0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
279 tayangan23 halaman

Tatalaksana Penyakit Hirschsprung

Hirschsprung disease adalah kelainan kongenital pada kolon yang ditandai dengan tidak adanya sel ganglion pada pleksus submukosa dan pleksus mienterikus. Gejalanya berupa pengeluaran mekonium terlambat, muntah hijau, dan distensi abdomen. Diagnosis didukung hasil biopsi rektum dan barium enema. Pengobatannya meliputi kolostomi, diikuti operasi pull-through. Komplikasinya sering enterocolitis dan ruptur kolon.

Diunggah oleh

Fatyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
279 tayangan23 halaman

Tatalaksana Penyakit Hirschsprung

Hirschsprung disease adalah kelainan kongenital pada kolon yang ditandai dengan tidak adanya sel ganglion pada pleksus submukosa dan pleksus mienterikus. Gejalanya berupa pengeluaran mekonium terlambat, muntah hijau, dan distensi abdomen. Diagnosis didukung hasil biopsi rektum dan barium enema. Pengobatannya meliputi kolostomi, diikuti operasi pull-through. Komplikasinya sering enterocolitis dan ruptur kolon.

Diunggah oleh

Fatyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HIRSCHSPRUNG DISEASE

Disusun Oleh :
Nurul Permata Sari Sihotang 213 210 179

Pembimbing :
dr. Suhelmi, Sp.B

SMF ILMU BEDAH


RSUD DR. PIRNGADI
MEDAN
Definisi
Kelainan kongenital pada kolon yang
ditandai dengan tidak adanya sel
ganglion parasimpatis pada pleksus
submukosus Meissneri dan pleksus
mienterikus Auerbachi
Epidemiologi
 Penyakit Hirschsprung memengaruhi sekitar 1
kasus per 5400-7200 bayi baru lahir setiap
tahunnya.

 Laki-laki > perempuan

 Resiko tinggi riwayat keluarga dengan


hirschsprung & penderita Down Syndrome

 Anak kembar dan adanya riwayat keturunan


meningkatkan resiko terjadinya penyakit
hirschsprung.
Etiologi
Karena terhentinya atau kegagalan migrasi
kraniokaudal sel krista neuralis di daerah kolon
distal pada minggu ke-5 sampai minggu ke-12
kehamilan untuk membentuk system saraf
intestinal.

Tidak
berganglion
kegagalan migrasi
kraniokaudal sel
krista neuralis di
Patofisiologi
daerah kolon distal

Daya propulsif
tidak ada,
Sel ganglion pada Tidak ada nya
sehingga proses
usus tidak ada peristaltik
evakuasi feses dan
udara terganggu

Kolon proksimal
yang normal akan
melebar oleh feses
yang tertimbun

Pelebaran Colon
Ultra short segment

Short segment

Klasifikasi Hisrcphrung
Disease Long segment

Very long segment


Gejala Klinis
Pada Neonatus

Ada trias gejala klinis yang sering dijumpai :


 Pengeluaran mekonium yang terlambat >24
jam
 Muntah hijau
 Distensi abdomen.
Pada Anak
- konstipasi kronis
- gagal tumbuh dan malnutrisi.
- Perut buncit
- Pergerakan peristaltik usus dapat
terlihat pada dinding abdomen
Diagnosis
 Anamnesis
 Keterlambatan pengeluaran mekonium
yang pertama, biasanya keluar >24 jam
 Muntah berwarna hijau
 Obstipasi masa neonatus
 Riwayat keluarga
Diagnosis
 Pemeriksaan Fisik
 Perut kembung karena mengalami
obstipasi
 Colok dubur  sewaktu jari ditarik
keluar maka feses akan menyemprot
keluar
BARIUM ENEMA
Pada Pemeriksaan Barium Enema
dijumpai 3 tanda khas :
 Tampak daerah penyempitan di
bagian rektum ke proksimal
yang panjangnya bervariasi.
 Terdapat daerah transisi,
terlihat di proksimal daerah
penyempitan ke arah daerah
dilatasi.
 Terdapat daerah pelebaran
lumen di proksimal daerah
transisi
Gambar barium enema penderita Hirschsprung
Tampak rektum yang mengalami penyempitan,dilatasi
sigmoid dan daerah transisi yang melebar.
Diagnosis
RECTAL BIOPSI
 “gold standard”
 Pada bayi baru lahir metode ini dapat dilakukan
dengan morbiditas minimal karena menggunakan
suction khusus untuk biopsy rectum.
 Daerah yang diambil :
 2 cm diatas linea dentate
 dari yang normal ganglion hingga yang aganglionik.
Pemeriksaan Patologi Anatomi
 Absennya sel ganglion pada pleksus mienterik
(Auerbach) dan pleksus submukosa (Meissner).
 Terlihat dalam jumlah banyak penebalan serabut
syaraf (parasimpatis)
DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding dari Hirschprung harus meliputi seluruh
kelainan dengan obstruksi pada distal usus kecil dan kolon :

 Pada neonatal gejala yang mirip dengan penyakit


hirschsprung dapat berupa meconium plug syndrome,
stenosis anus, prematuritas, enterokolitis nekrotikans, dan
fisura ani.

 Pada anak-anak yang lebih besar diagnosis bandingnya


dapat berupa konstipasi oleh karena beberapa sebab,
stenosis anus, tumor anorektum, dan fisura anus
PENATALAKSANAAN
Terapi Medis :
 Pemberian antibiotika : pencegahan infeksi

 Cairan infus : menjaga kondisi nutrisi


penderita serta untuk menjaga keseimbangan
cairan, elektrolit dan asam basa tubuh
PEMBEDAHAN
 Tahap pertama : kolostomi pada neonatus,
 Tahap kedua : operasi pull-through definitif
setelah berat badan anak >5 kg (10 pon)

Prinsip penanganan:
- Menentukan lokasi dari usus di mana zona
transisi antara usus ganglionik dan aganglionik
- Reseksi bagian yang aganglionik dari usus dan
melakukan anastomosis dari daerah ganglionik
ke anus atau bantalan mukosa rektum
KOMPLIKASI
Enterocolitis dan Ruptur Colon adalah komplikasi
yang paling sering yang dapat terjadi dan sebagai
penyebab tersering kematian pada penyakit
Hirschsprung. Enterocolitis terjadi sekitar 17 sampai
50 persen bayi dengan penyakit Hirschsprung dan
penyebab tersering dari penyumbatan pada saluran
pencernaan dan Residual aganglionic bowel.
PROGNOSIS
 90% pasien yang mendapat tindakan
pembedahan mengalami penyembuhan.
 10% pasien yang masih mempunyai masalah
dengan saluran cernanya sehingga harus
dilakukan kolostomi permanen.
 kematian akibat komplikasi dari tindakan
pembedahan pada bayi sekitar 20%.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai