Subklasifikasi Usaha Jasa Konstruksi
Subklasifikasi Usaha Jasa Konstruksi
Instalasi mekanikal
Penataan Ruang
dan Elektrikal
Perencanaan Pengawasan
Perencanaan umum,
studi makro,
Pengawasan keyakinan mutu dan
dan studi mikro
ketepatan waktu dalam proses
pekerjaan dan hasil pekerjaan konstruksi
Studi kelayakan proyek,
industri dan produksi
perencanaan teknik,
operasi, dan pemeliharaan
Pengembangan Layanan
Manajamen Konstruksi
TERINTEGRASI
Rancang Bangung
penyelenggaraan pekerjaan
berbasis kinerja (performance based).
Referensi dalam Penyusunan
Klasifikasi Usaha Jasa
Konstruksi
CPC versi Provisional PP 28 Tahun 2000 j.o.
PP 4 tahun 2010 j.o.
PP 92 Tahun 2010
KBLUI tahun 2009
Dasar Hukum
7
Subklasifikasi Jasa Pelaksana
Konstruksi
Jenis Usaha Klasifikasi Usaha Sub Klasifikasi Usaha LINGKUP
SUBKLASIFIKASI
Bangunan
9 subklasifikasi
Gedung
9
Contoh lingkup pekerjaan untuk
klasifikasi bangunan gedung
10
Pembagian Subklasifikasi Bidang
Usaha Jasa Pelaksanaan bangunan sipil
11
Contoh lingkup pekerjaan
untuk klasifikasi bangunan
SIPIL
Klasifikasi Kode Subklasifikasi Lingkup Pekerjaan
Bangunan SI001 Jasa Pelaksana Konstruksi Saluran 1. Pekerjaan pelaksanaan pembangunan, pemeliharaan dan
Sipil Air, Pelabuhan, Dam, dan Prasarana perbaikan bangunan bendungan (dam), bendung (weir),
Sumber Daya Air Lainnya embung, pintu air, talang, check dam, tanggul dan saluran
pengendali banjir termasuk drainase perkotaan beserta
bangunan pelengkapnya, tanggul laut, krib, viaduk dan
sarana dan/atau prasarana sumber daya air lainnya;
2. Pekerjaan pelaksanaan pembangunan, pemeliharaan dan
perbaikan konstruksi jaringan saluran air, sistem irigasi
(kanal), reservoir (waduk) dan drainase irigasi; dan
3. Pekerjaan pelaksanaan pembangunan, pemeliharaan dan
perbaikan dermaga, sarana pelabuhan, penahan gelombang
dan sejenisnya. Termasuk konstruksi jalan air atau terusan,
pelabuhan dan sarana jalur sungai, dok (pangkalan), lock
(panama canal lock, Hoover Dam) dan lain-lain.
SI002 Jasa Pelaksana Konstruksi Instalasi Pekerjaan pelaksanaan pembangunan, pemeliharaan dan
Pengolahan Air Minum dan Air perbaikan instalasi pengolahan air minum, bangunan menara
Limbah Serta Bangunan Pengolahan air dan reservoir air beserta bangunan pelengkap air minum
Sampah. lainnya, instalasi pengolahan air limbah beserta bangunan
pelengkap air limbah lainnya, bangunan Tempat Pembuangan
Akhir Sampah beserta bangunan pelengkapnya.
