0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan48 halaman

Pelatihan Keselamatan Rigging Crane

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai keselamatan dalam pekerjaan rigging. Tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam rigging adalah menentukan berat beban, memilih peralatan angkat yang tepat, dan mengikuti prosedur pengangkatan yang aman. Kewajiban operator crane dan rigger juga dijelaskan untuk memastikan proses rigging berjalan dengan aman.

Diunggah oleh

WidagdhaRijalullah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan48 halaman

Pelatihan Keselamatan Rigging Crane

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai keselamatan dalam pekerjaan rigging. Tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam rigging adalah menentukan berat beban, memilih peralatan angkat yang tepat, dan mengikuti prosedur pengangkatan yang aman. Kewajiban operator crane dan rigger juga dijelaskan untuk memastikan proses rigging berjalan dengan aman.

Diunggah oleh

WidagdhaRijalullah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rigging Safety Training

bl-doc
What’s
wrong..??

bl-doc
Jumbo Crane falling
– Japan

bl-doc
Santa Monica –
Falling Crane

bl-doc
Definisi
• Rigging merupakan suatu proses
pergerakan barang melalui bantuan
peralatan teknis seperti pesawat angkat
dan sistem tali temali.

• Pekerjaan rigging bukanlan hal yang


mudah dan sederhana karena dibutuhkan
pekerja yang berpengalaman yang dapat
mengerjakan pekerjaan tersebut.

bl-doc
Rigging Hazard
• Beban terjatuh
• Pekerja tertimpa beban yang jatuh
• Crane roboh
• Kompetensi operator
• Pergerakan beban yang tidak
terduga pada saat diangkat
• Kondisi cuaca pada saat
pengangkatan (windy conditions,
bad weather condition)

bl-doc
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan
dalam rigging
• Pemilihan peralatan (pesawat angkat dan
alat bantu angkat yang akan digunakan)
• Berat beban yang akan diangkat
• Perhitungan ukuran dan berat beban yang
akan diangkat
• Kondisi cuaca pada saat akan dilakukan
rigging (windy condition or bad weather
condition)
• Kondisi pencahayaan diarea kerja
bl-doc
HAL UTAMA YANG HARUS DILAKUKAN DALAM
PENGANGKATAN ADALAH MENENTUKAN BERAT
BEBAN YANG AKAN DIANGKAT.

bl-doc
Pesawat Angkat

bl-doc
Pesawat Angkat
• Dalam proses rigging, ada beberapa alat
yang digunakan sebagai pesawat angkat,
yaitu:
– Crane
– Dongkrak
– forklift

bl-doc
Crane
• Crane adalah suatu peralatan yang
berfungsi untuk mengangkat dan
menurunkan benda secara tegak lurus
dan memindahkan benda tersebut secara
mendatar dan aman.

bl-doc
Jenis-jenis crane
• Mobile crane
• Tower crane
• Overhead crane

bl-doc
Jenis-jenis Crane
• Mobile crane:
– Truck Mountain Crane (Knuckle Crane/Boom Hoist)
– Crane Truck
– Crawler lattice boom
– Rough Terrain Crane (Self Propelled Crane)

• Tower crane:
– Independent tower crane
– Fixed tower crane
– Pedestal crane

bl-doc
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
• Ketahui jenis dan fungsi dari crane yang akan
digunakan
• Berat, bentuk dan ukuran barang yang akan
diangkat
• Kondisi tali bantu angkat (sling) dan
perlengkapan lainnya yang terdapat pada crane
• Sudut kemiringan boom
• Landasan yang rata dan keras

bl-doc
Cara Pengangkatan
• Crane Truck: Pengangkatan dengan crane
ini bisa dilakukan MELALUI BAGIAN
DEPAN DAN BELAKANG.

• Truck Mobile Crane (Knuckle crane/boom


hoist): Pengangkatan dengan crane ini
bisa dilakukan DARI BAGIAN
BELAKANG, posisi pengangkatan sama
seperti truk.

bl-doc
Cara Pengangkatan (Cont.)
• Latice Crawler Crane: Pengangkatan
dengan menggunakan crane ini dapat
MELALUI BAGIAN DEPAN MAUPUN
BAGIAN BELAKANG.

