0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan33 halaman

Definisi dan Kriteria ARDS

Ringkasan: Dokumen tersebut membahas tentang Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) yang merupakan manifestasi sistemik paru akibat cedera pada pembuluh darah paru atau saluran udara yang ditandai dengan edema paru non-kardiak dan gangguan membran alveolar-kapiler. Dokumen ini menjelaskan penyebab, gejala klinis, pemeriksaan diagnostik, tahapan, komplikasi, dan pengelolaan keperawatan pada pasien ARDS.

Diunggah oleh

Sinthya Aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan33 halaman

Definisi dan Kriteria ARDS

Ringkasan: Dokumen tersebut membahas tentang Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) yang merupakan manifestasi sistemik paru akibat cedera pada pembuluh darah paru atau saluran udara yang ditandai dengan edema paru non-kardiak dan gangguan membran alveolar-kapiler. Dokumen ini menjelaskan penyebab, gejala klinis, pemeriksaan diagnostik, tahapan, komplikasi, dan pengelolaan keperawatan pada pasien ARDS.

Diunggah oleh

Sinthya Aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ACUTE RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME

(ARDS)
Taufan Arif, [Link]., Ns., [Link]
DEFINISI
• Acute respiratory distress syndrome (ARDS) adalah
proses sistemik yang dianggap sebagai manifestasi
paru dari sindrom disfungsi multipel organ.
• Hal ini ditandai dengan edema paru non-kardiak dan
gangguan membran alveolar-kapiler akibat cedera
pada pembuluh darah paru atau saluran udara.
Gambar
cardiomegaly
The Berlin Definition of ARDS is as follows
• Timing  dalam 1 minggu diketahui gejala pernapasan yang baru
atau memburuk
• Chest imaging  ilfitrat bilateral  not fully explained by effusions,
lobar/lung collapse or nodules
• Sumber edema  respiratory failure not fully explained by heart
failure or fluid overload.
• Rasio PaO2:FiO2  Kurang dari 200 mmHg TANPA PEEP
PROSES PERTUKARAN GAS
NORMAL
Penyebab ARDS
Banyak dan
Beragam

- Cedera paru langsung


- Cedera Paru Tidak Langsung
INGAT: gejala dapat asymptomatic
FAKTOR RESIKO hingga 72 jam setelah cedera awal
CEDERA PARU TIDAK LANGSUNG CEDERA PARU LANGSUNG
• Syock dg berbagai etiologic • Infeksi Paru
• Sepsis • inhalasi toksik
• Hipotermia • Aspirasi (cairan lambung, hamper tenggelam)
• Hipertermia • Pneumonitis
• Overdosis KRITERIA SIRS
• Transfusi multiple • Suhu >38 or <36 C
• By pass jantung paru • Nadi > 90 x/menit
• Eklamsia • Frek Napas > 20 x/menit
• Luka bakar • PaCO2 < 32 mmHg
• Pankreatitis • Hitung Leukosit >12.000 sel/mm3
• Trauma non thoraks berat
Etiology
• Sepsis, aspiration of gastric contents, diffuse
pneumonia, and trauma were found to be major risk
factors for the development of ARDS
FASE SYOCK SEPSIS
SEVERE
SIRS SEPSIS SEPSIS SHOCK
• T: <36 or >38 • 2 SIRS • Sepsis + Sign of • Severe Sepsis
• RR > 20 •+ end Organ with persistent:
• HR>90 • Confirmed or Damage • Sepsis + Sign of
• WBC >12.000 Suspected • Hipotensi (SBP end Organ
or <4000 Infection < 90) Damage
• PCO2 <32 • Laktat > 4 • Hipotensi (SBP
mmHg mmol < 90)
• Laktat > 4
mmol
KRITERIA DIAGNOSTIK
KRITERIA ALI ARDS
Rasio PaO2 : FiO2, terlepas dari Kurang dari 300 Kurang dari 200
kadar PEEP
Sinar-X Dada Infiltrat bilateral Infiltrat bilateral
Tekanan Baji Arteri Pulmonal Kurang dari 18 mmHg atau tidak Kurang dari 18 mmHg atau tidak
(PCWP/Pulmonary Capilary ada indikasi hipertensi atrium kiri ada indikasi hipertensi atrium kiri
Wedge Pressure)

PaO2 should = FiO2 x 500


Normal PaO2:FiO2  >500
(e.g. 0.21 x 500 = 105 mmHg)
KLASIFIKASI KEPARAHAN ARDS
FASE 1
PATOFISIOLOGY

