH
paling lama adalah 90 hari •Diberi label dan rambu yang sesuai
•Di areal yang bertanggul
•Ditempatkan di lokasi yang tepat (bebas
Pelaporan banjir dan jauh dari resiko kebakaran)
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

Penumpukan dan Label Limbah B3


• Diberi label
• Diberi simbol sesuai dengan jenis
limbahnya (Permen LH No. 14 tahun
2013 tentang simbol dan label B3)
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

Pemusnahan Limbah B3

• Insinerasi
• Efisiensi
pembakaran
99,999%
• Izin dari pihak
yang berwenang
Matriks Limbah B3

MASUKNYA LIMBAH B3 KE TPS KELUARNYA LIMBAH B3 KE TPS SISA

Jumlah Maksimal Sisa LB3


Jumlah
Tanggal Limbah B3 penyimpanan s/d Tanggal yang ada di
Jenis Limbah B3 Sumber Limbah B3 Tujuan Bukti Nomor
No Masuk Masuk tanggal: Keluar TPS
Masuk Limbah B3 Penyerahan Dokumen
Limbah B3 Limbah B3
(t=0 + 90 hr, 180
(Each) hr) (Each) (Each)
(A) (B) (C) (D) (E) (F) (G) (H) (I) (J) (K)
1
2
3
4
5
Matriks CATATAN KELUAR MASUK LIMBAH B3
TPSLB No. 3 (Limbah B3 padat & Filter Bekas)

Limbah B3 NO TANGGAL JENIS LIMBAH


Periode Januari - Maret 2018

SATUAN SUMBER IN OUT BLC


SISA TRIMESTER I 2017
1
2
3
4
5
6
JUMLAH

CATATAN KELUAR MASUK LIMBAH B3


TPSLB No. 3 (Majun Terkontaminasi)
Periode Januari - Maret 2018

NO TANGGAL JENIS LIMBAH SATUAN SUMBER IN OUT BLC


SISA TRIMESTER I 2017
1
2
3
4
5
6
JUMLAH

CATATAN KELUAR MASUK LIMBAH B3


TPSLB No. 3 (Hose Bekas)
Periode Januari - Maret 2018

NO TANGGAL JENIS LIMBAH SATUAN SUMBER IN OUT BLC


SISA TRIMESTER I 2017
1
2
3
4
5
6
JUMLAH
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

Praktek seperti ini tidak bisa diterima di


PAMA dan rekanannya
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

SWAPANTAU LINGKUNGAN
• Kualitas limpasan air permukaan
tambang
• Kualitas air sungai badan penerima
• Kualitas udara
• Kestabilan lereng dan tingkat erosi
• Kualitas tanah
• Flora & Fauna
• Keberhasilan Reklamasi Lahan Bekas
Tambang
• Persepsi Masyarakat
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

Kualitas udara
• Emisi (exhaust dan stasioner) Parameter Emisi Gas
Baku Mutu Lingkungan
BUang
– Maintenance CO 4.0 g/km
– Uji emisi HC 1.1 g/km
• Udara ambien lingkungan Nox 7.0 g/km
(debu, bising, getaran, gas PM 0.15 g/km

– Green belt Opasitas 50% (2010)

– Pengukuran kualitas udara Kep. Men LH No. 141 tahun 2003 gunakan
Kep. Men LH tahun 2005 untuk Kendaraan
tipe baru (2005 ke atas) dengan standar
EURO II
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

Pengelolaan Pencemaran
Udara

Emisi asap
• Sumber bergerak : Knalpot A2B Uji Emisi
dan LV
• Sumber tidak bergerak : Power
Genset, Pompa, Incinerator
• Program Pemeliharaan mesin
• Uji emisi
• Praktek operasi yang baik
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

Uji Emisi Cerobong


Pengelolaan Pencemaran
Udara

Pencemaran Udara Ambien


• Sumber : Kebisingan, Debu,
Getaran dan Gas di udara akibat
kegiatan pertambangan
• Pembuatan green belt
• Pengaturan kerja
• Pemantauan kualitas udara
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

PENGENDALIAN AIR LIMBAH WORKSHOP

OIL / FUEL TRAP PEMANTAUAN DI BADAN


WAREHOUSE STORAGE - WORKSHOP AIR
•Tersedia dengan ukuran memadai
•Di area bertanggung 110% volume yang •Dilakukan secara teratur
disimpan •Pemisahan minyak efektif
•Air yang dibuang harus
•Saluran air limbah dipisah dari saluran air •Diperiksa dan dikuras secara teratur memenuhi Baku Mutu
hujan Lingkungan
•Sejauh mungkin tertutup
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK


• Penggunaan septic tank
• Penggunaan Sewage Treatment Plant
• Pemisahan air limbah dengan air hujan
• Penggunaan grease trap dan food trap
untuk air limbah dapur atau kantin