• Dapat juga melakukan pengangkatan dari


POSISI SAMPING NAMUN KURANG
STABIL.

bl-doc
Cara Pengangkatan (Cont.)

• Rough Terrain Crane (Self Propelled


Crane): Pengangkatan dapat dilakukan
dengan cara 
- Pengangkatan bertumpu pada landasan/
ground yang keras dan datar (tambahkan
ground pad)
- Pengangkatan bertumpu pada outrigger (full
extend)

bl-doc
Quadran Pengangkatan
• Ada 4 quadran pengangkatan:
Left
I
IV

Back Front

III II

Right
bl-doc
Sertifikasi Crane
• Berdasarkan Permen No. 5 tahun 1985 Bab VIII, pasal 138 tentang
pemeriksaan dan pengujian: (sertifikasi dari DEPNAKER)

– Setiap pesawat angkat dan angkut sebelum dipakai harus diperiksa dan diuji
terlebih dahulu dengan standar uji yang telah ditentukan;

– Untuk pengujian beban lebih, harus dilaksanakan sebesar 125% dari jumlah
beban maksimum yang diujikan;

– Besarnya tahanan isolasi dan instalasi listrik Pesawat Angkat dan Angkut harus
sekurang-kurangnya memenuhi yang ditentukan dalam PUIL (Peraturan Umum
Instalasi Listrik);

– Pemeriksaan dan pengujian ulang pesawat angkat dan angkut dilaksanakan


selambat- lambatnya 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama dan pemeriksaan
pengujian ulang selanjutnya dilaksanakan 1 (satu) tahun sekali;

– Pemeriksaan dan pengujian dimaksud dalam pasal ini dilakukan oleh Pegawai
Pengawas dan atau Ahli Keselamatan Kerja kecuali ditentukan lain.

bl-doc
Bagian-bagian crane
• Cabin: adalah tempat operator crane mengoperasikan crane

• Jibs: adalah tambahan booms dari crane.

• Booms: adalah tiang yang terdapat pada crane.

• Ropes & sling: adalah tali kawat baja yang digunakan untuk mengangkat
beban.

• Hook: adalah tempat mengaitkan atau menggantungkan tali kawat


beban.

• Outrigger: adalah alat penahan yang terdapat pada mobile crane agar
crane tidak bergerak pada saat pengangkatan beban.

• Counterweight: adalah pemberat yang dipasangkan pada crane guna


menyeimbangkan antara crane dengan beban yang diangkat.

• Roda atau track.

bl-doc
Crane Operator
• Operator crane adalah petugas yang bertanggung
jawab terhadap segala aktivitas yang
menggunakan pesawat angkat (crane).

• Berikut adalah beberapa kewajiban operator crane:


– Dilarang meninggalkan tempat kerja selama
proses pekerjaan menggunakan crane
berlangsung

– Melakukan pengecekan dan pengamatan


kondisi atau kemampuan kerja serta merawat
keran angkat, alat-alat pengaman dan alat-alat
perlengkapan lainnya yang terkait dengan
bekerjanya keran angkat yang dilayaninya.

– Operator harus mengisi buku laporan harian


pengoperasian keran angkat yang
bersangkutan selama melayani keran angkat.
bl-doc
Kewajiban Operator Crane (Cont.)
– Memiliki sertifikat operator crane (Operator kelas I, II, dan III) dari
DEPNAKER/MIGAS.

– Apabila keran angkat atau alat-alat pengaman atau perlengkapannya tidak


berfungsi dengan baik atau rusak, operator harus segera menghentikan
pesawatnya dan segera melaporkan pada atasannya.

– Wajib mengawasi kegiatan dan mengkoordinasikan operator kelas II dan


operator kelas III.

– Operator kelas I bertanggung jawab atas seluruh kegiatan pengoperasian


untuk keran angkat yang dikendalikannya.

– Segera melaporkan kepada atasannya apabila terjadi kerusakan atau


peledakan atau gangguan-gangguan lain pada keran angkat dan alat-alat
perlengkapannya.

– Membuat laporan bulanan pemakaian keran angkat kepada P2K3


diperusahaan yang bersangkutan.

– Mematuhi peraturan dan tindakan pengaman yang telah ditetapkan selain


pengoperasian keran angkat.
bl-doc
Kewajiban Rigger:

• Memiliki sertifikat Rigger dari Depnaker/MIGAS.


• Mengetahui bagaimana cara menghitung berat
beban
• Estimasi jarak angkat, ketinggian pengangkatan
dan jarak aman angkatan
• Mampu memilih perlengkapan yang aman dan
sesuai untuk kebutuhan pengangkatan.
• Mengetahui cara pengangkatan yang aman.

bl-doc
Jarak Aman Terhadap Kabel
Power
Voltage Minimum Lifting Clearance
(Nominal, KV, Alternating Current) (feet)
Up to 50 10

Over 50 to 200 15
Over 200 to 350 20
Over 350 to 500 25
Over 500 to 750 35
Over 750 to 1000 45
Over 1000 Harus seijin pemilik utilitas / orang yang
berkompeten sehubungan dengan transmisi
tenaga listrik dan distribusi
Source. osha 1926.1408(h)

bl-doc
Tali Kawat Baja (Wire Rope)

bl-doc
Tali Angkat Kawat (Rope)
• Tali angkat kawat (rope) adalah salah satu
bahan untuk sling yang merupakan alat
bantu yang paling dominan digunakan
pada saat pengangkatan.

bl-doc
Konstruksi Kawat dalam untaian
(Strand)
• Ordinary strand
• Seale strand
• Warrington strand
• Filler strand

bl-doc
Jenis untaian tali kawat baja dan
penggunaannya
• Regular lay  BOLEH digunakan
untuk sling tetapi TIDAK
DIREKOMENDASIKAN.

• Langs lay  TIDAK BOLEH


DIGUNAKAN untuk sling karena
berisiko terjadi rotasi (gerakan
memutar) pada barang yang diangkat
sebagai akibat dari arah pintalan dan
untaian yang sama. Pintalan jenis ini
BISA DIGUNAKAN untuk jenis tali
tidak bergerak (diam)

bl-doc
Jenis Untaian (Cont.)

• Multi strand:PALING BAIK DIGUNAKAN


UNTUK SLING DAN PENGGUNAAN
LAIN YANG BERSIFAT BERGERAK.

bl-doc
Jenis Untaian (Cont.)
• Alternate lay: Arah untaian di selang seling antara jenis
reguler lay dan langs lay dengan ketentuan
perbandingan 1:1. Untaian ini BOLEH DIGUNAKAN
untuk sling tetapi DISARANKAN untuk tali diam.

• Herring Bone Lay / Twin strand: Arah untaian di


selang seling antara jenis regular lay dan langs lay
dengan ketentuan perbandingan 1:2, hampir sama
dengan alternate lay.

bl-doc
Arah Untaian (Strand)

• RRL: Regular lay arah kekanan (Right


Regular Lay)
• LRL: Regular lay arah kekiri (Left Regular
Lay)
• RLL: Lang lay arah kekanan (Right Lang
Lay)
• LLL: Lang lay arah kekiri (Left Lang Lay)

bl-doc
Pemeriksaan tali kawat baja
• Periksa apakah ada kawat yang putus.
• Periksa tingkat keausan pada kawat bagian luar
• Lihatlah apakah terdapat perubahan diameter
dari kawat (kawat mengecil atau berubah)
• Periksa apakah tali kawat mengalami
perpanjangan atau tidak
• Periksa apakah tali kawat berkarat atau tidak
• Periksa apakah terdapat perubahan bentuk dari
tali kawat (tali menonjol, terpelintir, berbentuk
seperti sarang burung dan inti menonjol)

bl-doc
Jenis-jenis kerusakan wire rope
Jammed wire rope

High stranding wire rope

Bird caging rope wire

Bird caging rope wire

bl-doc
JANGAN
gunakan tali kawat, BILA:
• Tali kawat putus
• Keausan pada bagian terluar kawat ( > 1/3
bagian diameter kawat)
• Tali kawat memanjang (rope stretch or
alongation)
• Tali kawat berkarat
• Terjadi perubahan bentuk dari tali kawat
baja
bl-doc
Sling
Sling

• Sling adalah bagian dari tali temali yang


bergerak yang terpasang pada crane
(pesawat angkat) untuk mempermudah
pengangkatan beban.