FASE 2

FASE
3 FA
SE
4

FASE 5 FASE 6

FASE 4 Kadar O2 dan CO2 Edema


Menurun Memburuk &
Inflamasi
Clinical Manifestation
• Rapid onset of severe • ABG’s
dyspnea
PaO2 < 70mmHg
• with in 12-48 hours
PaCO2 > 45
• Intercostal and
suprasternal HCO3
retractions • Normal
• Takipnea • < 22
• Hypoxemia that does not pH
respond to O2 • low
• Confusion anxiety Analysis
• Resp. and met.
• Restlessness Acidosis
• Cyanosis
• Fever
ANALISIS AGD
INTERPRETASI PH PaCO2 HCO3
Asidosis metabolic ↓ N/↑ ↓
Alkalosis Metabolik ↑ N/↓ ↑
Asidosis Respiratorik ↓ ↑ N/↓
Alkalosis Respiratorik ↑ ↓ N/↑
lihat hasil PO2 dan SaO2
dan hitung ratio PaO2 / FiO2
TENTUKAN
ALI OR ARDS
TANDA KLINIK & PATOLOGIS ARDS
Tahap 1 (12 Jam pertama):
Perubahan X-Ray Dada Normal
Radiografik Tahap 2 (24 jam):
Bercak infiltrate alveolar, terutama bagian paru yg dependen; Ukuran Jantung normal
Tahap 3 (2-10 Hari):
Infiltrat alveoral difus, Penurunan Volume paru, Ukuran Jantung normal
Tahap 4 (>10 hari)
Infiltrat persisten, Infiltrat pneumonia baru, Pneumothoraks berulang
Tahap 1 (12 Jam pertama):
Tanda Dispnea, Takipnea
Klinis Tahap 2 (24 jam):
Dispnea, Takipnea, sianosis, takikardia, krekels kasar
Tahap 3 (2-10 Hari):
Hiperdinamik, tanda SIRS
Tahap 4 (>10 hari)
Gangguan organ multiple, hipoksia, sepsis, pneumonia
Complication
• Lung damage (such as pneumothorax) due to
use of high settings on the breathing machine
needed to treat the disease
• Multiple organ disfungtion syndrome
• Pulmonary fibrosis
• Ventilator-associated pneumonia
Diagnostic Test
• Arterial blood gas  Tampak hypoxemia
• A complete blood count. Jumlah Hitung white blood cells
Meningkat  indikasi sepsis
• Chest x-ray  Tampak Cairan di paru
• CT scan of the chest may be required only in some
situations (routine chest x-ray is sufficient in most cases)
• Echocardiogram (an ultrasound of the heart) may help
exclude any heart problems that can cause fluid build-up in
the lung
Diagnostic Test
• Monitoring with a pulmonary artery catheter
(PCWP/Pulmonary Capilary Wedge Pressure) 
Digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan kesutilan
napas akibat jantung
• Bronchoscopy (a procedure used to look large airways of
the lung) may be considered to evaluate the possibility of
lung infection
• Sputum cultures and analysis
PENGKAJIAN KEPERAWATAN
• Identitas
• Riwayat Penyakit Sekarang
• Riwayat Penyakit Dahulu  HIV, merokok, penyalahgunaan obat
• Riwayat Penyakit keluarga
• Kaji Faktor Resiko
• Pemeriksaan Fisik
PEMERIKSAAN FISIK
TAHAP PEMERIKSAAN FISIK HASIL PENUNJANG
Tahap 1 Gelisah, Dispnea, Takipnea, Penggunaan otot AGD: Alkalosis Respiratorik
(12 bantu napas CXR: Tidak ada perubahan radiografik
Jam) CTR: normal
Tahap 2 Dispnea berat, takipnea, sianosis, takikardia, AGD: Penurunan SaO2 walaupun diberikan oksigen tambahan
(24 krekles bilateral kasar, Agistasi dan gelisah, CXR: Bercak infiltrate bilateral
Jam) penurunan udara masuk ke lapang paru yang Kimia: Peningkatan asidosis (Metabolik)
dependen
Tahap 3 Penurunan udara yang masuk secara bilateral AGD: Perburukan hipoksemia
(2-10 Gangguan kesadaran, Penurunan motilitas usus, CXR: Penurunan Volume paru, Bronkhogram udara
Hari) edema generalisata, integritas kulit nuruk Kimia: Penurunan Platelet & Hb, Hitung WBC naik, factor