12
Pembagian Subklasifikasi Bidang
Usaha Jasa Pelaksanaan Instalasi
mekanikal
Klasifikasi bidang usaha jasa pelaksanaan konstruksi instalasi mekanikal:
1. jasa pelaksana konstruksi pemasangan pendingin udara (Air Conditioner), pemanas
dan ventilasi;
2. jasa pelaksana konstruksi pemasangan pipa air (plumbing) dalam bangunan dan
salurannya;
3. jasa pelaksana konstruksi pemasangan pipa gas dalam bangunan;
4. jasa pelaksana konstruksi insulasi dalam bangunan;
5. jasa pelaksana konstruksi pemasangan lift dan tangga berjalan;
6. jasa pelaksana konstruksi pertambangan dan manufaktur;
7. jasa pelaksana konstruksi instalasi thermal, bertekanan, minyak, gas, geothermal
(pekerjaan rekayasa);
8. jasa pelaksana konstruksi instalasi alat angkut dan alat angkat;
9. jasa pelaksana konstruksi instalasi perpipaan, gas, dan energi (pekerjaan rekayasa);
10. jasa pelaksana konstruksi instalasi fasilitas produksi, penyimpanan minyak dan gas
(pekerjaan rekayasa);
13
Contoh lingkup pekerjaan
untuk klasifikasi Instalasi
mekanikal
Klasifikasi Kode Subklasifikasi LingkupPekerjaan
Instalasi MK001 jasa pelaksana konstruksi Pekerjaan pelaksana pemasangan dan perawatan yang
Mekanikal pemasangan pendingin udara meliputi pemanasan elektrik maupun non-elektrik,
dan (Air Conditioner), pemanas ventilasi, lemari pendingin, atau peralatan AC,
Elektrikal dan ventilasi pekerjaan ducting dan pekerjaan metal lebaran
yang dilakukan secara terintegrasi dari pekerjaan
tersebut.
MK002 Jasa Pelaksana konstruksi Pekerjaan pelaksana pemasangan dan perawatan yang
Pemasangan Pipa Air meliputi:
(Plumbing) dalam Bangunan [Link] perpipaan utama air panas dan dingin,
dan Salurannya instalasi sprinkler, pipa air kotor, pipa drain;
[Link] saniter; dan
[Link] pemadam kebakaran.
MK003 Jasa Pelaksana Konstruksi Pekerjaan pelaksana pemasangan dan perawatan pipa
Pemasangan Pipa Gas dalam untuk gas, oksigen di rumah sakit dan peralatan
Bangunan pengoperasian gas lainnya
14
Pembagian Subklasifikasi Bidang
Usaha Jasa Pelaksanaan Instalasi
elektrikal
Klasifikasi bidang usaha jasa pelaksanaan konstruksi instalasi elektrikal:
1. jasa pelaksana konstruksi instalasi pembangkit tenaga listrik semua daya;
2. jasa pelaksana konstruksi instalasi pembangkit tenaga listrik daya maksimum 10 MW;
3. jasa pelaksana konstruksi instalasi pembangkit tenaga listrik energi baru dan terbarukan;
4. jasa pelaksana konstruksi instalasi jaringan transmisi tenaga listrik tegangan tinggi/ekstra
tegangan tinggi;
5. jasa pelaksana konstruksi instalasi jaringan transmisi telekomunikasi dan/atau telepon;
6. jasa pelaksana konstruksi instalasi jaringan distribusi tenaga listrik tegangan menengah;
7. jasa pelaksana konstruksi instalasi jaringan distribusi tenaga listrik tegangan rendah;
8. jasa pelaksana konstruksi instalasi jaringan distribusi telekomunikasi dan/atau telepon;
9. jasa pelaksana konstruksi instalasi sistem kontrol dan instrumentasi;
[Link] pelaksana konstruksi instalasi tenaga listrik gedung dan pabrik; dan
[Link] pelaksana konstruksi instalasi elektrikal lainnya.
15
Contoh lingkup pekerjaan
untuk klasifikasi Instalasi
elektrikal
Klasifikasi Kode Subklasifikasi Lingkup Pekerjaan
Instalasi Jasa Pelaksana Pekerjaan pemasangan dan perawatan
Mekanikal Konstruksi Instalasi elektromekanik dan kelistrikan pembangkit
dan EL001 Pembangkit Tenaga tenaga listrik semua daya.
Elektrikal Listrik Semua Daya
Jasa Pelaksana Jasa pelaksana instalasi dan perawatan
Konstruksi Instalasi elektromekanik dan instalasi kelistrikan
Pembangkit Tenaga pembangkit tenaga listrik dengan daya
EL002 Listrik Daya Maksimum maksimum 10 MW / unit.
10MW
16
Pembagian Subklasifikasi Bidang Usaha
Jasa Pelaksanaan lainnya
17
Contoh lingkup pekerjaan
untuk klasifikasi Jasa
Pelaksana Lainnya
Klasifikasi Kode Subklasifikasi Lingkup Pekerjaan
Jasa PL001 Jasa Penyewaan Alat Jasa peminjaman dan penyewaan yang
Pelaksana Konstruksi dan berhubungan dengan peralatan dengan operator
an Lainnya Pembongkaran untuk konstruksi atau penghancuran dan jasa
Bangunan atau operasional yang disediakan dengan operator.
Pekerjaan Sipil Lainnya
dengan Operator
23
Contoh lingkup pekerjaan
untuk klasifikasi Jasa
konstruksi terintegrasi
Klasifikasi Kode Subklasifikasi LingkupPekerjaan
Jasa TI501 Jasa Terintegrasi Jasa teknikal terintegrasi untuk konstruksi dari infrastruktur transportasi
Konstruksi Untuk (turnkey projects). Termasuk didalamnya perencanaan dan studi sebelum
Terintegrasi Infrastruktrur investasi, pembuatan pre-elimary dan final desain, estimasi biaya,
Tranportasi penjadwal konstruksi, inspeksi dan penerimaan dari kontrak termasuk jasa
teknikal seperti seleksi dan pelatihan personiil dan operasional dan
pembuatan manual pemiliharaan dan jasa teknikal lainnya yang disediakan
untuk klient yang membentuk jasa terintegrasi utuh untuk proyek terima
jadi termasuk didalamnya kegiatan yang dilakukan secara terintegrasi antara
perencanaan, pengadaan, dan pelaksanaan terima jadi (engineering,
procurement, construction)
TI502 Jasa Terintegrasi Jasa teknikal terintegrasi untuk konstruksi dari infrastruktur keairan dan
Untuk sanitasi. Termasuk didalamnya perencanaan dan studi sebelum investasi,
Konstruksi pembuatan pre-elimary dan final desain, estimasi biaya, penjadwal
Penyaluran Air konstruksi, inspeksi dan penerimaan dari kontrak termasuk jasa teknikal
dan Pekerjaan seperti seleksi dan pelatihan personiil dan operasional dan pembuatan
Sanitasi manual pemiliharaan dan jasa teknikal lainnya yang disediakan untuk klient
yang membentuk jasa terintegrasi utuh untuk proyek terima jadi termasuk
didalamnya kegiatan yang dilakukan secara terintegrasi antara perencanaan,
pengadaan, dan pelaksanaan terima jadi (engineering, procurement,
construction)
24
Klasifikasi Konsultan
Indonesia
Konsultansi Umum
Klasifikasi Usaha Perencana
Konstruksi
Klasifikasi Kode SUBKLASIFIKASI
Arsitektur AR101 Jasa Nasihat dan Pra Desain Arsitektural
al AR102 Jasa Desain Arsitektural
AR103 Jasa Penilaian Perawatan dan Kelayakan Bangunan Gedung
AR104 Jasa Desain Interior
AR105 Jasa Arsitektural Lainnya
Rekayasa RE101 Jasa Nasehat dan Konsultansi Rekayasa Teknik
RE102 Jasa Desain Rekayasa Untuk Konstruksi Pondasi serta Struktur Bangunan
RE103 Jasa Desain Rekayasa Untuk Pekerjaan Teknik Sipil Air
RE104 Jasa Desain Rekayasa Untuk Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi
RE105 Jasa Desain Rekayasa Untuk Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal Dalam Bangunan
RE106 Jasa Desain Rekayasa Untuk Proses Industrial dan Produksi
RE107 Jasa Nasehat dan Konsultasi Jasa Rekayasa Konstruksi
RE108 Jasa Desain Rekayasa Lainnya
Penataan PR101 Jasa Perencanaan dan perancangan perkotaan
Ruang PR102 Jasa Perencanaan Wilayah (Regional Planning)
PR104 Jasa Perencanaan dan Perancangan Lingkungan Ban gunan Lansekap
PR105 Jasa Pengembangan Pemanfaatan Ruang
Klasifikasi Usaha
Pengawas Konstruksi
Klasifikasi Kode SUBKLASIFIKASI
Arsitektural AR201 Jasa Pengawasan Administrasi Kontrak
Penataan Ru
