0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
121 tayangan29 halaman

Problem Produksi Migas di SMK BMR

Dokumen tersebut membahas tentang problem produksi minyak dan gas, khususnya masalah emulsi. Ada empat jenis masalah utama yaitu emulsi, korosi, scale, dan parafin yang dapat menurunkan laju produksi sumur. Emulsi merupakan masalah penting dimana campuran minyak dan air membentuk emulsi yang perlu dipisahkan terlebih dahulu. Ada tiga jenis emulsi yaitu water in oil, oil in water, dan dual type emulsi.

Diunggah oleh

Udi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
121 tayangan29 halaman

Problem Produksi Migas di SMK BMR

Dokumen tersebut membahas tentang problem produksi minyak dan gas, khususnya masalah emulsi. Ada empat jenis masalah utama yaitu emulsi, korosi, scale, dan parafin yang dapat menurunkan laju produksi sumur. Emulsi merupakan masalah penting dimana campuran minyak dan air membentuk emulsi yang perlu dipisahkan terlebih dahulu. Ada tiga jenis emulsi yaitu water in oil, oil in water, dan dual type emulsi.

Diunggah oleh

Udi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROBLEM PRODUKSI MIGAS

XII Teknik Produksi

SMK Migas BMR


Problem Produksi

Di dalam memproduksikan fluida reservoir, selalu diusahakan


agar sumur tetap berproduksi secara optimum. Menurunnya
kapasitas produksi dan laju produksi minyak secara drastis dari
suatu sumur minyak merupakan problem produksi. Problem
produksi ini harus diidentifikasi secara dini untuk dapat ditangani
sebelum problem terjadi maupun setelah terjadi. Penanganan
problem produksi yang tepat akan mengembalikan sumur berpro
duksi dengan kapasitas yang optimum.
Problem produksi yang mengakibatkan
tidak optimumnya produksi minyak di
suatu sumur sehingga menurunkan laju
produksi, antara lain :

- Problem emulsi
- Problem scale
- Problem korosi
- Problem parafin
EMULSI
Produk minyak umumnya mengandung air
60% sampai 70% dalam keadaan free
water atau stable emulsion. Air bersama
minyak membentuk cairan yang dikenal
sebagai emulsion. Hal ini menjadikan
produksi minyak harus melalui proses
pemisahan terlebih dahulu sebelum
dimanfaatkan.
Berikut adalah istilah yang sering dijumpai dalam kaitann
ya dengan
emulsion, antara lain :
- Emulsion (emulsi) : dua immicible liquid atau liquid
yang dalam keadaan normal tidak bisa bercampur bersa
ma-sama, salah satunya akan tersebar (dispersed) di
seluruh bagian liquid yang lain dan dalam bentuk
butiran-butiran halus, contoh : minyak dan air.
- Dispersion : campuran dua fase dari zat yang saling
tidak melarutkan, solid atau partikel sebagai bagian yang
tersebar biasanya dibagi dan bercampur ke dalam liquid
sebagai media tempat penyebaran, contoh : susu sebagai
dispersion derifat dalam air.
- Solution : campuran dua komponen atau lebih menjadi
satu larutan/fase, merupakan tipe campuran yang paling
umum dikenal, contoh garam atau gula terlarut dalam air,
Emulsi yang tidak dapat dipecahkan tanpa melalui
proses treating disebut stable emulsion. Ada tiga
syarat yang diperlukan untuk terbentuknya stable
emulsion yaitu:
Dua macam liquida yang bersifat immiscible (tidak
dapat bercampur satu dengan lainnya). Contoh:
Minyak dan air.
Agitation (goncangan) yang cukup untuk menyeba
rkan satu liquid menjadi butiran-butiran halus ke dala
m liquid yang lain
Emulsifying agent atau emulsifier
Fluida diproduksi dari sebuah well mengandung organ
ic dan inorganic material yang bertindak sebagai stabil
izer atau emulsifying agent yang akan meningkatkan
kekuatan dari film (skin) pada butiran-butiran air.
Emulsifying agent akan mencegah butiran-butiran air
tersebut bergabung satu dengan lainnya.
Crude oil emulsion
Crude oil emulsion adalah emulsi yang terdapat pa
da crude oil. Emulsi ini distabilkan oleh bermacam-
macam material, tergantung pada sumber atau asal
crude oil tersebut. Emusifying agent yang terdapat
di dalamnya yaitu:
1. Asphalt,
2. Paraffin
3. Resin
4. Oil soluble organic acid

Bahan lain yang dapat larut (soluble), dapat


basah (wettable), atau dapat menyebar (dispersable)
dalam minyak dari pada di dalam air
Bahan-bahan chemical yang digunakan untuk
treatment seperti corrosion inhibitor dan bactericide
(biocide) juga dapat meningkatkan stabilnya emulsi.

