0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
123 tayangan13 halaman

Laporan Praktik Manajemen Keperawatan

Laporan ini memberikan ringkasan tentang pelaksanaan Model Asuhan Keperawatan Profesional oleh kelompok mahasiswa manajemen keperawatan di Ruang Pandan Wangi RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama 2 minggu. Laporan ini mencakup rencana tindakan, pelaksanaan kegiatan sesuai rencana tindakan, serta hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

Diunggah oleh

DeviAnggraeni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
123 tayangan13 halaman

Laporan Praktik Manajemen Keperawatan

Laporan ini memberikan ringkasan tentang pelaksanaan Model Asuhan Keperawatan Profesional oleh kelompok mahasiswa manajemen keperawatan di Ruang Pandan Wangi RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama 2 minggu. Laporan ini mencakup rencana tindakan, pelaksanaan kegiatan sesuai rencana tindakan, serta hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

Diunggah oleh

DeviAnggraeni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

DESIMINASI AKHIR
MAHASISWA PRAKTIK MANAJEMEN
DIRUANG PANDAN WANGI
Anggota Kelompok 3

1. Adi Priatmoko, [Link]


2. Anjarsera Rukmadewi, [Link]
3. Aris Talia [Link]
4. Devi Anggraeni [Link]
5. Devin Setyorini [Link]
6. Dewi Shinta [Link]
7. Nando Bayu [Link]
8. Oktavia Wulandari [Link]
9. Ida Bagus [Link]
10. Lia Fatmawati [Link]
11. Pratiwi Diyah [Link]
12. Novela Krisanti T, [Link]
13. Suryani [Link]
14. Deny Wawan R, [Link]
15. Furgan Yafi, [Link]
PENDAHULUAN

 Berdasarkan aplikasi 2 minggu MAKP yang kami


laksanakan di Ruang Pandan Wangi RSUD Dr. Soetomo
Surabaya pada tanggal 24 Maret – 6 April 2019, kami
menerapkan Model Asuhan Keperawatan Profesional
dengan metode pemberian asuhan keperawatan Primer.

 Pengembangan Model Primer merupakan pengembangan


dari primary nursing, karena tiap 2-3 perawat bertanggung
jawab terhadap asuhan keperawatan pasien sesuai
dengan beban kasus, sejak pasien masuk, pulang dan
setelah pulang serta asuhan lanjutan kembali kerumah
sakit, serta diberi tanggung jawab penuh untuk mengelola
13 pasien kelolaan.
ANALISA SWOT

M-1 (Man)
STRENGTH
 Adanya kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pelatihan dan
pendidikan tambahan
WEAKNESS
 Jumlah perawat pada jadwal dinas sore & malam kurang sesuai dengan rumus
kebutuhan jumlah perawat yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
OPPORTUNITY
 Adanya program pelatihan / seminar khusus tentang manajemen keperawatan
THREATENED
 Adanya tuntutan tinggi dari masyarakat untuk pelayanan yang lebih profesional
M-2 (MATERIAL)
STRENGTH
 Mempunyai sarana dan prasarana untuk pasien dan tenaga kesehatan yang mencukupi
WEAKNESS
 Pendataan alat- alat setiap tahunnya masih lambat (tahun 2018 masih belum dilakukan pendataan)
OPPORTUNITY
 Adanya penambahan peralatan sesuai dengan kebutuhan ruangan terhadap pihak pengadaan barang
RS
THREATENED
 Ada tuntutan tinggi dari masyarakat untuk fasilitas yang lebih memadai

M-3 (METHODE)
STRENGTH
 RS memiliki visi, misi dan motto sebagai acuan melaksanakan kegiatan pelayanan
WEAKNESS
 Pelaksanaan MAKP belum berjalan dengan maksimal karena ketidakseimbangan jumlah
pasien dan perawat ruangan.
OPPORTUNITY
 Adanya mahasiswa S1 Keperawatan Praktik Manajemen Keperawatan
THREATENED
 Persaingan antara RS yang semakin ketat
Keuangan (M4)
STRENGTH
 Dana operasional ruangan diperoleh dari rumah sakit

WEAKNESS
 Persyaratan yang harus ada untuk proses administrasi pasien banyak yang belum lengkap.

OPPORTUNITY
 Pengeluaran sebagian besar dibiayai institusi

THREATENED
 Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan
yang lebih profesional sehingga membutuhkan pendanaan yang lebih besar untuk mendanai
sarana dan prasarana.
MUTU (M5)
STRENGTH
 Perawat di ruang Pandan Wangi melakukan komunikasi efektif
WEAKNESS
 Belum maksimalnya penjelasan oleh perawat tentang fungsi pemakaian gelang identitas
pasien.
OPPORTUNITY
 Dengan adanya akreditasi JCI, RS mampu menjadi RS yang berstandart internasional
THREATENED
 Adanya persaingandari RS lain yang memberikan pelayanan yang lebih baik
Diagram Layang Berdasarkan Analisis SWOT
PRIORITAS MASALAH
Skor Analisis Swot
Masalah Prioritas Interpretasi
IFAS EFAS
M1 (Man) 1,5 -0,1 1 Diversifitacion
M5 (Mutu) 0,3 0,8 2 agresif
M4 (Money) 0,6 0,2 3 Aggresif
Dokumentasi keperawatan 0,6 0,2 4 Aggresif
M2 (Material) 0,8 0,1 5 Aggresif
Ronde Keperawatan 0,4 1,0 6 Aggresif
Penerimaan Pasien Baru 1,3 0,6 7 Aggresif
Supervisi Delegasi 1,2 1,0 8 Aggresif
Discharge Planning 1,3 1,0 9 Aggresif
Sentralisasi Obat 1,7 0,6 10 Aggresif
Timbang Terima 2,8 0,1 11 Aggresif
M3 (Methode) 2,4 0,5 12 Aggresif
PLAN OF ACTION
 M1 (MAN) :
Rencana untuk menjadwalkan dinas sesuai dengan analisa beban kerja.
 M2 (MATERIAL) :
1. Memanfaatkan secara optimal sarana dan prasarana yang ada di ruangan
2. Merawat dan menjaga alat kesehatan secara berkala
 M3 (METHODE)
Melaksanakan model asuhan keperawatan profesional model Primer oleh mahasiswa
manajemen
 Ronde Keperawatan:
Melaksanakan ronde keperawatan oleh kelompok mahasiswa praktik management
keperawatan yang akan dilakukan terhadap pasien tertentu bersama dengan tim
kesehatan lainnya (dokter, gizi, farmasi, perawat konselor, perawat pelaksana).
 Penerimaan Pasien Baru:
Melaksanakan role play penerimaan pasien baru oleh kelompok mahasiswa praktik
management keperawatan beserta pendokumentasiannya
 Discharge Planning
Melaksanakan discharge Planning terhadap pasien yang direncanakan pulang dan
dalam masa perawatan di rumah sakit.
PLAN OF ACTION
 Timbang Terima
1. Mengusulkan saat timbang terima agar pelaporan disampaikan oleh penanggungjawab shif.
2. Melaksanakan roleplay timbang terima oleh kelompok mahasiswa praktik management
keperawatan.
 Supervisi
1. Mengusulkan jadwal supervisi
2. Mengusulkan format penilaian supervisi
3. Melaksanakan role play supervisi pada satu kelompok mahasiswa praktik management
keperawatan
 Sentralisasi Obat
1. Mengusulkan adanya pendokumentasian antara pihak farmasi dan perawat
2. Melaksanakan sentralisasi obat oleh kelompok mahasiswa praktik management keperawatan.
 M5-Mutu
1. Mengusulkan mengoptimalkan penjelasan terkait fungsi pemakaian gelang identitas pasien.
2. Mengusulkan untuk mengoptimalkan pendokumentasian TBAK.
3. Adanya dokumentasi TBAK
4. Melakukan PKRS Cuci Tangan dan pemilihan sampah
Pelaksanaan Kegiatan

Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) yang dilaksanakan dalam Praktik Profesi
Manajemen Keperawatan di Ruang Pandan Wangi RSUD Dr Soetomo Surabaya pada tanggal 25
Maret 2019 sampai dengan 06 April 2019. Pelaksanaan MAKP ditekankan pada komponen-
komponen sebagai berikut :

1. Penetapan Tenaga Keperawatan


2. Sarana dan Prasarana
3. Sistem MAKP
4. Penerimaan Pasien Baru
5. Sentralisasi Obat
6. Timbang Terima
7. Discharge Planning
8. Supervisi Delegasi
9. Ronde Keperawatan
[Link] Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)
11. Dokumentasi Asuhan Keperawatan
PELAKSANAAN KEGIATAN SESUAI POA
 Penerapan MAKP yang dilakukan oleh mahasiswa manajemen diruangan sudah berjalan sesuai
dengan rencana. Hanya saja perlu dioptimalkan untuk tugas terstruktur.
Uji coba penerapan MAKP Primer dilaksanakan pada minggu kedua pada tanggal 23 Maret 2019.

 Timbang terima
Pelaksanaan secara penuh dilaksanakan pada minggu ke-2 sampai dengan ke-3. Timbang terima
dilaksanakan di ruang perawat, dilanjutkan ke bed pasien kemudian kembali ke nurse station.
Timbang terima dilakukan dengan menyampaikan jumlah pasien, nomer bed pasien, identitas pasien,
diagnosa medis, data subyektif dan obyektif, masalah keperawatan pasien, intervensi yang sudah dan
belum dilaksanakan, keadaan pasien terakhir (evaluasi) dan pesan khusus dengan menggunakan
format SBAR. Selama penerapan timbang terima diruangan tidak ada hambatan yang berarti karena
kerjasama yang baik antara anggota kelompok.

 Ronde keperawatan
Ronde keperawatan dilaksanakan satu kali pada hari kamis tanggal 4 April 2019 pukul 10.00 oleh
mahasiswa praktik manajemen dan dihadiri semua undangan. Adapun hambatan yang ada selama
proses ronde keperawatan yaitu Persiapan pelaksanaan ronde kurang maksimal sehingga terjadi
keterlambatan waktu 30 menit dalam persiapan alat dan pengumpulan tim ronde, akan tetapi
prosesnya berjalan dengan lancar.
 Supervisi dan Delegasi
Supervisi dan delegasi dilakukan pada tanggal , 02 April 2019 jam 10.00 WIB. Adapun
hambatan selama proses kegiatan supervisi dan delegasi yaitu Penguasaan peran ketika role
play belum maksimal. Namun pelaksanaannya tetap berjalan dengan lancar.
 Penerimaan Pasien Baru
Role play Penerimaan pasien baru dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2019. adapun hambatan
selama proses kegiatan yaitu Tidak menentunya pasien baru yang datang ke ruangan pada saat
pelaksaan kegiatan role play. Alternatifnya kelompok menggunakan pasien yang datang 1 hari
sebelumnya untuk dijadikan pasien role play penerimaan pasien baru

 Discharge Planning
Kegiatan discharge planning dilaksanakan pada minggu ke 3 ( 2 April 2019).
Adapun hambatan selama proses pelaksanaan discharge planning yaitu tidak adanya pasien yang
direncanakan pulang pada saat pelaksanaan role play discharge planning. Sehingga alternatifnya
dilakukan discharge planing tentang edukasi terkait proses perawatan selama di RS.

 Pengelolaan Sentralisasi Obat


Pelaksanaan sentralisasi obat dilaksanakan pada selasa, 26 Maret 2019 . Adapun hambatan
selama proses pelaksanaan yaitu Tidak bisa melaksanakan sentralisasi obat pada pasien baru.
Sehingga alternatifnya Kelompok menggunakan pasien yang baru masuk 1 hari sebelumnya.
 Dokumentasi keperawatan
Pendokumentasian asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 23 Maret – 06 April 2019.
Sedangkan persiapan dan uji coba pendokumentasian dilakukan tanggal 23 Maret 2018 dengan
mempersiapkan kelengkapan format asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian dengan
catatan intgegrasi keperawatan dengan model SBAR (Situation, Background, Assesment,
Recomendation).
 Adapun hambatan yang ada selama pelaksanaan yaitu Kurang pemahaman anggota kelompok
terhadap cara pengisian format dengan SBAR pada awal pelaksanaan manajemen, Keterbatasan
waktu dalam pengisian rekam medis pasien. Akan tetapi alternatifnya yaitu perlu adanya
persamaan persepsi dengan anggota kelompok supaya dalam proses pendokumentasian SBAR
bisa berjalan lancar. Manajemen waktu yang lebih baik lagi.

Anda mungkin juga menyukai