ang PR201 Jasa Pengawas dan Pengendali Pemanfaatan Ruang
Rekayasa Jasa Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Bangu
RE201 nan Gedung
Jasa Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Teknik
RE202 Sipil Transportasi
Jasa Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Teknik
RE203 Sipil Air
Jasa Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dan In
RE204 stalasi Proses dan Fasilitas Industri
Klasifikasi Usaha Jasa
Konsultansi Spesialis
Konstruksi
Klasifikasi Kode SUBKLASIFIKASI
KL405 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Keairan
KL406 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil Lainnya
Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan konstruksi proses dan
KL407 fasilitas industrial
Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Sistem Kendali Lalu Li
KL408 ntas
SUBKUALIFIKASI USAHA JASA
KONSTRUKSI
30
Referensi dalam Penyusunan
SubKualifikasi Usaha Jasa Konstruksi
31
Kualifikasi Berdasarkan
Peraturan Pemerintah No
4/2010
Pasal 8B
1) Kualifikasi sebagaimana dimaksud dlam pasal 8 meliputi:
[Link] usaha Besar
[Link] usaha Menengah
c. Kualifikasi usaha Kecil
2) Setiap kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapat dibagi menjadi beberap subkualifikasi usaha jasa
konstruksi
3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembagian subkualifikasi
usaha jasa konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
diatur dengan peraturan Menteri
Kriteria Usaha menurut UU no 20
tahun 2008 tentang Usaha Mikro
Kecil dan Menengah
• Kriteria Usaha Mikro:
– memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha) atau
– Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300 juta
• Kriteria Usaha Kecil:
– memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta sampai dengan paling banyak
Rp500 jt (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) atau
– Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta sampai dengan paling
banyak Rp 2.5 milyar
• Kriteria Usaha Menengah:
– memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta sampai dengan paling banyak
Rp 10 milyar (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) atau
– Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.5 milyar sampai dengan
paling banyak Rp 50 milyar
Batasan nilai pekerjaan
menurut Peraturan Presiden no
54 tahun 2010
Barang/Jasa
sumber daya manusia
modal
peralatan Untuk
menyediakan
fasilitas lain yang diperlukan
dalam Pengadaan Barang/
Jasa;
Persyaratan Penyedia Jasa
Dalam PERPRES 54 tahun 2010
Penyedia Jasa
Wajib memenuhi
Persyaratan
41
KUALIFIKASI USAHA JASA
PELAKSANA PERLEM 2/2011
42
Kualifikasi Usaha
menurut PERLEM 12a
Kerangka pikir konsep
subkualifikasi
Kemampuan
Keuangan
Kepersonaliaan
Menentukan SUBKUALIFIKASI
PENILAIAN Badan Usaha
TERHADAP Pengalaman
Menentukan
Kriteria lain
Batasan MAKSIMAL
Kemampuan
mengerjakan Proyek
konstruksi
Peraturan Menteri
PU 08/2011
PEMBAGIAN
KUALIFIKASI USAHA
JASA KONSTRUKSI
1. Usaha jasa konstruksi dapat berbentuk orang perseorangan
atau badan usaha.
2. Bentuk usaha yang dilakukan oleh orang perseorangan
selaku pelaksana konstruksi hanya dapat melaksanakan
pekerjaan konstruksi beresiko kecil, berteknologi sederhana,
dan berbiaya kecil.
3. Bentuk usaha yang dilakukan oleh orang perseorangan
perencana konstruksi atau pengawas konstruksi hanya
dapat melaksanakan pekerjaan konstruksi yang sesuai
dengan bidang keahliannya.
45
PEMBAGIAN KUALIFIKASI
Badan Usaha Jasa Konstruksi
46
subkualifikasi Usaha Pelaksana Konstruksi
(Kekayaan bersih, batasan nilai paket dan
jumlah paket sesaat)
P
K1
K2 - Untuk setiap subklasifkasi yang dimiliki, nilai
kumulatif pekerjaan selama kurun waktu 10
tahun sekurang-kurangnya adalah Rp 1 Milyar
pada subkualifkasi usaha kecil 1 (K1)
K3 - Untuk setiap subklasifkasi yang dimiliki, nilai
kumulatif pekerjaan selama kurun waktu 10
tahun sekurang-kurangnya adalah Rp 1.75
Milyar pada subkualifkasi usaha kecil 2 (K2)
M1 Untuk setiap subklasifkasi yang dimiliki, nilai
kumulatif pekerjaan selama kurun waktu 10
tahun sekurang-kurangnya adalah Rp 2.5
Untuk setiap subklasifkasi yang dimiliki, Nilai Milyar pada subkualifkasi usaha kecil 3 (K3);
Paket Tertinggi selama kurun waktu 10 tahun atau
terakhir sekurang-kurangnya adalah Rp 833
Juta pada subkualifkasi usaha kecil 3 (K3) ; Bagi Badan Usaha yang baru berdiri (kurang
atau dari 3 tahun) tanpa pengalaman nilai minimum
pengalaman diukur pengalaman PJT/PJK
dengan Nilai Paket Tertinggi Rp 833 Juta untuk
setiap subklasifkasi yang dimiliki.
M2 untuk setiap subklasifkasi yang dimiliki, Nilai Untuk setiap subklasifkasi yang dimiliki, nilai
subkualifikasi Usaha
Pelaksana Konstruksi
(Pengalaman) (lanjutan)
Subkualif Pengalaman
kasi Usaha
Nilai Pengalaman Tertinggi (KD/3) Total Kumulatif Pekerjaan
P Boleh dirangkap antara PJBU, PJT dan PJK Diri sendiri minimal Maksimum 2 Subklasifkasi dalam
SKT tingkat 1 satu klasifkasi yang sama
K1 Boleh dirangkap antara PJBU, PJT dan PJK 1 orang bersertifkat Maksimum 4 Subklasifkasi dalam 2 Khusus Elektrikal minimal memiliki
minimal SKT tingkat 3 klasifkasi yang berbeda SKA
K2 Boleh dirangkap antara PJBU, PJT dan PJK 1 orang bersertifkat Maksimum 6 Subklasifkasi dalam 2 Khusus Elektrikal minimal memiliki
minimal SKT tingkat 2 klasifkasi yang berbeda SKA
K3 Boleh dirangkap antara PJBU, PJT dan PJK 1 orang bersertifkat Maksimum 8 Subklasifkasi dalam 3 Khusus Elektrikal minimal memiliki
minimal SKT tingkat 1 klasifkasi yang berbeda SKA
M1 • Wajib memiliki PJBU, PJT dan PJK secara 1 orang bersertifkat Maksimum 10 Subklasifkasi dalam 4
terpisah minimal SKA tingkat klasifkasi yang berbeda.
• Untuk PJK boleh merangkap untuk 2 muda
klasifkasi yang berbeda
• PJK minimal memiliki Sertifkat setara
dengan PJT
M2 • Wajib memiliki PJBU, PJT dan PJK secara 1 orang bersertifkat Maksimum 12 Subklasifkasi dalam 4
terpisah (PJK boleh merangkanp untuk 2 minimal SKA tingkat klasifkasi yang berbeda.
klasifkasi yang berbeda) madya
• PJK minimal memiliki Sertifkat setara
dengan PJT
B1 • Wajib memiliki PJBU, PJT dan PJK secara 1 orang bersertifkat Maksimum 14 Subklasifkasi dalam 4 PJT sudah memiliki SKA madya
terpisah minimal SKA tingkat klasifkasi yang berbeda selama 3 tahun.
• Untuk setiap Klasifkasi memiliki PJK yang madya
tidak boleh merangkap (PJK minimal
memiliki sertifkat setara PJT).
B2 • Wajib memiliki PJBU, PJT dan PJK secara 1 orang bersertifkat Tak Terbatas PJT sudah memiliki SKA madya
terpisah minimal SKA tingkat selama 6 tahun.