- Suspension :campuran dari partikel yang tidak


dapat melekat/mengendap dengan baik dalam
cairan atau gas. Partikel sebagai bagian yang akan
tersebar dalam cairan atau gas dan cairan atau gas
sebagai medium penyebarannya, contoh : lumpur di
mana partikel soil, clay atau silt akan melayang di
dalam air ; orange juice (potongan jeruk melayang
didalam air)
Semua emusifying agent tersebut umumnya akan menjadi
lapisan (film) pada permukaan dari butiran-butiran halus yang
tersebar.
Di dalam emulsi, liquid yang terpecah menjadi butiran-butiran
halus dikenal dengan istilah dispersed, discontinuous, atau inter
nal phase; sedangkan liquid yang mengelilingi butiran-butiran
halus tersebut dinamakan continuous atau external phase.
Emulsi dari minyak atau air bisa saja memiliki salah
satu dari minyak atau air yang menjadi dispersed
phase-nya, hal ini ditentukan oleh karakteristik dari
emulsifying agent yang ada. Pada kebanyakan
kasus, air akan berperan sebagai dispersed phase di
dalam minyak.
Jenis Emulsi
Tipe emulsi ada tiga jenis:

1. Water in Oil (W/O) emulsion atau normal


type emulsion
Jenis emulsi yang umum dijumpai dan mudah
untuk dipecah. Pada tipe ini, air sebagai butiran-
butiran halus tersebar di dalam minyak.
2. Oil in Water (O/W) emulsion atau reverse
type emulsion
Pada tipe ini, minyak sebagai butiran-butiran
halus tesebar di dalam air.
3. Dual type emulsion
Tipe emulsi yang sangat jarang dijumpai. Pada
tipe ini, oil in water emulsion sebagai butiran-
butiran halus tersebar di dalam minyak.
Pada tipe water in oil emulsion, air dalam
bentukbutiran-butiran halus dikelilingi seluruhnya
oleh minyak. Untuk jenis oil in water emulsion, air
sebagai continuous phase mengelilingi butiran-
butiran halus minyak. Kedua jenis emulsi ini
ditemukan pada lapangan minyak, namun water in
oil emulsion adalah tipe yang sangat penting
karena lebih dari 95% jenis emulsi crude oil
dibentuk oleh tipe jenis ini.
Kestabilan emulsi jenis W/O
Kestabilan atau daya tahan emulsi terhadap
usaha untuk memecahkannya tergantung pada
beberapa faktor, yaitu: ukuran butiran air yang
tersebar, viscosity dari minyak, specific gravity (perb
edaan specific gravity internal & external phase),
jumlah air dalam larutan, dan umur emulsi.
1. Ukuran Butiran Air

Semakin kecil ukuran butiran-butiran air akan


semakin sukar emulsi untuk dipecahkan. Ukuran
butiran air di dalam emulsi tergantung pada banyak
nya guncangan yang diterimanya. Sangat tidak
mungkin minyak dan air berada dalam bentuknya
sebagai emulsi ketika berada di dalam reservoir.
Kebanyakan guncangan sebagai faktor terbentuknya
emulsi terjadi ketika minyak dan air diangkat dari
dasar well ke permukaan.
2. Viscosity

Viscosity dari minyak akan memberikan tahanan


kepada proses mengalir dari minyak tersebut.
Semakin besar viscosity akan semakin tinggi
tahanan yang diberikan, semakin rendah viscosity
akan semakin mudah minyak mengalir. Minyak
dengan viscosity yang tinggi membutuhkan banyak
waktu dan goncangan bagi butiran-butiran air di
dalamnya untuk bergabung dan mengendap
dibandingkan dengan butiran-butiran air di dalam
minyak yang ber-viscosity rendah.
3. Specific gravity

Specific gravity minyak dan air mempunyai


hubungan pada stabilitas emulsi. Sebagai contoh, di
dalam water in oil emulsion, heavy oil dari jenis
yang mempunyai specific gravity tinggi dan API gra
vity rendah cenderung akan membuat butiran-
butiran air lama bertahan dibandingkan dengan
jenis yang mempunyai specificgravity rendah dan
API gravity tinggi. Semakin tinggi perbedaan
specific gravity antara minyak dan air akan semakin
cepat emulsi tersebut untuk dipecahkan. Sebaliknya
semakin kecil perbedaan specific gravity antara
minyak dan air akan semakin lama emulsi tersebut
untuk dipecahkan.
4. Jumlah Air Dalam Emulsi (Water Percentage)

Semakin banyak jumlah air di dalam water in oil


emulsion, semakin banyak goncangan yang dibutuh
kan untuk menjadikannya emulsi yang stabil. Hal ini
berarti, emulsi dengan tipe water in oil emulsion ya
ng mempunyai jumlah air yang banyak cenderung
akan membentuk emulsi yang kurang stabil.
5. Umur Emulsi

Jika water in oil emulsion ditempatkan di


dalam sebuah tanki dan tidak dilakukan treatment,
air akan bergabung dan mengendap karena faktor
gravitasi. Meskipun demikian, masih ada sebagian
kecil air yang tinggal di dalam minyak dan ini akan
cenderung menstabilkan emulsi dan sukar untuk di
treat. Oleh karena itu, suatu tindakan yang tepat
untuk men-treat emulsi ketika minyak baru
diproduksi.
PENGADUKAN (AGITATION)
Ketika fluida bergerak ke permukaan, pengadukan
terjadi oleh :
- Pompa dasar sumur
- Katup sembur buatan (gas lift valve)
- Penghalang di tubing

Metode Settling (pengendapan), setelah minyak


emulsi ditreatment dengan cara penambahan
demulsifier, lalu dipanaskan dengan steam, hal yang
mungkin terjadi pada saat settling adalah :
1. Penyatuan butiran air menjadi lebih besar
2. Perbedaan densitas antara butiran air dan miny
ak akan bertambah
3. Viskositas minyak turun karena dipanaskan sehi
ngga mengendap
PRINSIP DASAR TREATING
Penggunaan istilah treating umumnya akan merujuk
kepada setiap usaha yang di lakukan untuk memi
sahkan “material-material asing” dari crude oil.
Material-material asing tersebut adalah air, pasir,
sediment, dan impuritis lainnya. Treating melibatkan
satu atau lebih prosedur di bawah ini:

• Settling time
• Penggunaan panas (heat)
Akan menurunkan viscosity emulsi dan
menyebabkan air akan lebih cepat melewati minyak
untuk mengendap di dasar.

• Penggunaan chemical
Akan menyebabkan ukuran butiran-butiran air
menjadi lebih besar.
Penggunaan arus listrik
Akan menyebabkan ukuran butiran-butiran air
menjadi lebih besar.
Penggunaan peralatan mekanikal seperti: FWKO,
wash tank, dll.
Penggunaan diluent (pengencer)
Umumnya digunakan untuk heavy oil dan akan
menurunkan viscosity.

Semua prosedur di atas dan kombinasi satu


dengan lainnya secara normal dibutuhkan untuk
memecah film yang mengelilingi butiranbutiran air
dan menggabungkannya. Dalam pembahasan di
bawah ini hanya dibicarakan tentang settling time,
penggunaan panas, dan chemical saja.
Settling
Melanjutkan dari modul sebelumnya settling
time memanfaatkan prinsip perbedaan gravitasi
sebagai salah satu cara dalam proses treating.
Secara alamiah spesific gravity air lebih berat dari
minyak, air akan berada di bawah dan minyak akan
berada di atasnya. Proses pemisahan yang
sempurna antara air dan minyak disamping perbeda
an spesific gravity juga memerlukan waktu dan
ruang yang cukup. Semakin besar ruang yang
tersedia dan semakin lama settling time yang
dimiliki, proses pemisahan akan lebih sempurna.
Aplikasi fasilitas tersebut di oil field sudah dikenal
dengan nama Free Water Knock Out (FWKO) dan
wash tank. Peralatan tersebut menjadi sangat
penting karena merupakan komponen dasar dalam
proses pemisahan air dan minyak.
Panas (heat)
Panas merupakan salah satu persyaratan dalam
proses pemisahan antara air dan minyak. Sumber
panas berasal dari fluida terproduksi, sinar matahari,
heater, dan steam. Salah satu faktor penggunaan
panas dalam proses pemecahan emulsi ditentukan
oleh jenis crude oil. Untuk jenis heavy oil
dibutuhkan lebih banyak panas dibandingkan
dengan jenis lightoil. Contoh penambahan panas
di HO adalah panas yang dihasilkan oleh steam
yang diinjeksikan. Sementara di SLO sumber panas
berasal fluida terproduksi, sinar matahari, dan
kadangkala membutuhkan tambahan heater.
Chemical
Penggunaan emulsion breaker merupakan salah
satu pertimbangan yang sangat penting ketika
mendesain treating facility. Chemical akan bekerja
dengan baik dalam arti bercampur dengan emulsi
apabila sistem memiliki cukup agitasi di dalam flow
stream. Hal ini berarti chemical mampu
berhubungan dengan setiap butiran-butiran air di
dalam emulsi dan menetralisir film dari emulsifying
agent yang mengelilinginya. Selain agitasi dan
temperatur emulsi, kualitas chemical sangat
mempengaruhi kinerja chemical itu sendiri. Pada
emulsi dengan panas yang cukup dibutuhkan
sedikit chemical pada proses treating-nya,
sebaliknya dibutuhkan lebih banyak chemical
apabila emulsi tidak mempunyai panas yang cukup.
EMULSI
Produk minyak umumnya mengandung air 60% sampai 7
0% dalam keadaan free water atau stable emulsion.
Air bersama minyak membentuk cairan yang dikenal s
ebagai emulsion. Hal ini menjadikan produksi minyak
harus melalui proses pemisahan terlebih dahulu sebel
um dimanfaatkan.

Anda mungkin juga menyukai