pembekuan abnormal
Tahap 4 Gejala MODS, termasuk haluaran urin turun, AGD: Perburukan hipoksemia dan hiperkapnia
(>10 motilitas usus buruk, g3 koagulasi CXR: Bronkogram udara, Pneumothorakx
hari) Kimia: Penurunan Platelet & Hb, Hitung WBC naik, factor
pembekuan abnormal
Hemodinamik: semakin memburuk
DIAGNOSA KEPERAWATAN (INTI)
• Gangguan ventilasi berhubungan dengan penurunan kelelahan otot napas
• Hambatan Pertukaran gas b.d Hipoksemia refraktori dan kebocoran
alveolar/interstisial pulmonal yang ditemukan pada status cedera kapiler
alveolar
• Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d peningkatan produksi secret dan
penurunan gerakan silia
• Ketidak efektifan pola napas b.d penurunan kemampuan oskigenisasi
secara adekuat
• Ansietas b.d kematian, perubahan peran
• Resiko Infeksi b.d tindakan invasive, alat invasive
• DLL
NURSING MANAGEMENT
• Oksigen dan Ventilasi  indicator SV = EDV - ESV
parameter Hantaran Oksigen
(DaO2)= Hb, Curah Jantung, SaO2
CO= HR X SV
• O2 Adekuat mencegah
metabolisme anaerob dan hipoksia,
memperbaiki SIRS EF = SV/EDV
LIHAT HASIL
ECHO JIKA
ADA
NURSING MANAGEMENT
• Hb < 8 g/ dl  WAJIB Transfusi (penelitian terbaru)
• Evaluasi CO akibat adanya SIRS, Hipoksemia Miokard, Penurunan aliran
balik vena  intervensi= peningkatan preload dan kontraktilitas, serta
menormalkan afterload
• Pemberian cairan untuk memastikan volume IV adekuat  mepertahankan
preload
• Pertahankan tekanan Baji arteri pulmonal (PAWP) > 12 mmHg
• Auskultasi suara napas ketat (Chyne stokes, Biot, Kussmaul)
• Pantau AGD selama pemberian cairan
• Agen inotropic positif (Dopamin/Dobutamin)  me↑ kontraktilitas dan CO
• Agen Vasokonstriktor (norepinefrin)  mengatasi Vasodilatasi akibat SIRS
 pantau CO dan TD secara ketat
NURSING MANAGEMENT
• Suction (open maupun closed suction)  Tambah Hiperventilasi O2
• Tx Bronkodilator dan mukolitik
• Ubah Posisi miring setiap 2 jam
• Fisolterapi setiP 4 JAM (jika diteleransi)
• Pantau Vital sign secara ketat
• Pantau EKG
• Lakukan Hiperkapnia permisif
• Pantau Tanda Barotrauma khususnya pneumothoraks
NURSING MANAGEMENT
• Ventilasi Mekanik
• Beri VT rendah (< 6ml/kgBB)
• Give lowest possible level of O2 to prevent toxicity
• Gunakan PEEP yang adekuat (direkomendasikan 10-15 cmH2O)
• PEEP may be indicated
• Maintain PaO2 at > 60mm Hg
• Posisi (Mika Miki & Postural Drainage, serta fisioterapi dada
• Ventilasi rasio dibuat berbanding terbalik (Rasio I:E) = 2:1 atau 3:1  mencegah ekshalasi
komplet (Hiperkapnia permisif adl strategi ↑PaCO2 mll pe↓VT)
• Peningkatan CO dan Pertahankan TD
• Fluid therapy
• Dobutrex, dobutamine
• Pertahankan balance cairan
• Kolaborasi diuretik
MANAGEMENT
• Terapi surfaktan
• Corticosteroids
• Ketokonazol
• Antibiotik
• Bronkodilator dan mukolitik
• Mediator Antilipid: Porstasiklin, NSAID
• Sedasi  propofol
• Diuretics
• Dukungan Nutrisi
CARA Memilih PEEP VENTILATOR
• PEEP/FiO2 relationship to maintain adequate
PaO2/SpO2
• PaO2 goal: 55-80mmHg or SpO2 88-95% use
FiO2/PEEP combination to achieve oxygenation goal

FiO2 0.3 0.4 0.4 0.5 0.5 0.6 0.7 0.7 0.7 0.8 0.9 0.9 0.9 1.0
PEEP 5 5 8 8 10 10 10 12 14 14 14 16 18 20-
24

Anda mungkin juga menyukai