• Untuk setiap Klasifkasi memiliki PJK yang utama atau SKA
tidak boleh merangkap (PJK minimal tingkat Madya
memiliki sertifkat setara PJT).
Subkualifikasi Usaha Konsultansi Konstruksi
(Tenaga Ahli Tetap dan jumlah subklasifikasi)
Sub Jumlah dan Kualifikasi Tenaga Ahli Untuk Maksimum Jumlah Subklasifikasi
Usaha Subklasifikasi/Klasifikasi dan Klasifikasi
P memiliki minimal SKA tingkat madya Paling banyak 1 (satu)
subklasifikasi.
K1 memiliki satu orang tenaga ahli tetap dengan SKA ahli muda Paling banyak 6 (enam) sub
untuk setiap klasifikasi usaha ( boleh merangkap sebagai PJK klasifikasi pada maksimum 3 (tiga)
dan/atau PJT). klasifikasi yang berbeda
K2 memiliki satu orang tenaga ahli tetap dengan SKA ahli muda Paling banyak 18 subklasifikasi
untuk setiap klasifikasi usaha ( boleh merangkap sebagai PJK pada maksimum 6 (enam)
dan/atau PJT). klasifikasi yang berbeda
M1 memiliki satu orang tenaga ahli tetap dengan SKA tingkat Paling banyak 20 subklasifikasi
madya untuk setiap subklasifikasi usaha (boleh merangkap pada maksimum 6 klasifikasi yang
sebagai PJK dan atau PJT). Untuk Subklasifikasi terkait dapat berbeda
dirangkap oleh satu orang tenaga ahli tetap (maksimum 2
subklasifikasi)
M2 memiliki satu orang tenaga ahli tetap dengan SKA tingkat Paling banyak 20 subklasifikasi
madya untuk setiap subklasifikasi usaha (boleh merangkap pada maksimum 6 klasifikasi yang
sebagai PJK dan atau PJT). Untuk Subklasifikasi terkait dapat berbeda
dirangkap oleh satu orang tenaga ahli tetap (maksimum 2
subklasifikasi)
B memiliki satu orang tenaga ahli tetap dengan SKA tingkat Dapat mengambil Seluruh
madya untuk setiap subklasifikasi usaha (tidak boleh subklasifikasi dan klasifikasi yang
merangkap sebagai PJK dan atau PJT). Untuk Subklasifikasi ada.
terkait dapat dirangkap oleh satu orang tenaga ahli tetap
(maksimum 2 subklasifikasi) 51
Subkualifikasi Usaha Konsultansi Konstruksi
(Kekayaan bersih,Pengalaman,kemampuan)
K2 Rp 100 juta 0 s/d Rp 750 juta Maksimum Rp 750 Badan Usaha memiliki pengalaman pekerjaan konsultansi
juta Kualifikasi K1 selama 4 tahun terakhir dengan total nilai
kumulatif pekerjaan Rp 500 juta untuk setiap klasifikasi yang
dimiliki
M1 Rp 150 juta 0 s/d Rp 1.5 milyar Maksimum Rp 1 .5 • Pengalaman melaksanakan paket konsultansi kualifikasi
milyar Kecil (K2) selama 10 tahun terakhir dengan total nilai
kumulatif pekerjaan Rp 750 juta untuk setiap subklasifikasi
yang dimiliki.
• Badan Usaha baru berdiri (< 3 tahun) tanpa pengalaman
nilai minimum pengalaman diukur dengan pengalaman
PJT/PJK dengan Nilai kumulatif pekerjaan Rp 750 juta untuk
setiap subklasifikasi yang dimiliki
M2 Rp 300 juta 0 s/d Rp 2.5 Maksimum Rp 2.5 Pengalaman melaksanakan paket konsultansi kualifikasi
milyar milyar Menengah 1 (M1) selama 10 tahun terakhir dengan total
nilai kumulatif pekerjaan Rp 1.5 Milyar untuk setiap
subklasifikasi yang dimiliki
B Rp 500 juta tak terhingga tak terhingga Pengalaman melaksanakan paket konsultansi kualifikasi
menengah 2 (M2) selama 10 tahun terakhir dengan total nilai
kumulatif pekerjaan Rp 2,5 Milyar untuk setiap subklasifikasi
52
yang dimiliki
Subkualifikasi Usaha Konsultansi
Konstruksi
(PJK dan PJT)
Sub Penanggung Jawab Klasifikasi (PJK) Penanggung Jawab Teknik (PJT)
Usaha
P - -
K1 Untuk setiap Klasifikasi memiliki PJK dengan SKA • PJT merupakan tenaga ahli tetap bersertifikat (SKA)
Ahli Muda, PJK boleh merangkap sebagai Ahli Muda.