bl-doc
Sling hazards:

• Bahaya-bahaya dari sling umumnya


disebabkan oleh:
– Permukaan / ujung beban yang tajam
– Menarik dengan paksa sling dari bawah
beban
– Mengangkat dengan kejut / seketika sehingga
menaikkan tekanan pada sling

bl-doc
Tipe-tipe sling
• Wire rope sling
– Digunakan untuk pengangkatan dengan
beban minimum
– Cukup fleksibel jika dibandingkan dengan
sling yang terbuat dari rantai

• Chain sling

• Sling belt
bl-doc
Bekerja menggunakan sling
• Periksa sling sebelum
digunakan, pastikan sling dalam
kondisi baik.

• Jangan gunakan sling yang


rusak.

• Sling harus dilengkapi dengan


nomor seri dan terdapat
keterangan kapasitas beban
yang dapat diangkat oleh sling
tersebut.

bl-doc
Sling - Continuous
• Jangan membengkokan, menjepit dan menghancurkan sling.

• Gunakan sling pad (bantalan sling) pada tiap ujung benda untuk
mencegah sling bersinggungan langsung dengan permukaan beban
yang tajam.

• Jangan simpan dan meletakkan sling langsung pada permukaan tanah


tanpa alas, permukaan yang basah / lembab, atau diletakkan
berdekatan dengan benda lain (besi atau logam lain) yang berkarat.

• Hindari gerakan kejut pada saat mengangkat beban agar sling tidak
kelebihan beban.

• Pastikan pancing sling sudah terpasang dengan benar.

• Jangan memasang sling pada pancing yang kecil atau tidak memadai.

bl-doc
Sling - Continuous
• Dilarang menarik / menyeret sling
yang terdapat dibawah beban.

• Jauhkan sling dari material


mudah terbakar dan pengelasan.

• Dilarang membuat / membentuk


sling dari rope yang rusak.

• Dilarang melilitkan sling pada


hook

bl-doc
Sling - Continuous
• Pastikan sudut / derajat antara
Gambar 1

sling dan benda lebih dari 45o


atau lebih (maks. 90o). Gambar
1.
• Jangan menekan mata sling ke Gambar 2

bawah.
• Gunakan eye splices pada
sling (Gambar 2).
• Jangan memutar shackle Gambar 3

(Gambar 3).

bl-doc
Safe Work Practices
Safety Practices
• Hitung terlebih dahulu jumlah beban yang dapat
diangkat menggunakan pesawat angkat beserta
titik berat beban dan perhatikan safety factor
dari benda yang akan diangkat tersebut.

• Periksa kondisi cuaca pada saat pengangkatan.

• Periksa terlebih dahulu kondisi alat dan


peralatan yang akan digunakan. Pastikan dalam
kondisi baik.

• Hitung derajat kemiringan dari booms sebelum


mengangkat benda.

• Pastikan beban terpasang dengan benar pada


hook.

bl-doc
Safety Practices (Cont.)
• Periksa label yang terdapat pada beban yang akan
diangkat.

• Kencangkan ikatan tali pada beban

• Gunakan pelindung sling pada tiap sudut beban.

• Periksa kembali sebelum dilakukan pengangkatan.

• Gunakan selalu alat pelindung diri anda.

bl-doc
Safety Practices (Cont.)
• Pada saat pengangkatan:
– Angkat beban perlahan-lahan. Jangan
langsung mengangkat benda.
– Cobalah angkat beban untuk
mengetahui apakah penempatan
beban sudah benar atau belum.
– Ketika mengangkat beban, pastikan
ayunan dari beban yang diangkat
tidak lebih dari 2 (dua) derajat.
– Ikatkan beban dengan tali
– Jaga jarak aman anda dengan beban
yang sedang diangkat
– Jangan berdiri dibawah beban yang
sedang diangkat
Alat pelindung diri (APD)
• Alat pelindung diri yang harus digunakan
pada saat pengangkatan:
– Safety helmet
– Safety goggles
– Safety shoes
– Leather hand glover

Pastikan Anda SELALU menggunakan Alat


Pelindung Diri Anda pada saat bekerja.

bl-doc
bl-doc

Anda mungkin juga menyukai