0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan15 halaman

Terapi Komplementer dalam Keperawatan

Terapi komplementer merupakan penggabungan terapi tradisional ke dalam pengobatan modern yang mempengaruhi kesehatan secara menyeluruh dari aspek biologis, psikologis, dan spiritual. Terapi komplementer dapat berupa terapi energi, manipulasi tubuh, terapi biologis, atau alternatif sistem pelayanan kesehatan tradisional. Peran perawat dalam terapi komplementer antara lain sebagai konselor, pendidik, peneliti, pemberi pel

Diunggah oleh

fauzi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan15 halaman

Terapi Komplementer dalam Keperawatan

Terapi komplementer merupakan penggabungan terapi tradisional ke dalam pengobatan modern yang mempengaruhi kesehatan secara menyeluruh dari aspek biologis, psikologis, dan spiritual. Terapi komplementer dapat berupa terapi energi, manipulasi tubuh, terapi biologis, atau alternatif sistem pelayanan kesehatan tradisional. Peran perawat dalam terapi komplementer antara lain sebagai konselor, pendidik, peneliti, pemberi pel

Diunggah oleh

fauzi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI KOMPLEMENTER

Dr. Heni Setyowati ER, SKp, MKes


Pengertian
Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang
digabungkan dalam pengobatan modern.

Komplementer adalah penggunaan terapi tradisional ke


dalam pengobatan modern

Terapi komplementer juga disebut juga dengan pengobatan


holistik, didasari oleh bentuk terapi yang mempengaruhi
individu secara menyeluruh yaitu sebuah keharmonisan
individu untuk mengintegrasikan pikiran, badan, dan jiwa
dalam kesatuan fungsi
Terapi komplemeter sebagai pengembangan
terapi tradisional dan ada yang diintegrasikan
dengan terapi modern yang mempengaruhi
keharmonisan individu dari aspek biologis,
psikologis, dan spiritual.
Penerapan terapi komplementer pada keperawatan perlu
mengacu kembali pada teori-teori yang mendasari praktik
keperawatan.
Misalnya:
Teori Rogers yang memandang manusia sebagai sistem
terbuka, kompleks, mempunyai berbagai dimensi dan
energi.
Teori ini dapat mengembangkan pengobatan tradisional
yang menggunakan energi misalnya tai chi, chikung, dan
reiki.
Florence Nightingale yang telah menekankan
pentingnya mengembangkan lingkungan untuk
penyembuhan dan pentingnya terapi seperti musik
dalam proses penyembuhan.

Terapi komplementer meningkatkan kesempatan


perawat dalam menunjukkan caring pada klien
Hasil penelitian terapi komplementer
Terapi sentuhan untuk meningkatkan relaksasi, menurunkan
nyeri, mengurangi kecemasan, mempercepat penyembuhan luka,
dan memberi kontribusi positif pada perubahan psikoimunologik
(Hitchcock et al., 1999).

Terapi pijat (massage) pada bayi yang lahir kurang bulan dapat
meningkatkan berat badan, memperpendek hari rawat, dan
meningkatkan respons.
Terapi pijat pada anak autis meningkatkan perhatian dan belajar.
Terapi pijat dapat meningkatkan pola makan, meningkatkan citra
tubuh, dan menurunkan kecemasan pada anak susah makan
(Stanhope, 2004)
Con’t
Aromaterapi berupa penggunaan minyak esensial berkhasiat
untuk mengatasi infeksi bakteri dan jamur (Buckle, 2003).
Minyak lemon thyme mampu membunuh bakteri
streptokokus, stafilokokus dan tuberkulosis (Smith et al.,
2004).
Tanaman lavender dapat mengontrol minyak kulit, sedangkan
teh dapat membersihkan jerawat dan membatasi kekambuhan
(Key, 2008).
Con’t
Penderita kanker lebih cepat sembuh dan berkurang rasa
nyerinya dengan meditasi dan imagery (Smith et al., 2004).
Hipnoterapi meningkatkan suplai oksigen, perubahan
vaskular dan termal, mempengaruhi aktivitas
gastrointestinal, dan mengurangi kecemasan (Fontaine,
2005).
Bentuk terapi yang digunakan dalam terapi komplementer
ini beragam sehingga disebut juga dengan terapi holistik.

Terminologi kesehatan holistik mengacu pada integrasi


secara menyeluruh dan mempengaruhi kesehatan,
perilaku positif, memiliki tujuan hidup, dan
pengembangan spiritual (Hitchcock et al., 1999).
Terapi komplementer dapat berupa promosi kesehatan,
pencegahan penyakit ataupun rehabilitasi.
Bentuk promosi kesehatan misalnya memperbaiki gaya hidup
dengan menggunakan terapi nutrisi.
Seseorang yang menerapkan nutrisi sehat, seimbang,
mengandung berbagai unsur akan meningkatkan kesehatan
tubuh.
Intervensi komplementer ini berkembang di tingkat pencegahan
primer, sekunder, tersier dan dapat dilakukan di tingkat individu
maupun kelompok misalnya untuk strategi stimulasi imajinatif dan
kreatif (Hitchcock et al., 1999).
Macam Terapi Komplementer
1. Invasif
Contoh terapi komplementer invasif adalah
akupuntur dan cupping (bekam basah) yang
menggunakan jarum dalam pengobatannya.

2. Non-invasif seperti terapi energi (reiki, chikung, tai chi,


prana, terapi suara), terapi biologis (herbal, terapi nutrisi,
food combining, terapi jus, terapi urin, hidroterapi colon
dan terapi sentuhan modalitas; akupresur, pijat bayi,
refleksi, reiki, rolfing, dan terapi lainnya
Kategori Terapi Komplementer
National Center for Complementary/ Alternative Medicine
(NCCAM).

1. mind-body therapy yaitu memberikan intervensi


dengan berbagai teknik untuk memfasilitasi kapasitas
berpikir yang mempengaruhi gejala fisik dan fungsi tubuh
misalnya perumpamaan (imagery), yoga, terapi musik,
berdoa, journaling, biofeedback, humor, tai chi, dan
terapi seni
2. Alternatif sistem pelayanan yaitu sistem pelayanan
kesehatan yang mengembangkan pendekatan
pelayanan biomedis berbeda dari Barat misalnya
pengobatan tradisional Cina, Ayurvedia, pengobatan
asli Amerika, cundarismo, homeopathy, naturopathy.

3. Terapi biologis, yaitu natural dan praktik biologis dan


hasil-hasilnya misalnya herbal, makanan)
4. Terapi manipulatif dan sistem tubuh. Terapi ini didasari
oleh manipulasi dan pergerakan tubuh misalnya
pengobatan kiropraksi, macam-macam pijat, rolfing,
terapi cahaya dan warna, serta hidroterapi.
5. Terapi energi yaitu terapi yang fokusnya berasal dari
energi dalam tubuh (biofields) atau mendatangkan
energi dari luar tubuh misalnya terapetik sentuhan,
pengobatan sentuhan, reiki, external qi gong, magnet.
Biasanya dijadikan satu kategori berupa kombinasi
antara biofield dan bioelektromagnetik (Snyder &
Lindquis, 2002).
Peran Perawat
•Konselor,
•Pendidik kesehatan,
•Peneliti,
•Pemberi pelayanan langsung,
•Koordinator
•Advokat

Anda mungkin juga menyukai