Penanggung Jawab Badan Usaha (PJBU) dan/atau • PJT boleh dirangkap oleh PJBU dan/atau PJK.
Penanggung Jawab Teknik (PJT).
K2 Untuk setiap Klasifikasi memiliki PJK dengan SKA • PJT merupakan tenaga ahli tetap bersertifikat (SKA)
Ahli Muda, PJK boleh merangkap sebagai Ahli Muda.
Penanggung Jawab Badan Usaha (PJBU) dan/atau • PJT boleh dirangkap oleh PJBU dan/atau PJK.
Penanggung Jawab Teknik (PJT).
M1 Untuk setiap Klasifikasi memiliki PJK dengan SKA • PJT merupakan tenaga ahli tetap bersertifikat (SKA)
Ahli Madya, PJK boleh merangkap sebagai PJT Ahli Madya,.
dan/atai sebagai PJBU. • PJT boleh merangkap sebagai PJK dan/atau PJBU
M2 Untuk setiap Klasifikasi memiliki PJK dengan SKA • PJT merupakan tenaga ahli tetap bersertifikat (SKA)
Ahli Madya, PJK boleh merangkap sebagai PJT Ahli Madya,
dan/atau sebagai PJBU • PJT boleh merangkap sebagai PJK dan/atau PJBU
B Untuk setiap Klasifikasi memiliki PJK dengan SKA • PJT merupakan tenaga ahli tetap bersertifikat (SKA)
Ahli Utama atau SKA Madya (sudah memiliki SKA Ahli Utama atau SKA Madya (sudah memiliki SKA
Madya selama 6 tahun), tidak boleh merangkap Madya selama 6 tahun)
sebagai PJBU dan/atau PJT. • PJT tidak boleh merangkap sabagai PJK dan atau
PJBU.
53
Ketentuan Penutup
Terhitung sejak tanggal diundangkan, sampai dengan 1 Agustus
2012, penerbitan dan perpanjangan sertifikat usaha jasa
konstruksi mengacu kepada ketentuan dalam Surat Edaran
Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/SE/M/2010, Surat Edaran
Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16/SE/M/2010, Surat Kepala
Badan Pembinaan Konstruksi Nomor IK.02.02-22-Kk/112 serta
subklasifikasi dan subkualifikasi sebagaimana diatur dalam
Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 11A
Tahun 2008 dan Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa
Konstruksi Nomor 12A Tahun 2008.
54
KONVERSI KLASIFIKASI DAN
KUALIFIKASI
Latar Belakang diperlukan konversi
PP 28 Tahun PP 04 Tahun
2000 2010
Diadopsi sebagian PERLEM 11a dan 12 a
tahun 2008
PP 04/2010 mengamanatkan
pengaturan subklasifikasi dan subkualifikasi
diatur melalui PERMEN PU 08/2011 Diperlukan pedoman
penegasan pemberlakuan
Pelaksanaan penerbitan SBU PERMEN PU 08/2011
harus sudah mengacu kepada
dalam pengadaan jasa
PERMEN PU 08/2011
paling lambat 1 Agustus 2012. konstruksi T.A 2014
30 JUNI 2014
31 MARET 2014
SBU DENGAN KLAS ASMET
SERTA NOMENKLATUR KUAL
GRED SBU DENGAN KLAS DAN KUAL
KONTRAK PERMEN PU 08/2011
SBU DENGAN KLAS DAN
KUAL PERMEN PU 08/2011
Penelusuran Keabsahan
SBU/SKA/SKT
67