Stimulasi, Deteksi dan Intervensi
Dini Tumbuh Kembang Anak
(SDIDTK)
Oleh :
Novi Novianti, [Link]
PENDAHULUAN
Anak merupakan generasi penerus kehidupan
sebuah bangsa.
Proses tumbuh kembang anak yang penting yaitu
pada masa periode balita (usia < 5 tahun)
Dalam masa ini pertumbuhan dasar akan
mempengaruhi dan menentukan perkembangan
anak selanjutnya.
Dibutuhkan skrining tumbuh kembang agar
terdeteksi penyimpangan sedini mungkin
PENDAHULUAN LANJUTAN
Perkembangan anak menggambarkan
peningkatan kematangan fungsi individu
Indikator penting dalam menilai kualitas hidup anak
Harus dipantau secara berkala
Bayi/ anak dengan risiko tinggi perlu mendapat prioritas
(bayi prematur, BBLR, riwayat asfiksia, hiperbilirubinemia,
infeksi intrapartum, ibu diabetes melitus, gemeli, dll).
Pengertian SDIDTK
Pembinaan tumbuh kembang anak secara
komprehensif & berkualitas yg diselenggarakan
melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi
dini penyimpangan tumbuh kembang balita pada
masa kritis
Upaya mengetahui sedini mungkin gangguan
pertumbuhan dan perkembangan anak melalui
pemantauan pada balita umur 0-5 tahun dan
anak prasekolah umur 5-6 tahun
Manfaat
Mengetahui tahap perkembangan
yang telah dicapai anak
Menemukan adanya keterlambatan
perkembangan anak sedini mungkin
Meningkatkan kesadaran orang tua
atau pengasuh anak untuk berusaha
menciptakan kondisi yang
menguntungkan bagi perkembangan
anak.
Landasan Hukum
• Peraturan Menteri Kesehatan No.66 tahun 2014 tentang
pemantauan pertumbuhan perkembangan dan gangguan
tumbuh kembang anak
Indikator Keberhasilan
1. Semua balita dan anak pra sekolah mendapatkan
pelayanan stimulasi, deteksi dan intervensi dini
penyimpangan tumbuh kembang sesuai dengan usianya
2. Semua puskesmas dapat melaksanakan SDIDTK
•
Pertumbuhan
Bertambahnya ukuran dan
jumlah sel serta jaringan
interseluler, berarti
bertambahnya ukuran fisik
dan struktur tubuh sebagian
atau keseluruhan sehingga
Perkembangan
Bertambahnya struktur dan fungsi
tubuh yang lebih kompleks dalam
kemampuan gerak kasar, gerak halus,
bicara dan bahasa serta sosialisasi dan
kemandirian
PRINSIP TUMBUH KEMBANG
a. Setiap perkembangan
menimbulkan perubahan
b. Pertumbuhan dan
perkembangan tahap awal
menentukan perkembangan
selanjutnya
c. Pertumbuhan dan
perkembangan mempunyai
kecepatan yang berbeda pada
Tahap Pertumbuhan & Perkembangan
Anak Sekolah
Remaja s.d usia
Bayi,
Toddler, 18 thn
Pra sekolah
Konsepsi
(Janin)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Pertumbuhan dan Perkembangan
Faktor Internal :
1) Genetik
2) Perbedaan ras, etnik atau bangsa.
3) Jenis Kelamin
4) Keluarga
5) Umur (masa pranatal, bayi & remaja mrp tahap
yang mengalami pertumbuhan cepat)
6) Kelainan kromosom
Faktor eksternal
1) Pada masa prenatal : status gizi ibu, posisi bayi,
kelainan kongenital
2) Kelainan gejala endokrin pada ibu : Diabetes
Mellitus
3) Paparan terhadap sinar radiasi seperti X-ray
4) Ibu yang mengalami infeksi TORCH dan penyakit
menular seksual dapat mengakibatkan kelainan
pada janin
5) psikologi
Stimulasi yang diberikan kepada anak
saat pemeriksaan SDIDTK adalah:
1 • Kemampuan gerak kasar dan halus
2 • Kemampuan bahasa dan bicara
• Kemampuan sosialisasi dan kemandirian
3
Deteksi Dini Deteksi Dini Deteksi Dini
penyimpangan Penyimpangan Penyimpangan Mental
pertumbuhan Perkembangan & Emosional
BB/ TB: KPSP : GPPH:
Kuisioner Pra Skrining Gangguan Pemusatan
Berat badan Perkembangan Perhatian dan
terhadap Tinggi Hiperaktivitas
badan TDD:
KMME:
Tes Daya Dengar
Kuisioner Masalah
LK: TDL: Mental Emosional
Lingkar kepala Tes Daya Lihat CHAT:
Checklist for Autism
in Toddler
JADWAL
PEMANTAUAN
PERTUMBUHAN
&
PERKEMBANGAN
ANAK
Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
TINGKAT PELAKSANA ALAT YANG
PELAYANAN DIGUNAKAN
Keluarga • Orang tua • KMS
• Kader kesehatan • Timbangan dacin
• Petugas PAUD, TPA
dan Guru TK
Puskesmas • Dokter • Tabel BB/TB
• Bidan • Grafik LK
• Perawat • Timbangan
• Ahli Gizi • Alat ukur tinggi
• Petugas lainnya badan
• Pita pengukur
lingkar kepala
DETEKSI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN ANAK
TINGKAT PELAKSANA ALAT YANG
PELAYANAN DIGUNAKAN
Keluarga dan • Orang tua Buku KIA
Masyarakat • Kader Kesehatan,
TPA
• Petugas pusat PAUD • KPSP
terlatih • TDL
• Guru terlatih • TDD
Puskesmas • Dokter • KPSP
• Bidan • TDL
• Perawat • TDD
Tahap Pelaksanaan
1) Tahap pertama secara periodik dilakukan
pada usia 3 – 6 bulan, 9 – 12 bulan, 18
– 24 bulan, 3 tahun, 4 tahun, dan 5
tahun
2)Tahap kedua
Dilakukan pada mereka yang dicurigai
adanya hambatan perkembangan pada
tahap pertama, kemudian dilanjutkan
dengan evaluasi diagnostik yang lengkap.
PENYIMPANGAN YANG SERING DITEMUKAN
Gangguan perkembangan motorik
Gangguan perkembangan bahasa
Retardasi Mental
Cerebral Palsy
Sindrom Down
Autisme
Disfungsi neurodevelopmental pada
anak usia sekolah
LANGKAH PERSIAPAN
1. Tempat
Tempat yang tenang/ tidak bising, dan bersih.
2 . Perlengkapan Test:
Gulungan benang wool berwarna Bola tenis
merah (dg diameter 10 cm) Pinsil merah
Kismis Boneka kecil dengan botol susu
Kerincingan dg gagang yang kecil Cangkir plastik dg gagang/
10 bh kubus berwarna dg ukrn 2,5 cm pegangan
x 2,5 cm Kertas kosong
Botol kaca kecil dengan diamater
lubang 1,5 cm
Bel kecil
APLIKASI
KASUS
Kasus 1 An. H (Infant)
• Pada tanggal 30 September 2016, bayi perempuan bernama
An. H dibawa ke puskesmas untuk dilakukan skrining
tumbuh kembang, orang tua mengatakan tidak ada keluhan
terkait perkembangannya
• Anamnesis :
Riwayat kehamilan: tidak ada keluhan.
Riwayat intranatal : lahir spontan di Puskesmas Situ pada
tanggal 21 Juni 2016, lahir cukup bulan. BBL 3500 gr, PB 50
cm, LK tidak diketahui, Apgar Skor tidak diketahui, namun
orang tua mengatakan anak langsung menangis saat lahir.
Lanjutan …
Riwayat setelah persalinan:
Imunisasi lengkap sesuai usia bayi,
mendapatkan asi ekslusif.
Hasil pemeriksaan:
Antopomentri
BB 7,1 kg, PB 60 cm, LK 42 cm
Perkembangan:
Pada saat terlentang anak dapat menggerakan setiap anggota
gerak dengan mudah
Melihat dan menatap wajah orang tua serta tampak
mendengarkan ketika sedang diajak berbicara.
Tampak sudah mengenali wajah orang tuanya dibanding orang lain.
Kadang mengeluarkan suara lain selain menangis seperti “oooo,
aaaa”, tertawa keras walaupun tidak digelitik/ diraba
Membalas senyuman orang tua.
Anak sering kaget bila terdapat suara keras yang mendadak.
Bayi mampu menggerakan kepala ke kiri dan ke kanan sepenuhnya.
Pada saat bayi ditelungkupkan bayi dapat mengangkat kepala tegak
terhadap badannya.
Langkah pelaksanaan pemeriksaan
tumbuh kembang dengan SDIDTK
1. Anamnesis biodata, riwayat kehamilan, persalinan,
dan post natal untuk mengetahui adanya resiko,
dan riwayat tumbuh kembang
2. Lakukan penghitungan umur kronologis bayi
sehingga dapat diketahui usia kronologisnya, bila
ada riwayat prematuritas, lakukan koreksi usia
prematur
3. Tentukan instrumen pengukuran berdasarkan
jadwal skrining sesuai usia kronologisnya
4. Pemeriksaan pertumbuhan BB, PB /TB, LK,
5. Lakukan pemeriksaan pertumbuhan (BB, PB/TB, dan LK)
BB 7,1 kg PB 60 cm LK 42 cm
[Link] plotting pada kurva pertumbuhan WHO
berdasarkan usia dan jenis kelamin
BB/U median
PB/U median
BB/PB > 2 SD
LK > 1 SD
Cara Menggunakan Grafik Pertumbuhan WHO
• Tentukan umur, panjang badan (anak dibawah 2 tahun)/
tinggi badan (anak di atas 2 tahun), berat badan.
• Tentukan angka yang berada pada garis horizontal/
mendatar pada kurva. Garis horizontal pada beberapa
kurva pertumbuhan WHO menggambarkan umur dan
panjang/ tinggi badan.
• Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus
pada kurva. Garis vertikal pada kurva pertumbuhan WHO
menggambarkan panjang/ berat badan, & lingkar kepala.
• Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada
garis vertikal hingga mendapat titik temu (plotted
point). Titik temu ini merupakan gambaran pertumbuhsn
anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.
Cara Menginterpretasikan Kurva Pertumbuhan WHO
• Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan
median/ rata-rata
• Garis yang lain dinamakan garis z-score. Pada kurva
pertumbuhan WHO garis ini diberi angka positif (1, 2, 3)
atau negatif (-1, -2, -3). Titik temu yang berada jauh
dari garis median menggambarkan masalah pertumbuhan.
• Titik temu yang berada antara garis z-score -2 dan -3
diartikan di bawah -2.
• Titik temu yang berada antara garis z-score 2 dan 3
diartikan di atas 2.
• Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini pd kurva
pertumbuhan WHO dpt mnggunakan tabel berikut ini :
Catatan :
1) Anak dalam kelompok ini berperawakan tubuh tinggi. Hal ini
masih normal. Singkirkan kelainan hormonal sebagai penyebab
perawakan tinggi.
2) Anak dalam kelompok ini mungkin memiliki masalah
pertumbuhan tapi lebih baik jika diukur menggunakan
perbandingan BB terhadap PB/TB atau IMT terhadap umur.
3) Titik plot yang berada di atas angka 1 menunjukan berisiko gizi
lebih. Jika makin mengarah ke garis Z-skor 2 resiko gizi lebih
makin meningkat.
4) Mungkin untuk anak dengan perawakan pendek atau sangat
pendek memiliki gizi lebih.
5) Hal ini merujuk pada gizi sangat kurang dalam modul pelatihan
IMCI (WHO, 1997).
2. Lingkar Kepala atau Lingkar Fronto–Oksipital (LFO)
• Pengukuran lingkar kepala dilakukan pada semua bayi dan anak
secara rutin untuk mengetahui adanya mikrosefali, makrosefali,
atau normal sesuai umur dan jenis kelamin. Jadwal pengukuran
lingkar kepala :
• Umur 0-11 bulan, pengukuran dilakukan tiap 3 bulan
• Umur 12-72 bulan, pengukuran dilakukan tiap 6 bulan
• Bila ukuran lingkar kepala anak dalam “jalur z score” maka
lingkaran kepala anak normal.
• Bila ukuran lingkar kepala anak diluar “jalur hijau” maka
lingkaran kepala anak tidak normal.
• Lingkar kepala anak tidak normal ada 2 (dua), yaitu makrosefal
bila berada diatas “jalur hijau” dan mikrosefal bila berada
dibawah “jalur hijau”.
Lakukan pemeriksaan Perkembangan dgn KPSP pd bayi 3 bulan
No Pemeriksaan Ya Tidak
1 Pada waktu bayi telentang, apakah masing masing Gerak kasar
lengan dan tungkai bergerak dengan mudah?
Jawab TIDAK bila salah satu atau kedua tungkai atau lengan
bayi bergerak tak terarah/tak terkendali.
2 Pada waktu bayi telentang apakah ia melihat dan menatap Sosialisasi
wajah anda? & kemandirian
3 Apakah bayi dapat mengeluarkan suarasuara Bicara dan
lain (ngoceh), disamping menangis? bahasa
4 Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti Gerak halus
gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dr kanan/kiri
ke tengah
5 Pada waktu bayi telentang, apakah. Ia dapat mengikuti Gerak halus
gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari satu sisi
hampir sampai pada sisi yang lain?
6 Pada waktu anda mengajak bayi berbicara dan tersenyum, Sosialisasi
apakah ia tersenyum kembali kepada anda? & kemandirian
No Pemeriksaan Ya Tidak
7 Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia Gerak kasar
dapat mengangkat kepalanya
seperti pada gambar ini?
8 Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia Gerak kasar
dapat mengangkat kepalanya sehingga membentuk
sudut 45° seperti pada gambar ?
9 Pada waktu bayi telungkup di alas yang Gerak kasar
datar, apakah ia dapat mengangkat
kepalanya dengan tegak seperti pada
gambar?
10 Apakah bayi suka tertawa keras walau tidak Bicara dan
digelitik atau diraba-raba? bahasa
Instrumen tes daya dengar anak umur 3 bulan
1. Pada waktu bayi tidur kemudian anda berbicara
atau membuat kegaduhan, apakah bayi akan
bergerak atau terbangun dari tidurnya
2. Pada waktu bayi tidur terlentang dan anda duduk
didekat kepala bayi pada posisi yang tidak terlihat
oleh bayi, kemudian anda bertepuk tangan dengan
keras, apakah bayi terkejut atau mengedipkan
matanya atau menegangkan tubuh sambil
mengangkat kaki tangannya keatas
3. Apabila ada suara nyaring (misal suara batuk, salak
anjing, piring jatuh kelantai dll apakah bayi terkejut
atau terlompat
Lakukan pemeriksaan perkembangan
(KPSP dan TDD)
KPSP untuk 3 bulan jawaban “Ya” berjumlah 10
atau jawaban “Tidak” berjumlah 0
TDD untuk 3 bulan semua jawaban “Ya”
Analisis dan Interpretasi Hasil
Pertumbuhan bayi sesuai usia
Perkembangan bayi sesuai usia
• Sampaikan hasil dan intervensi kepada orang tua
• Berikan pujian karena ibu telah mengasuh anaknya dengan
baik
• Beritahu stimulasi yang dibutuhkan anak,
• Motivasi ibu untuk memberikan stimulasi setiap saat.
• Jadwalkan pemeriksaan tumbuh kembang selanjutnya
Kasus An. K (Toddler)
• Tanggal 15 November 2016 An. K. diperiksa oleh
petugas kesehatan karena mengeluh anak belum bisa
bicara lancar.
• Anamnesis riwayat:
• Kehamilan: Ibu mempunyai riwayat mengalami anemia
dan PEB
• Persalinan: Lahir tanggal 21 Maret 2015 usia
kehamilan 37 minggu, Laki-laki, A/S 7/9, BBL: 2200
gram, PB: 45 cm, LK: Lupa
• Setelah Lahir: tidak ada keluhan makan dari ibu,
sehari-hari diasuh ibunya sendiri, kadang-kadang sakit
batuk pilek.
• Pertumbuhan : BB: 8,5 Kg TB: 80 cm LK: 47 cm
• Perkembangan:
Anak dapat bertepuk tangan dan melambaikan tangan tanpa bantuan
Belum dapat memanggil ”Mama” atau “Papa”
Anak sudah dapat berdiri sendiri dengan baik dan tahan hingga 5 detik,
Tetapi pada saat berjalan, masih terhuyung-huyung dan seringkali jatuh.
Anak dapat mengambil mainan yang terletak dilantai dengan cara
membungkuk dan kemudian berdiri tanpa bantuan.
Anak dapat menunjukan keinginan keinginannya dengan menarik ibunya
tanpa menangis.
Dapat mengambil kismis di depannya dengan cara menjimpit diantara ibu
jari dan jari telunjuknya.
Bila digelindingkan bola tenis kearahnya, anak dapat mengembalikan
dengan menggelindingkan kembali. Anak sudah dapat minum sendiri
dengan baik dari gelas.
Langkah pemeriksaan tumbuh kembang dengan SDIDTK
1. Anamnesis biodata, riwayat kehamilan, persalinan, dan
post natal untuk mengetahui adanya resiko, dan
riwayat tumbuh kembang
2. Lakukan penghitungan umur kronologis anak sehingga
dapat diketahui usia kronologisnya, bila ada riwayat
prematuritas, lakukan koreksi usia prematur
3. Tentukan instrumen pengukuran berdasarkan jadwal
skrining sesuai usia kronologisnya
4. Lakukan pemeriksaan pertumbuhan BB, PB /TB, LK,
BB: 8,5 Kg TB: 80 cm LK: 47 cm
5. Lakukan plotting pada kurva pertumbuhan WHO
berdasarkan usia dan jenis kelamin
BB/U <-2 SD (gizi kurang)
PB/U Median (normal)
BB/PB <-2 SD (kurus)
LK Median (normocephal)
• Lakukan pemeriksaan perkembangan
• KPSP untuk 18 bulan jawaban “Ya” 8 atau jawaban
“Tidak” 2 : meragukan (gerakan kasar dan bahasa)
• TDD untuk 18 bulan semua jawaban “Ya”
• MCHAT: jawaban “ya” dari 20 pertanyaan dan “tidak” 0
KPSP PADA BAYI UMUR 18 BULAN
No Jenis Pemeriksaan Perkembangan Ya Tidak
1. Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau melambai-lambai? Sosialisasi & kemandirian v
Jawab TIDAK bila ia membutuhkan bantuan.
2. Apakah anak dapat mengatakan “papa” ketika ia me-manggil/melihat ayahnya, atau Bicara & bahasa v
mengatakan “mama” jika memanggil/melihat ibunya?
Jawab YA bila anak mengatakan salah satu diantaranya.
3. Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik? Gerak kasar v
4. Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih? Gerak kasar v
5. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk Gerak kasar v
memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali?
6. Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau Sosialisasi & kemandirian v
merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang
menyenangkan.
7. Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung- Gerak kasar v
huyung?
8. Apakah anak anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, Gerak halus v
kismis, atau potongan biskuit dengan meng-gunakan ibu jari dan
jari telunjuk seperti pada gambar ?
9. Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia Gerak halus; Sosialisasi & v
menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda? kemandirian
10. Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas dan minum dari tempat Sosialisasi & kemandirian v
tersebut tanpa tumpah?
Instrumen tes daya dengar anak umur 18 bulan
Kemampuan ekspresif : ya
Apakah anak dapat mengucapkan dua kata atau lebih yang
menunjukan keinginan,seperti susu, minum, lagi?
Apakah anak secara spontan mengatakan 2 kombinasi kata,
seperti mau bobo. Lihat papa?
Kemampuan reseptif: ya
Apakah anak dapat menunjukan paling sedikit 1 anggota badan,
misalnya mana hidungmu, mana matamu, tanpa diberi contoh?
Apakah anak dapat mengerjakan 2 macam perintah dalam satu
kalimat, seperti ambil sepatumu dan taruh disini, tanpa diberi
contoh?
Kemampuan visual : ya
Apakah anak secara spontan memulai permainan dengan
gerakan tubuh seperti pok ame ame atau cilukba?
Apakah anak anda menunjuk dengan jari bila ingin sesuatu, bukan
dengan cara memegang dengan semua jari?
• Analisis hasil
• Pertumbuhan anak kurus
• Perkembangan anak sesuai KPSP Meragukan (M) pada
aspek gerak kasar dan bahasa, kemampuan mendengar
normal, tidak risiko autism
• Sampaikan hasil dan intervensi kepada orang tua
• Beri petunjuk agar ibu melakukan stimulasi perkembangan
pada anak lebih sering lagi, setiap saat dan sesering mungkin.
• Ajar ibu cara melakukan intervensi stimulasi perkembangan
anak untuk mengatasi penyimpangan/mengejar
ketertinggalannya.
• Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencari kemungkinan
adanya penyakit yang menyebabkan penyimpangan
perkembangan dan lakukan pengobatan.
Lanjutan …
• Lakukan penilaian ualang KPSP 2 minggu kemudian
dengan menggunakan daftar KPSP yang sesuai
dengan umur anak.
• Jika hasil KPSP ulang jawaban “Ya” tetap 7 atau 8
maka kemungkinan ada penyimpangan (P).
• Bila tahapan perkembangan terjadi penyimpangan (P)
lakukan tindakan merujuk ke rumah sakit dengan
menuliskan jenis dan jumlah penyimpangan (gerak
kasar, gerak halus, bahasa, sosialisasi dan
kemandirian).
• Jadwalkan pemeriksaan tumbuh kembang selanjutnya.
JUDUL : Dukungan Keluarga Dan Sosial Dalam Pertumbuhan Dan
Perkembangan Personal Sosial, Bahasa Dan Motorik Pada
Balita Di Kabupaten Banyumas
• PENELITI : Suryanto, Purwandari H, Mulyono Wa
• PENERBIT : Jurnal Kesehatan Masyarakat Kemas 10 (1) (2014)
103 -109
• TAHUN : 2014
• SETTING : Di Rw 3, Desa Rempoah, Baturraden, Banyumas
• VARIABEL : Peran Keluarga Dan Dukungan Sosial, Pertumbuhan Dan
Perkembangan Personal Sosial, Bahasa Dan Motorik
• SAMPEL : 34 anak balita
• METODE : quasi-eksperiment
• HASIL PENELITIAN :
Peran keluarga dan dukungan sosial
mempengaruhi proses tumbuh kembang, uji
paired t test menunjukkan model
pemberdayaan berdampak terhadap
pertumbuhan balita baik pada indikator berat
badan, panjang/ tinggi badan, lingkar kepala,
lingkar lengan (masing-masing dengan p value
0,00).
Pemberdayaan keluarga terbukti mampu
meningkatkan perkembangan balita, baik pada
indikator personal sosial, bahasa, motorik
halus, motorik kasar (masing-masing dengan p
value 0,00
JUDUL : Efektifitas Sdidtk Terhadap Peningkatan Angka
Penemuan Dini Gangguan Tumbuh Kembang
Pada Anak Usia Balita Di Posyandu Teluk
Wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan
PENELITI : Feti Kumala Dewi
TAHUN : 2012
SETTING : Posyandu Teluk Wilayah Kerja Uptd
Purwokerto Selatan
VARIABEL : variabel pengukuran pertumbuhan dan
perkembangan menggunakan SDIDTK dan
variabel pengukuran pertumbuhan dan
perkembangan menggunakan KMS
SAMPEL : 124 BALITA
METODE : Quasi-Eksperiment,
Hasil penelitian :
• Ada perbedaan yang signifikan angka
penemuan gangguan perkembangan pada
anak usia balita yang diukur dengan
menggunakan SDIDTK dengan anak usia
balita yang diukur dengan menggunakan KMS
• JUDUL : Keterampilan Ibu Dalam Deteksi Dini Tumbuh
Kembang Terhadap Tumbuh Kembang Bayi
• PENELITI : Wina Palasari , Dewi Ika Sari Hari Purnomo
• PENERBIT : Jurnal Stikes Volume 5, no. 1, juli 2012
• TAHUN : 2012
• SETTING : Di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Baptis
Kediri
• VARIABEL : Keterampilan Dan Tumbuh Kembang
• SAMPEL : 81 ibu yang memiliki bayi di RSB Kediri
• METODE : Observasional
Hasil :
Menunjukkan bahwa sebagian besar
keterampilan yang baik dalam deteksi dini
tumbuh kembang dan tumbuh kembang
balita yang tercapai sebanyak 58 responden
(72%)
JUDUL : Pengaruh Stimulasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang
(Ddtk) Terhadap Perkembangan Anak Usia 4-24 Bulan Di
Wilayah Kerja Puskesmas Cinunuk Kabupaten Bandung
PENELITI : Ida Widaningsih, Agus Mi’raj Darajat, Inggrid Dirgahayu
TAHUN : 2012
PENERBIT : Bhakti Kencana Medika, volume 2, no. 4
SETTING : Puskesmas Cinunuk Kabupaten Bandung
VARIABEL : Variabel stimulasi deteksi dini tumbuh kembang (DDTK)
terhadap perkembangan
SAMPEL : Anak 4-24 bulan yang beresiko gangguan tumbuh
kembang sebanyak 35 anak
METODE : Quasi eksperiment
Hasil :
Pengaruh stimulasi deteksi dini tumbuh kembang
(ddtk) sebelum dan sesudah stimulasi meningkat
sebanyak 23 anak (65,7%) dan tetap sebanyak 12
anak (34,3%). hal ini menunjukan adanya pengaruh
stimulasi deteksi dini tumbuh kembang (ddtk)
terhadap perkembangan anak usia 4-24 bulan
karena nilai significant sig (2tailed) (0,000<0,05.
Stimulasi DDTK efektif dalam meningkatkan
perkembangan anak usia 4-24 bulan
JUDUL : Analisis Pelaksanaan Program Stimulasi, Deteksi
Dan Intervensi Dini (Sdidtk) Tumbuh Kembang
Balita Dan Anak Pra Sekolah Di Puskesmas Kota
Semarang
PENELITI : Dewi Maritalia
TAHUN : 2009
SETTING : Puskesmas Kota Semarang
VARIABEL : Pelaksanaan SDIDTK
SAMPEL : 7 penanggung jawab program SDIDTK di
puskesmas sebagai informan utama, 7 orang
kader kesehatan di puskesmas tersebut dan 1
orang staf
METODE : Penelitian Kualitatif
Hasil :
Fungsi pengorganisasian dan penggerakan belum
maksimal dilakukan, masih terdapat faktor penghambat
pelaksanaan program SDIDTK di puskesmas seperti
masih ada penanggung jawab program SDIDTK yang
belum pernah mendapatkan pelatihan SDIDTK, belum
tersosialisasinya program sdidtk di puskesmas dan
jaringannya dengan baik dan benar, fasilitas pendukung
pelaksanaan program sdidtk di puskesmas masih belum
memadai dan kurangnya dukungan dari kepala
puskesmas untuk pelaksanaan program ini di
[Link] tujuan akhir program belum
tercapai seperti yang diharapkan
•