0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan12 halaman

Panduan Bantuan Hidup Dasar dan RJP

Dokumen tersebut membahas tentang bantuan hidup dasar (BLS) yang merupakan tindakan penyelamatan jiwa setelah terjadi henti jantung dengan pendekatan sistematis untuk penilaian awal pasien, memulai respon darurat, dan memulai CPR atau RJP. Tujuan BLS adalah untuk mengembalikan fungsi nafas dan sirkulasi yang berhenti dengan berbagai penyebab untuk memulihkan fungsi jantung dan paru-paru ke kondis

Diunggah oleh

amirah sinum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan12 halaman

Panduan Bantuan Hidup Dasar dan RJP

Dokumen tersebut membahas tentang bantuan hidup dasar (BLS) yang merupakan tindakan penyelamatan jiwa setelah terjadi henti jantung dengan pendekatan sistematis untuk penilaian awal pasien, memulai respon darurat, dan memulai CPR atau RJP. Tujuan BLS adalah untuk mengembalikan fungsi nafas dan sirkulasi yang berhenti dengan berbagai penyebab untuk memulihkan fungsi jantung dan paru-paru ke kondis

Diunggah oleh

amirah sinum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bantuan Hidup

Dasar

Amirah dhia nabila sinum 1102014020

Pembimbing

dr. Lucy garwati [Link]


Pendahuluan

• Tindakan penyelamatan jiwa setelah terjadi keadaan henti jantung pendekatan


sistematik untuk penilaian pertama pasien, mengaktifkan respon gawat darurat dan
juga inisiasi CPR atau RJP yaitu resusitasi jantung paru
• Tujuan BLS :
• upaya mengembalikan fungsi nafas dan atau sirkulasi yang berhenti oleh berbagai
sebab dan boleh membantu memulihkan kembali kedua-dua fungsi jantung dan paru
ke keadaan normal
Resusitasi jantung paru
definisi
upaya mengembalikan fungsi nafas dan atau sirkulasi yang
berhenti oleh berbagai sebab dan boleh membantu
memulihkan kembali kedua-dua fungsi jantung dan paru ke
keadaan normal

Indikasi
Pada awal henti nafas, jantung masih berdenyut,
Henti nafas nadi masih teraba, pemberian O2 ke seluruh organ
lainnya masih cukup sampai beberapa menit.

Henti nafas Henti sirkulasi ini akan dengan cepat


menyebabkan otak dan organ vital kekurangan
oksigen. Pada saat henti jantung, secara langsung akan
terjadi henti sirkulasi. Pernafasan yang terganggu
merupakan tanda awal.
ALOGARITMA BHD
Chain of Survival AHA 2015
Tahap RJP

Survey Survey
Primer (fase Sekunder
I)Airway (Fase II)
Control Bantuan Hidup Bantuan Hidup
Dasar Lanjut
Airway Control

Breathing
Mulut ke mulut mul

mulut ke hidung mulut ke stoma trakeostostomi


Mulut ke mulut
Circulation
Terdiri dari 2 tahap :
1. Memastikan ada tidaknya denyut jantung pasien raba arteri karotis, 5-10 detik bila teraba, periksa
pernafasan. Bila tidak ada, berikan bantuan nafas 12x/menit.
2. Memberikan bantuan sirkulasi (kompresi jantung luar) sebanyak 100-120x/menit
Defibrilation (terapi
listrik)
Fibrilasi ventrikel paling sering ditemukan pada orang dewasa yang mengalami henti
jantung nontraumatic. Peluang untuk bertahan hidup menurun 7% hingga 10% untuk
setiap menit tanpa defibrilas. Defibrillator menghantarkan energi dalam bentuk
gelombang monofasik atau bifasik. Bentuk gelombang bifasik direkomendasikan untuk
kardioversi mereka mencapai tingkat kesuksesan yang sama tetapi dengan energi yang
lebih sedikit dan secara teoritis lebih sedikit kerusakan miokard.
Perbedaan komponen
RJP
DAFTAR PUSTAKA

1. Hazinski MF,shuster M,donnino MW,et al highlights of the 2015 American


heart association guidelines update for CPR: American Heart Association;
2015 1-33

2. Butterworth, J.F., Mackey, D.C., and Wasnick, J.D., 2013. Cardiopulmonary


Resuscitation in Morgan & Mikhail’s Clinical Anesthesiology. McGraw Hill
Education. New York. Halaman : 2119-2155
Thank You

Anda mungkin juga menyukai