PEMANTAUAN AIR LIMBAH


• Dilakukan oleh orang atau institusi yang kompeten
• Pada titik pentaaatan
• Laboratorium yang terakreditasi atau peralatan yang dikalibrasi
• Frekwensi
– Swapantau (harian dan mingguan)
– Kepatuhan 3 bulanan
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

REKLAMASI
Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan
memperbaiki atau menata kegunaan lahan
TAHAPAN REKLAMASI
yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha
pertambangan agar dapat berfungsi dan • Pengisian bekas tambang
berdaya guna sesuai peruntukannya • Penimbunan di luar tambang
• Bekas Jalan Tambang
Penutupan tambang adalah kegiatan yang • Kolam Sedimentasi
bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan
lahan yang terganggu sebagai akibat • Fasilitas penunjang lainnya
dihentikannya kegiatan pernambangan • Revegetasi
dan/atau pengolahan dan pemurnian untuk • Pengisian bekas tambang
memenuhi kriteria sesuai dengan dokumen
rencana penutupan tambang • Pengisian di luar tambang
• Reklamasi pasca tambang melalui
perencanaan penutupan tambang
BASIC ENVIRONMENTAL :
PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN

PASCA TAMBANG
Kegiatan pemantauan pascatambang minimal meliputi:
1. Pemantauan kestabilan fisik;
2. Pemantauan Air Permukaan, air tanah dan air laut;
3. Pemantauan flora dan fauna;
4. Pemantauan Sosial dan Ekonomi.
BASIC ENVIRONMENTAL :
INSIDEN LINGKUNGAN

• Tumpahnya limbah B3 ke tanah atau air


permukaan (Lebih dari 50 liter)
• Rusaknya tanggul IPAL sehingga air asam
mencemari sungai
• Keluhan masyarakat akibat kegiatan
penambangan (bising, debu, getaran, rusaknya
tanaman dll)
• Penggalian yang tidak direncanakan
• dll
BASIC ENVIRONMENTAL :
PELAPORAN KECELAKAAN LINGKUNGAN

• Apa yang harus dilaporkan


semua insiden lingkungan
• Kapan Laporan Dilakukan
sesegera mungkin
• Siapa yang harus melaporkan
orang yang mengetahui
kepada atasan langsungnya
BASIC ENVIRONMENTAL :
CLEANER PRODUCTION

• Penerapan secara kontinyu strategi pengelolaan lingkungan


yang bersifat preventif dan terintegrasi pada proses dan produk
sehingga mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan.
Proses, meningkatkan efisiensi dan efektifitas
•Penggunaan bahan baku, energi dan sumber daya alam
lainnya serta
•Mengganti atau mengurangi bahan baku berbahaya dan
beracun.
•Produk, mengurangi dampak di keseluruhan daur hidup
produk
Produk, mengurangi dampak di keseluruhan daur hidup
produk
BASIC ENVIRONMENTAL :
CLEANER PRODUCTION

6 R di PAMA

Refine Reuse Recycle Recovery Retrieve


Reduce
Energy

Merubah material Mengurangi volume Menggunakan kembali Menggunakan Mengambil material Memanfaatkan limbah
atau merancang alat maupun resiko limbah limbah pada proses kembali limbah yang bermanfaat sebagai pengganti
untuk memperbesr dengan yang sama melaui proses dari limbah bahan bakar
reuse, recycle dan mengembangkan tertentu
recovery teknologi produksi
BASIC ENVIRONMENTAL :
CLEANER PRODUCTION

Refine Recycle
 Isi alat pemadam api ringan halon diganti dengan Daur ulang oli hidrolik (Flushing Oil Hydraulic)
AF 11 atau AF 11E yang lebih ramah lingkungan Serbuk gergaji bekas dipakai untuk bioremediasi
 Bahan bakar kendaraan bermotor bensin diganti  Oil bekas untuk pelumas baut, chain saw
dengan bahan bakar gas yang lebih kecil tingkat  Pemakaian air ex WWT dan Flash water untuk
polusinya siram toilet/tanaman

Recovery
Reduce
 Penggunaan limbah padat ex. Log menjadi block
 Mencuci mobil dengan air seember dan tanpa board
disemprot/air bertekanan  Battery bekas : airnya digunakan kembali,
 Mandi menggunakan shower (tidak pakai gayung) plastiknya untuk pellet, timahnya dilebur kembali
 Menggasnti kran dengan automatic stop valve  Oli bekas dijual ke penampung resmi

Reuse Retrive Energy


 Penggunaan kertas bolak-balik
 Penggunaan oli bekas untuk pencampur ANFO
 Penggunaan air bekas cuci unit
BASIC ENVIRONMENTAL :
KESIMPULAN

1. Setiap perusahaan wajib untuk


melakukan pengelolaan terhadap
lingkungan
2. Limbah yang dihasilkan oleh aktivitas
pertambangan harus dikelola dengan
benar dan harus dilakukan pemantauan
secara rutin
3. Semua insiden lingkungan sekecil
apapun harus dilaporkan
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai